
💞Jangan lupa untuk like yaa, happy reading dan terima kasih banyak💞
Naomi terdiam sesaat, matanya beralih melihat sang paman seolah bertanya 'apa yang harus ku jawab'. Paman Bimo menganggukkan kepala sambil memejamkan kedua matanya dengan senyum tipis di bibir, seolah berkata 'terimalah In syaa Allah kamu akan bahagia'.
Tiba-tiba Naomi bertanya dengan lantang "Bagaimana jika suatu saat ingatanku kembali dan ternyata aku membenci mu?" tanya Naomi mengalihkan pandangan nya pada Kenzo yang terlihat sangat tampan dengan balutan jaz berwarna abu-abu.
Kenzo tersenyum mendengar pertanyaan yang diucapkan perempuan yang telah meruntuhkan kesombombangannya selama ini.
"Aku akan membuatmu jatuh cinta lagi kepadaku, percalah kalau awal pertemuan kita pun, kau sangat membenciku sampai akhirnya kita jadian dan putus lalu kembali baikan di Restoran Perlente. Kalau kamu ragu bisa tanyakan sama Ayu dan Pak Saga," ucap kenzo memberikan kode pada Ayu dan Pak Saga agar memperlihatkan kebersamaan mereka ketika saat Kenzo berjanji untuk tidak membahagiakan Naomi.
Ayu maju mendekati Naomi dan memperlihatkan beberapa foto kebersamaan Kenzo, Naomi dan karyawan restoran lainnya.
Naomi memandang foto tersebut begitu lama, dia melihat satu persatu wajah karyawan yang ada di dalam foti tersebut.
Saat yang bersamaan, Dita datang mendekati Naomi lalu membisikkan sesuatu yang membuat mata Naomi melotot karena kaget. ternyata Kenzo adalah laki-laki Playboy.
Dengan polosnya Naomi malah menyampaikan hasil bisikan dari saudara sepupunya Dita semua orang langsung melotot ke arah Dita, karena telah berani memprovokasi Naomi yang notabennya sedang hilang ingatan.
"Apa benar kalau kamu Seorang playboy?" tanya Naomi memberikan tatapan tajamnya ke arah Kenzo Heriyanto.
"Hahaha, bagaimana mungkin seorang Kenzo bisa menjadi Playboy, sementara dia sendiri baru merasakan yang namanya jatuh cinta hanya kepada seorang perempuan yang bernama singa betina. Aku yakin Naomi mengerti siapa yang dimaksud dengan singa betina," ujar dokter Reyhan yang tiba-tiba sudah berada diantara mereka.
Naomi jadi tersipu malu karena dia masih ingat semua yang diceritakan oleh sahabatnya Ayu, bagaimana perjalanan cinta antara dirinya dan juga Kenzo Heriyanto yang diawali dengan saling hujat, saling benci dan juga saling memberikan panggilan yang sangat jelek termasuk singa betina.
"Dita, masuk ke dalam!" seru Paman Bimo kepada anak perempuannya yang tidak tahu malu sengaja ingin merusak acara lamaran terhadap sepupunya Naomi.
Dita menghentakkan kakinya sambil pergi berlalu masuk kedalam kamarnya. Dia merasa sakit hati dan juga kesal terhadap Sang Papa, yang sama sekali tidak membelanya. Padahal dia sangat menyukai sosok laki-laki yang bernama Kenzo Heryanto.
__ADS_1
"Jika aku seorang Play Boy, maka aku bersedia dimakan singa betina sampai ***** tak bersisa
Acarapun kembali dilanjutkan dan mama Kenzo masih menunggu jawaban dari calon menantunya karena Naomi masih belum menjawab dengan pasti apakah lamaran anaknya diterima atau tidak.
"Bagaimana dengan lamaran Mama, Sayang? Apakah sekarang kamu bersedia menjadi menantu mama? Mama berjanji akan membuatmu bahagia berada di sisinya Kenzo."
Janji Ibu Ros kepada calon menantunya, bahwa dia akan membahagiakan Naomi seumur hidupnya. Naomi kembali menatap pamannya ingin mengetahui pendapat Sang Paman.
"Paman sudah merestui mu, apapun yang jadi keputusan mu akan paman dukung, termasuk jika kamu sudah mantap dengan pilihan mu. Paman hanya ingin yang terbaik untuk mu, terutama yang bisa menjamin masa depanmu."
Paman Bimo berkata dengan mata yang berkaca-kaca, berusaha menahan bulir-bulir bening yang siap meluncur kapan saja melewati pipi tirusnya.
Naomi melihat ke arah mamanya Kenzo lalu tersenyum sambil menganggukkan kepala tanda setuju.
"Tetapi ada syaratnya," ucap Naomi menambahkan setelah mengiyakan dengan anggukan.
"Di depan semua orang, aku ingin tuan Kenzo eh Honey berjanji. Jika kelak ingatan ku kembali, maka dia tidak boleh menyesal dengan pernikahan ini, termasuk jika seandainya sifatku yang asli tidak sebaik sekarang. Apakah kamu sanggup?" tanya Naomi di depan semua orang.
"Apa kamu sanggup jika ternyata nantinya aku tak bisa mencintaimu seperti apa yang kau harapkan?"
"Aku sanggup, karena seorang Kenzo akan membuat dirimu jatuh cinta kepadaku. Apalagi nanti kita telah menikah, otomatis apapun akan kulakukan untuk mempertahankan rumah tangga kita kelak," janji Kenzo yang langsung diiringi riunhnya tepuk tangan dari semua yang hadir.
"Mantap, Bos. Aku yakin kok, Naomi enggak mungkin seperti itu, secara waktu Naomi sebelum lupa ingatan, bukankah kalian sedang mesra-mesranya," ucap Arif memberikan keterangan agar Naomi bisa ikut mendengarkan.
"Pak Arif benar, kalian telah berjanji untuk saling cinta dan saling setia," ucap Pak Saga menimpali omongan asisten Arif.
"Dari mana Bapak tahu tentang janji kami?" tanya Naomi yang memang tidak ingat sama sekali.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin saya lupa, karena waktu kalian berjanji itu ada di depan saya. Bahkan saya ini termasuk saksi atas perjalanan cinta kalian berdua, mungkin CCTV di restoran akan bisa menjawab semuanya."
Kenzo dan Naomi saling pandang, mata mereka bearadu untuk sesaat, sampai akhirnya papa Kenzo kembali bersuara.
"Baiklah kalau begitu, bagaimana kalau kita tentukan hari pernikahannya sepekan lagi?" tanya Tuan Heriyanto pada semua yang hadir.
Paman Bimo hanya menganggukkan kepala namun jauh dilubuk hatinya, dia sedang bersedih. Hatinya terasa sesak, keponakannya akan menikah disaat perekonomian keluarganya sedang terpuruk.
"Maaf tanpa mengurangi rasa hormat saya, sekedar mengingatkan tuan Heriyanto, bahwa saat ini kami tidak sanggup mengadakan pesta pernikahan untuk Naomi. Jadi bagaimana kalau pestanya ditunda sampai saya benar-benar siap."
Paman Bimo minta kelonggaran waktu karena ekonominya sedang tidak stabil akibat ulah Kenzo yang membuat dirinya hingga dipecat.
"Kalau masalah biaya pesta, Pak Bimo tidak usah khawatir, karena semuanya biar pihak WO yang yang menyelesaikan. Kita hanya merancang ingin sperti apa pestanya agar sesuai dengan harapan kita."
Tuan Heriyanto mengungkapkan semua, agar Paman Bimo tidak merasakan adanya beban karena pernikahan Kenzo dan Naomi.
"Maksud Tuan, saya tidak mengeluarkan biaya?" tanya Paman Bimo merasa sedikit tersinggung dengan ucapan Tuan Heriyanto.
"Bukan begitu, Pak Bimo. Kami bukan tidak mengharapkan biaya daru Anda, tetapi karena ini semua atas dasar keinginan Kenzo sendiri. Dia ingin menikahi Naomi tanpa bantuan biaya dari siapapun, termasuk kami sebagai orang tuanya juga tidak membantu biaya sedikitpun."
Papanya Kenzo terpaksa menjelaskan karena tidak mau menyinggung perasaan Paman Bimo.
"Kalau itu memang kemauan Tuan Kenzo, maka saya pun sebagai Paman Naomi juga ikut senang," ucap Paman Bimo sambil tersenyum lega.
Dia sangat bersyukur karena disaat ekonominya terpuruk, Tuhan malah memberikannya cara untuk selalu bahagia, seperti acara pernikahan keponakannya yang akan dilaksanakan sepekan lagi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Baca juga karya author yang In syaa Allah juga menarik di bawah ini :