
Sesuai dengan janji autor untuk memenuhi permintaan Rider yang selalu minta tambahan catat maka sekarang outer dengan senang hati menambah nya sedikit. Semoga semua suka.
Malam sudah begitu larut riuhnya pesta semakin berkurang karena tamunya sudah mulai pulang satu demi satu hingga akhirnya tak ada lagi tamu yang berada di hotel yang telah di sewa oleh Kenzo Heryanto.
Keluarga Paman Bimo dan kedua orang tua Kenzo juga telah berpamitan pulang kepada mereka, sekarang hanya tinggal mereka berdua berjalan sambil bergandengan tangan menuju kamar pengantin yang telah dipersiapkan oleh kedua orang tua Kenzo di hotel yang sama, tempat resepsi pernikahan diadakan.
"Honey, malam ini Kita bertarung kira-kira berapa ronde ya?" tanya Kenzo sedikit berbisik di telinga istrinya dengan niat menggoda.
"Bertarung ....?" Naomi merasa sedikit bingung, penuh tanda tanya di dalam pikirannya.
"Iya, kita akan bertarung gulat malam ini sampai pagi. Jangan bilang kalau kamu belum siap siaga?" tanya Kenzo kembali menggoda ditelinga istrinya dengan sedikit hembusan nafas mengeluarkan udara yang hangat, mengantarkan gelombang romantis di telinga Naomi.
Nih mesum mau ngapain sih, orang malam pertama itu kan ngajak nya senang-senang. Dia kenapa ngajak aku main gulat, jangankan main gulat main jambak rambutnya aja aku belum pernah. Gumam Naomi di dalam hati.
Ceklek.
Kenzo membuka pintu kamar dan menarik istrinya untuk masuk lalu mengajaknya duduk di sisi tempat tidur.
"Aku mau mandi sekarang, apa kamu mau mandi bersamaku?" goda Kenzo untuk kesekian kalinya dengan senyuman manis kepada sang istri.
"Apaan siih, kamu duluan saja, Honey."
Naomi menolaknya secara halus, karena dia merasa sangat malu dengan apa yang baru saja disampaikan oleh suaminya. Walaupun mereka berdua sudah menikah, namun untuk pertama kalinya rasa canggung sudah pasti akan menyelimuti setiap pasangan yang akan memasuki malam pertamanya bersama orang yang dia cinta.
"Yakin tidak mau mandi bersama?" tanya Kenzo masih dengan niat yang sama menggoda istrinya dengan mengedipkan sebelah mata.
Naomi berdiri lalu meninggalkan suaminya, dia membuka pintu kulkas dan mengambil air mineral yang ada di dalamnya lalu meneguknya sehingga rasa haus dan dahaga langsung hilang terasa sejuk melalui tenggorokan.
"Mau minum nggak, Honey?" tanya Naomi sambil menyodorkan sebotol air mineral kepada suaminya.
"Terima kasih, Sayang," jawab Kenzo sambil menerima botol mineral yang diberikan oleh istrinya dengan senyuman menggoda.
Setelah Kenzo meminum air mineral, dia langsung masuk ke kamar mandi dan meninggalkan istrinya yang masih duduk seperti orang bingung, untuk menghadapi situasi yang akan terjadi.
Dari dalam kamar mandi terdengar gemericik air yang digunakan oleh suaminya untuk membina seluruh tubuhnya dalam membersihkan sisa-sisa keringat yang masih melekat di tubuh kekar nya.
__ADS_1
Ceklek.
Kenzo keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan handuk yang hanya menutup bagian perutnya sampai lutut. Xiaomi mengalihkan perhatiannya ke arah yang lain karena tiba-tiba jantungnya berdegup kencang melihat dada bidang milik sang suami yang ditumbuhi sedikit bulu halus membuatnya terlihat sangat seksi dan menggoda.
Naomi masuk kedalam kamar mandi dengan menggunakan gaun pengantin, dia berharap bisa membukanya sendiri tanpa bantuan sang suami. perempuan itu berusaha untuk membuka gaun pengantin yang dipakainya, namun usahanya sangat sulit gara-gara resleting yang macet di bagian belakang. Naomi merasa enggan untuk minta tolong kepada suaminya membuka gaun tersebut, karena dia masih merasa sangat malu pada laki-laki yang baru saja menjadi mahromnya.
Apa yang harus kulakukan? Masa aku memanggilnya untuk buka baju sih, malu banget ngebayanginnya, dasar gaun yang menyebalkan. Umpat Naomi di dalam hati sambil tetap berusaha untuk membuka resleting baju pengantin itu bagian belakang.
Tok tok tok.
"Naomi, kamu tidak tidur di dalam kamar mandi kan?" tanya Kenzo setelah mengetuk pintu beberapa kali. Laki-laki yang telah sah menjadi suami Naomi itu, merasa sedikit cemas karena istrinya masuk ke dalam kamar sudah lumayan lama namun belum keluar juga makanya dia buru-buru untuk mendekati pintu dan mengetuknya.
"Aku ... aku enggak bisa buka resleting gaunnya, bisa bantuin nggak?" tanya Naomi dengan nada lumayan keras karena berada di dalam kamar mandi yang kedap suara.
Ceklek.
Pintu kamar mandi dibuka oleh Naomi dari dalam lalu dia menarik tangan suaminya masuk ke dalam kamar mandi. Naomi langsung membalikkan badannya agar Kenzo bisa membantunya untuk membuka resleting gaun yang memang ternyata macet di bagian tengah.
"Kenapa enggak ngomong dari tadi sih, Honey. Ini sudah setengah jam lebih baru ngomong kalau resletingnya tidak bisa dibuka, itupun ditanya terlebih dahulu baru ngomong, Kamu itu kenapa sih?" tanya Kenzo mulai meraih resleting gaun istrinya dan menurunkannya secara perlahan.
Kenzo Memutar tubuh istrinya lalu menaikkan dagu Naomi sehingga perempuan itu terpaksa bertatapan mata dengan suami yang sangat posesif kepadanya. Naomi merasakan jantungnya seperti sedang maraton 5 km, detak jantung yang semakin lama semakin tak menentu membuat wajahnya secara alami merona merah.
Hal yang sama juga terjadi pada Kenzo, dia berusaha menahan salivanya setelah melihat bahu putih milik sang istri, yang sudah mulai terbuka. Baru pertama kalinya dia memandang leher jenjang Naomi yang selama ini terbungkus rapi dengan hijabnya.
Cup.
Kenzo melepaskan sedikit hasratnya dengan mengecup bibir sang istri secara kilat lalu meninggalkan Naomi yang terdiam kaku berdiri lurus di dalam kamar mandi. Wajah Naomi terasa sangat panas saat mendapat serangan mendadak dari daging kenyal milik sang suami. Dia meraba bibirnya yang baru saja di kecup oleh Kenzo, kali ini kecupan yang diberikan membuat dia jadi tersenyum-senyum merasa bahagia.
Kenzo keluar dari dalam kamar mandi dan membiarkan istrinya untuk membersihkan tubuh yang pasti sudah terasa sangat lengket, karena seharian menghadapi begitu banyak orang. Mulai dari acara nikahan sampai resepsi yang harus mereka berdua hadapi, untuk memperlihatkan kepada dunia bahwa mereka berdua telah sah menjadi pasangan dunia akhirat.
Kenzo lebih memilih memakai celana bokser pendek selutut, dengan atasan hanya menggunakan kaos dalaman yang ketat berwarna putih, sehingga memperlihatkan bentuk tubuhnya yang terlihat sangat atletis dan kekar.
Ceklek.
Naomi keluar dari kamar mandi setelah selesai membersihkan seluruh tubuhnya, bahkan sekarang bau wangi aroma terapi yang keluar dari tubuhnya, membuat Kenzo sampai memejamkan mata sambil mengendus merasakan sensasi segar dari tubuh sang istri.
__ADS_1
Perempuan itu sedang berjalan untuk membuka lemari hotel, karena ingin mengganti kimono yang sedang dipakainya dengan baju tidur yang sudah disediakan oleh mertuanya. Namun sayang, Kenzo langsung menarik tangan Naomi sehingga perempuan itu terjatuh di atas tubuh suaminya.
"Kamu mau ngapain?"
"Tentu saja mau pakai baju olahraga, bukannya tadi katamu kita akan main gulat," jawab Naomi berusaha mendorong tubuh suaminya agar dia bisa berdiri.
"Ya Allah istriku, yang benar saja malam pertama Kamu memakai baju olahraga, maksudku bukan gulat olahraga yang itu loh, tetapi kitanya kan bakal main ehem ehem."
Kenzo sedang memberikan khiasan yang akan mereka lakukan berdua di saat malam pertama setelah menikah. Sedangkan Naomi sebenarnya dia sudah mengerti kemana arah tujuan dari pembicaraan yang sedang mereka lakukan, namun dia sengaja pura-pura lugu untuk menggoda suaminya karena wajah Kenzo terlihat sangat menggemaskan saat menerangkan apa yang akan mereka perbiat.
"Main ehem ehem, apakah itu sejenis kartu?" tanya Naomi dengan menaikkan kedua alisnya seperti perempuan yang benar-benar lugu tidak mengerti sama sekali. Kenzo semakin tidak tahan lagi untuk menyalurkan hasrat yang sudah lama terpendam dengan perempuan yang selalu membuatnya merasa Rindu ketika tidak bertemu.
Laki-laki itu melingkarkan kedua tangannya di leher Naomi, lalu menariknya lebih dekat hingga tidak ada lagi batas yang memisahkan dada mereka.
*Blush deg deg deg*.
Jantung keduanya semakin berdetak kencang, wajah mereka berdua sama-sama merah merona akibat aliran darah yang tiba-tiba saja memanas ke seluruh tubuh, memberikan isyarat bahwa ada sesuatu yang sedang merambat memberikan percikan asmara yang sedang bergelora.
"Kita akan bermain kartu yang bisa menghasilkan tiket, untuk mendapatkan nikmatnya surga dunia dan indahnya bercinta." bisik Kenzo di telinga istrinya, sambil sedikit menggigit halus kuping putih dan mulus.
"Geli aahh."
"Tapi suka kan?"
"Enggak tau."
"Kalau ini bagaimana, enak gak?"
"Tanganmu nakal, Honey."
"Justru kenakalanku akan membuatmu melayang terasa di awan, akan ku buat malam ini menjadi tak terlupakan oleh mu, Honey."
Mereka berdua akhirnya melakukan juga apa yang seharusnya dikerjakan oleh pasangan suami istri yang telah menikah, mereka tidur saling berpelukan setelah rasa capek dan juga lelah karena tenaga yang telah terkuras habis saat bermain gulat untuk mendapatkan tiket ke surga😂😂😂 autor memang tidak pandai dalam memberikan penjabaran tentang malam pertama, jadi ngebayanginnya harus dekat suami masing-masing ya hahaha.
Udah ya guys, ini semua aku lakukan karena rasa tanggung jawabku yang telah berjanji untuk memberikan tambahan episode buat reader tercinta.
__ADS_1
SAMPAI JUMPA DI CERITA LAIN