
Kenzo semakin terlihat kesal terhadap gadis yang baru saja masuk ke dalam ruangan pribadinya di dalam restoran tersebut. ternyata restoran seafood yang sangat mewah tersebut adalah milik keluarga Kenzo Heriyanto.
Kenapa hari ini gue benar-benar sial? Apa yang telah gue dilakukan sehingga kesialan ini benar-benar membuat gue jengkel. Gadis itu sungguh sangat berani melawan gue, Padahal selama ini belum ada seorangpun perempuan yang berani melawan apapun yang gue katakan. Malah biasanya perempuan akan senang hati mendekatkan tubuhnya agar gue mau menyentuhnya. Sayangnya gue tidak pernah tertarik pada mereka.
Saat Kenzo berdiri di dekat mejanya hendak masuk ke kamar mandi, untuk membersihkan wajahnya yang sempat kena permen karet oleh perempuan yang dianggapnya selalu membawa sial. Tiba-tiba kakinya menginjak sesuatu dan dia berhenti lalu jongkok mengambil apa yang barusan terinjak olehnya.
Ternyata yang terinjak oleh kakinya adalah, sebuah bros kupu-kupu berwarna biru terlihat berkilauan sangat indah dipandang mata.
"Siapa yang punya bros ini ya?"
Kenzo bicara sendiri sambil tetap memandangi sebuah bros yang begitu cantik di lihatnya. Tiba-tiba dia teringat hanya satu gadis yang masuk ke dalam ruangan itu. Perempuan itu tak lain adalah Naomi yang selalu membuat hidupnya terasa sial sejak pertemuan pertama.
Dengan rasa kesal dia langsung membuang bros itu dan memasukkannya ke dalam tong sampah yang ada di dalam kamar mandi. Setelah membuang bros tersebut dia membersihkan mukanya lalu menyisir rambut yang sempat berantakan karena gadis tersebut.
Kenzo akhirnya ke luar dari ruangan pribadi itu untuk pulang ke rumah kedua orangtuanya. Setelah sampai di dalam mobil hatinya berkata lain, tiba-tiba dia teringat akan keindahan bros kupu-kupu berwarna biru yang telah dibuangnya dan di masukkan ke dalam tong sampah.
"Oh tidak, gue lupa sesuatu," ucapnya bicara sendiri.
Dia Kembali ke luar dari mobilnya dan masuk lagi ke dalam restoran menuju ruangan pribadinya tersebut. Dia melihat seorang cleaning service baru saja ke luar membawa kantong plastik yang sudah tentu berisi sampah dari ruangannya.
Kenzo menanyakan kepada pekerja tersebut tentang sampah yang sedang dibawanya.
"Apa yang barusan Kamu ambil dari ruangan saya?" tanya Kenzo kepada pekerja yang barusan ke luar dari ruangannya.
__ADS_1
"Maaf tuan Kenzo, saya hanya mengambil plastik sampah yang ada di dalam kamar mandi," jawab sang pekerja sambil menundukkan kepalanya tanda hormat kepada Kenzo.
"Sekarang Kamu keluarkan isi bungkusan plastik yang barusan Kamu ambil dari kamar mandi saya!" perintah Tuan Kenzo kepada pekerjaannya dengan tegas.
Pekerja cleaning service tersebut belum sempat mengeluarkan sampah yang ada, namun Kenzo telah merampas kantong plastik yang berisi sampah tersebut dari tangannya. Kenzo tanpa ragu langsung memasukkan tangannya kedalam plastik tersebut dan mengacak-acak semua sampah yang ada di dalamnya.
Pekerja tersebut terlihat sangat kaget melihat laki-laki yang super dingin itu tiba-tiba dengan gampang memasukkan tangan kanannya dan membuka lebar-lebar kantong plastik yang penuh sampah yang sudah bau tersebut.
"Ahaa akhirnya gue dapatkan lagi, ketemu juga Lo," ucap Tuan Kenzo sambil memegang sebuah bros kupu-kupu yang memperlihatkan cahaya berkilauan saat tertimpa temaran lampu yang ada dalam restoran itu, dengan sebuah senyum bahagia.
OB tersebut terlihat sangat bingung dan terdiam kaku, karena selama dia bekerja di restoran tersebut, pemilik restoran yang sangat menjaga kebersihan itu, tidak pernah mau memegang yang namanya sampah. Apalagi sampai membuka bungkusan plastik dan merogoh isi kantong yang tak lain adalah sampah demi sebuah bros kupu-kupu.
"Itu bros kerudung pacarnya ya, Tuan Kenzo?" tanya pekerja tersebut sedikit ragu-ragu karena dia merasa takut.
"Bukan urusan Kamu," jawab Kenzo dengan tatapan yang tajam namun dengan menyunggingkan sedikit senyum tipisnya.
Kenzo membawa masuk kembali ke dalam ruangannya bros kupu-kupu berwarna biru, lalu mencucinya di dalam kamar mandi agar bros tersebut terlihat bersih kembali.
Setelah itu, Kenzo kembali berjalan melewati office boy yang masih berdiri di depan pintu kamarnya dan ke luar dari restoran miliknya, menuju mobil yang tadi masih ada di area parkir. Dia masuk ke dalam mobilnya dan duduk sesaat sambil memandangi bros yang telah dicucinya di dalam kamar mandi ruang pribadinya.
Kenapa gue tidak tega membuang bros ini ya? Apa sih yang membuat gue tertarik pada benda ini? Kenzo bertanya di dalam hatinya kenapa dia begitu tertarik pada benda kecil tersebut.
Sementara itu cleaning service office boy yang tadi membawa plastik sampah, masih terdiam kaku membayangkan kejadian aneh yang barusan terjadi di depan mata kepalanya. Dia merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya karena seorang Tuan Muda Kenzo, rela mengacak-acak plastik sampah yang bau dan kotor hanya demi sebuah bros kupu-kupu biru.
__ADS_1
Hahaha nggak salah nih dengan Tuan Kenzo, dia bisa tersenyum hanya karena menemukan sebuah Bros kupu-kupu. Ini pasti ada sesuatu dengan bros yang dia temukan, sehingga dia merasa bahagia dan bisa tersenyum. Andai saja Tuan Kenzo setiap bertemu selalu memberikan senyumnya, pasti semua pekerja di sini akan lebih semangat dalam bekerja. Gumam office boy tersebut di dalam hatinya.
Naomi telah duduk bersama keluarganya di tempat meja makan yang sebelumnya memang sudah dipesan oleh keluarga Paman Bimo dan mereka telah mulai menyantap makanannya.
"Uni kenapa wajahmu pucat?" tanya Dito kepada Naomi yang terlihat banyak mengeluarkan keringat karena sebelumnya dia merasa ketakutan saat bertemu dengan Kenzo.
"Mungkin karena tadi perut uni terlalu sakit dan mules, sehingga imbasnya sampai mengeluarkan banyak keringat, karena terlalu menahan sakit," jawab Naomi terpaksa berbohong kepada sepupu laki-lakinya tersebut.
Aku tadi memang sakit perut, tetapi bukan gara-gara itu wajahku terlihat pucat dan mengeluarkan banyak keringat, maaf Dito, aku terpaksa berkata bohong sedikit kepadamu ya, batin Naomi berkata lain.
"Ya sudah, kalau nanti perutnya Naomi masih sakit, biar paman antarkan ke dokter yang ada di sebelah rumah kita?" ucap Paman Bimo sambil tersenyum kepada keponakannya, yang terlihat sedikit berantakan karena kerudung yang dipakainya sudah terlepas dan tidak memakai bros lagi.
Bros kupu-kupu berwarna biru tersebut ternyata diberikan oleh Paman Bimo khusus untuk keponakannya Naomi. Paman ingat betul, bahwa tadi waktu dia berangkat bros tersebut masih dipakai dan lengket di kerudung keponakannya, tetapi sekarang bros tersebut tiba-tiba sudah hilang dan terlepas dari kerudungnya.
"Naomi! mana bros kupu-kupu yang Paman berikan padamu? Bukannya tadi waktu berangkat kamu pakai?" tanya Paman Bimo kepada Naomi yang terlihat langsung panik memeriksa kerudungnya.
"Astagfirullah, pasti bros tersebut jatuh waktu aku kembali dari toilet tadi," jawab Naomi gugup sambil memandang temannya karena Takut dimarahi oleh orang yang telah menyayanginya tersebut setelah kedua orang tuanya meninggal.
"Maafkan Naomi, Paman. Naomi akan kembali mencarinya ke arah toilet tadi, mungkin masih ada di sekitar sana," ucap Naomi yang langsung berdiri ingin kembali lagi ke arah toilet yang sama, mencari bros kupu-kupu pemberian Paman Bimo.
"Tidak usah, Sayang. Nanti biar paman belikan bros yang baru untukmu." kata paman Bimo melarang keponakannya untuk mencari kembali bros yang sudah hilang.
Hai hai pembaca setia Kenzo, jangan lupa tinggalkan jejak anda dengan cara like dan komen serta rate bintang lima yaa. Trimakasih. Baca juga karya autor lainnya yang berjudul OB kerudung biru.
__ADS_1