
💖Hai hai, jangan lupa tinggalkan jejak anda dengan like komen dan vote ya. Happy reading, Terima kasih💖
Hari sudah menunjukkan pukul 2 siang atau pukul 14:00 Waktu Indonesia Barat, saatnya Naomi pulang bekerja dari restoran perlente. dia sudah membawa baju gantinya untuk dipakai melihat Kenzo si Macan tutul sebagai bentuk pertanggungjawabannya karena telah menendang laki-laki tersebut.
Jarak antara Restoran Perlente dengan Rumah Sakit tempat Kenzo dirawat tidak terlalu jauh, jadi Naomi berjalan kaki menuju Rumah Sakit tersebut.
Naomi mampir ke toko buah sekedar membelikan 1 kilo gram apel untuk Kenzo, sebagai buah tangan agar tidak datang ke rumah sakit dengan tangan kosong.
Dia sampai di depan pintu ruang VIP tempat Kenzo di rawat, Naomi mengintip dari jendela untuk melihat orang kaya tersebut sedang berbaring dan memunggungi arah pintu. Naomi mengetuk pintu dari luar sambil mengucapkan salam.
"Assalamu'alaikum," ucap Naomi berharap asisten Kenzo berada di dalam untuk membukakan pintu. Namun pintu tetap tertutup, karena Arif memang sedang pergi.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab Kenzo sambil membalikkan tubuhnya.
Kenzo melihat Naomi masih berdiri di depan pintu ruang inapnya. Lalu dia memberikan kode dengan melambaikan tangan ke arah Naomi agar gadis itu segera masuk. Naomi pun membuka daun pintu dan segera masuk ke dalam ruangan inap Kenzo.
Pada saat yang bersamaan, Mama Kenzo baru saja memakirkan mobilnya. Dia turun dan menuju kamar yang telah diberitahukan oleh anak kesayangannya yaitu Si Bocil Kenzo.
Naomi sedang menyusun buah ke dalam piring yang tersedia di kamar Cempaka VIP tersebut. Kali ini Naomi tidak mengeluarkan kata-kata yang bisa menyebabkan Kenzo marah. Gadis itu sengaja menahannya, karena dia tidak mau dimintai hal-hal yang tidak bisa dilakukannya.
"Bukain apelnya dong satu!" perintah Kenzo kepada gadis yang sedang menyusun apel.
"Apel yang mana?" tanya Naomi sengaja membuat Kenzo kesal.
"Apel yang sekarang kamu pegang itu lah, masa apel yang di pasar? Emangnya kamu membawanya untuk Siapa?" tanya Kenzo sambil tetap berbaring melihat gadis tersebut.
"Aku membawa apel ini untuk kuberikan sama dokter yang nanti memeriksa mu, supaya aku bisa bicara dengannya dan menanyakan apakah burung mu masih bisa dipakai atau tidak hahaha," jawab Naomi sambil tertawa terbahak, memperlihatkan gigi putihnya yang sangat indah.
"Tega bener kamu jadi orang, di mana-mana orang datang melihat pasien yang sedang sakit itu membawa buah tangan, ini datang ke sini malah untuk mengolok-ngolok," ucap Kenzo membalikkan badannya ke arah dinding.
Naomi menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah si orang kaya, ketika keinginannya tidak tercapai. Naomi tersenyum sendiri melihat punggung Kenzo yang tersingkap, karena bajunya naik ke atas.
"Hei Macan Tutul, kamu mau pamer tubuh ya di sini? Apa ingin jadi seorang binaragawan didepanku?" tanya Naomi sambil meraih selimut yang tersedia di rumah sakit dan menyelimuti tubuh Kenzo sampai ke kepala.
Pintu kamar Cempaka tempat Kenzo dirawat sengaja tidak ditutup oleh Naomi, karena dia tidak ingin ada orang lain melihat mereka berdua menjadi salah paham.
Mama Kenzo sudah berdiri di tengah pintu, dia memperhatikan seorang gadis sedang mengerjai anaknya dengan cara menutupkan selimut ke seluruh tubuh Si Bocil kesayangannya.
__ADS_1
Dikarenakan melihat anaknya yang tidur mengarah ke dinding, Mama Kenzo mencoba menutup pintu tersebut. Dia menutup daun pintu namun tidak dengan sempurna, agar bisa mengintip apa yang sedang dilakukan gadis tersebut terhadap Bocilnya.
Tiba-tiba Kenzo membalikkan tubuhnya dan membuka selimut tersebut. Lalu menarik tangan Naomi, sehingga gadis itu jatuh ke atas dada bidang Kenzo.
"Kamu mau mencium dadaku ya," goda Kenzo melingkarkan kedua tangannya, di leher Naomi.
"Dasar mesum, lepaskan tanganmu!" ucap Naomi berusaha melepaskan kedua tangan Kenzo yang terasa berat di atas lehernya.
"Dasar Singa Betina, begitu saja udah takut. Bagaimana kalau sampai kucium?" tanya Kenzo tanpa melepaskan tangannya.
"Lepas cepat! Kalau enggak, aku akan teriak biar semua orang pada datang ke sini. Biar mereka mengetahui, bahwa kamu itu pura-pura sakit dan kamu itu cowok mesum yang brengsek," ucap Naomi lalu menggigit dada Kenzo karena dia sudah merasa tidak nyaman.
"Sakit ... Singa Betina," ucap Kenzo keceplosan.
Mama Kenzo yang melihat adegan di atas ranjang rumah sakit tersebut menutup mulutnya dengan tangan kanan, karena tidak sanggup menahan tawa dan rasa geli melihat kelakukan anak laki-lakinya.
Naomi langsung mengambil selimut tadi dan menutup wajah Kenzo.
"Sekali lagi kalau berani bilangin aku Singa Betina, maka akan kuperlihatkan taring asliku," ucap Naomi dengan wajah masam.
"Aku akan pulang dan nggak mau lagi berada disini jika kamu hanya ingin membully ku." ancam Naomi menatap Kenzo.
Mereka saling tatap lalu saat Naomi tersadar, dia cepat-cepat mengalihkan pandangannya ke yang lain.
"Kenapa? Aku gantengkan?" tanya Kenzo narsis.
"Hahaha ya, Kamu emang ganteng alias gantungan engklek hahaha," tawa Naomi pecah seketika.
"Hahaha, iya juga ya. Gantungan engklek apaan?" tanya Kenzo tak mengerti.
"Haa? Kamu nanyain aku masalah engklek? Cari sendiri di google," jawab Naomi mengambil apel untuk dikupasnya.
Tok tok tok.
Seorang perempuan paruh baya dengan wajah masih terlihat sangat cantik namun berkesan elegan, masuk dengan senyum tipis di bibirnya.
"Mama."
__ADS_1
Kenzo kaget melihat sang mama ternyata sudah berdiri sambil senyum-senyum melihat ke arah mereka berdua, Naomi yang melihat kedatangan seorang ibu cantik apalagi dipanggil mama oleh Kenzo, dia langsung berdiri dan menghampiri perempuan tersebut sambil menundukkan kepalanya, Naomi pun menyapa dengan ramah.
"Assalamu'alaikum, Tante," sapa Naomi pada perempuan tersebut sambil mencium punggung tangannya mama kenzo.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, gadis yang cantik, siapa namamu, Nak?" tanya Mama Kenzo sambil tersenyum.
"Namaku Naomi, Tante," ucapnya sambil menundukkan kepala.
"Kamu pacarnya Kenzo ya?" goda sang Mama membuat Kenzo mendelikkan matanya ke arah perempuan yang melahirkannya itu.
"Maaf, Tante. Aku bukan pacarnya Om Kenzo, Tante." ucap nya sambil melihat reaksi wajah Kenzo yang tidak suka karena panggilan Om.
Naomi menjulurkan lidahnya "Weeek," ketika mamanya Kenzo meletakkan tas ke atas meja. Kenzo mengepalkan tinjunya sambik memandang tajam.
"Sepertinya aku pamit dahulu ya, Tante. Soalnya kan sudah ada Tante di sini yang menemani Om Kenzo," ucap Naomi sambil tersenyum ramah ke arah perempuan tersebut.
"Awasya, kalau Kamu melangkahkan kakimu ke luar dari pintu, maka biaya rumah sakit ini akan kubebankan padamu," ucap Kenzo sambil menaikkan kedua alisnya.
"Kenzo! Enggak boleh seperti itu! Mama tidak suka Si Bocil bicara tak sopan pada seorang gadis," kata mamanya marah.
Naomi tau, jika ancaman Kenzo bukanlah sekedar kata-kata belaka, karena pasti dari sikap laki-laki tersebut Naomi yakin dia akan melakukannya.
"Kamu enggak beranikan?" tanya Kenzo tersenyum puas.
Mamanya hanya tersenyum saja melihat Naomi yang berpindah duduk ke sofa yang ada. Mama Kenzo mendekati Naomi, dia duduk di sampingnya.
"Kalian sedang berantem? Itu biasa dalam sebuah hubungan, tetapi sebaiknya kalian berdua menyelesaikannya dengan kepala dingin," ucap perempuan tersebut tersenyum hangat pada Naomi.
Naomi merasakan bahwa mamanya Kenzo jauh beda dengan anaknya yang sombong.
"Rumahmu di mana, Nak?" tanya mamanya Kenzo menatap lembut menunggu jawaban gadis tersebut.
Kenzo sangat kaget dengan pertanyaan yang diberikan oleh namanya kepada Naomi, dia sangat takut Naomi akan tersinggung, lalu pergi meninggalkannya untuk selamanya.
"Aww perut ku sakit, aduuuuh." Drama kembali dimulai.
Mama Kenzo terlihat panik, dia lari ke luar memanggil dokter. Padahal semua perawat yang jaga sudah mengetahui, jika penghuni ruangan tersebut bukanlah seorang pasien 🤣🤣
__ADS_1