CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG

CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG
Chapter 27


__ADS_3

❤️Jika kamu menyukai karya ini, maka jangan lupa untuk selalu like, komen dan vote ya. Happy reading dan terima kasih ❤️


Pembalut Apa? Bingung gue, nih pembalut orang jualnya dimana yaa? Hati Kenzo diliputi banyak pertanyaan.


Sekarang Kenzo terlihat bingung entah apa yang akan dilakukannya, karena dia sendiri tidak mengerti apa yang dimaksud dengan pembalut. Oleh karena itu, akhirnya dia memutuskan untuk menelepon asisten pribadinya Arif dan meminta Si Arif untuk membelikan pembalut yang diminta oleh Naomi.


Tut tut tut.


Telepon pun tersambung, lalu Arif mengucapkan salam pada atasannya tersebut.


"Halo Bos, ada apa ini?" tanya asisten pribadinya.


"Hallo Arif, tolong kamu belikan pembalut dan antarkan ke rumah sakit sekarang juga!" perintah Kenzo kepada asisten pribadinya.


"Pembalut? Memangnya Tuan sedang datang bulan ya?" tanya Arif merasa heran dengan permintaan atasannya tersebut.


"Ssttt bukan gue, tetapi Naomi sedang sakit datang bulan, sekarang cepat antarkan pembalut itu ke sini!" perintah Kenzo pada asisten nya.


"Tunggu Tuan Kenzo, yang benar saja, masa saya yang membeli pembalut dan mengantarkan ke sana? Enggak salah tu? Kalau saya sudah menikah mungkin ini tidak masalah. Sayakan masih jomblo, Tuan. Apa kata dunia, pokoknya saya tidak mau pergi membelikan pembalut titik tanpa koma, terserah tuan mau pecat saya jufa gak apa gara-gara pembalut."


Klik, tut tut tut tut.


Hubungan via telepon langsung terputus ternyata Arif kali ini sangat berani pada atasannya.


Arif menolak perintah Kenzo yang satu ini, dia tidak mau membelikan pembalut untuk atasannya tersebut karena tidak bisa membayangkan rasa malu yang tertangkap di dalam pikirannya, untuk membeli benda yang diinginkan oleh Kenzo.


Naomi mendengarkan celoteh antara Kenzo dan asisten pribadinya, hanya gara-gara masalah pembalut yang belum selesai dibicarakannya. Akhirnya Naomi ke luar dari dalam selimut dan berdiri, lalu memajukan tangan kanannya ke arah kenzo untuk meminta uang yang tadi sempat diberikan kepada laki-laki tersebut.


"Mana uangku yang tadi sudah kau ambil? Biar aku sendiri yang pergi, dengan satu syarat kamu tidak boleh mengikuti ku!" ucap Naomi sambil merentangkan tangan kanannya di depan Kenzo.

__ADS_1


Kenzo memberikan uang Rp100.000 satu lembar kepada Naomi, padahal uang yang diberikan Naomi disimpannya di saku yang lain. Sayangnya Naomi malah minta uang yang diberikan sebelumnya bukan uang Kenzo.


"Ini pakai lah uang ini untuk membeli pembalut mu!" ucap Kenzo menyerahkan selembar uang berwarna merah.


"Maaf tuan Kenzo, uangku tadi jumlahnya hanya Rp10.000. Sedangkan ini adalah uang Rp100.000. Jadi keluarkan uang yang kupunya tadi, karena uang ini terlalu banyak," jawab Naomi tidak mau mengambil uang Rp100.000 dari laki-laki itu.


"Uang yang kamu berikan tadi, sudah menjadi milikku dan ini uang yang aku berikan khusus untukmu. Kamu tidak punya pilihan lain selain menerimanya," ucap Kenzo santai sambil tetap memegang uang Rp100.000 di tangannya.


"Ya sudah, Tuan. Tuan ternyata memang orang yang benar-benar baik hati, jadi jangan salahkan aku jika uang Rp100.000 ini hanya tinggal cerita dan tidak ada kembaliannya," jawab Naomi tersenyum licik.


Naomi mengambil tas selempangnya yang terletak di atas meja di samping tempat tidur rumah sakit, lalu dia melangkah ke luar sambil berpamitan untuk pergi.


Hemm ini dia waktunya untuk pulang ke rumah, silahkan tunggu aku sampai jamuran hahaha. Dasar cowok sok tahu masa pembalut saja tidak mengerti. Gumam Naomi di dalam hatinya.


"Terima kasih ya, Tuan Kenzo yang baik hati, sering-seringlah seperti ini! Mana tahu perusahaanmu bisa cepat bangkrut hahaha," ucap Naomi sambil terkekeh berlalu pergi meninggalkan dokter Reyhan dan juga tuan Kenzo.


"Tenang saja calon istriku, karena calon suamimu ini tidak akan bangkrut walaupun kau membeli sebuah pulau hahaha." sombongnya Kenzo kembali terlihat.


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab Reyhan dan Kenzo serempak.


Ruangan rumah sakit kembali hening dan sunyi, setelah kepergian Naomi. Tiba-tiba Reyhan membuka suara yang mengagetkan si Kenzo.


"Perasaanku jika cewekmu hanya ke luar sekedar membeli sebungkus pembalut, seharusnya dia sudah kembali ke sini. Sementara Naomi telah pergi hampir satu jam yang lalu, apa kamu yakin dia hanya pergi membeli pembalut? Jangan-jangan dia sudah pulang ke rumahnya."


Dokter Rayhan hanya sekedar memberikan pandangan tentang kepergian Naomi yang lumayan lama, padahal kantin dan koperasi rumah sakit sangat dekat dengan ruang inap sahabatnya Kenzo.


"Kamu benar sekali Rey, gue yakin Singa Betina pasti sengaja melakukan semua ini dan dia pura-pura pergi untuk membeli si pembalut yang entah untuk apa gunanya, sebagai akasan," ucapkan Kenzo sambil mengepalkan tangan kanannya karena kesal.


Naomiii beraninya kamu masih mekawanku padahal kita sudah pacaran, awas kamu ya jika bertemu akan ku beri kau hukuman yang tak terlupakan. Gumam Kenzo merasa ditipu terang-terangan oleh gadis itu.

__ADS_1


"Ayo kita pergi dari sini dan mengecek apakah singa betina sudah pulang ke rumahnya atau belum. Gue sangat khawatir dan takut, jika sampai keluarga pamannya menemukan keberadaan Naomi," ujar Kenzo merasa cemas.


"Memangnya siapa Naomi sebenarnya sehingga kamu sangat tergila-gila pada gadis kampung itu. Padahal kalau aku lihat dia tidak begitu cantik kok, jadi apa yang membuatmu sangat terpesona sehingga kau sendiri sampai mau berpura-pura sakit hanya demi gadis tadi," kata dokter Reyhan yang merasa heran melihat tingkah sahabatnya itu.


"Entah lah, buat gue gadis itu sangat unik. Dia sangat berbeda dengan kebanyakan perempuan yang hanya memikirkan harta, sedang Naomi sama sekali tidak terlihat sedikit pun sebagai perempuan yang matre. Bahkan gue pernah memberinya lembaran uang yang sangat banyak, namun dia malah menendang junior gue dan itulah awal dari rasa suka gue kepadanya mulai timbul," cerita kenzo sambil tersenyum membayangkan awal pertemuan nya dengan gadis tersebut.


"Hahaha sekarang secara tidak langsung kamu sudah mengakui kalau kamu jatuh cinta sama perempuan kampung yang kamu bilang singa betina, iya kan?" tanya dokter rehan sambil menepuk bahu sahabatnya itu.


"Awalnya gue hanya selalu merasa tidak suka sama Naomi, namun tiba-tiba rasa kesal yang datang setiap saat, malah berubah jadi sering membayangkan wajah gadis tadi, sehingga gue selalu melakukan semua cara agar bisa mendapatkannya," terang kenzo tanpa ada rasa malu lagi bercerita pada sahabatnya.


"Jadi sekarang ceritanya kalian sudah jadian, alias berpacaran secara terpaksa seperti yang terlihat di sosial media yang lagi viral saat ini. Aku sampai tersenyum sendiri, merasa geli melihat kau menembak Naomi di rumah sakit."


Reyhan menceritakan tentang viralnya waktu jadian antara Kenzo dan Naomi.


"Lo tau tidak, gue tidak hanya sekedar viral pacaran dengan Naomi di dunia maya, tetapi sebentar lagi pamannya akan meradang, karena gue memutuskan hubungan kerja sama perusahaan kami. Belum tahu dia jika sekarang Naomi sudah menjadi milik seseorang yang bisa menghancurkan karier seorang manajer bernama Bimo."


"Memangnya apa yang dilakukan pak bimo kepada Naomi?" tanya Reyhan semakin penasaran.


"Menurut informasi yang disampaikan oleh Arif, bahwa Naomi diajak oleh pamannya yang bernama Bimo datang di Kota Jakarta ini, untuk melanjutkan kuliah karena gadis itu sekarang sudah menjadi yatim piatu. Lo tahu tidak apa yang dilakukan keluarga Bimo setelah itu? Naomi diusir dari rumah itu. Untung lah waktu itu Arif sengaja membuntutinya, sehingga gue bisa membantu Naomi dan memberikannya sebuah rumah di dekat kampus."


"Wah belum jadian saja Kamu sudah dapat begitu banyak masalah, memangnya kamu tidak takut pacaran sama gadis yang belum tahu asal usulnya?" tanya rehan seolah tak mengerti dengan jalan pikiran sahabatnya saat ini.


Kenzo biasanya sangat benci terhadap orang miskin, apalagi perempuan yang terlihat biasa-biasa saja, tetapi kali ini dia bener-bener sudah menjadi gila cinta.


Menarikkan? Baca episode selanjutnya!


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Baca juga karya baru dari Asyura di bawah ini

__ADS_1



__ADS_2