
💖 Terima kasih buat pembaca yang masih setia menunggu update karya recehku yang satu ini. Selamat membaca, jangan lupa kasih like dan komen 💖
Naomi bergegas ke luar dari mobil setelah memberikan pandangan buruk ke arah Kenzo yang membuatnya sangat kesal.
Dasar laki-laki mesum, bisa-bisanya dia bicara jorok seperti itu di depanku. Gumam Naomi di dalam hatinya sambil berjalan menuju pintu restaurant milik Kenzo.
Kenzo hanya terkekeh dan tertawa kecil, melihat wajah malu-malu kucing Naomi yang langsung turun dari mobilnya, setelah menunjukkan adik junior yang dia maksud.
Tadi sibuk bertanya tentang adik junior ku, setelah dikasih tau malah ngambek dan manyun mulutnya, hahaha Naomi ... Naomi, kamu lucu sekali. Kenzo membatin sambil menggelengkan kepala lalu turun dari mobil menyusul Naomi yang sudah duluan masuk kedalam restoran nya.
Saat Naomi masuk, dia langsung mencari tempat duduk yang berada dekat sudut restoran. Kenzo masuk kedalam restoran tersebut langsung disapa oleh pelayan, karena rata-rata pelayan yang ada mengenal sang pemilik restoran.
"Selamat datang Tuan Kenzo, apa mau dibungkus kan seperti biasa untuk Ibu di rumah ya?" tanya sang pelayan dengan ramah.
"Enggak dulu ya, tetapi ketika saya pulang nanti baru dibungkus. Sekarang kamu layani perempuan yang ada di meja bagian pojok sana," ucap Kenzo sambil menunjukkan dengan tangan ke arah meja tempat Naomi duduk.
"Baik, Tuan Kenzo. Saya akan melayani Nona tersebut dengan baik, permisi Tuan," ucap pelayan tersebut dengan sangat ramah sambil menundukkan kepala dan berlalu berjalan ke arah tempat duduk Naomi.
Kenzo juga ikut melangkah ke arah tempat duduk yang sudah dipilih oleh Naomi Wulandari, dia duduk saling berhadapan dengan perempuan yang selalu menjadi ratu di dalam hatinya.
"Selamat sore, Nona. Silahkan ini daftar menunya!" ucap pelayan tersebut sambil menyodorkan daftar menu makanan kearah Naomi Wulandari.
"Terima kasih banyak," jawab Nomi sambil menerima daftar menu dari pelayan tersebut. dia langsung membukanya lembar per lembar untuk mencari makanannya kira-kira disukainya namun satu pun tidak ada yang menarik di hatinya.
"Aku pesan makanan yang sama dengan laki-laki yang ada di depanku ini." ucap Naomi membuat pelayan tersebut harus menunggu dan memperhatikan majikan karena dia tidak tahu apa yang akan dipesan oleh mereka.
Kenzo tanpa membuka daftar menu hidangan restoran nya dia langsung memesan cumi cumi crispy dan kepiting saus Padang serta jus jeruk kesukaannya.
__ADS_1
"Kamu mau minum apa, Honey?" tanya Kenzo memandang lembut ke arah Naomi. Namun sayang yang dipandang masih terlihat kesal akibat kata-kata adik Junior di dalam mobil.
"Aku minum teh manis saja," jawab Naomi singkat.
"Baiklah sekarang kamu ambil pesanannya yaa!" perintah Kenzo kepada pelayan tersebut.
Pelayan tersebut berlalu ke arah belakang untuk mengambilkan pesanan tuan nya dan juga perempuan yang sedang dibawanya. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti karena mengingat teh manis yang dipesan oleh seorang gadis yang bersama majikannya.
Pelayan itu dengan tergesa-gesa kembali lagi ke tempat duduk Naomi dan Kenzo dia ingin memastikan minuman teh manis seperti apa yang dimintanya.
"Maaf, Nona. Teh manisnya dingin atau panas ya?" tanya pelayan tersebut dengan hormat dan juga ramah ke arah gadis yang sedang tersenyum kepadanya.
"Teh manisnya panas dingin aja, Mbak," jawab Naomi singkat dan kembali melihat ke arah ponsel yang sedang dipegangnya.
"Baiklah, saya permisi!"
"Woy, ngelamun saja kamu Rita, cepetan tuh banyak pelanggan di depan yang nungguin pesanannya!" seru salah seorang teman si pelayan mengagetkan.
"Aduh Sri, bentar deh aku lagi bingung nih," ucap Rita sambil mengetuk-ngetuk keningnya berpikir tentang pesanan Naomi.
Sri akhirnya mendekatkan dan menanyakan apa yang membuat sahabatnya itu menjadi bingung. jiwa gosip dan kepo nya langsung keluar seketika melihat sahabat sesama pelayannya di restoran mahal seafood tersebut terlihat sangat gusar dengan apa yang sedang dipikirkannya.
"Memangnya apa yang sedang membuat kamu bingung, Rita?" tanya Sri penuh perhatian karena sangat penasaran.
"Kamu tahu enggak Kalau tuan Kenzo bawa perempuan ke sini, cantik lagi orangnya," cerita Rita kepada sahabatnya.
"Ya belum tahulah, aku kan belum ada kedepan, cuma tengok tuh orang pada minta pesanannya, habisnya kamu lama sih. Memangnya apa sih yang bikin kamu bingung?" tanya Sri membunuh sahabatnya tersebut agar segera menjawab.
__ADS_1
"Gadis itu minta dibikinkan teh manis panas dingin, menurutmu itu rasanya kayak gimana sih? Bingung aku loh, sudah lama kerja di sini, baru kali ini dapat pelanggan yang minta minuman rasanya panas dingin. Kayak orang lagi apa ya ... lagi jatuh cinta kali ya. Nggak tau lah bingung aku." Rita menjawab dengan meracau tak karuan karena dia sendiri bingung dengan apa yang dikatakannya terhadap sahabatnya. Sri yang terlihat malah terkekeh mendengar penuturannya.
"Hahaha, dasar kamu ini Rita, gitu saja kok repot. Tinggal kamu bikin saja 2 minuman satu teh es, satu lagi teh hangat selesaikan perkara. Sesampai di meja nanti terserah dia mau pilih yang mana, mau teh manis hangat atau mau teh manis dingin," jawab sahabatnya Sri sambil menggelengkan kepala dan tetap tertawa.
"Hahaha, kamu pintar juga ya Sri. Tumben otak mu encer, biasanya mampet tuh kayak air got tersumbat." Rita menggoda sahabatnya itu dengan ikutan tertawa.
"Dasar kamu ya, bukannya terima kasih malah ngatain orang air got. Lain kali aku nggak mau lagi membantumu, huh bikin kesal aja," ujar Sri sewot bercampur kesal mendengar apa yang dikatakan oleh sahabatnya Rita.
"Iya deh maaf. Terima kasih ya sahabatku tercantik dan tersayang," ucap berita sambil mencubit kedua pipi sahabatnya.
Pesanan datang Naomi dan Kenzo masih asyik dengan gawai nya masing-masing yang membuat kita melihat bergantian ke wajah orang yang di depannya. Rita langsung menata semua yang telah dipesan oleh Kenzo di atas meja setelah itu dia mempersilahkan pasangan tersebut untuk menikmatinya.
"Silahkan dinikmati, Tuan dan Nona. Semoga rasanya bisa membuat anda berbahagia," ucap Rita sambil menundukkan kepala dan langsung berlalu dari hadapan pasangan yang sedang perang dingin dengan cara Tutup mulut tanpa bicara.
Naomi mulai mencicipi makanan yang sudah tersedia di depan mata, lalu dia melihat kearah minuman yang disediakan oleh pelayan restoran tersebut 2 gelas teh yang 1 teh es dan yang satu lagi teh yang masih mengepul asapnya. ketika dia tertawa renyah melihat dua gelas air teh yang sedang ada dihadapannya.
"Hehehe ternyata aku disuguhi 2 gelas teh yang berbeda, pelayan restoran mu sangat baik sekali ya." Naomi berbicara, tanpa disadarinya telah memecahkan keheningan yang tercipta di antara mereka sejak duduk di pojokan restoran tersebut.
Kenzo langsung tersenyum senang melihat wajah Naomi telah kembali lembut dan tidak terlihat Aura kekesalan lagi.
"Ya sudah jelaslah pelayan memberikanmu teh panas dan juga teh dingin. Emang kamunya tadi minta teh yang panas dingin kok, hahaha. Lain kali pikirkan terlebih dahulu minuman yang kamu pesan. Jangan sampai ada yang panas dingin, itu sudah pasti membuat orang lain bingung. Kecuali sekarang tubuhmu yang terasa panas dingin ketika sedang bersama ku," goda Kenzo sambil mengedipkan sebelah matanya kepada perempuan yang langsung merona merah di seluruh wajahnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Baca juga karya yang satunya di bawah ini
__ADS_1