
💖Jangan lupa tinggalkan jejak anda dengan like komen dan vote ya. Happy reading dan terima kasih 💖
"Enyahlah kau pria sombong, aku sudah kebelet pipis," ucap Naomi melotot pada Kenzo.
"Hahaha, dasar gadis kampung."
Kenzo akhirnya melepaskan gadis tersebut sehingga Naomi berlari masuk kedalam kamar mandi dan mengunci pintu kamar mandi tersebut dari dalam dengan kuat.
Dasar laki-laki mesum, baru juga jadian udah main sosor saja kayak bebek nyari makan. Awas aja nanti akan ku balas kau, kira-kira apa ya yang bagus untuk mengerjai pria sombong kayak Kenzo. Hemm sepertinya aku punya ide nih biar dia kapok tidak main sosor-sosoran lagi. Hahaha akan ku kerjain kau nanti dasar macan tutul. Naomi memikirkan rencana jahil untuk laki-laki sombong tersebut.
Naomi sengaja berlama-lama berada di dalam kamar mandi sampai akhirnya Kenzo mengetuk pintu dari luar karena merasa cemas.
Tok tok tok.
Pintu kamar mandi tersebut diketuk dari luar oleh Kenzo lumayan lama dan keras. Dia merasa khawatir takut terjadi sesuatu terhadap gadis yang ada di dalam kamar mandi tersebut. Apalagi mereka baru saja jadian yang ditonton oleh jutaan orang karena begitu banyak upload tentang mereka di dunia maya.
"Naomi, apa kamu baik-baik saja di dalam sana?" tanya Kenzo merasa penasaran.
Ceklek.
Naomi membuka daun pintu kamar mandi tersebut dan memperlihatkan wajah yang sedang menahan rasa sakit dihadapan Kenzo.
"Perutku sangat sakit sekali dan ini biasa terjadi setiap aku akan datang bulan," ucap Naomi sengaja mengerjai Kenzo.
Melihat Naomi yang selalu memegang perutnya dengan kedua tangan, membuat Kenzo langsung mengangkat tubuh Naomi dan membawanya ke tempat tidur yang biasa dia pakai selama dirawat.
"Hey hey lepaskan! Aku itu tidak demam, tetapi hanya akan datang bulan bukan perempuan yang mau melahirkan. Ngapain kamu angkat-angkat segala, dasar tukang mesum," ujar Naomi dengan sangat juteknya karena kesal.
Sial sekali nasibku niat hati ingin mengerjai cowok sombong itu. Eh malah dia main sosor ngangkat orang lagi. Kenapa sih tuh cowok selalu beruntung megang-megang tubuhku, dasar tukang mesum. Gumam Naomi di dalam hatinya merasa jengkel sendiri.
"Aku tidak sakit, jadi sekarang sudah waktunya untuk pulang karena hari sudah sore," ucap Naomi menurunkan kakinya dari brankar rumah sakit.
"Kamu tidak boleh pergi ke mana-mana karena aku akan memanggilkan dokter datang bulan ke sini," perintah Kenzo dengan nada tajam.
"Kamu ini apaan siih mana ada dokter khusus datang bulan, dasar om sok tau," kesal Naomi melihatnya.
"Siapa bilang, lihat saja! Sebentar lagi pasti bakal ada dokter yang akan mengobati sakit datang bulan mu," jawab kenzo tak mau kalah.
"Astaghfirullah ... kenapa aku harus ketemu laki-laki sok berilmu padahal batu seperti ini," ucap Naomi sambil memukul dahinya sendiri.
__ADS_1
Kenzo sedang melakukan panggilan telepon kepada seseorang.
"Pokoknya gue enggak mau tau, Lo harus cepat datang ke Cempaka no 2. Buruan!" perintah Kenzo pada seseorang via telepon.
"Om tanvan, Om ganteng dan kaya, biarin aku pulang yaa," mohon Naomi dengan menautkan kedua tangannya di dada.
"Lo apaan siih, kalau udah jadi pacar gue harus nurut dan enggak boleh membantah, kalau tidak bakal gue putusin Lo," ucap Kenzo dengan nada mengancam.
"Alhamdulillah kalau gitu mulai sekarang kita putus horeeeee, aku bebas. Terima kasih om yang baik hati," ucap Naomi dengan mata berbinar turun dari tempat tidur.
"Mau kemana lagi kamu Naomiiiii?" tanya Kenzo menggertakkan giginya.
"Kitakan sudah putus barusan, kenapa masih bertanya siiih," jawab Naomi mendelikkan kedua matanya.
"Hahaha yang tadi aku hanya bercanda. Jadi tidak ada kata putus selama kita masih hidup," ancam Kenzo menaikkan kembali kedua kaki Naomi yang sudah menginjak lantai rumah sakit.
"Ya Allah ... lama-lama aku bisa mati berdiri kalau selalu bersamamu, Tuan Kenzo. Bagaimana kalau kita buat perjanjian dulu," ajak Naomi ingin membuat laki-laki itu menyerah.
"Ok. Perjanjian apa?" tanya Kenzo memperhatikan wajah Naomi dengan intens.
"Jika kamu bisa membuatku jatuh cinta dalam seminggu, maka kita akan lanjut, tetapi jika aku tidak bisa jatuh cinta, maka jangan pernah memaksaku lagi!" kata Naomi penuh dengan tekanan.
"Hahaha baiklah, aku tidak setuju," jawab Kenzo masih tetap memandang wajah Naomi.
"Ahaa, terus apa lagi? Tukang mesum, singa jantan, macan tutul, apa lagi yaa?" tanya Kenzo sambil menaikkan kedua alisnya melihat gadis yang masih terpaksa duduk di tempat tidur tersebut.
Saat mereka masih asik berdebat, pintu kamar tersebut dibuka oleh seorang dokter muda yang sangat tampan, ternyata dia adalah dokter Reyhan sahabatnya Kenzo.
"Assalamu'alaikum," ucapnya sambil tersenyum mengembang.
"Wa'alaykumussalam warohmatullahi wabarokatuh," jawab Naomi membalas senyum sang dokter.
"Jadi ini cewek yang Lo bilang sedang sakit?" tanya Reyhan menatap kawannya mencari kepastian.
"Ya dia sedang ...."
Belum selesai Kenzo bicara, tiba-tiba Naomi mendekati dokter Reyhan dan membisikkan sesuatu.
"Hahaha ok laah, saya mengerti jadi kamu tak usah khawatir," jawab dokter Reyhan sambil tersenyum.
__ADS_1
Melihat mereka berdua yang terlihat akrab, ternyata mendatangkan kecemburuan yang menyakitkan buat Kenzo.
Tiba-tiba saja Kenzo menarik kerah baju dokter Reyhan sambil mendelikkan matanya.
"Gue menyuruh Lo datang ke sini, untuk mengobati cewek gue, bukan untuk Lo goda dengan tebar pesona," ucap Kenzo dengan nada kemarahan.
"Hahaha santai Bro, Lo penasaran kan sama apa yang dibisikkan sama pacar Lo?" tanya Reyhan sulit untuk menahan tawa.
"Kamu bilang apa sama dia?" tanya kenzo mengarahkan wajahnya pada Naomi.
"Tau ahh, pusing pala berbi," jawab Naomi lalu merebahkan tubuhnya di depan dua pria tersebut dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Dasar gadis kampung tak tau tata krama," umpat Kenzo melihat Naomi yang santai menutup seluruh badannya dengan selimut rumah sakit.
"Biarin, dari pada kayak kamu, cowok sombong sok tau padahal gak ngerti sama sekali," jawab Naomi dari balik selimut.
"Emang tadi tuh cewek bilang apa sama Lo?" tanya Kenzo masih penasaran.
"Dia hanya bilang satu hal, aku hanya sedang datang bulan dokter, temanmu itu gak mengerti sama sekali. Udah itu doang yang dibisikkan," jawab Reyhan apa adanya.
"Ooh. Memangnya sakit datang bulan itu apa sih?" tanya Kenzo tanpa dosa seolah lupa jika Naomi berada diantara mereka.
Naomi tiba-tiba bangun dan marah.
"Bisa gak kalian berdua tidak membahas hal yang bukan urusan kalian, dasar sama-sama cowok mesum," ucap Naomi sambil turun dari tempat tidur.
"Ehh tunggu dulu, kamu mau kemana? Kamu dilarang pergi kemanapun," ucap Kenzo dengan tatapan tajam.
Naomi merasa bertambah marah. Dia merogoh sakunya dan mengeluarkan uang sepuluh ribu rupiah.
"Ini uangku. Sekarang kamu belikan aku pembalut!" perintah Naomi sambil kembali masuk ke dalam selimut.
"Hahaha."
Kekehan suara tawa dokter Reyhan membuat Kenzo terdiam dan bingung.
Beli pembalut, pembalut apa?
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Jangan lupa baca juga karyaku yang lain.