CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG

CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG
Chapter 49


__ADS_3

💕Jangan lupa tinggalkan jejak anda dengan like komen dan vote ya. Happy reading dan terima kasih 💕


Kenzo merasa perasaannya tidak enak selama mengikuti rapat dengan clientnya dan dia berusaha untuk mengingat apa penyebab perasaannya menjadi tidak karuan. Lalu tiba-tiba dia teringat akan sifat Naomi yang berubah drastis setelah keluar dari lift.


Astaghfirullah, sial aku baru ingat. Tadi waktu di dalam lift kan sempat berkata kasar sama dia, aduh ... pasti dia memasukkannya ke dalam hati. Padahal aku hanya bercanda dengan mengatakan lemot padanya. Gumam Kenzo di dalam hati.


"Bagaimana menurut Anda tuan Kenzo?" tanya kliennya setelah melakukan presentasi di depan ruang meeting.


Kenzo masih asyik dengan lamunannya mengingat apa yang baru saja dilakukannya terhadap Naomi dan dia lupa kalau dirinya masih berada di dalam ruangan rapat bersama kliennya.


Arif menoleh melihat bahwa Kenzo sedang tidak fokus dengan apa yang disampaikan oleh klien mereka dan Arif langsung mengambil alih rapat yang sedang berlangsung. Dia membiarkan atasannya tersebut melanglangbuana dengan pikirannya sendiri.


Tiba-tiba Kenzo berdiri dan meminta maaf pada peserta rapat lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut dengan sedikit berlari dan terlihat sangat tergesa-gesa. semua peserta rapat melihat penuh dengan tanda tanya tentang apa yang terjadi pada orang nomor satu di perusahaan itu.


Kenzo tidak sabar untuk bertemu dengan Naomi dan meminta maaf kepada gadis tersebut, saking tergesa-gesa nya dia memilih jalan cepat dengan berlari menaiki tangga agar cepat sampai ke ruangannya.


Sambil terengah-engah dia membuka pintu ruangan kerjanya dan melihat gadis Pujaan hatinya sedang tertidur di sofa panjang tempat mereka duduk sebelum pergi rapat.


Kenzo langsung mendekati Naomi yang sedang tertidur, dengan sisa-sisa air mata yang masih membekas di pipinya, pria tersebut langsung duduk di lantai sambil menyelonjorkan kakinya dan memandangi wajah perempuan yang tertidur pulas di atas sofa.


"Maafkan kesalahanku, Naomi. aku memang laki-laki yang sangat bodoh tidak bisa mengerti perasaan seorang perempuan, tetapi aku sama sekali tidak sengaja mengucapkan hal seperti itu hingga membuatmu merasa sedih."


Kenzo bicara sendiri sambil tangan kanannya menghapus sisa-sisa bekas airmata dari gadis yang ada di hadapannya. dia ikut merasa sedih melihat wajah gadis yang ada di hadapannya yang tidur dengan Aura kesedihan.

__ADS_1


"Aku yang telah berjanji akan membuatmu selalu bahagia, namun tanpa ku sengaja, aku juga yang telah membuat hatimu terluka, Maafkan aku Honey."


Kenzo tetap saja bicara sendiri di hadapan gadis yang masih tertidur pulas, matanya ikut berkaca-kaca karena merasa bersalah dengan apa yang telah dilakukannya. Padahal sebelumnya dia yang sudah berjanji akan membuat perempuan tersebut selalu bahagia dan tidak akan pernah mengeluarkan air mata lagi karena kesedihan.


Akhirnya Kenzo ikut merebahkan kepalanya di atas sofa yang langsung berhadapan dengan wajah Naomi yang juga tertidur pulas. tanpa terasa Kenzo pun akhirnya tertidur sambil memegangi tangan gadis yang tertidur di atas sofa.


Setelah meeting selesai pada siang hari, Arif ingin masuk ke dalam ruangan atasannya tersebut karena ingin memberikan dokumen dokumen hasil rapat yang harus dibaca ulang oleh Kenzo dan juga ditandatanganinya. Arif mengetuk pintu itu beberapa kali namun tidak ada jawaban dari dalam ruangan itu.


Akibat rasa nyaman tidur sambil memegang tangan Naomi membuat Kenzo ikut tertidur pulas sambil duduk di lantai dengan wajah berhadapan dengan perempuan itu.


Arif mengira bahwa sedang terjadi sesuatu di dalam kamar tersebut antara Naomi dan juga Kenzo Oleh sebab itu dia mengurungkan niatnya untuk menerobos masuk ke dalam ruangan Kenzo dan meninggalkan mereka berdua yang masih tertidur pulas.


Saat hari sudah sore, Naomi terjaga dari tidurnya dan dia merasakan ada sesuatu yang berat sedang menindih kepalanya. Ketika Naomi membuka matanya, betapa terkejutnya dia melihat wajah tampan langsung terpampang hanya jarak sejengkal tangan dari wajahnya.


Naomi memindahkan tangan Kenzo yang menindih kepalanya, lalu meletakkannya di atas sofa di hadapannya. Gadis itu tidak segera duduk, karena dia masih menikmati wajah tampan di hadapannya. Kenzo merasakan ada gerakan di atas sofa tempat kepalanya bersender, dia pun akhirnya terjaga dan melihat Naomi sedang memandangnya dengan intens.


"Maafkan aku karena telah menyinggung perasaanmu," ucap Kenzo sambil tetap memandang manik hitam perempuan yang masih setia menatap matanya.


Naomi tidak menjawab ataupun menerima ungkapan maaf dari Kenzo, namun dia memberikan sebuah senyuman pertanda dia telah memaafkan laki-laki yang barusan bicara.


Kenzo melihat jarum jam yang berputar di atas meja kerjanya dan dia terkejut ternyata hari sudah sore. Tanpa mereka sadari saking enaknya tidur bersama dalam satu sofa, walaupun Kenzo merasakan sedikit sakit di area pinggangnya, tetapi dia merasakan bahagia, bisa tertidur didekat perempuan yang dia cintai.


Kenzo mencoba meregangkan otot-ototnya dan sekali-kali memijat bagian pinggangnya, karena terasa sangat pegal akibat tidur sambil duduk dengan kaki berselonjor.

__ADS_1


Naomi duduk lalu mengecek matanya setelah itu dia juga melihat kearah jam yang ada di atas meja kerja Kenzo.


"Astagfirullah ternyata aku tertidur begitu lama, sampai sampai hari sudah sore dan kita masih saja di dalam ruangan ini. Kenapa tadi tidak membangunkan aku?" tanya Naomi tanpa melihat ke arah Kenzo karena dia sibuk memperbaiki bajunya yang acak-acakan setelah bangun tidur.


"Aku nggak tega membangunkanmu apalagi Sepertinya kamu sangat lelah, " jawab Kenzo sambil berjalan menuju kearah kamar mandi yang tersedia di dalam ruangannya.


Naomi hanya melihat punggung Kenzo yang mulai masuk ke dalam kamar mandi karena dia ingin membersihkan wajahnya yang terasa kusut.


Tidak membutuhkan waktu lama Kenzo pun keluar dari dalam kamar mandi sambil bersiul seolah hatinya sedang bahagia.


"Cucilah mukamu agar terasa sedikit fresh sebelum kita pulang!" pinta Kenzo sambil memberikan senyum terindahnya.


Naomi bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju kamar mandi melewati Kenzo. sayangnya saat mereka berpapasan perut Naomi sedang berpidato alias berbunyi tanda lapar.


Kenzo mendengarnya, langsung tertawa lalu dia menyuruh Nomi agar segera ke kamar mandi dengan cepat, setelah itu mereka akan makan ketika waktu pulang di perjalanan.


"Capatlah sedikit ya, agar kita bisa segera memberi makan cacing cacing mu yang sedang berdemo di dalam perut, hehehe," ucap Kenzo sambil terkekeh melihat wajah Naomi yang tersipu malu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Baca juga karyaku OB KERUDUNG BIRU


__ADS_1


__ADS_2