CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG

CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG
Chapter 58


__ADS_3

💞Jangan lupa untuk like, komen dan vote ya. Happy reading dan terima kasih 💞


Apa!!"


Paman Bimo kaget dan langsung berdiri spontan karena mendengar ucapan dari orang terkaya di kota tersebut, namun terkenal sombong dan juga kejam pada lawan bisnisnya.


"Tidak ... ini tidak mungkin, Naomi apa yang sudah kamu lakukan sama Paman, Nak? Apa salah pamanmu ini? Tunangan adalah peristiwa penting dalam hidupmu. Kenapa kamu lakukan semua ini tanpa sepengetahuan paman? Apa karena kamu sudah diusir sama istri paman lalu kamu langsung memutuskan hubungan darah diantara kita?"


Paman Bimo meremas rambutnya dengan kasar, merasa tidak terima dengan apa yang telah dilakukan oleh keponakannya.


Naomi hanya tertunduk diam, dia masih bingung harus melakukan apa, karena Kenzo melarangnya bicara.


"Ayo jawab, Naomi! Jangan hanya diam?!" Paman Bimo meninggikan nada suaranya, urat leher menegang, matanya berubah merah dan membuat Naomi merasa sedikit takut.


"Se ... sebenarnya Naomi gak tahu kapan kita tunangan, Paman." Bicara pelan dalam keadaan tetap menunduk, tak berani melihat ke arah wajah pamannya.


Keadaan semakin mencekam, hening tak ada suara seolah sedang ada hantu lewat diantara mereka sehingga membuat aura dingin menyelimuti ruang tamu rumah Paman Bimo.


Hufff.


"Tuan Kenzo, apa Anda belum puas hingga membuat saya dipecat dari pekerjaan dan sekarang masih memonopoli keponakan saya. Katakan apa mau Anda?"


Paman Bimo mulai melmbut karena dia sangat sadar sedang berhadapan dengan orang yang sangat berbahaya.

__ADS_1


"Naomi tidak mengenal Anda, dia mengalami amnesia akibat cidera di kepalanya," jelas Kenzo mulai membuka tabir yang tertutup sedari kedatangan mereka.


"Jangan membual yang tidak-tidak, Tuan Kenzo!" Paman Bimo kembali bernada tinggi, merasa sedih karena menganggap Kenzo mempermainkannya, padahal Kenzo sedang berusaha mengatakan peristiwa yang sebenarnya.


Kenzo mengambil nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya juga dengan pelan-pelan, dia tidak ingin membuat keadaan menjadi bertambah buruk karena kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka.


"Saya sudah mengatakan yang sebenarnya, sekarang terserah Anda. Jika Anda ingin percaya saya bersyukur, tetapi jika anda tidak percaya, Anda boleh memeriksakan keponakan Anda langsung ke dokter."


Kenzo bicara apa adanya, dia menyerahkan semua keputusan kepada Paman Bimo tentang apa yang harus dilakukannya terhadap Naomi, karena Kenzo sendiri sangat mengerti, bahwa Paman Bimo masih sangat membenci.


"Itu benar, Paman. Justru Tuan Kenzo yang telah membantu Naomi agar berusaha mengingat kembali siapa aku sebenarnya. Termasuk untuk menemui Paman yang sedang kami lakukan saat ini, walau sebenarnya Naomi tidak mengingat paman sama sekali," ucap Naomi sambil berurai air mata, bagaikan hujan yang sangat lebat tanpa tau kapan redanya.


Hati kenzo merasa sangat sakit melihat wanita yang dikasihinya, begitu sedih mengeluarkan bulir-bulir bening dari kelopak mata yang mulai memerah.


"kalau begitu sekarang Paman ingin bertanya dan tolong Jawab dengan jujur. Sebenarnya kamu tinggal di mana selama Amnesia?" tanya Paman Bimo mulai melembutkan nada suaranya, terasa getir melihat sang keponakan tidak berhenti mengeluarkan air mata.


Paman Bimo merasa sangat bersalah terhadap dirinya sendiri melihat keadaan si yatim piatu yang selalu menderita, sejak sepeninggal kedua orang tuanya dan sekarang, dia pun harus melihat penderitaan itu kembali menerpa hidup keponakannya.


"Maafkan Paman, Sayang Ini semua adalah kesalahan Paman karena tidak bisa menjagamu dengan baik. Aku tidak pantas dipanggil sebagai seorang paman karena telah menelantarkan keponakanku sendiri." ujar Paman Bimo kembali meraih tubuh Naomi dan memeluknya meletakkan kepala gadis tersebut ke arah dadanya yang sangat kurus semenjak kehilangan pekerjaannya.


"Kalau boleh saya tahu, di mana istri anda Pak Bimo?" tanya Kenzo karena merasa penasaran tidak melihat sama sekali istri dan anak-anaknya di dalam rumah tersebut.


Paman Bimo terlihat mengambil nafasnya dengan berat lalu dia mulai menceritakan tentang apa yang sebenarnya terjadi terhadap keluarganya.

__ADS_1


Hufft.


"Setelah Anda menarik semua saham yang telah anda masukan pada perusahaan tempat saya bekerja, akhirnya saya dipecat jadi manajer. Lalu istri saya marah-marah dan dia pergi meninggalkan rumah. Linda juga pergi membawa kedua anak saya dan saya tidak tahu kemana mereka sekarang. Saya yakin satu hal, jika anak-anak menyayangi ayahnya, maka mereka pasti akan kembali. Tetapi jika mereka hanya ingin mencari kesenangan dunia, maka dia akan selalu mengikuti ibunya."


Paman Bimo menceritakan semuanya tanpa ada rasa ragu atau pun terlihat sedih, apalagi merasa menyesal karena selama ini dia telah berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarganya. Namun apa yang dia dapatkan sekarang adalah ketidak setiaan seorang istri, yang meninggalkan suami nya ketika hidupnya sedang dilanda masalah.


"Paman yang sabar ya, aku yakin kok kalau anak Paman, pasti sangat menyayangimu. Tetapi kalau masalah istri Paman, aku tidak tahu sama sekali dan tidak bisa memberikan komentar sedikitpun, karena aku benar-benar tidak ingat dengan istri paman yang bernama Linda."


"Maaf, Pak Bimo jadi dipecat gara-gara kesalahpahaman saya terhadap sesuatu yang terjadi pada Naomi saat itu. Saya mengetahui saat Naomi diusir oleh istri anda dan itu sangat menyakitkan buat saya, karena wanita yang sangat saya disayangi, ternyata begitu hina di mata keluarga anda. Waktu itu saya kira Pak Bimo bersekongkol dengan ibu Linda, makanya saya menarik semua saham yang telah saya berikan."


Akhirnya Kenzo menjelaskan tentang alasannya menarik kembali semua saham yang dia berikan kepada perusahaan tempat Paman Bimo bekerja. Waktu itu Kenzo hanya ingin memberikan pelajaran kepada Pak Bima karena telah merasa menghina Naomi.


"Sudahlah, yang berlalu biarkan berlalu, tetapi sekarang saya ingin Naomi pulang kembali ke rumah dan saya akan bertanggung jawab terhadap kehidupannya ke depan. Apalagi kamu baru seorang tunangan yang Naomi sendiri tidak mengetahui kapan kalian bertunangan, jadi di mata saya pertunangan ini anggap saja sebagai tanda, bahwa keponakan saya akan anda jadikam istri suatu saat nanti."


Kenzo langsung merasa kecewa mendengar apa yang disampaikan oleh Paman Bimo, karena dia akan segera berpisah dengan wanita yang sangat dicintainya. Padahal dia sudah sangat bahagia, saat Naomi beberapa hari tinggal bersamanya di bawah satu atap bersama orang tuanya.


"Maaf Pak Bimo, saya bukannya tidak setuju Naomi tinggal di sini bersama Anda, tetapi bukankah anda sekarang statusnya pengangguran, bagaimana cara anda untuk menghidupi Naomi kedepannya, jika anda sendiri tidak punya pekerjaan."


Kenzo sengaja mengucapkan kalimat seperti itu, berharap agar Pak Bimo mau mengijinkan Naomi tetap tinggal di rumah keluarga Heriyanto. Sayangnya kenyataan tidak sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan Kenzo. Paman Bimo tidak mau lagi terpisah dengan keponakannya dan dia tetap menyuruh Naomi untuk pulang kembali ke rumahnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa untuk membaca karya author yang satunya ya, terimakasih.

__ADS_1



__ADS_2