CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG

CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG
Chapter 55


__ADS_3

💖 Sebelum membaca, jangan lupa untuk menekan tanda like dengan jempol mu. Happy reading dan terima kasih 💖


Naomi dengan sedikit merasa sedih mudah menari kursinya dan duduk di hadapan meja makan saya sangat tidak enak karena menyerah untuk jarak sayangnya membuat nasi goreng sampai hilang raib entah ke mana.


Mengapa mereka tega membuang makananku padahal aku membuatnya dengan penuh keikhlasan apakah orang kaya merasa jijik dengan hidangan yang aku suguh kan. Berpikir sedih.


"Kamu mau sarapan yang mana, Honey?" tanya Kenzo sambil menoleh ke samping.


Naomi masih mengatur perasaannya yang sedang tidak enak, dia menjadi terdiam dan terlihat kaku tiba-tiba, akibat merasa dirinya merasa tidak dihargai oleh keluarga Kenzo.


"Honey, kenapa kamu melamun pagi begini? Apakah kamu masih marah padaku masalah tadi malam?" tanya Kenzo memastikan gadis yang duduk di sampingnya.


"Aku tidak lapar," menjawab singkat sambil memegang air mineral yang telah dibuang oleh sang pelayan lalu naomi meminumnya sampai habis.


Tiba-tiba sang pelayan tersebut berkata yang membuat Naomi merasa tidak percaya.


"Masa iya Nona Naomi tidak lapar, padahal tadi katanya membuat nasi goreng untuk dirinya sendiri saking kepengennya nasi goreng petai. Kok tiba-tiba bisa nggak lapar?" tanya pelayan tersebut merasa heran.


Kenzo terperanjat mendengar apa yang dituturkan oleh pelayannya lalu dia menoleh ke samping meminta jawaban dari gadis yang duduk di sebelahnya.


"Honey, memangnya tadi kamu membuat nasi goreng petai?" tanya Kenzo mengharapkan kepastian.


Karena gadis yang ada di sampingnya hanya diam kenzo pun menyambung perkataannya.


"Pantesan kamu tidak merasa lapar, ternyata kamu sudah makan nasi goreng sendirian. Mana tidak membagi aku lagi, dasar gadis pelit," ucap Kenzo sambil meraih selembar roti tawar yang sudah di olesi selai coklat.


Naomi merasa serba salah karena dia bingung harus menjawab apa, sebab dia tidak melihat sama sekali nasi goreng yang telah dibuatnya. Naomi hanya diam saja tetapi pelayan kembali berkata.


"Hehehe, nasi gorengnya sudah habis sama Tuan dan Nyonya, Non." Jelas pelayan tersebut langsung berlalu ke arah belakang meninggalkan meja makan.

__ADS_1


Sedangkan tuan dan Nyonya Heriyanto tertawa renyah, melihat ekspresi wajah naomi yang terlihat sangat menggemaskan. Mereka tertawa tanpa merasa bersalah sama sekali


"Maaf ya, Naomi, tadi papa tuh yang duluan ngajakin mama makan nasi goreng buatan mu. Awalnya kami hanya ingin coba-coba, eeh taunya kebablasan sampai lupa habis kami makan berdua, betulkan Pa?" Menjelaskan sambil bertanya kepada suaminya untuk mendapatkan dukungan dari argumen yang diberikan.


"Hehehe, ternyata masakanmu sangat cocok di lidah papa, besok pagi bikinin papa satu porsi lagi ya!" bicara sambil tersenyum kearah gadis yang masih belum hilang rasa terkejutannya.


"Ooh, jadi nasi goreng petai yang tadi Mama Papa makan buatan Naomi, seharusnya itu kan untuk sarapan Kenzo sama Naomi, kenapa mama dan papa yang menikmati sih," merasa sedikit kesal dengan apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya.


"Loh, kenapa kamu harus marah? Kalau kamu mau tinggal menyuruh calon mantu kita membuatkan yang baru, betul kan Ma." Sekarang malah tuan Heriyanto yang minta dukungan pada istrinya.


Apa-apaan ini kenapa nasi goreng menjadi topik panas di saat pagi yang cerah padahal aku sudah miller memakannya ternyata malah orang tua kenzo yang menghabiskan nasib ... nasib. Bicara di dalam hati mengingat nasibnya yang tidak bisa memakan nasi goreng hasil jerih payah nya.


"Au ah, mama mau ke salon dulu, habis itu mau shopping untuk menghargai suamiku yang tampan ini, karena telah susah susah mencari duit. Jadi bagaimana pun aku harus bisa menghabiskan kekayaannya, hahaha."


Mama kenzo dengan santainya mengecup dari sang suami di depan kenzo dan juga Naomi, setelah itu dia berlalu pergi masuk kedalam kamarnya untuk menghias diri dan segera berangkat ke salon langganannya.


Apa-apaan ini sejak kapan aku menjadi pelayan di sini kok aku dijadiin koki masakan sih, sebel. Bergumam di dalam hati sambil merutuk merasa kesal.


Naomi meraih satu gelas susu murni yang baru saja dituangkan oleh pelayan ke dalam gelas yang ada di hadapannya, dia langsung meminum susu tersebut sekedar menghilangkan rasa lapar yang ada di perutnya.


"Honey, Ayo cepat sarapan jangan sampai kita terlambat, bukankah kita hari ini akan menemui paman mu." Berucap sambil memberikan satu porsi roti tawar yang di olesi dengan selai strawberry.


Seorang pelayan datang memberitahukan naomi bahwa ada tamu yang sedang mencarinya.


"Maaf non, di depan ada tamu yang sedang menunggu," ucap pelayan tersebut sambil menundukkan kepalanya.


Naomi merasa sangat heran karena dia memang tidak mengenal banyak orang sejak amnesia.


"Siapa Bibi?" tanya Kenzo pada pelayannya karena dia merasa penasaran dengan tamu yang sedang menunggu calon istrinya.

__ADS_1


"Seorang anak muda bersama seorang nenek," jawab selain tersebut menjelaskan orang yang menjadi tamunya.


Kenzo langsung ingatan nya hanya kepada satu pemuda yang telah diselamatkan nyawanya oleh Naomi.


"Rio, mau apalagi dia datang ke sini."


Sialan laki-laki ini ternyata benar-benar menjalankan apa yang telah di ucapkannya waktu di rumah sakit itu tetapi dari mana dia tahu rumah ini ya hemm, bikin mood gue jadi hilang. Bergumam di dalam hati.


"Memangnya Rio itu siapa, Honey?" tanya Naomi dengan sedikit menakutkan alisnya.


Kenzo menatap wajah Naomi yang sedang menunggu jawaban dari bibirnya, dia tersenyum lalu mengelus kepala Naomi.


"Rio itu orang gila yang telah kau selamatkan nyawanya sampai membuat ingatan menghilang," jawab Kenzo dengan tatapan tajam menusuk retina seolah membenci orang yang sedang dibicarakan.


Idih matanya kenapa seperti ingin membunuhku. Memangnya salahku apa, ahay katanya tadi itu seorang pemuda, jangan-jangan dia laki-laki yang tampan sehingga membuat Kenzo jadi cemburu hahaha. Bergumam di dalam hati.


Kenzo berjalan menuju ruang tamu dan Naomi mengekori nya dari belakang dan saat mereka sampai Rio dan juga neneknya langsung berdiri dengan menundukkan kepala tanda menghormati yang punya rumah.


"Selamat pagi Tuan Kenzo, bagaimana kabar Anda?" tanya Rio sambil mengacungkan tangannya untuk berjabatan dengan si empunya rumah.


Kenzo menyambut jabatan tangan yang diberikan oleh Rio kalau di hatinya ada rasa kesal dan juga tidak suka melihat kedatangan Pemuda tersebut ke rumahnya sebagai seorang tamu.


"Bagaimana kabarmu sekarang, Nak Naomi?" tanya nenek Rio sambil melangkah mendekati gadis yang terlihat bingung karena merasa tidak kenal.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Baca juga karyaku OB KERUDUNG BIRU.


__ADS_1


__ADS_2