CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG

CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG
Chapter 57


__ADS_3

💞Jangan lupa untuk like sebelum membaca, happy reading dan terima kasih 💞


"Gadis pintar, akhirnya kamu bisa membaca sesuatu yang tersirat di dalam surat pamanmu. Itu menandakan bahwa kamu harus berhati-hati dengan kedua adik sepupu dan juga tante mu yang bernama Linda," ucap kenzo mengingatkan gadis yang terlihat masih bingung dalam mencari jati dirinya.


Mobil tetap melaju sampai akhirnya mereka tiba di depan rumah keluarga Paman Bimo. Kenzo menoleh ke samping melihat Naomi yang masih terlihat bingung untuk turun dan masuk ke rumah Pamannya.


"Apakah kamu belum yakin untuk menemui keluarga Paman Bimo? Jika Itu memang benar, sebaiknya kita kembali pulang ke rumah sampai hatimu benar-benar siap untuk menemui mereka," ucap Kenzohu sambil menoleh ke samping memandangi wajah gadis yang masih terlihat bingung dan ragu untuk turun dari mobilnya.


Jika aku tidak mencobanya, maka aku tidak akan pernah tahu siapa keluargaku yang sebenarnya. Aku akan terkungkung di dalam ketidakpastian dan ini sangat menyakitkan, karena aku tidak mengenal siapa diriku sebenarnya. Lebih baik merasakan pahit tetapi itu sebuah kejujuran, dari pada aku selalu terhimpit dengan kebohongan dan imajinasi yang tidak kuketahui sama sekali.


"Aku sudah siap untuk menemui mereka saat ini juga, ayo kita turun!"


"Itu baru gadis yang bernama Naomi, selalu mengambil keputusan tepat pada waktunya."


Mereka akhirnya turun dari mobil dan Naomi melihat kearah satpam karena dia yakin jika memang itu adalah keluarganya maka sudah dipastikan bahwa satpam itu sudah pasti akan mengenali wajahnya.


"Non Naumi!" seru Soleh terlihat kaget, namun matanya penuh binar kebahagiaan melihat orang yang sudah lama tidak pernah dilihatnya.


Naomi hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum simpul pada satpam yang sedang dinas di rumah Pamannya. Kenzo langsung bertanya tentang keberadaan Paman Bimo.


Tumben Nona Naomi tidak mengajak saya bicara, biasanya dia kan sangat ramah. Kenapa saat ini dia seperti tidak mengenali saya. Gumam sholeh di dalam hatinya penuh tanda tanya melihat perubahan wajah datang naomi yang biasa saja saat bertemu dengannya.


"Maaf, apa Pak Bimo ada?" tanya Kenzo dengan ramah sambil tersenyum.


Bukankah laki-laki yang bersama Nona Naomi ini adalah tuan Kenzo Heryanto yang sering wara-wiri di televisi atau mataku yang salah dalam melihat orang.


"Helloo," ucapkan Jo kembali sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajahnya Soleh satpam Paman Bimo.

__ADS_1


"Eh oh iya Tuan, Pak Bimo ada kok di rumah," jawab Soleh langsung berjalan duluan mengetukkan pintu untuk tamu majikannya.


Soleh sekali-kali melihat kearah Naomi, memandangnya dengan tatapan yang tidak mengerti, kenapa keponakan majikan tersebut diam tanpa menegurnya. Padahal biasanya mereka sangat akrab dan juga sering bercanda bersama.


Soleh tidak mau memikirkannya lagi karena dia merasa sedih dicuekin oleh Naomi Padahal mereka sudah berteman sejak Gadis itu tinggal di rumah Paman Bimo.


Apa Nona Naomi sudah berubah ya, gara-gara ada Tuan Kenzo di sampingnya atau karena dia udah diusir waktu itu. Apa mungkin tuan Kenzo ini pacarnya, tetapi sepertinya ada yang aneh dengan sikap nona Naomi. hati soleh bertanya-tanya namun dia belum bisa mendapatkan jawabannya.


Ting tong Ting tong.


Soleh memencet bel rumah majikan walaupun dia tahu pintu tidak dikunci, namun itu adalah aturan dari Nyonya Linda istrinya Paman Bimo.


Ceklek.


seorang pelayan membukakan pintu, namun dia terkejut saat melihat Naomi kembali kerumah itu. Pelayan tersebut langsung menghambur ke dalam pelukan Naomi dengan air mata yang tak bisa lagi ditahannya, karena merasa haru dan bahagia dengan kedatangan gadis yang selalu menjadi temannya saat di dapur.


Ketika Paman Bimo melihat Naomi yang berdiri terpaku di atas teras rumahnya, dia langsung mendekap keponakan tersayangnya, dan memeluk dengan erat keponakannya karena merasakan sangat bahagia.


"Kamu kemana saja, Sayang, selama ini Paman sudah mencarimu kemana-mana. sampai-sampai Paman kira kamu kembali pulang ke kampung, namun setelah Paman menghubungi tetanggamu, ternyata kamu tidak pernah pulang. Kamu tahu tidak, Paman sangat sedih bahkan kemarin Ini paman sempat sakit memikirkanmu. Jangan pernah tinggalkan Paman lagi ya Nak."


Paman Bimo bicara sambil mengeluarkan air matanya yang tak bisa lagi dibendung selama ini, karena rasa bahagia yang sangat dalam sehingga dia kembali mencium kening keponakannya.


Naomi kembali merasakan hangatnya pelukan seorang keluarga yang ternyata amat sangat sedih ketika kehilangan dirinya namun dia masih bingung apa yang harus dikatakan kepada pamannya.


"Aku baik-baik saja kok, Paman. Aku tinggal dekat kampus agar lebih dekat waktu kuliah, namun ada sesuatu yang menimpaku sehingga ...." Naomi berhenti melanjutkan kata-katanya karna kenzo meletakkan telunjuk di bibirnya agar tidak mengungkapkan terlebih dahulu tentang ingatannya yang hilang.


Paman Bimo merasa bingung, melihat kearah Kenzo Heriyanto, dia langsung mengernyitkan dahinya merasa tidak mengerti kenapa laki-laki sombong yang telah menarik saham dari perusahaan tempatnya bekerja, sampai dia pun harus dipecat, sekarang malah hadir di depan mata kepalanya sendiri.

__ADS_1


Namun dia tidak mau merusak hari bahagianya yang telah lama terpisah dengan keponakan tersayang. Dia berusaha untuk menahan egonya yang sekarang sangat terasa di dada, karena melihat orang yang telah membuat dia dipecat dari pekerjaannya.


"Apa kabar, Tuan Kenzo. Lama tak berjumpa tak disangka Anda datang ke gubuk saya," ujar Paman Bimo sambil mengulurkan tangannya.


Kenzo menerima uluran tangan dari Paman Bimo dan mereka berjabatan tangan walau di hati masih saling merasa sakit hati.


"Ayo kita masuk ke dalam, agar bisa bercerita dengan santai!"


Paman Bimo menggandeng tangan Naomi dan tidak melepaskannya, dia juga duduk berdampingan dengan Naomi sehingga membuat Kenzo merasa jengah dan kesal.


Apa-apa an ini Pak Bimo kupret, dari tadi nempel kayak prangko sama Naomi, bikin gue sesak nafas aja. Andai saja dia bukan pamannya, udah ku tendang dari tadi. Hufff.


Kenzo benar-benar tidak bisa duduk berdekatan dengan Naomi karena sang Paman yang terlihat sangat rindu pada ponakannya.


"Maaf, Tuan Kenzo, kalau boleh saya tahu kenapa Anda bisa bersama dengan keponakan saya datang ke sini?" tanya paman Bimo memandang Kenzo dengan tatapan tidak suka.


Ternyata Pak Bimo masih marah gara-gara saham yang telah ku tarik dan ku dengar dia sekarang pengangguran juga. Hemm gue rupanya salah menilai Paman Bimo, dulu gue kira dia jahat. Tak taunya orang ini sangat baik sama Naomi, namun itu semua telah terjadi, biar jadi pelajaran untuk istrinya yang sombong itu. Gumam Kenzo dalam hati.


"Maaf Pak Bimo, tanpa sepengetahuan Anda, kami telah bertunangan dan akan menikah dalam waktu dekat ini."


"Apa!!"


Paman Bimo kaget dan langsung berdiri spontan karena mendengar ucapan dari orang terkaya di kota tersebut, namun terkenal sombong dan juga kejam pada lawan bisnisnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Baca juga karyaku OB KERUDUNG BIRU ya mengisahkan gadis kampung yang pindah ke kota dan bertemu ceo dan mengajaknya ke jalan yang lebih baik.

__ADS_1



__ADS_2