
💞Assalamu'alaikum, maaf reader jika ada kesalahan author, karena ini adalah chapter terakhir. Selamat membaca 💞
Tiga hari kemudian pesta mewah dan meriah dilaksanakan di salah satu hotel mewah di Jakarta. Terlihat di pelaminan dua manusia yang berbeda prinsip, beda daerah dan juga berbeda suku sedang duduk bersanding sambil menerima ucapan selamat dari begitu banyak manusia yang datang memberikan do'a restunya.
Terlihat sekali-kali mereka duduk melepaskan penat ketika rentetan tamu tidak menaiki pelaminan, senyum bahagia nampak terlihat jelas dari wajah-wajah mereka yang memang menginginkan adanya persatuan keluarga.
Orang tua Kenzo sepertinya sangat sibuk menerima ucapan selamat, karena telah mempunyai menantu dari begitu banyak kolega bisnisnya baik dari dalam maupun luar negeri.
Begitu juga dengan Paman Bimo yang tidak henti-hentinya menerima ucapan selamat karena keponakannya telah berhasil menikahi orang terkaya di kota tersebut. Beberapa temannya datang dari kantor tempat dia mengabadikan diri sebelum dipecat. Mereka semua ikut berbahagia dengan rekan kerjanya walaupun sudah tidak pernah lagi bersua di kantor yang sama.
Paman Bimo hanya bisa tersenyum walaupun jauh di lubuk hatinya, dia malah merasa bersalah karena terlalu cepat memberikan izin pernikahan kepada sang keponakan sebelum dia menggapai cita-citanya, untuk memberikan pendidikan yang lebih tinggi kepada Naomi.
Namun itulah yang dinamakan dengan takdir Ilahi yang tidak bisa ditetapkan oleh manusia dan juga tidak bisa dibaca dengan kasat mata, bahwa jodoh seseorang tidak bisa diraih dan juga tidak bisa untuk ditolak ketika waktunya telah tiba.
Dita terlihat menghadiri resepsi pernikahan saudara sepupunya, dia masih menyimpan rasa kesal karena tidak bisa mendapatkan laki-laki yang diinginkannya. Tetapi malah sekarang laki-laki tersebut bersanding dengan indah di pelaminan bersama sepupunya. Walaupun hatinya merasa sangat sakit melihat Naomi dan Kenzo bersanding dengan cantik di atas pelaminan, namun dia hanya bisa tersenyum miris walau hatinya menangis tetapi kehendak Allah Yang Maha Kuasa tidak bisa dicegah nya.
Dengan melangkahkan kaki sedikit memaksakan diri, dia naik ke atas pelaminan untuk mengucapkan selamat kepada sepupu perempuannya, yang sama sekali tidak pernah disukainya.
"Selamat ya, Uni Naomi, semoga pernikahannya langgeng sampai kakek nenek," ucap Dita sambil memaksakan sedikit senyum di bibirnya.
"Terima kasih banyak ya, Dita. Berkat ulahmu yang mendorongku, akhirnya aku bisa ingat semuanya tetapi sudah lah, kita lupakan masa lalu karena sekarang ada seseorang yang sudah menjadi masa depanku," jawab Naomi sambil membalas senyuman licik yang tidak ikhlas dari sepupu perempuannya.
"Eh itu sebenarnya aku tidak sengaja, tolong maafkan aku waktu itu ya. Aku juga tidak tahu kalau tiba-tiba ada mobil yang lewat di depan kita berdua. Padahal aku hanya bercanda loh mendorong tubuh mu ke depan."
Wajah Dita terlihat sangat pucat, karena dia tidak pernah menyangka kalau ternyata Naomi mengetahui apa yang telah dilakukannya. Kenzo yang melihat perubahan mimik wajah dari Dita, langsung memasang telinga dengan waspada tentang apa yang sedang istrinya bicarakan.
"Jadi sebenarnya Naomi kecelakaan yang mendorongnya kamu ya? Dasar orang gila, sepupu sendiri mau dibunuh, lihat saja! Kau akan menerima balasan yang setimpal," ancam Kenzo pada gadis yang masih duduk di bangku SMA itu.
"Honey, sudahlah! Jangan merusak kebahagiaan kita dengan memulai sebuah dendam. Padahal rumah tangga kita baru saja akan dipijakkan untuk menaiki kapal yang akan berlayar mengarungi samudera," ucap Naomi sambil memegang bahu suaminya untuk menenangkan perasaan dan rasa ego yang selalu dimiliki oleh Kenzo ketika perempuan yang di sayangnya disakiti oleh orang lain.
__ADS_1
"Hufft, terima kasih Honey. Kalau tak ada dirimu, mungkin sudah kubunuh perempuan tak berhati itu," jawab Kenzo kembali duduk di bangku pelaminan.
Sedangkan Ayu dan Rio terlihat melakukan pendekatan demi hubungan yang lebih baik kedepannya, karena sebenarnya mereka adalah pasangan yang sangat serasi ketika wajah mereka diperhatikan yang terlihat sedikit mirip.
Mereka berdua naik ke pelaminan, untuk memberikan ucapan selamat kepada pasangan pengantin yang baru saja resmi menikah beberapa jam yang lalu. Rio dan Ayu kompak memakai baju dengan warna yang sama, seolah memperlihatkan kepada orang lain bahwa mereka sedang melakukan hubungan spesial.
"Selamat ya, Naomi. Semoga rumah tanggamu adem ayem nggak pernah tergoda dengan hiruk-pikuk diluaran sana," ucap kayu sambil memeluk sahabat karibnya yang selalu setia ketika mereka sama-sama bekerja.
"Terima kasih ya, Mbak Ayu sudah bersedia memberikan restu kepada kami berdua, ngomong-ngomong ada yang lagi pdkt nih berdua, sampai-sampai bajunya matching nih," goda Naomi sambil melirik ke arah Rio.
"Akhirnya Lo move on juga ya, dalam tiga hari langsung kejar target, hahaha," ujar genzo sambil meledek Rio yang terlihat sedikit malu karena ulah dia dan istrinya.
"Udah yuk, Bang, ada yang antri tuh di belakang," ajak Ayu sambil mendorong sedikit tubuh Rio dan memegang tangannya. Rio hanya terkekeh tetapi hatinya sangat bahagia, karena dalam 3 hari tiba-tiba saja semua bisa berubah.
Arif dan Rini baru saja naik ke atas pelaminan menunggu antrian untuk memberikan ucapan selamat kepada atasan mereka. Arif membisikkan sesuatu ke telinga bosnya.
"Akhirnya singa betina bisa ditaklukkan oleh singa kota ya, Bos, hahaha."
"Gue kira setelah bos nikah bakalan menjadi teladan yang sangat baik untuk para bawahan, tapi ternyata bos malah bertambah gila, hahaha."
"Gue udah gak sabar untuk mencicipi hasil kegilaan gue bersama Naomi, sedangkan Lo masih sibuk memikirkan bagaimana cara mengatasi jomblo akut yang melekat di tubuh Lo yang bau, hahaha."
"Bisikin apa sih, lama bener kayak cewek," ucap Rini yang menggeser langkahnya, sehingga Arif secara tidak langsung terpaksa menyelesaikan pembicaraan mereka berdua.
"Selamat ya, Bos, mudah-mudahan keluarga anda menjadi keluarga yang sakinah mawadah wa rohmah langgeng sampai semua kepala berubah warna menjadi putih," ucap Rini sambil menyalami atasannya tersebut, dengan sebuah senyum di bibirnya.
"Terima kasih banyak, Rini. Mudah-mudahan Kamu bisa segera menyusul dengan laki-laki yang suka cengengesan di sampingmu itu," ucap Kenzo sambil menggoda sekretaris perusahaannya, yang terlihat sangat cantik saat memakai dres panjang berwarna biru.
"Bos ada-ada saja, mana mungkin saya bisa berjodoh dengan Pak Arif, dia terlalu kaku jadi orang, makanya saya tidak mau jadi teman hidupnya," jawab Rini sambil melirik Arif.
__ADS_1
Arif merasa sedang digoda oleh wanita cantik yang ada di sebelahnya, langsung tidak bisa menahan mulutnya untuk bicara.
"Bagaimana kalau saya belajar dengan Bu Rini agar tidak menjadi kaku lagi, apakah kesempatan itu masih ada?" tanya Arif hingga membuat wajah Rini, menjadi merah merona tersipu malu mendengar apa yang dikatakan oleh asisten Arif.
"Udah, tembak aja langsung sudah diberi lampu hijau loh masak jadi laki nggak ngerti." Kenzo sengaja memprovokasi asistennya.
Arif malah langsung menarik tangan Rini untuk menjauh dan turun dari pelaminan, mereka berdua saling bergandengan tangan tanpa ada penolakan dari perempuan cantik yang hanya terlihat pasrah saat tangannya beradu kulit dengan laki-laki yang selalu setia menjadi asisten pribadi Kenzo.
"Honey, bagaimana kalau besok kita langsung berbulan madu ke Jepang, karena disana suasananya sangat indah," ajak Kenzo sambil berbisik ditelinga istrinya.
"Jika kita pergi, maka kuliahku akan terganggu. Apa lagi aku baru juga masuk kuliah, bagaimana kalau kita menghabiskan waktu bersama di setiap weekend, sambil melihat bulan yang ditemani oleh bintang bintang di langit."
Cup.
"Aku setuju, Honey, kita akan memandang bulan bersama sambil tidur di atas ranjang bermain bola hingga gol."
"Iiih, dasar mesum."
"Tapi kamu akan ketagihan dengan kemesuman suamimu ini."
Cup.
Hidup mereka berdua, akhirnya sangat bahagia. Naomi tetap melanjutkan kuliah sampai tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang ibu rumah tangga.
TAMAT
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bagi yang suka karya author, silahkan baca juga OB KERUDUNG BIRU
__ADS_1