
๐Jangan lupa tinggalkan jejak anda dengan like komen dan vote ya, happy reading dan terima kasih ๐
"Tuan Mesum! Kamu ngapain pegang-pegang dan mencium tanganku? Dasar buaya darat!" ucap Naomi kembali seperti sediakala.
"Singa Betina, kamu sudah kembali?!" teriak Kenzo langsung memeluk tubuh Naomi yang masih terbaring di atas brangkar rumah sakit.
Dia memeluk tubuh Naomi dengan sangat kuat lalu mencium wajah Naomi bertubi-tubi tanpa bisa dicegah oleh gadis yang sedang berbaring karena hal itu terjadi begitu tiba-tiba.
"Suster tolong! Ada Om Mesum ingin memperkosa saya!" teriak Naomi memanggil perawat yang sedang dinas dengan suara yang sangat melengkung.
Tiga perawat langsung berlari masuk ke dalam ruangan tempat Naomi dirawat, mereka datang dengan cepat bagaikan kilat.
"Ada apa Mbak? Siapa yang mau memperkosa mu?" tanya salah seorang perawat sambil memeriksa tubuh Naomi.
Perawat tersebut tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan di tubuh Naomi ataupun di dalam ruang rawat yang ditempati oleh gadis tersebut.
"Maaf, Suster, calon istri saya masih shock, karena dia baru saja bangun dari kematian. jadinya dia mengira bahwa saya ini akan memperkosanya. Padahal saya cuma memeluknya, karena rasa bahagia dengan kehadiran ingatannya yang sudah lama hilang," cerita Kenzo dengan santainya kepada ketiga perawat yang terlihat hanya mengangguk angguk kan kepala tanda mengerti.
Bukk.
Naomi telah duduk dan langsung menimpukkan bantal di kepala kenzo yang masih duduk di samping tempat tidurnya.
"Siapa yang kembali dari kematian? Terus apa maksudmu mengatai kalau aku hilang ingatan, memangnya aku orang gila? Dasar laki-laki zahara, seenaknya saja bicara."
Naomi merasa tidak terima dengan apa yang disampaikan oleh laki-laki di hadapannya, dia merasa Kenzo mengatakan sesuatu yang mengada-ngada, agar suster merasa kasihan dan tidak jadi memarahi nya.
"Naomi Sayang, kamu itu memang sudah lama tidak pernah ingat sama lingkunganmu sendiri, termasuk pada laki-laki tampan yang sekarang duduk di hadapanmu ini."
__ADS_1
Kenzo masih membuat Naomi merasa bingung dengan apa yang disampaikan nya, karena dia menganggap bahwa dirinya masuk ke rumah sakit, akibat menolong seorang laki-laki yang hampir ketabrak mobil.
"Maaf, sepertinya kami harus kembali bekerja, karena kami bertiga yakin kalau kalian berdua hanya salah paham saja. Maaf ya, Mbak, dia ini memang calon suami anda, sebab sejak anda pingsan dia yang selalu menunggu Anda di sini," ucap perawat yang berdiri di dekat Naomi karena dia yakin bahwa Kenzo memanglah calon suami dari pasien yang dirawat nya.
Mereka bertiga akhirnya mengangguk kan kepala ke arah Kenzo untuk undur diri dan keluar dari ruangan. Mereka tahu bahwa laki-laki itu adalah orang yang sangat berpengaruh di kota Jakarta dan tiga perawat pun sangat mengenal sifat asli Kenzo, apabila pria itu sampai tersinggung.
"Tunggu! Tolong ambilkan rincian biaya rumah sakit calon istri saya, karena sepertinya dia tidak mengalami luka yang serius. Malah sepertinya Naomi jauh lebih sehat setelah dia ditabrak mobil."
Kenzo meminta biaya rumah sakit karena dia melihat Naomi sudah kembali seperti waktu dulu persis ketika mereka belum jadian.
"Baik, Tuan. Tetapi saran saya sebaiknya Mbak ini diperiksa dokter terlebih dahulu, mana tau ada luka bagian dalam, sebab pasien belum diobservasi kembali sejak dia sadar," saran perawat tersebut sambil tersenyum, berharap laki-laki tersebut masih berada di rumah sakit, agar pihak rumah sakit mendapatkan keuntungan dari biaya yang dikeluarkan oleh pasien plus para perawat perempuan bisa memandang wajahnya yang tampan selama pasien bernama Naomi dirawat.
"Kalau begitu, lakukan yang terbaik menurut rumah sakit ini, agar calon istri saya bisa cepat dibawa pulang sebab sebentar lagi kami akan menikah," jawab Kenzo sambil menceritakan rencana pernikahannya kepada tiga perawat yang di mata Kenzo sedikit centil dan juga penggoda.
"Ooh," ucap tiga perawat tersebut berbarengan.
"Honey apaan, jangan sembarangan memanggil nama orang Honey. Namaku Naomi bukan Honey," jawab Naomi dengan memcibirkan bibir bawahnya ke depan.
Kenzo merasa sangat gemas melihat bibir Naomi seperti anak kecil sedang ngambek yang membuatnya ingin tertawa.
"Oh ya, bagaimana keadaan laki-laki yang ku selamatkan waktu itu, apakah dia tidak apa-apa?" tanya Naomi merasa penasaran dengan orang yang telah diselamatkannya.
Mimik wajah Kenzo langsung berubah, saat Naomi menanyakan keadaan Rio. Dia merasa kesal dan juga ingin sekali meninju wajah Rio yang telah mampu mengusik kebahagiaannya bersama Naomi. padahal gadis itu baru saja kembali dari ingatan nya yang sempat hilang.
"Hemm, justru kamu sendiri yang celaka setelah cowok brengsek itu selamat," jawab Kenzo dengan nada yang sangat buruk terlihat dari gaya bicaranya ketus bagaikan bisul yang mau meletus.
"Lalu di mana dia sekarang? Masa sudah ku selamatkan tidak melihatku sama sekali, apakah dia orang yang tidak tahu terima kasih?" tanya Naomi merasa sangat sedih, karena orang yang diselamatkan nya tidak peduli sama sekali terhadap apa yang telah menimpanya.
__ADS_1
"Kenapa kamu malah membahas laki-laki lain dihadapanku? Kamu mikir nggak perasaanku gimana, dasar payah," ujar Kenzo sambil berdiri dan melangkah ke arah kulkas. Dia membuka pintu kulkas tersebut, lalu mengeluarkan satu botol air mineral dan meminum nya.
Tiba-tiba saja tenggorokannya terasa kering, ketika rasa kesal semakin menjadi saat Naomi selalu saja mempertanyakan keberadaan Rio.
"Kenapa kamu marah? Memangnya salah ya aku menanyakan orang yang telah ku selamatkan?" tanya naomi merasa heran, melihat tingkah Kenzo yang sangat tidak suka saat dia menanyakan kabar laki-laki yang diselamatkan nya.
Kenzo membawa botol mineral yang masih berisi air ke arah Naomi dan meletakkannya di nakas sebelah tempat tidur. Dia kembali duduk di samping brangkar, lalu menggenggam tangan Naomi sambil menatap wajahnya dengan intens.
"Siapapun laki-laki di dunia ini pasti akan cemburu, ketika calon istrinya sibuk mempertanyakan laki-laki lain. Padahal aku ini sudah melamar mu baru kemaren. Ingat ke-ma-ren."
Kenzo sengaja mengeja kata kemaren satu-satu, agar Naomi bisa mengerti tentang bagaimana perasaannya.
"Kemaren kau sudah melamarku? Kok aku enggak ingat ya! Ya sudahlah, pinjam ponsel mu, aku mau menelepon Ayu, dia pasti tau segalanya," ujar Naomi yang tidak percaya begitu saja dengan cerita yang disampaikan Kenzo.
"Eh tapi tunggu dulu deh!"
Naomi turun dari tempat tidur sambil mengangkat botol infus dengan tangan kanannya, namun dengan cepat kenzo menghentikan langkah apa yang akan dilakukannya.
"Kamu belum boleh turun dari tempat tidur ini, karena dokter belum memeriksa mu secara keseluruhan. Aku tidak mau terjadi lagi sesuatu yang buruk terhadap mu, apa kau bisa mengerti, Honey?"
Kenzo melarang Naomi turun dari tempat tidur, karena dia tidak ingin kekasihnya tersebut mengalami hal-hal buruk yang tidak diinginkan. Apa lagi dirinya sempat merasa kehilangan gadis yang sangat dicintainya selama Naomi amnesia.
"Kalau kamu tidak mengijinkan aku turun dari tempat tidur ini, maka aku akan pipis di tempat tidur ini."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Maaf jika terdapat typo dan kesalahan dalam menulis, semoga merasa terhibur ๐
__ADS_1