
๐Jangan lupa tinggalkan jejak anda dengan like komen dan vote ya. Happy reading dan terima ๐
"Diaaaam!" ucap Kenzo dan Naomi serentak bagai dikomnado.
Dokter tersebut akhirnya hanya bisa menepuk jidat sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, melihat pasangan yang baru pacaran belum sampai sehari.
"Aku sudah enggak bisa diam sama sekali melihat perangai kalian berdua yang selalu saja berantem setiap bertemu," ucap dokter Reyhan berkacak pinggang ke arah pasangan tersebut.
Kenzo dan juga Naomi akhirnya saling pandang karena mendengar ucapan dari dokter Reyhan, mereka berdua heran karena melihat dokter tersebut yang tiba-tiba saja menjadi pemberani.
"Kenapa kalian berdua diam? Apa yang aku bilangin itu memang benar kan? Sampai kapan kalian akan selalu berantem terus, aku saja yang melihatnya sudah bosan," ucap dokter Reyhan sambil berjalan melangkahkan kaki ke arah meja makan.
Dokter Reyhan ternyata membawa pizza dan memakannya sendiri dengan santai, tanpa mengajak Kenzo dan Naomi yang terlihat bingung dengan apa yang sedang dilakukan oleh dokter tersebut.
Tanpa ada perintah sama sekali, Kenzo dan Naomi sama-sama berjalan ke arah dokter Reyhan yang sedang nikmat-nikmat-nya memakan pizza. Pasangan tersebut saling pandang, karena Reyhan diam saja tanpa mengajak mereka berdua untuk memakannya.
"Ya Allah, lezatnya pizza ini, ambooy enak banget yang ini nih. Aduh nikmat bener makan sendiri, keju mozarela nya meleleh di lidah," ucap dokter Reyhan yang sengaja memanas manasi Kenzo dan Naomi bak iklan di Tv.
"Kalau ada yang enak-enak itu, harus dibagi bareng-bareng lah, Dok. Nanti kegantengan dokter bisa hilang loh, kalau nggak dibagi," rayu Naomi sambil bercanda.
"Kamu jelek amat kalau merayu dokter Reyhan, aku juga bisa beli seribu pizza untuk mu, enggak usah pakai merayu dokter Reyhan di depan ku, jelek tau," ujar Kenzo jengah melihat tingkah Naomi.
"Helleeeh Kenzo ... Kenzo, kalau cemburu gak usah sama aku ya, aku enggak mungkin kok ngambil Naomi dari kamu hahaha," sahut dokter Reyhan sambil tertawa.
"Tau nih orang, omongannya pasti selalu nyakitin, kapan bisa jadi pacar beneran kalau ngomong aja enggak pernah benar," ucap Naomi ikut menimpali.
"Kalian berdua, bisa tidak jangan mengganggu gue yang lagi menikmati pizza nan nikmat ini. Jadi hilang nafsu makan nih."
Dokter Reyhan mendorong pizzanya ke arah tengah meja, karena sebenarnya dia sudah kenyang akibat memakan pizza tersebut yang telah dihabiskannya beberapa potong.
"Belagu amat Lo Reyhan, udah jelas tuh pizza tinggal separuh pakai ngomong enggak nafsu, makan aja sekalian sampai perut Lo meledak," ucap Kenzo menanggapi omongan sahabatnya itu.
__ADS_1
"Ayo Naomi, giliran kita nih makan pizzanya dokter Reyhan, mudah-mudahan saja ini pizza kagak ada racunnya," ujar Kenzo sambil melahap pizza yang tersisa.
Naomi hanya diam, dia tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya karena melihat Kenzo yang sangat lahap memakan pizza yang masih tersisa, sampai dia lupa untuk menyisakan Naomi walaupun hanya sepotong.
"Astagfirullah Kenzo, jatah Naomi kok kamu embat juga, katanya sayang, hahaha. Giliran makan Naomi terlupakan, sabar ya Naomi Kenzo memang sedikit rakus sama pizza hehehe." Ledek Reyhan sambil tertawa renyah.
Mereka bertiga akhirnya sama-sama tertawa melihat apa yang barusan dilakukan oleh Kenzo. Kenzo benar-benar menghabiskan semua pizza yang masih tersisa hingga hanya kotak yang terlihat.
"Maaf ya Naomi, aku sebenarnya sengaja menghabiskan semua pizza dari dokter Reyhan, karena aku tak mau kau memakan apa yang dibelikan oleh Reyhan si play boy cap cacing ini nih. Kamu tenang saja, pizza untukmu sebentar lagi bakal sampai."
Kenzo dengan santainya mengatakan bahwa dia sengaja menghabiskan semua Pizza tersebut, akibat dari cemburu yang ada di dalam hatinya.
"Wah parah Kamu Ken, masa sama aku masih cemburu juga, walaupun aku play boy, nggak mungkinlah aku merayu Naomi yang jelas-jelas pacar sahabatku sendiri, kecuali Naominya udah putus denganmu, hahaha."
Reyhan masih sempatnya bercanda dalam situasi Kenzo yang sedang cemburu buta, untung keadaan pun akhirnya terselamatkan, karena tiba-tiba delivery pizza datang memanggil dari teras rumah Naomi.
"Assalamu'alaikum delivery pizza," ucap Sang Kurir memanggil dari depan pintu rumah.
Sang Kurir pizza pun membuka sepatunya dan masuk sambil membawa dua kotak pizza ukuran jumbo ke dalam rumah, dia mencari arah suara dan menemukan mereka bertiga di meja makan.
Kenzo lalu mengeluarkan uang merah 3 lembar, lalu memberikannya pada orang tersebut.
"Ini uangnya, kembaliannya ambil saja ya, Bang," ucap Kenzo sambil tersenyum ramah.
Naomi melihat ke arah orang tersebut sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Itu menandakan, bahwa dia menghormati orang yang baru saja mengantarkan pesanan dari Kenzo.
Kenzo melihat hal tersebut merasa cemburu, dia sangat tidak suka ketika Naomi tersenyum pada laki-laki pengantar pizza yang terlihat lumayan kece.
"Dasar kecentilan, tidak bisa melihat laki-laki kece dikit, langsung tersenyum-senyum sendiri," gumam Kenzo namun terdengar oleh dokter Reyhan yang berada disampingnya.
"Kenzo ... Kenzo, Kamu harus bisa membedakan mana orang yang tersenyum menggoda dan mana orang yang tersenyum ramah sebagai tanda basa-basi kesopanan mereka."
__ADS_1
Dokter Reyhan merasa sangat heran dengan sikap yang diperlihatkan secara berlebihan oleh Kenzo terhadap Naomi. Padahal selama ini, Kenzo adalah laki-laki yang tidak mau tahu terhadap perempuan, apalagi Naomi jelas-jelas sering memarahi nya atau pun menolak ajakan dari Kenzo.
Mungkin inilah yang namanya berjodoh atau mungkin inilah yang namanya Karma cinta perempuan, hahaha. Kenzo ... Kenzo makan tuh bucin mu terhadap gadis kampung yang sering kau hina, gumam dokter Reyhan di dalam hatinya sambil tersenyum tipis.
"Maaf ya dokter Reyhan, Tuan Kenzo. Aku bukannya mau mengusir kalian berdua, tetapi lihatlah jam yang ada di dinding! Sekarang sudah hampir jam 11: 00 WIB malam dan aku ini perempuan baik-baik. Jangan sampai gara-gara kalian di sini, aku malah diusir oleh warga sekitar sini. Apa lagi Naomi di sini kan masih baru," ujar Naomi menjelaskan pada mereka berdua, bahwa malam sudah sangat larut.
"Hehehe, iya juga ya Naomi. Kami balik pulang dulu ya. Kamu bagaimana Kenzo? Apa kamu mau digerebek sama RT di sini, biar cepat dinikahkan, hahaha," canda dokter Reyhan sambil tertawa renyah, sehingga Naomi dan Kenzo pun ikut tertawa.
"Kalau saja Naomi setuju, aku mau juga tuh digerebek massa biar langsung nikah hehehe," sahut Kenzo menimpali ucapan dokter Reyhan.
"Yeee enak di situ gak enak si sini dong," seru Naomi ikut menanggapi.
Akhirnya Kenzo dan Reyhan berpamitan pada Naomi untuk pulang ke rumahnya masing-masing, Kenzo tiba-tiba saja berpesan pada Naomi tentang satu hal untuk esok hari.
"Besok akan ku antar ke tempat kerjamu jam setengah delapan pagi," ucap Kenzo lembut pada gadis tersebut.
"Cie cie singa betina udah hilang nih," ledek Reyhan sambil tersenyum kecil.
Naomi hanya diam, namun dia menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Kami pamit ya, assalamu'alaikum," ucap Kenzo dan Reyhan barengan.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab Naomi sambil tersenyum tipis.
Setelah mereka berdua pergi, Naomi masuk ke dalam rumahnya dan mengunci pintu dari dalam. Tiba-tiba dia teringat akan sesuatu.
Kenzo besok mau mengantarku ke tempat kerja? Kok dia bisa tahu kalau aku sudah bekerja, padahal aku tidak pernah bercerita. Hemm ๐ค๐ค
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Baca juga karyaku OB KERUDUNG BIRU ya. Kisah tentang perjuangan hidup seorang gadis bernama Fira. Humor anti galau dan sedikit ilmu tuk berbagi.
__ADS_1