
💞Jangan lupa untuk like, komen dan vote ya, happy reading dan terima kasih 💞
Senja telah merangkak memasuki malam yang terasa hening di dalam kamar yang sangat luas, sementara hatinya begitu banyak pertanyaan yang belum terjawab sejak dia keluar dari rumah sakit.
Hatinya kadang terasa kosong untuk sekedar melihat sisi kehidupannya di masa lalu. Benarkah dia gadis yang ceroboh, gadis yang kocak dan juga gadis yang pintar. Naomi menghantarkan lamunannya lewat angin yang sedikit masuk ke dalam kamarnya, karena jendela yang lupa ditutupnya.
Lamunannya buyar ketika pintu kamar diketuk oleh seseorang dari luar, dia menoleh lalu menjawab tanpa merubah posisinya yang sedang tengkurap di atas tempat tidur sambil menyangga kedua pipinya dengan tangan.
"Masuklah, pintunya tidak dikunci!" jawab Naomi sedikit kencang agar yang dibalik pintu bisa mendengarnya.
Ceklek.
Kenzo masuk dengan santainya lalu ikut berbaring dengan terlentang di sisi kanan Naomi. Naomi kaget karena dia mengira yang memanggilnya adalah seorang pelayan. Dia melihat ke arah Kenzo dengan mata sedikit melotot karena laki-laki tersebut tanpa merasa malu tidur menelentang di dekat seorang perempuan.
"Kamu ngapain tiduran di kasur ku? Kalau sampai tante tahu bisa dinikahkan paksa kita nih." Naomi mendengus kesal melihat ulah Kenzo.
"Kalau begitu jangan sampai Mama makan tahu, belikan saja dia tempe, bereskan hahaha," goda Kenzo sambil menutup matanya.
"Idih enggak nyambung."
Naomi berdecak kesal mendengar jawaban yang di berikan oleh laki-laki itu. Dia terlihat santai dengan menutup mata, sambil meletakkan kedua tangan di bawah kepalanya.
"Honey! Ayo ke luar sana, ini tuh kamar anak gadis, nggak boleh laki-laki masuk sembarang, emang mau dilihat orang!" pinta Naomi sambil mencoba mendorong tubuh kekar Kenzo.
Usaha tersebut sudah pasti tidak berhasil, karena bobot tubuh Kenzo yang sangat berat sehingga tidak menggerakkan sama sekali laki-laki itu dari posisi semula.
"Males, aku mau tidur di sini. Kamar mu ini lebih nyaman dari kamar ku, soalnya dulu ini memang kamar aku, hahaha." Terkekeh walau tetap menutup mata dengan santainya waktu bicara.
"Ayolah, keluar sana! Ini tuh sudah malam biasanya setan banyak gentayangan jadi kalau kita hanya berdua yang ketiga adalah setan," oceh Naomi mulai sedikit gusar.
Gadis itu mulai beringsut ke arah belakang, karena dia ingin keluar dari kamar tanpa harus melewati laki-laki yang sedang asyik menutup mata, entah sedang melamunkan apa. Tanpa dia sadari ternyata ujung kasur sudah menipis sehingga diapun terjatuh.
Brukk.
__ADS_1
"Aww, pantatku sakitnya." keluh Naomi.
Kenzo kaget langsung duduk dan menolongnya.
"Aduuh Honey, kamu kenapa bisa jatuh siih, lagian tadi bukannya udah asik tiduran berdua malah pergi namgkap kodok, sekarang mana kodoknya?" menggoda sambil tetap memapah Naomi untuk duduk di sisi tempat tidur.
"Ini nih kodoknya," ujar Naomi sambil memukul dada bidang Kenzo.
Kenzo hanya terkekeh melihat tingkah tunangannya yang terlihat menggemaskan.
"Kok berhenti sih pijitannya, kurang berasa tau," ujar Kenzo kembali menggoda Naomi yang semakin manyun mendengar godaan Kenzo.
"Huh sebel." Mendengus kesal dengan bibir bawah maju ke depan.
"Enggak boleh sebel lho, entar kangen. Tuh bibir jangan maju begitu, menggoda iman."
"Ge er, siapa yang kangen? Ini bibir ku, suka-suka lah, mau maju kek, mundur kek, apa urusan mu?"
"Yakiin? Gadis yang ada di hadapanku harus bersiap lho kalau aku udah gak tahan. Jangan kangen yaa!"
"Tetapi kita kan beda kamar, Sayang."
"Maksudnya apaan siih? Udahlah sekarang ke luar sana! Aku mau bobok."
"Enggak mau, aku mau tidur di sini."
"Ya sudah, buruan tidur, byee."
Naomi lari ke luar kamar, dia menuju ke kamar Kenzo, lalu masuk dan menguncinya dari dalam.
Hemm kalau kamu enggak mau keluar dari kamar ku, enggak masalah kita tukaran tempat tidur malam ini, ucap Naomi tersenyum sendiri sambil merebahkan tubuhnya di spring bad milik Kenzo yang sangat empuk dan luas.
Tok tok tok.
__ADS_1
"Naomi, bukain dong pintunya!" pinta Kenzo dari depan pintu.
Naomi tersenyum licik rasain lo, salah sendiri ngerjain aku. Emangnya enak dicuekin.
Tok tok tok tok.
"Ayolah, Honey buka pintunya!" Kenzo memohon untuk kedua kalinya.
Naomi hanya diam, dia berjalan perlahan-lahan ke arah pintu dan mengintip dari lubang kunci yang tersedia. Dia melihat baju Kenzo bagian belakangnya.
Hemm, ternyata dia lagi asik tuh bersandar di pintu. Nangka mateng kalau jatuh kira-kira gimana bunyinya yaa? Rasa usil langsung tergambar dalam pikiran Naomi sehingga menaikkan garis bibirnya ke atas.
Ceklek.
Brukk.
"Aduuh pinggangku, encok bakalan nih, Naomiiii!" panggil Kenzo berteriak keras karena gadis yang dipanggilnya berlari setelah membuka daun pintu.
"Aww, sakit sekali."
"Kenapa Naomi malah lari siih, bukannya ngebantuin gue," kesal laki-laki itu sambil memijit-mijit pinggangnya.
Kenzo berusaha naik ke tempat tidurnya dan baru saja dia duduk di sisi tempat tidur tiba-tiba dia menggaruk hidungnya.
"Uweeeek, bau banget nih tangan."
Ketika Kenzo melihat tangannya, ternyata ada *** cicak yang menempel di sana seperti stempel cantik.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Baca juga karya teman-teman Putri Tanjung yang tak kalah menariknya di bawah ini jangan lupa tinggalkan jejak Anda di sana yaa :
__ADS_1