
đź’–Jangan lupa tinggalkan jejak anda dengan like komen dan vote ya. Happy reading dan terima kasih atas partisipasinyađź’–
Kadang kita tidak perlu menanyakan tentang perasaan yang diberikan kepadamu olehnya, melainkan harus bisa merasakan apa yang tercermin dari sikap yang diberikan oleh seseorang kepadamu.
Naomi masuk ke kamarnya, lalu merebahkan diri di kasur nan empuk, membuat hati terasa nyaman. Dia tidak menghiraukan panggilan terakhir dari kenzo yang jatuh terjungkal akibat pintu yang dibukanya.
Memangnya enak dikerjai orang makanya jangan suka usil sama orang sekarang kamu rasain deh tuh pinggang mau encok serah deh. Ujarnya di dalam hati.
Keesokan harinya Naomi bangun pagi-pagi sekali. Setelah melaksanakan shalat subuh, dia langsung turun ke bawah untuk ikut membantu pelayan yang ada di bawah memasak sarapan pagi. Dia sudah merasa akrab dengan beberapa pelayan yang ada di rumah Kenzo dan dia tidak pernah merasa risih sama sekali saat mengobrol dengan pelayan tersebut.
"Pagi ini kita mau masak apa Bi?" tanya Naomi pada pelayan yang ada di dapur.
"Nona tidak usah ikut, biar kami saja yang melakukan pekerjaan yang memang sudah menjadi tugas kami," ucap sang pelayan merasa tidak enak karena terlalu sering dibantu oleh Naomi.
Naomi tersenyum namun langsung ikut meracik bumbu-bumbu yang memang sedang di dipersiapkan oleh para pelayan yang ada di dapur.
"Ok, kalau tidak mau dibantu maka aku ingin membuat nasi goreng untukku sendiri," jawab Naomi santai sambil mulai melaksanakan apa yang diinginkannya, namun di dalam hati dia tidak mungkin membuat nasi goreng hanya untuk dirinya sendiri.
"Apa Nona Naomi yakin ingin membuat nasi goreng sendiri, kalau tidak biar kami yang melakukannya."
Pelayan tersebut merasa kurang yakin karena dia tahu bahwa Nona calon istri Tuan nya baru saja keluar dari rumah sakit. Dia tidak ingin dimarahi gara-gara membiarkan perempuan tersebut mengacak-acak dapur nya.
Naomi sepertinya mengerti dengan apa yang sedang dipikirkan oleh para koki yang sedang sibuk di dapur.
"Bapak dan Ibu tenang saja, aku hanya akan memakai satu wajan dan satu sutil." bicara sambil tangannya tetap mengiris bahan-bahan untuk membuat nasi goreng.
__ADS_1
Naomi berjalan dan membuka kulkas, dia mengandung beberapa papan petai dan mulai mengeluarkan isinya. Setelah itu dia mengirisnya.
"Loh Non, kok nasi gorengnya pakai petai?" tanya seorang pelayan di dapur.
"Hemm, sepertinya aku sedang selera ingin memakan petai pagi ini, biar aroma mulut jadi lebih wangi hehehe," berkata santai tanpa melihat ekspresi para pelayan yang merasa heran.
Para pelayan yang ada di dapur tidak bisa berbuat apa-apa dan dia hanya membiarkan apapun yang dilakukan oleh calon istri majikannya. Mereka juga memperhatikan bahwa Naomi dengan cekatan dan hanya dalam berapa menit nasi goreng spesial petai ala Naomi telah selesai disajikannya di atas meja makan.
Setelah dia selesai melaksanakan tugasnya di dapur, dia langsung kembali naik ke atas untuk membersihkan diri dengan mandi dan juga merapikan kamarnya sendiri.
Mama dan papa Kenzo memasuki ruang makan, mereka mengendus bau petai yang menggiurkan, hidung pasanagn suami istri tersebut kembang kempes untuk memastikan apa yang sedang mereka cium. Ketika sampai di meja makan, mereka melihat nasi goreng petai yang selama ini belum pernah tersaji di rumahnya.
"Waaah, ada nasi goreng petai. Tumben pelayan di rumah ini memuat nasi goreng petai di pagi hari. Ini bukanlah sesuatu yang biasa, tetapi pagi ini sangat luar biasa," ucap papanya Kenzo sambil tersenyum senang.
Seorang pelayan meletakkan beberapa gelas minuman jus oranye dan minatnya di atas meja makan.
"Maaf, Tuan. Tetapi nasi goreng itu bukan para pelayan yang membuatnya, melainkan nona Naomi yang membuatnya," jelas pelayan tersebut sambil menundukkan kepala lalu ber pamit diri kembali ke belakang.
"Naomi! Memangnya gadis itu bisa memasak ya Ma? Bukannya dia itu seorang mahasiswa Ma, biasanya gadis jaman sekarang jarang yang bisa memasak."
Tuan Heriyanto merasa penasaran dengan rasa nasi goreng petai buatan Naomi, lalu dia mengambil piring dan mengisi nya langsung. Dia langsung mencicipinya.
"Mm, rasanya enak Ma, Mama harus nyoba!" ucap Tuan Heriyanto sambil menyendokkan nasi goreng tersebut kepada istrinya.
"Waah, Papa benar, mama biar ambil sendiri ajalah, enggak puas kalau cuma disuapin," jawab mama Kenzo dengan semangat ikut membalikkan piring dan mengisinya dengan nasi goreng kampung ala Naomi.
__ADS_1
Tanpa terasa pasangan suami-istri tersebut memakan habis nasi goreng yang telah susah payah dibuat oleh Naomi Wulandari mereka lupa jika nasi goreng itu seharusnya dimakan secara bersama-sama.
Saking asiknya karena terlalu menikmati nasi goreng petai spesial ala calon menantu, mereka tidak menyadari bahwa Kenzo sudah duduk di kursinya memperhatikan tingkah laku mama dan papa nya yang dengan lahap menghabiskan semua nasi goreng yang ada di mangkok.
"Mama sama Papa tumben sarapan seperti orang sedang kelaparan, memangnya apa yang spesial dengan nasi goreng itu sih?" tanya Kenzo merasa penasaran.
"Hehehe, kelaparan ya," ucap mama dan papanya serentak.
"Iya Mama, lihat mangkoknya udah kosong melompong tak bersisa, Kenzo kan mau juga," ucap Kenzo dengan sedikit lirih.
"Astagfirullah iya Papa, tinggal mangkok tok," ucap sang Mama sambil mengangkat mangkok ke udara.
"Hah ... hehehehe, sory Kenzo, gara-gara enak papa sampai lupa kalau punya anak," jawab Tuan Heriyanto santai dengan tawanya.
"Papa!!" seru Kenzo kompak dengan sang Mama.
Sementara itu, seorang pelayan mengetuk pintu kamar Naomi, agar segera turun ke bawah karena sarapan bersama sedang menunggunya.
Naomi langsung mengikuti langkah pelayan tersebut menuju ke ruang makan yang ada di lantai bawah. Naomi tak hatinya tersenyum karena merasa bahagia, membayangkan nasi goreng buatannya sebentar lagi akan dinikmati oleh seisi rumah calon mertuanya.
Setelah sampai di meja makan, dia tersenyum kepada semua orang yang sudah duduk rapi di kursinya masing-masing. Namun ada yang aneh ketika ia melihat ke tengah meja makan.
Mana nasi goreng yang aku buat tadi yaa? Kok enggak ada, apa dibuang sama tuan dan nyonya punya rumah ya? Bergumam dalam hati dengan senyuman dipaksakan, terasa sedih yang hinggap tiba-tiba menyelimuti hatinya.
@@@@@@@@
__ADS_1
Jangan lupa baca juga kisah kasih antara Edos dan Tania yang penuh dengan lika-liku kehidupan dan juga intrik dengan sedikit kekocakan di bawah ini :