
💞Jangan lupa tinggalkan jejak anda dengan like komen dan vote ya. Happy reading dan terima kasih 💞
Pagi ini cuaca sangat cerah sekali, secerah hati Naomi yang sedang merasa bahagia. Wajahnya sangat ceria, sesuai dengan yang dikatakan oleh pamannya bahwa hari ini adalah hari pertama untuk dia memasuki jenjang perkuliahan di perguruan tinggi yaitu Universitas Negeri Jakarta.
Dengan penuh semangat dia membuatkan sarapan untuk keluarga pamannya sambil bernyanyi dengan riang. Naomi sedang menyiapkan dan meracik bumbu bumbu untuk membuat nasi goreng pagi ini. Tidak lupa dia juga telah membuatkan minuman teh telur bebek untuk Sang Paman, karena dia melihat Paman Bimo kurang bersemangat sejak ditinggalkan oleh tante Linda.
"Paman, ini teh telur spesial coklat untuk paman, silahkan dinikmati semoga hari ini ada kabar baik tentang masa depan kita semua, aamiin."
Naomi tersenyum sambil meletakkan teh telur di meja ruang keluarga tempat pamannya duduk. Naomi melihat pamannya sedang membuka sebuah Amplop yang berisikan dokumen tentang undangan khusus untuk pamannya menerima pekerjaan di salah satu cabang perusahaan Tuan Heriyanto.
"Terima kasih banyak, Naomi. Apa kamu tidak siap-siap untuk pergi kuliah? Kenapa masih sibuk di dapur kan ada bibi di belakang?" tanya Paman Bimo kepada keponakan tersayangnya dengan tulus.
Naomi malah duduk di samping sang paman lalu menyampaikan, bahwa dia sudah menyiapkan segala keperluan untuk hari pertama perkuliahan. Naomi sangat yakin biasanya di mana-mana saat pertama yang dilakukan suatu kampus sudah pasti hanyalah sebatas perkenalan.
"Paman tidak usah khawatir karena hari ini baru berupa perkenalan, kemungkinan besar tidak akan ada lagi yang namanya ospek, tetapi Naomi juga kurang tahu karena belum datang ke kampus."
"Ya sudah, kamu jangan lupa sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke kampus. Paman tidak mau sakit maag mu bisa kambuh lagi kalau kamu tidak teratur dalam menjaga pola makanmu dengan baik!"
Paman Bimo memang orang yang sangat perhatian terhadap kesehatan Naomi selama ini, dia tidak ingin anak kakaknya yang merupakan kerabat dekat yang tak lain keponakan dia satu-satunya, mengalami penderitaan hanya gara-gara kurang perhatian dari dirinya sebagai seorang paman.
"Paman tidak usah cemas, karena aku membawa bekal, jadi sewaktu-waktu aku bisa makan dimana saja ketika perutku meminta jatahnya untuk diisi, hahaha," jawab Naomi sambil tertawa renyah memperlihatkan gigi putihnya berbaris dengan rapi.
Naomi berpamitan kepada pamannya untuk bersiap pergi ke kampus dan dia masuk ke dalam kamar, lalu mengambil tas selempang nya berwarna coklat yang selalu menemaninya kemanapun dia pergi.
Saat Naomi sudah berada di jalan depan rumah pamannya untuk menunggu taksi yang akan mengantarkannya ke kampus, tiba-tiba Dita juga ikut berdiri di sampingnya.
"Dita, tumben kamu kesini memangnya kamu nggak sekolah?" tanya Naomi sedikit curiga.
"Uni, kalau jadi orang jangan selalu buruk sangka, aku ke sini hanya sedang menunggu sayur lewat kok," jawab dita dengan wajah dibuat terlihat sejujur mungkin.
"Ooh, kirain mau apa."
Kenapa ngga ada sih mobil lewat dengan kecepatan tinggi, biar Naomi mati sekalian. Dari pada aku tidak mendapatkan Kenzo, lebih baik tidak ada yang mendapatkan sama sekali, cukup adil kurasa. Ucap Dita di dalam hati yang sedang merancang rencana busuknya, untuk mendorong Naomi, apabila ada mobil yang lewat dengan laju kecepatan tinggi.
Taksi yang ditunggu Naomi pun belum juga terlihat, dia mulai merasa risih berdiri begitu lama dengan dita, apalagi perasaannya tiba-tiba saja merasa tidak enak.
Kenapa tiba-tiba perasaanku enggak enak begini ya, kayak ada bakalan terjadi sesuatu yang buruk, gumam naomi di dalam hatinya namun dia berusaha menepis pikiran buruk yang sedang bercokol di dalam otaknya.
Saat Naomi masih termenung dengan alam bawah sadarnya, dari jauh terlihat sebuah mobil berkecepatan tinggi yang akan melintas di depan mereka. Dita tidak membuang waktu lagi dan langsung melakukan rencana yang telah ada di dalam pikirannya.
Ciiiiiiiit.
Suara mobil melakukan pengereman mendadak.
Braakk.
Tubuh Naomi terpelanting sekitar dua meter ke depan.
Masih untung orang yang membawa mobil tersebut sangat gesit, sehingga tidak melindas tubuh Naomi. namun tubuh Naomi terpelanting jauh ke depan karena tertabrak oleh mobil tersebut.
Sang sopir sangat kaget, saat dia melihat orang yang ditabraknya adalah perempuan yang sedang dicarinya. Laki-laki yang menabrak Naomi tak lain adalah Rio. Laki-laki itu langsung meraih tubuh Naomi dan mengangkatnya, lalu memasukkannya ke dalam mobil dan dia tancap gas melarikan tubuh Naomi ke rumah sakit terdekat.
__ADS_1
Tidak ... aku tidak sengaja menabraknya tetapi wanita yang ada di sampingnya itulah yang telah mendorong tubuh Naomi sehingga aku terpaksa rem mendadak.
Rio tidak mengenal Dita, namun dia yakin kalau perempuan yang berdiri di samping Naomi sengaja ingin mencelakai.
Apa yang harus aku lakukan, sementara aku tidak tahu Naomi tinggal di mana. Apakah mungkin tempat dia berdiri tadi adalah rumah pamannya. Rio bertanya-tanya di dalam hati, sambil merutuk apa yang telah dilakukan oleh Dita.
Laki-laki itu mondar-mandir di depan ruang IGD, karena dia merasa sangat khawatir terhadap kondisi Naomi. Dia juga sangat merasa bersalah, apa lagi kemarin dia mengetahui bahwa Naomi telah dilamar oleh Kenzo Heriyanto.
Aku tidak boleh gegabah dalam menyampaikan berita kecelakaan yang menimpa Naomi kepada Kenzo, karena bisa bisa aku mati di tempat dibunuhnya apabila salah dalam mengucapkan kata-kata. Atau mungkin lebih baik aku telpon saja sekarang, urusan dia mau marah tidak usah kupikirkan terlebih dahulu, yang penting Kenzo mengetahui keadaan calon istrinya ... aaaaaaggghh. Kenapa harus aku yang menabrak gadis itu siih, padahal dia telah menyelamatkan nyawaku.
Rio merasa frustasi sendiri, dia memilih duduk di salah satu bangku yang ada di depan ruang IGD, sambil menekan-nekan pelipisnya, karena dia bingung harus melakukan tindakan selanjutnya.
Ah sudahlah, biar ku telepon pria sombong itu, terserah dia mau balas apa terhadapku. Gumam Rio meyakinkan hatinya.
Rio menelepon kenzo haryanto yang masih berada di rumahnya dan sedang sarapan bersama kedua orang tuanya.
"Hallo, aku Rio."
"Gue udah tahu, ngapain Lo nelpon pagi-pagi?"
"Gue mau minta maaf sama Lo soal Naomi."
"Udah gue maafin, asal Lo jauhin Naomi untuk selamanya."
"Bukan itu maksud gue tetapi Naomi ...." omongan Rio langsung dipotong Kenzo.
"Naomi sudah menerima lamaran gue dan sepekan lagi kami akan menikah."
"Apa!!"
Kenzo berteriak dengan keras sehingga membuat kedua orang tuanya langsung bertanya apa yang sedang terjadi dengan calon menantu mereka.
"Pa, Naomi sekarang berada di rumah sakit, sementara Kenzo ada rapat penting pagi ini. Tolong gantikan ya, Pa. Kenzo berangkat dulu, assalamu'alaikum."
Kenzo mengambil kunci mobilnya dan bergegas pergi menuju rumah sakit, dia melajukan mobil dengan sangat kencang, karena pikirannya hanya membayangkan hal buruk yang mungkin saja terjadi pada calon istrinya.
Sesampainya di rumah sakit, Kenzo langsung berlari ke ruang IGD tempat penanganan pertama kecelakaan yang terjadi pada Naomi. Dia melihat Rio yang duduk di bagian ruang tunggu di depan IGD.
"Bagaimana keadaan Naomi, terus dari mana Lo tahu kalau Naomi kecelakaan?" tanya Kenzo yang memperlihatkan mimik wajah yang sangat panik dan juga ketakutan.
"Maaf, gue ... gue enggak sengaja menabrak Naomi sedangkan mobil gue dalam keadaan kecepatan tinggi karena sedang terburu-buru ingin menghadiri rapat penting."
"Apa!! Jadi Lo yang bikin naomi celaka!"
Kenzo langsung menarik krah baju Rio dan memberikan pukulan telak ke arah wajah laki-laki yang pernah diselamatkan nyawanya oleh Naomi.
Bukk.
Bukk.
Kenzo tidak bisa menahan emosinya setelah mengetahui bahwa calon istrinya ditabrak oleh laki-laki yang juga menjadi rival nya dalam mendapatkan cinta Naomi.
__ADS_1
"Breng*sek Lo! Kalau sampai terjadi sesuatu yang buruk pada Naomi, maka gue akan menghabisi Lo!" ancam Kenzo masih dalam keadaan emosi yang sangat tinggi.
"Gue benar-benar tidak sengaja, karena ada perempuan yang sepertinya sengaja mendorong tubuh Naomi saat mobil gue melintas," cerita Rio sekedar memberikan penjelasan pada calon suami Naomi.
Pintu ruang IGD terbuka, seorang dokter keluar dari ruangan tersebut sambil tersenyum kepada Rio dan Kenzo.
"Di mana keluarga pasien?" tanya dokter dengan ramah.
"Saya calon suami pasien, Dokter. Bagaimana keadaan Naomi saat ini?" tanya Kenzo dengan harap harap cemas.
"Anda tidak perlu khawatir, karena kecelakaan yang dialaminya hanya mengalami luka ringan saja. Namun walaupun begitu, kami tim dokter akan melakukan observasi terhadap pasien jika dia telah sadar, permisi."
Dokter tersebut langsung pergi meninggalkan kedua laki-laki, yang masih bermusuhan dalam masalah cinta segitiga yang mereka hadapi. Seorang perawat ikut keluar dari ruangan IGD dan kenzo langsung menanyakan apakah dia boleh melihat keadaan pasien.
"Maaf, Suster, apakah saya boleh masuk untuk melihat keadaan Naomi?"
"Silahkan, Tuan, tetapi pasien belum sadarkan diri dan tolong jangan membuat keributan!" ucap suster tersebut sambil berlalu meninggalkan mereka berdua.
Kenzo membuka pintu diikuti oleh Rio yang juga penasaran dengan keadaan Naomi.
"Lo ngapain ikut masuk? Pulang sana! Naomi adalah tanggung jawab gue, jadi enyahlah kau dari sini!" ujar Kenzo geram.
"Gue akan bertanggung jawab terhadap kecelakaan yang menimpa Naomi dan gue akan membayar semua biaya rumah sakit. Tapi tolong, izinkan gue melihat keadaan Naomi saat ini, please." ucap Rio memohon pada laki-laki yang dianggapnya sangat sombong tersebut.
"Memangnya Lo pikir gue orang susah apa, sehingga tidak mampu membayar biaya rumah sakit calon bini gue," ujar Kenzo semakin kesal mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Rio.
"Bukan begitu maksud gue, cuma itu adalah bentuk tanggung jawab yang bisa gue berikan."
"Gue gak butuh tanggung jawab Lo, asal Naomi selamat. Awas aja jika Naomi kenapa-napa, habis Lo."
Rio tidak mau pertengkaran semakin menjadi runyam, akhirnya dia lebih memilih menunggu di luar sampai akhirnya Naomi dipindahkan ke ruang rawat inap. Rio diam-diam mengikuti Kenzo dan juga perawat yang membawa Naomi sampai dia mengetahui ruang rawat yang dipakai untuk Naomi.
Dia hanya bisa mengintip dan juga menguping pembicaraan antara Kenzo dan juga suster yang membawa Naomi. Rio juga mendengar kalau Kenzo sedang menghubungi Paman Bimo dan menyampaikan bahwa Naomi baru saja mengalami kecelakaan sekarang sedang dirawat di rumah sakit XX.
Waktu pun berlalu hingga beberapa menit kemudian, Naomi mulai mengerjap-ngerjapkan matanya melihat sekeliling namun yang ditemukannya hanyalah satu sosok laki-laki yang membuatnya selalu kesal.
Kenzo memperlihatkan senyum terindah saat gadis pujaan hatinya memperlihatkan tanda-tanda kesadaran.
"Alhamdulillah kamu sudah sadar, Honey." ucap Kenzo memperlihatkan wajah berbinar penuh bahagia. Kenzo langsung menggenggam tangan Naomi dan menciumnya.
Naomi merasa sangat kaget atas perlakuan yang diberikan oleh macan tutul kepadanya.
"Tuan Mesum! Kamu ngapain pegang-pegang dan mencium tanganku? Dasar buaya darat!" ucap Naomi kembali seperti sediakala.
"Singa Betina, kamu sudah kembali?!"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Baca juga karyaku OB KERUDUNG BIRU ya, terimakasih.
__ADS_1