CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG

CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG
Chapter 7


__ADS_3

Paman Bimo pulang dengan wajah yang sangat bahagia, dia memanggil istri dan juga kedua anaknya Dita dan Dito. Dia ingin merayakan keberhasilannya bekerja sama dengan Heriyanto Group bersama keluarga tercinta.


"Panggilkan anak-anak dan kumpul di ruang keluarga!" ucap Paman Bimo kepada istrinya agar mereka berkumpul di dekat TV ruang favorit keluarganya.


"Oke Pa," jawab istrinya sambil berjalan berlalu meninggalkan sang suami.


Tante Linda datang ke ruang keluarga bersama Dita dan Dito anak-anak yang sangat dia sayangi.


"Ada apa loh Paa? Dita sedang banyak tugas dari sekolah. Memangnya harus ya Pa manggil Dita ke sini?" tanya Dita kepada papanya yang hanya duduk sambil tersenyum mengaduk kopi berulang-ulang yang akan di sesapnya titik.


"Iya nih, Papa ganggu aja. Dito juga lagi asik ini main PS. ada berita bagus ya Pa?" tanya Dito yang ikut penasaran karena papanya sangat jarang memanggil mereka untuk berkumpul bersama di ruangan keluarga.


"Sepertinya, kita masih ada yang kurang." ucap Paman Bimo sambil melirik ketiga orang yang sudah berada di hadapannya.


"Siapa lagi sih Pa?" tanya Tante Linda kepada suaminya.


"Dito, Kamu panggil Naomi kesini!" perintah Paman Bimo kepada anak laki-lakinya agar segera menjemput Naomi untuk berkumpul bersama mereka.


"Papa ini Aneh deh, dia itu kan bukan keluarga kita, kenapa juga harus ikut kumpul bareng bareng kita di sini," jawab Dito yang masih duduk santai di sofa tersebut.


"Dito sekarang kamu jemput Naomi dan bawa dia ke sini!" Paman Bimo mengulang perintahnya yang kedua kali ke anak laki-lakinya.


"Oke ... oke, Papa, santai. Dito akan segera menjemput ponakan kesayangan papa itu, supaya ikut bersama kita duduk di ruangan ini." jawab Dito sambil menggeretakkan giginya dan menghentakkan kaki berjalan meninggalkan ruang keluarga untuk memanggil Naomi.


Tok tok tok.


Pintu kamar Naomi diketuk Dito dari luar. Naomi yang sedang membaca buku 'Gerak Usaha' langsung meletakkan buku itu dan membuka pintu kamarnya.


Ceklek.


Dia membuka pintu dan melihat Dito berdiri di depan pintu kamarnya.


"Eh Dito ganteng, ada apa datang ke sini?" tanya Naomi sambil tersenyum.


"Emangnya Dito ganteng ya, Uni?" tanya Dito yang langsung masuk ke dalam kamar Naomi.


"Loh, emang Kamu enggak pernah sadar ya?" tanya Naomi dengan senyum di bibir mungilnya.


"Hahaha, belum pernah ada yang bilang Dito seperti itu di rumah ini, ternyata Uni Naomi orangnya ramah, tapi kenapa mama bilang Uni itu galak ya?" tanya Dito dengan polosnya mengatakan apa yang pernah disampaikan oleh Tante Linda.


"Biar saja ndak apa kok. Sekarang Dito ngapain nyari uni ke sini?" tanya Naomi yang bingung dengan kedatangan sepupunya itu.


"Hahaha hampir lupa, Uni di suruh papa ikut ke ruang keluarga. Sepertinya kita bakal dapat kejutan deh ... hemm mungkin bakal diajak makan malam bersama," ucap Dito menerka sendiri.

__ADS_1


Akhirnya mereka berdua pun ke luar dari kamar itu dan mendatangi paman Bimo, yang sudah menunggu di ruangan keluarga untuk menyampaikan berita bahagia.


Naomi data langsung mencium punggung tangan Paman Bimo, karena dia baru bertemu setelah seharian pamannya pergi bekerja.


"Ya sudah karena sekarang kita sekeluarga telah berkumpul, maka papa akan mengajak kalian semua untuk makan malam di restoran mewah. Jadi kalian semua harus bersiap-siap ya!" ucapan Bimo membuka suaranya saat itu.


"Maaf Paman, sebaiknya Naomi di rumah saja karena Uni takut lidah Naomi tidak cocok dengan menu makanan restoran mahal."


Naaomi menolak ajakan Paman Bimo bukan karena tidak mau ikut bersama pamannya, Tetapi lebih menjaga perasaan tante Linda dan anak-anak Paman Bimo, karena dia tidak mau merusak Rasa Bahagia mereka bersama orang tuanya.


"Memangnya kenapa Papa mengajak kita semua tiba-tiba untuk makan di restoran mewah?" tanya Dita yang sangat antusias dengan ajakan Papanya.


"Tadi siang perusahaan yang Papa pegang, mendapat kerjasama yang luar biasa bersama perusahaan ternama Heriyanto Group," ucap Paman Bimo menyampaikan alasannya kenapa mengajak keluarganya untuk merayakan hari bahagia.


"Wah keren, kalau nggak salah Presiden Direktur dari Heriyanto Group itu sangat tampan loh Pa. Dia juga sangat kaya raya dan sering wara-wiri di koran, di televisi maupun di sosial medis," ucap Dita sambil membayangkan ketampanan dari seorang Kenzo.


"Hello, Kak Dita yang cantik, mulai deh pasti membayangkan yang tidak-tidak dengan si tuan dingin Kenzo. Memangnya kakak nggak tahu, jika Tuan Kenzo itu anti sama perempuan."


Dito langsung mematahkan imajinasi dan halusinasi yang bergentayangan di pikiran kakaknya.


"Ya sudah, terserah kalian mau ngomong apa, jangan sampai berantem gara-gara menggosipkan Tuan Kenzo yang baru tadi siang bertemu dengan papa di sebuah restoran xx. Untuk Kamu Dita, jangan sampai sekolahmu terganggu gara-gara memikirkan cowok yang tidak karuan. Kamu sekarang sudah kelas 12 dan sebentar lagi akan tamat dari SMA. Jadi belajarlah yang rajin!" ucap Paman Bimo menegaskan kepada anak perempuannya tentang status dia sebagai pelajar.


"Ya ... Papa, mana tahu saja Tuan Kenzo yang tampan itu nanti bisa suka sama Dita, yang bakal untung pasti Papa juga kan," jawab Dita sambil mengetuk-ngetuk dahinya melihat kearah papanya dan menggerak-gerakkan kedua alisnya.


"Dasar adik bukannya mendukung kakaknya, malah ngejatuhin semangat ku. Gimana sih? Harusnya Kamu itu mendukung kakak biar nanti bisa ngedapetin Tuan Kenzo yang tampan," ucap Dita masih mengharapkan Kenzo menjadi seseorang yang bisa dia miliki.


"Sudah-sudah ya! Kalian berdua ini selalu saja berantem, kakak-beradik itu seharusnya selalu akur, jangan dalam 1 jam tidak berantem salah satunya malah ngamuk. Sekarang yang paling harus kalian ingat, pokoknya nanti malam jam 7 kita ke luar sama-sama, termasuk Kamu Naomi tidak ada kata tinggal di rumah."


Sebuah ultimatum ke luar dari mulut Paman Bimo dan tidak bisa lagi di ganggu gugat oleh keluarganya.


Hari sudah malam, Naomi baru saja menyelesaikan shalat Maghrib sendirian di kamarnya, karena dia tahu Paman Bimo dan keluarganya tidak pernah melakukan shalat seperti yang dikatakan oleh pelayan di rumah itu.


Pintu kamar Naomi diketuk lagi oleh Dito. Dia menanyakan apakah sudah siap atau belum karena waktu untuk makan bersama ke restoran mewah telah tiba.


"Uni, sudah siap belum dandannya?" tanya Dito di depan pintu kamarnya.


"Ya sebentar, Kamu duluan saja ke depan! Uni sudah mau selesai kok," jawab Naomi yang sedang memasang kerudungnya.


"Dito tunggu saja sampai Uni selesai dan kita sama-sama ke depan, karena semua sudah siap, tinggal hanya Uni yang belum kelar dari tadi." ucap Dito yang tetap menunggunya di depan pintu kamar.


Naoni akhirnya selesai dan langsung ke luar dari kamarnya. Dia menemui Dito sambil mengunyah permen karet yang selalu menjadi permen favoritnya dari kampung.


"Uni makan apaan sih? Perasaan dari tadi mengunyah komat-kamit kayak dukun yang lagi baca mantra," ucap Dito melihat kakak sepupunya yang asik memakan permen karet.

__ADS_1


"Uni hanya lagi makan permen karet, Dito mau? ini masih banyak kok," ucap Naomi sambil merogoh tas selempang yang di bawanya dan mengeluarkan beberapa permen karet lalu memberikannya kepada Dito.


"Terima kasih, Uni." ucap Dito sambil menerima permen tersebut.


"Sama-sama."


Mereka akhirnya sampai ke mobil Paman Bimo yang sudah siap distarter tinggal berangkat, Dito masuk duluan ke dalam mobil diikuti oleh Naomi yang duduk di samping Dito.


"Kamu itu ngapain saja sih Naomi? gara-gara Lo, kami semua jadi lama menunggu di dalam mobil. Belum apa-apa sudah kayak Sang Ratu tinggal dirumah kita," ucap Dita ketus dengan kehadiran Naomi.


"Jaga mulutmu Dita!" ucap Paman Bimo yang mulai melajukan mobilnya ke arah jalan raya.


Naomi hanya diam dan tidak mau menanggapi omongan yang diucapkan oleh sepupunya Dita, dia tidak ingin ada pertengkaran di saat berada dekat sang paman.


Tak lama mobil paman pun sampai di sebuah restoran mewah yang menyediakan berbagai macam makanan sea food. mereka semua turun dari mobil dan masuk ke dalam restoran tersebut.


Sekarang, mereka sudah berada di sebuah meja yang bundar dipenuhi dengan berbagai macam makanan seafood yang enak dan menggugah selera.


Naomi menelan ludah melihat begitu banyak makanan enak yang belum pernah dia cicipi selama hidupnya. Tiba-tiba perutnya terasa sakit, dia sempat bingung karena harus bagaimana.


"Dito, toilet di mana ya?" tanya naomi kepada sepupunya yang laki-laki.


"Di sana." Dito menunjuk arah toilet yang dibutuhkan oleh Naomi.


"Paman, Naomi pergi sebentar ke toilet ya, tiba-tiba perut Naomi sakit, sudah nggak tahan nih," ucap Naomi minta ijin pergi.


"Ya sudah, hati-hati jangan sampai nyasar!" jawab Paman Bimo.


Naomi langsung pergi ke toilet yang sudah ditunjukkan arahnya oleh Dito, dia langsung masuk ke dalam toilet wanita dan melepaskan hajat yang sedari tadi di tahannya.


Setelah selesai dia pun ke luar dari toilet dan parahnya, ketika dia berada di antara gang sempit antara toilet wanita dan toilet pria, dia malah bertemu dengan seseorang yang membuatnya kaget.


"Kamu!"


"Lo!"


Mereka berkata sama-sama dengan nada yang tinggi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa like dan komen serta rate bintang 5 ya. Terimakasih.


__ADS_1


__ADS_2