
πJangan lupa tinggalkan jejak anda dengan like, komen dan vote ya. Happy reading dan terima kasih π
Kenzo besok mau mengantarku ke tempat kerja? Kok dia bisa tahu kalau aku sudah bekerja, padahal aku tidak pernah bercerita. Gumam Naomi merasa ada yang tidak beres.
Sementara itu di rumah keluarga Bimo terjadi kegaduhan, karena tiba-tiba Paman Bimo pulang ke rumahnya dan tidak menemukan sang keponakan yang sangat disayanginya. Paman Bimo juga sesang bingung, karena tiba-tiba pihak kantor menyuruhnya pulang diakibatkan kerjasama perusahaan Heriyanto Group, telah memutuskan untuk menghentikan dana proyek yang sedang mereka kerjakan.
Paman Bimo tidak mengetahui bahwa Kenzo sudah menjadi kekasih dari keponakan yang dia sayangi sehingga Kenzo mencari asal usul dari gadis yang ia cintai, termasuk memberi pelajaran pada keluarga Naomi yang telah mengusirnya dari rumah.
"Mama, tolong jelaskan apa sebenarnya yang terjadi sehingga Naomi pergi dari rumah ini?" tanya Paman Bimo masih ramah kepada istrinya.
Dita dan juga Dito terlihat menundukkan kepalanya, karena takut akan kemarahan sang Papa tercinta jika dia sampai tahu, bahwa Naomi diusir oleh mamanya tanpa disadari gadis tersebut saat dia disuruh pergi belanja ke pasar.
"Maaf Pa, Mama sudah berusaha untuk menahan Naomi agar tidak pergi dari rumah ini! Tetapi anak itu memang keras kepala persis ibunya dulu. Dia tidak mendengarkan omonganku sama sekali," cerita tante Linda membohongi suaminya dengan alasan yang mengada-ada.
"Papa sekarang sedang sangat pusing, karena tuan Kenzo tiba-tiba saja memutuskan hubungan kerjasama bisnis properti yang telah kami sepakati, padahal waktu itu dia sangat tertarik dengan bisnis yang Papa tawarkan. Sekarang ada kejadian perginya Naomi lagi."
Paman Bimo terlihat sangat gusar dengan apa yang sedang dialaminya. Ditambah lagi dengan keadaan sang keponakan yang pergi entah kemana tanpa kabar berita.
"Dito! Kamu jawab pertanyaan Papa dengan jujur dan jangan menundukkan kepalamu! Kenapa Naomi pergi dari rumah ini?!" tanya Paman Bimo dengan emosi.
Bimo terlihat sangat takut sambil memandang wajah mamanya yang memberikan kode dengan gelengan kepala. Namun sayangnya kode yang diberikan sang istri kepada anak bungsunya, terlihat oleh Paman Bimo.
"Cepat katakan!!" perintah Paman Bimo sambil menggebrak meja.
Braakk.
Semua yang ada di meja berhamburan dan berserakan entah kemana, gara-gara pukulan tangan Paman Bimo yang sedang emosi.
"Uni ... Uni Naomi diusir sama mama dari rumah ini," jawab Dito jujur lalu pergi meninggalkan Mama, Papa dan juga kakaknya menuju ke kamar.
Paman Bimo terlihat sangat marah, wajahnya berubah menjadi merah padam, lehernya menegang dan urat di dahinya ke luar berwarna biru menandakan puncak kemarahan sedang berada di ubun-ubunnya.
"Kamu ...."
Paman Bimo nampak menggertakkan giginya.
__ADS_1
Plakk.
Sebuah tamparan melesat kencang ke arah pipi Tante Linda, sehingga perempuan paruh baya tersebut meringis kesakitan akibat ulahnya sendiri.
"Maaf Pa, mama khilaf," ujar istrinya sambil memegang bekas tamparan dari Paman Bimo.
"Kamu benar-benar kelewatan! Apa salahnya Naomi sehingga Kamu mengusirnya? Dia tidak pernah meminta uang darimu. Dia juga tidak menyusahkanmu, malah dia di sini ikut bekerja seperti seorang pembantu, tetapi kau memang manusia yang tidak punya hati," ucap Paman Bimo lalu melangkah pergi ke arah kamarnya dan membanting pintu kamar.
Braakk.
"Papa, maafkan mama, tolong beri mama kesempatan kedua untuk mencari keponakan Papa tersebut," ucap tante Linda namun tidak digubris oleh Paman Bimo.
πππ
Hari sudah menjelang pagi, sang surya mulai mengintip malu-malu sedikit demi sedikit mengeluarkan aura kecantikannya menyapa bumi yang selalu setia menanti nya. Angin malam yang dingin pun berubah dan berganti dengan angin yang terasa sangat sejuk karena udara pagi terasa lebih segar.
Naomi mulai terbangun dan terjaga dari tidur lelapnya, dia lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri sekalian berwudhu karena sebentar lagi akan datangnya waktu shalat subuh.
Terdengar lantunan indah bacaan ayat-ayat Al-Qur'an dari salah satu masjid di dekat rumah yang ditempati oleh Naomi. Dia bergegas mengambil mushaf yang dibawanya dari kampung. Kitab itu diberikan oleh Bundanya sewaktu dia masih SD. Naomi selalu menyimpan dan membacanya.
Terdengar azan telah dikumandangkan dari masjid, gadis itu lalu menggelar sajadahnya dan melaksanakan shalat subuh dengan khusuk. Setelah itu dia membersihkan seluruh rumahnya karena akan ditinggalkan untuk pergi bekerja dan Naomi tidak mau Ketika pulang, rumahnya masih berantakan.
Setelah selesai sarapan, Naomi kembali masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri dengan mandi dan juga mencuci pakaian semalam. Lalu berganti pakaian dan bersiap untuk berangkat kerja.
Tepat jam dinding menunjukkan pukul 07.30 WIB, terdengar suara mobil yang berhenti di depan rumahnya. Terlihat seorang pria tampan berperawakan tinggi nan kekar, memakai kaca mata hitam dengan setelan jas yang juga berwarna hitam, turun dari mobil mewah dan berjalan ke arah rumah Naomi sambil membawa sebuket mawar berwarna merah.
Naomi ke luar dari rumahnya, sambil menyunggingkan sebuah senyum terukir di bibir nan tipis ke arah laki-laki yang baru saja datang ke rumahnya.
"Selamat pagi, Tuan Putri ku yang cantik," sapa Kenzo sambil tersenyum seindah mungkin.
Gaya Kenzo yang alay dan lebay di mata Naomi, membuatnya hampir saja tertawa karena panggilan yang baru saja diselipkan untuk namanya.
"Assalamu'alaikum, Tuan Kenzo yang sombong nan songong dan juga tampan," jawab Naomi malah mengucapkan salam pada laki-laki tersebut.
"Hehehe, aku lupa baca salamnya. Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab Kenzo kembali merangkai salam dengan rasa malu-malu.
__ADS_1
"Ini bunga untukmu, tolong kamu terima dan masukkan dulu ke dalam rumahmu agar tidak layu, jika kau bawa sampai di tempat kerjaan," ucap kenzo sambil memberikan bunga mawar yang dibawanya.
"Terima kasih sampai repot-repot membawa bunga mawar segala untukku, padahal aku kan mau berangkat kerja," jawab Naomi sambil menerima bunga pemberian dari tangan Kenzo.
Naomi membalikkan badannya dan kembali membuka pintu untuk menyimpan bunga yang baru saja dibawakan oleh Kenzo. dia meletakkannya di atas meja yang ada di ruang tamu, kemudian dia kembali ke luar dan mengunci pintu rumah sebelum meninggalkannya.
"Apakah Kamu sudah siap untuk berangkat sekarang?" tanya banyak Kenzo yang tak lupa memberikan senyumnya.
"Yap aku sudah siap, mari kita berangkat sekarang juga!" jawab Naomi sambil menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Ok, let's go."
Kenzo membukakan pintu mobil bagian depan di sebelah kiri untuk Naomi, lalu mempersilahkan gadis tersebut untuk masuk.
"Silahkan masuk tuan putri," pinta Kenzo bak seorang pelayan kepada tuan rumahnya.
Naomi masih berusaha memahami sifat cowok yang ada bersamanya, ia hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, melihat tingkah laku Kenzo yang sangat aneh di matanya, namun dia tetap melakukan apapun yang di pinta oleh laki-laki tersebut.
Kenzo juga ikut masuk ke dalam mobil dan duduk di bagian tempat pengemudi, dia mulai men-starter mobilnya. setelah mobil tersebut menyala, dia melirik gadis yang ada di sebelahnya sambil tersenyum.
"Safety belt belum terpasang, apakah perlu kubantu?" tanya Kenzo yang tak lupa memberikan senyum terindah buat gadis yang ada di sampingnya.
"Terima kasih banyak sudah mengingatkannya, aku bisa sendiri kok memasang safety belt," jawab Naomi membalas senyuman laki-laki tersebut.
Naomi lalu memasangkan safety belt yang ada di bangku tersebut, namun entah kenapa tiba-tiba kancingan nya terasa macet dan tidak mau menyatu, sehingga Naomi terlihat kebingungan saat menggunakannya.
Melihat Naomi yang tidak bisa memasang safety belt tersebut dengan sempurna, Kenzo langsung menggeser tubuhnya ke arah kiri untuk membantu Naomi memasangnya.
Kenzo berada sangat dekat sekali dengan gadis tersebut, sehingga hembusan nafas dari hidungnya sampai menyapu ke arah wajah Naomi. Gadis itu merasakan udara hangat yang ke luar dari hidung Kenzo yang sangat dekat dengan wajahnya.
Hal yang sama terjadi di dalam dada, genderang yang memacu jantungnya sehingga berdegup kencang. Naomi mencoba menahannya agar tidak ketahuan sambil menutup kedua matanya, namun hal yang dipikirkan oleh Kenzo adalah sesuatu yang tidak terkira sama Naomi sendiri.
Kenzo tersenyum melihat Naomi yang menutup matanya, dia mengira bahwa Naomi sedang menunggu ciuman darinya.
"Hemm kira-kira apa yang akan terjadi yaa?"
__ADS_1
Baca juga karyaku OB KERUDUNG BIRU ya. Kisah tentang perjuangan hidup seorang gadis bernama Fira. Humor anti galau dan sedikit ilmu tuk berbagi.