
Hai reader, mulai hari ini kisah Kenzo sudah mendapatkan nomor ranking vote. Jadi bagi pembaca yang mau karya ini lebih dikenal dan maju lagi, silahkan vote Kenzo dengan sebanyak-banyaknya, agar karya CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG bisa menjadi lebih maju lagi. Author akan sangat senang jika ada yang jadi sultan 😍😍 terima kasih. Jangan lupa juga like, rate 5,komen dan vote. Love you All 💖💖
Kenzo tidak bisa memejamkan matanya, wajah gadis cantik nan lugu serta polos, masih menari-nari di dalam pikirannya sambil memegang bros kupu-kupu berwarna biru. dia merasa bingung kenapa wajah yang menyebalkan itu selalu saja terbayang di dalam pikirannya.
Ini tidak mungkin, pasti ada yang tidak beres dengan otak gue. Gue harus periksa agar otak gue tidak tambah parah. Jangan-jangan otak gue kena gara-gara terbentur meja tadi malam. Kenzo membatin di dalam hatinya.
Akhirnya dia mengambil ponsel untuk menelepon dokter pribadi keluarga Heriyanto, untuk berkonsultasi tentang apa yang terjadi pada dirinya, karena Kenzo tidak mau hal buruk terjadi akibat kepalanya yang sempat terbentur saat berada di bawah kolong meja bersama Naomi.
Kenzo menekan nomor dokter Reyhan yang sudah lama menjadi dokter keluarganya.
Tut tut tut.
"Halo, assalamu'alaikum Tuan Kenzo. Tumben menelepon malam-malam begini. Sepertinya ini adalah hal yang sangat emergency karena tuan Kenzo menelpon saya di saat hari sudah larut malam."
"Hahaha, kapan kita bisa bertemu, Dokter. Gue sepertinya sedang mengalami gangguan di bagian kepala?" tanya Kenzo to the point kepada dokter Reyhan.
Dokter Reyhan sudah berteman dengan Kenzo lumayan lama, terhitung sejak dokter tersebut diminta secara pribadi oleh Tuan Heriyanto untuk menjadi dokter keluarganya. Hal itu telah berlangsung selama 5 tahun lamanya dan sejak saat itu, mereka menjadi berteman walaupun tidak terlalu akrab.
"Sekarang Lo jelaskan dulu, apa kepala lo sakit di semua bagian atau di bagian tertentu saja? hahaha. Jangan bilang otak Lo sedang mengalami kekosongan alias zonk hahaha," dokter Reyhan tidak bisa menahan tawanya ketika Kenzo ingin mengajak dia bertemu, karena dia tidak menjelaskan apa motif dibalik semua itu selain mengatakan ada gangguan di kepalanya.
"Pokoknya gue harap Lo besok pagi-pagi sebelum dinas ke rumah sakit, datang terlebih dahulu ke rumah gue!" ucap Kenzo dengan nada sedikit tinggi karena kesal dokter Reyhan selalu mentertawakannya.
"Siip, Bos. Tenang saja, jika memang di kepala Lo ada penyakit kita akan mengobatinya, tetapi jika sampai Lo ngerjain gue supaya datang pagi-pagi ke sana, maka Lo awas aja harus mentraktir gue di restoran mahal." Ungkap dokter Reyhan dengan mengajukan persyaratan kepada Kenzo sebelum mereka bertemu di rumah tuan Heriyanto.
__ADS_1
"Hahaha kalau cuma itu syaratnya gampang laaah. Yang paling penting Lo pagi datang ke rumah gue dan periksa apa yang terjadi pada kepalaku yang soalnya sepertinya ada yang tidak beres dengan otak gue," cerita Kenzo pada dokter sahabatnya tersebut.
"Memangnya apa yang kau rasakan di kepala Lo, kenapa tiba-tiba Lo berfikir jika tuh isi kepala bermasalah, hahaha ada-ada aja Lo Kenzo." Reyhan tidak bisa menahan tawanya mengingat apa yang disampaikan oleh kenzo sangat tidak masuk akal.
"Astoge, gue sekarang sedang serius kutu kupret, Lo dari tadi bawaannya ketawa mulu, kesal gue sama Lo, ya sudah sampai besok. Mata gue udah ngantuk, susah ngomong sama Lo kalau lewat telepon, lebih baik Lo besok subuh sudah nongol di kamar gue."
Akhirnya Kenzo menutup telepon tanpa basa-basi dan tidak menunggu perkataan lainnya dari dokter Reyhan, dia merasa kesal bercampur marah karena dokter itu tidak mau mendengarkan keluh kesahnya.
Malam semakin larut, bunyi binatang malam pun saling bersahutan berpesta menyambut rembulan, yang mulai memperlihatkan wajahnya dengan indah dikelilingi bintang-bintang yang mengeluarkan cahaya kerlipan berkilauan.
Seiring berjalannya waktu detik per detik, menit per menit. Akhirnya Kenzo mengatupkan kedua kelopak matanya, menuju mimpi indah yang ingin digapainya.
Bintang fajar mulai datang menjelang menunggu kehadiran sang surya, untuk datang menyapa indahnya bumi yang penuh dengan embun pagi yang menyejukkan hati.
Pagi ini Kenzo sedang bersiap untuk berangkat ke kantornya, dia sudah menggunakan pakaiannya dengan rapi dan tidak lupa memberikan sentuhan parfum yang sangat wangi di sekujur tubuhnya dengan wangi yang maskulin.
Sambil menatap tubuhnya di depan kaca, dia tersenyum sendiri membayangkan wajah Naomi semalam yang begitu ketakutan saat berada dekat dengan wajahnya di bawah kolong meja.
Singa betina itu cantik juga, lucu lagi mungkin kalau dia berdandan akan lebih cantik tersenyum ke arah cermin.
Setelah pakaiannya lengkap dan rapi, Kenzo teringat akan janjinya dengan dokter Reyhan, dia mengambil ponsel selalu menelepon dokter tersebut dan menanyakan di mana keberadaannya saat ini karena dia tidak punya banyak waktu untuk menunggu dokter tersebut.
Tut tut tut.
__ADS_1
Kenzo merasa kesal karena telepon yang sedang digunakan dokter Reyhan dalam keadaan tidak aktif atau berada di luar jangkauan. Akhirnya dia memutuskan untuk turun ke lantai bawah, menghadiri sarapan pagi bersama kedua orang tuanya.
Kenzo kaget, karena ternyata dokter Reyhan sudah bersama kedua orang tuanya di meja makan, sambil menikmati secangkir kopi susu di hadapannya.
"Pantesan nomor telepon Lo tidak bisa gua hubungi, ternyata Lo lagi ngisi perut di rumah gue," ucap Kenzo sambil meraih kursi dan duduk disamping dokter Reyhan.
"Memangnya Bocil mama kenapa, Sayang. kok dokter Reyhan disuruh berkunjung ke sini untuk memeriksa kepalamu?" tanya Mama Lia sedikit terlihat cemas memikirkan anak semata wayangnya.
"Saya juga belum tahu, Tante. soalnya tadi malam Kenzo tidak memberitahu dengan detil apa yang dirasakannya saat ini." terang dokter Reyhan kepada keluarga Kenzo yang sedang mendengarkan penjelasan darinya.
Tiba-tiba saja, Mama Lia mendekati anaknya dan meraba dahi Kenzo, dia merasa aneh karena suhu badan anak kesayangannya, sepertinya normal saja dan tidak seperti orang sedang mengalami kesakitan apapun.
"Bocil Mama sakit apa? Ini suhunya normal saja kok. Apa kepalamu sakit sayang?" tanya sang Mama sangat mengkhawatirkan Putra satu-satunya.
"Kenzo juga kurang tahu, Ma. Soalnya tadi malam di otak Kenzo itu selalu memikirkan sesuatu dan itu membuat Kenzo kesal dan tak bisa tidur karenanya," jawab Kenzo sambil mengunyah roti yang baru saja diberikan oleh mamanya.
"Singa Betina, pasti di otakmu itu hanya ada nama Singa Betina kan?" tanya papanya yang langsung membuat semua orang melihat wajah Kenzo secara bersamaan.
"SINGA BETINA!!"
Dokter Reyhan langsung mengulang kata singa betina dengan sangat keras, karena dia tidak mengerti sama sekali apa yang sedang mereka bicarakan.
"Hahaha," kedua orang tuanya serempak tertawa terpingkal-pingkal mendengar nama singa betina yang diulang oleh Tuan Heriyanto.
__ADS_1
Kenzo terdiam tak mau bicara apapun, apa lagi berkomentar tentang hal yang baru saja ditertawakan oleh kedua orang tuanya karena dia tidak mau memperlihatkan perasaan hatinya di depan mereka.
"Ayo Dok. Kita ke kamar gue sekarang juga!"