CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG

CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG
Chapter 16


__ADS_3

Setelah sampai di dalam ruangan Cempaka Nomor 2 tersebut, dia melihat Kenzo sedang berbaring di atas brankar rumah sakit yang terlihat sangat mewah dibandingkan dengan ruangan lainnya.


Kenzo pura-pura menutup matanya, dia tidak mau melihat wajah Naomi karena dia takut ketahuan akan apa yang sedang direncanakan untuk nantinya.


"Kamu tidak boleh pulang sebelum Tuan Kenzo membuka matanya dan memberikanmu izin, setelah itu baru Kamu boleh pulang!" ucap asisten pribadi Arif pada Naomi yang hanya diam tanpa menjawab.


Setelah Arif pergi, Naomi mendekati tempat tidur Kenzo tetapi dia tidak tahu jika Kenzo sebenarnya hanya pura-pura tidur, dia duduk di kursi dekat brankar.


"Tuan Kenzo, kenapa Anda sangat lemah sekali, padahal tubuhmu begitu kekar dan juga sehat. Masa dengan sebuah tendangan kecil dari ku bisa membuatmu pingsan, apa sebenarnya yang mau Kamu lakukan padaku?" tanya Naomi kepada orang yang sedang pura-pura tidur.


"Andai saja, Tuan tidak memaksa untuk memelukku, maka aku juga gak bakalan menendang mu, berarti jika kamu tidak punya keturunan bukan salahku melainkan karna kamu tuan yang mesum."


Kenzo ingin sekali menutup mulut Naomi yang tetap saja berceloteh pada dirinya, hingga membuat dia jadi kesal.


"Tuan Kenzo, cepatlah bangun dan izinkan aku pulang karena jika tidak, bisa jadi ini terakhir kali aku akan menginjak rumah pamanku dan kalau sampai Tante Linda mengusirku, itu mungkin berarti sudah takdirku karena kesalahan tuan yang gak biarin aku pulang."


Naomi masih mengajak Kenzo bicara seolah pria itu sedang mendengarkan curhatannya.


Akhirnya Pak Arif datang juga namun tuan Kenzo belum juga bangun, Naomi mulai merasa jengah menunggu si songong agar segera bangun dari tidurnya.


"Maaf, Pak Arif. Apakah saya tetap harus menunggu tuan Anda sampai bangun dari tidurnya? Saya juga punya pekerjaan lain yang harus dilakukan," tanya Naomi menahan rasa kesal.


"Tentu saja, karena ini semua salahmu!" tukas Arif berdalih.


"Pak Arif, berhenti menyalahkan aku, seolah yang tuan Kenzo perbuat adalah sesuatu yang benar, padahal dia itu mesum dan cabul," jawab Naomi menantang Arif.


"Jaga mulutmu! Tuan Kenzo bukan orang seperti itu, saya biarkan kamu pulang hari ini, tetapi ingat! Besok pagi kamu harus datang lagi ke sini untuk mempertanggung jawabkan perbuatanmu."


Akhirnya asisten pribadi Kenzo memperbolehkan Naomi untuk pulang.


"Laah emang kenyataan begitu kan Pak. Jika tidak memaksa memeluk ku, ini semua gak bakalan terjadi," bela Naomi dengan ngotot.


"Diam Lo, lebih baik pulang sebelum saya berubah pikiran dan jangan coba-coba lari dari tanggung jawabmu!"


"Saya bukan gadis penakut yang bakal lari dari tanggung jawab, besok saya akan datang lagi, permisi." Jawab Naomi sambil berlalu pergi meninggalkan ruang rawat Kenzo.


Setelah Naomi tidak terlihat, Kenzo membuka matanya.


"Ikuti dia! Pastikan sampai gadis itu masuk ke dalam rumahnya, baru Kamu kembali lagi ke sini, saya rasa Singa Betina bukan gadis biasa," perintah Kenzo pada asistennya.


"Berarti dari tadi Lo sengaja pura-pura tidur?" tanya Arif kesal.

__ADS_1


"Hahaha, jika gue langsung bangun, maka gue gak bakal tahu kalau ternyata gadis itu sedang dalam masalah besar," jawab kenzo turun dari tempat tidur dan berjalan ke arah jendela.


"Sekarang ikuti dia!" perintah Kenzo.


"Ok, Bos."


Naomi bingung untuk pulang ke rumah pamannya karena tante Linda hanya membekalinya dengan uang Rp. 200. 000,. Jika dipakainya untuk onkgos maka akan berkurang belanja dapur yang diperintahkan harus dia beli.


Ah sudahlah, yang penting aku pulang dulu, palingan dihukum sama tante Linda. Gumamnya.


Waktu Naomi sampai di depan rumah Paman Bimo, betapa kagetnya dia, melihat semua barang dan juga kopernya berada di teras rumah Paman Bimo. Naomi sudah merasakan ada hal yang tidak baik bakal menimpanya.


Sebelum mengambil semua barang yang sudah berserakan di teras rumah pamannya, Naomi bertanya pada satpam pamannya.


"Mas Soleh apa Paman Bimo yang mengusirku?" tanya Naomi to the point pada satpam itu.


"Pamannya, Non Naomi sedang ada dinas luar kota dan ini ada titipan dari tuan Bimo. Tuan berpesan jangan sampai ketahuan sama Nyonya," ucap Soleh mengingatkan.


Naomi mengambil amplop kecil berwarna kuning padi dari tangan satpam pamannya. Lalu menyimpannya ke dalam tas selempangnya.


"Oh ya Mas Soleh, jangan bilang sama paman jika aku diusir sama tante Linda, aku gak mau paman berantem sama istrinya hanya karena aku yang numpang tinggal di sini," pinta Naomi pada satpam tersebut.


"Terus, nanti Nona mau tinggal di mana? Bagaimana jika Non, tinggal sama Soleh saja? Ibu Mas pasti senang," ajak soleh agar Naomi tinggal di rumahnya.


Arif yang mengikuti Naomi langsung menelpon Kenzo dan mengirimkan foto Naomi yang sedang membereskan barang-barangnya di teras rumah Paman Bimo.


Tak lama setelah Arif mengirimkan foto tersebut, Kenzo langsung menelpon nya.


"Apa yang terjadi sama Singa Betina?" tanya Kenzo terdengar panik.


"Sepertinya dia diusir sama yang punya rumah, Bos, terus apa yang harus gue lakukan nih?" tanya Arif bingung.


"Lo cari di sekitar kampusnya sebuah kontrakan, lalu ajak yang punya rumah kerja sama dengan baik, lakukan dengan halus jangan sampai Naomi curiga!" perintah Kenzo pada bawahannya itu.


"Beres Bos."


Naomi mulai mengetuk pintu rumah pamannya, namun tak satupun yang berani membukakan pintu. Dia memanggil-manggil nama tantenya.


"Tante ... Tante Linda." tak ada sahutan dari dalam rumah.


Dengan langkah lunglai, Naomi pergi meninggalkan rumah Paman Bimo dalam keadaan sedih dan berlinang air mata, dia tidak menyangka jika hal ini akhirnya terjadi juga.

__ADS_1


Gadis itu terlihat duduk sebentar dekat pos satpam dan bicara dengan Soleh.


"Mas Soleh, tolong kabari aku jika terjadi sesuatu pada paman ku, tetapi jangan pernah beri tahu paman jika aku di usir tante ya," hal yang sama dipinta kembali oleh Naomi.


"Jaga diri Non baik-baik ya," ucap Soleh ikutan sedih melihat kepergian keponakan majikannya.


Naomi menarik koper dan juga menjinjing beberapa kantong di tangannya, dia tak mau gegabah dalam melakukan sesuatu hal. Dia berjalan menuju kampus Universitas Negeri Jakarta.


Sementara Kenzo mengepalkan kedua tangannya merasa ikut marah dengan apa yang menimpa Naomi. Dia kembali menelepon Arif.


"Halo Arif, jika masalah rumah selesai, maka cari siapa yang telah mengusir wanitaku!" perintah Kenzo tegas.


"Tapi dia kan belum jadi pacar Bos?" tanya Arif menimpali.


"Lo masih mau kerja sama gue atau tidak?"


"Siap Bos, laksanakan."


Sudah setengah jam Naomi berjalan kaki menuju tempat yang dia inginkan. Saat menjelang kampus tersebut, tiba-tiba seorang ibu memanggilnya dengan ramah.


"Maaf Nak, Kamu mau kemana membawa barang dengan jalan kaki, ibu perhatikan Kamu seperti sedang mencari alamat ya?" tanya ibu tersebut yang tak lain adalah suruhan Arif.


"Eh iya Bu, saya bukan lagi nyari alamat tetapi sedang mencari tempat kost," ucap Naomi bicara dengan ibu tersebut sambil tersenyum.


"Waah berarti kita berjodoh, Nak. Kebetulan ibu sedang mencari seseorang untuk menempati rumah kecil ibu, karena ibu mau pergi ke luar kota dan belum tahu kapan akan kembali, sedangkan untuk mencari penjaga rumah sekarang sangatlah susah," ujar ibu tersebut meyakinkan Naomi.


"Haa Ibu yang benar? Saya mau jadi penunggu rumah ibu dan saya juga akan bayar tiap bulannya," jawab Naomi dengan mata berbinar.


"Ayo!" ajak ibu tersebut ke arah sebuah rumah sederhana namun terkesan indah dan mewah.


"Ini rumah saya, silahkan masuk!" ajak ibu tersebut sambil melangkahkan kakinya ke dalam rumah.


Naomi melihat rumah itu memiliki 2 kamar, ruang tamu dan juga dapur. Dia melihat perabotan rumah tanggapan sudah lengkap mulai dari lemari, Tivi dan juga tempat tidur.


"Berapa sewanya satu bulan, Bu?" tanya naomi menghampiri sang empunya.


"Asalkan rumah ini bersih dan kamu rawat baik-baik, maka itu sudah cukup untuk bayaran sewanya," jawab ibu tersebut dengan senyuman yang sangat bersahabat.


Karena rumah ini sudah ku jual dan bukan punyaku lagi, tetapi punya calon suamimu. Gumam Si Ibu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak anda dengan like komen dan vote ya karena itu semua adalah semangat buat penulis. Terima kasih.


__ADS_2