
πJangan lupa tinggalkan jejak anda dengan like komen dan vote ya. Happy reading dan terima kasih π
"Kalau tidak melakukan, enggak usah ngegas Boy!" ucap asisten Arif langsung pergi meninggalkan pasangan tersebut yang masih saja terdiam.
Asisten Arif langsung keluar dari rumah tersebut dan pergi ke kantor terlebih dahulu meninggalkan Naomi dan Kenzo yang masih menyelidiki sesuatu yang bisa mengingatkan masa lalu Naomi.
Mereka kembali naik ke dalam mobil untuk menuju ke kantor Kenzo karena laki-laki tersebut ada meeting dengan klien penting. Mobil melaju dengan kecepatan sedang membelah jalan raya yang terlihat begitu ramai di jam-jam sibuk seperti sekarang.
Tidak butuh waktu lama, mereka sampai di perusahaan milik Heriyanto Group. Setelah sampai di basement, Kenzo langsung mengajak Naomi masuk ke dalam lift yang terhubung langsung dengan lantai paling atas dekat ruangannya.
"Wah keren, di parkiran langsung ada liftnya ya, pasti kerja di sini enak sekali. Aku mau juga loh kerja disini kalau dibolehkan hehehe." Berbicara seperti orang normal dan melupakan kekurangannya yang sudah lupa ingatan.
"Kalau kamu kerja di sini, terus bagaimana dengan kuliah mu?" tanya tanya Kenzo tanpa menoleh pada gadis yang berdiri di sampingnya.
"Loh memangnya aku mahasiswa? Kenapa kamu tidak cerita dari kemarin?" tanya Naomi merasa ragu dengan apa yang diucapkan oleh Kenzo.
"Naomi oh Naomi, ternyata otakmu sangat lemot ya. Baru juga tadi membuka buku tabungan dari Paman Bimo dan kamu masih ingat isi suratnya kan? Di situ sudah jelas dikatakan bahwa uang yang diberikan sama pamanmu itu adalah untuk biaya kuliahmu. Kenapa sekarang kamu seperti orang yang lupa Ingatan," ucap Kenzo yang lupa bahwa perempuan yang ada bersamanya memang gadis yang sedang lupa ingatan.
Naomi terdiam mendengar ucapan yang baru saja disampaikan oleh Kenzo, dia merasa sakit hati namun dia tak mampu untuk membalas laki-laki tersebut dengan ungkapan kata-kata. Tanpa Kenzo sadari imbas dari ucapan yang disampaikannya, mata Naomi mulai berkaca-kaca akibat hatinya yang terlalu sakit mendengar apa yang dikatakan Kenzo.
Ya ... otakku memang lemot, otakku tidak bisa mengingat tentang apa yang kulakukan dahulu. Otakku sedang error dan mungkin otakku sedang sakit. Gumam Naomi di dalam hati dengan perasaan yang sangat sedih.
__ADS_1
Ting.
Mereka sampai di lantai atas dan Kenzo menarik tangan Naomi untuk keluar dari dalam lift. Laki-laki itu membuka pintu ruangannya dan mengajak Naomi masuk. Naomi tidak bicara apa-apa, dia langsung duduk di sofa yang sudah tersedia di dalam ruangan tersebut. Dia sedang berusaha agar bulir bening yang dari tadi membuat kolam indah di matanya tidak sampai jatuh melewati pipinya.
"Kamu mau minum apa?" bertanya tanpa merasa bersalah telah mengucapkan kata-kata yang sangat menyakitkan buat namamu.
Naomi tidak menjawab, dia hanya menggelengkan kepalanya dengan wajah tertunduk ke bawah.
Kenzo langsung menekan intercom dan meminta dua jus orange beserta cemilan kepada seseorang disana.
"Kamu kenapa lagi sih? Kok diam terus dari tadi, apakah aku ada salah?" masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada perempuan yang tiba-tiba terlihat berwajah masam.
"Masuk!" perintah Kenzo dari dalam ruangannya.
Ceklek.
Seorang perempuan seksi nan cantik masuk membawa dua gelas jus jeruk dan juga beberapa roti di atas nampan.
Naomi memandang ke arah pintu sambil menganggukkan kepalanya tanda hormat pada orang yang membawakan nampan tersebut.
Rini meletakkan kedua jus tersebut dan juga piring yang berisi roti-roti kering, lalu menatanya di atas meja.
__ADS_1
"Silahkan, Tuan! Apa masih ada yang tuan butuhkan?" tanya Rini dengan sangat ramah sambil menyunggingkan senyumnya.
"Honey, apa kamu membutuhkan sesuatu?" tanya Kenzo sambil mengalihkan wajahnya kearah Naomi yang masih tertunduk. Naomi kembali menggelengkan kepalanya menandakan dia tidak membutuhkan apapun juga.
"Kau boleh kembali bekerja!" perintah Kenzo kepada sekretaris Rini agar keluar dari ruangannya.
"Baik, Tuan, permisi." Rini sang sekretaris berlalu pergi keluar dari ruangan tersebut, namun Tiba-tiba asisten Arif masuk dan menyampaikan bahwa meeting segera dimulai.
"Bos, client kita sudah datang dan mereka menunggu di ruangan meeting."
"Naomi, aku tinggal meeting dulu ya, Kamu jangan pergi kemana-mana!" memerintah seperti seorang bos kepada karyawannya.
Naomi hanya diam tanpa menjawab ataupun menanggapi perkataan Kenzo. Dia hanya melihat punggung Kenzo saat menutup ruangan tersebut.
Kenapa sekarang aku merasa ragu kalau dia itu adalah tunanganku. Bicaranya sangat kasar tanpa memikirkan perasaanku sama sekali, untuk apa sama aku cincin berlian ini kalau dia sendiri tidak bisa menjaga hatiku. Untuk apa aku tinggal di rumah mewah, jika dia menganggapku seperti seseorang yang tidak berharga. Batin Naomi merasa menjerit, hatinya terasa sedih karena tidak bisa mengingat apapun saat ini.
Sekarang kedua matanya benar-benar mengeluarkan bulir bening yang sejak tadi dengan susah payah ditahannya, agar tidak sampai jatuh melewati pipinya yang sedikit cabi.
Ya Allah, kenapa hidupku terasa begitu rumit sampai-sampai aku tidak bisa mengenali diriku sendiri. Dosa apa yang pernah ku perbuat di masa lalu sehingga aku harus menerima keadaanku sekarang dengan ikhlas. Kuatkan aku ya Allah, agar aku bisa menjalani semua ini dengan penuh kesabaran.
Maaf up nya belum bisa tiap hari ππ bantu like, komen dan vote ya. Terima kasih.
__ADS_1