CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG

CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG
Chapter 43


__ADS_3

💖Jangan lupa tinggalkan jejak anda dengan like, komen dan vote ya. Happy reading dan terima kasih 💖


Setelah dokter memeriksa keadaan Naomi secara keseluruhan dan juga hasil CT scan diterima oleh Kenzo, maka Naomi pun diperbolehkan untuk dibawa pulang oleh keluarganya. Kenzo sangat bahagia karena Naomi menuruti semua yang dikatakan oleh mamanya agar gadis tersebut tinggal bersama mereka di rumahnya.


Rio diam-diam mengikuti mobil yang digunakan oleh Kenzo untuk pulang ke rumahnya. Rio melakukan semua itu karena dia sangat penasaran kemana Naomi dibawa oleh keluarga Kenzo. Pria itu ingin menemui Naomi jika memang suatu hari dia bisa melakukannya, sebab dia tetap merasa bersalah walaupun kejadian yang menimpa mereka bukanlah kesalahan dari Rio.


"Rio, nenek bingung dengan sikapmu, tadi saat di rumah sakit, Kamu hanya diam tidak berani banyak bicara kepada gadis yang bernama Naomi, tetapi sekarang kita malah mengikuti kemana arah gadis tersebut dibawa oleh keluarga Kenzo. Sebenarnya maumu apa tho?" tanya sang nenek menggelengkan kepalanya menoleh kepada cucu yang sedang fokus menyetir mengikuti mobil Kenzo.


"Rio ingin tahu dimana Naomi tinggal nanti Nek. Dengan begitu Rio bisa dengan gampang untuk menemui Naomi, karena bagaimanapun, Rio punya hutang nyawa dengan gadis tersebut, Nek."


Rio berusaha memberikan penjelasan kepada sang nenek agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara mereka.


"Ooh cuma seperti itu, nenek kirain kamu juga ikut jatuh cinta sama gadis yang bernama Naomi. Nenek lihat gadis itu baik, walaupun sekarang dia tidak punya ingatan yang baik." ujar sang nenek mengira bahwa cucunya sedang jatuh cinta pada gadis yang bernama Naomi.


"Ya Nggak mungkin lah, Nek. Nenek tahu sendiri kan siapa orang yang bernama Kenzo? Kenzo itu anaknya Heriyanto yang sangat berkuasa di kota ini. Mana berani Rio bersaing dengan orang tajir seperti dia."


"Hehehe, secara tidak langsung berarti Kamu mengakui bahwa dirimu memang jatuh cinta pada gadis itu kan? Tidak usah beralasan jika memang hatimu suka sama seseorang. Sebelum ada janur kuning melengkung di depan rumahnya, siapa pun masih bisa untuk mendapatkan Naomi. Termasuk kamu, Rio."


"Ahh, Nenek bisa aja," ucap Rio dengan wajah bersemu merah, menoleh sedikit pada wanita tua yang ada ada di sebelahnya.


Dari sifat yang dia miliki saja, siapapun laki-laki pasti akan langsung jatuh cinta. Naomi tidak memperlihatkan sifat sifat yang dimiliki gadis pada umumnya, karena dia mau berkorban demi kebaikan orang lain dan sekarang malah dia yang jadi korban gara-gara menyelamatkan hidupku. Gumam Rio sambil menghembuskan nafasnya dengan berat.


Rio memperlambat laju mobilnya, karena dia melihat mobil Kenzo mulai memasuki sebuah rumah yang sangat mewah. Rio menghentikan kendaraannya dan melihat mobil tersebut mulai memasuki halaman rumah besar tersebut. Dari kejauhan, dia dapat melihat ketika keluarga Kenzo dan juga Naomi turun dari mobil yang dikendarai oleh Kenzo sendiri.


"Sekarang Kamu sudah melihat bahwa Naomi telah masuk ke rumah megah yang ada di sana, jadi lebih baik kita pun putar balik dan pulang ke rumah!" ajak sang nenek yang ikut merasa sedih melihat cucunya yang tidak berani mampir ke rumah megah milik Kenzo Heryanto.


"Baik, Nek." menurut tanpa ada bantahan sedikitpun dari mulut Rio.

__ADS_1


Sementara itu, setelah keluarga Kenzo turun dari mobil, mereka semua mulai memasuki rumah yang sangat besar dan juga mewah di pandangan mata Naomi.


Ayu menggandeng sahabatnya itu untuk masuk ke dalam rumah tunangannya. Dia berharap bahwa Naomi bisa menemukan kebahagiaan di rumah yang sangat megah dan juga indah.


Kenzo memanggil beberapa pelayan untuk membawa Naomi ke dalam kamar yang selama ini ditempati oleh Kenzo Heryanto. Dia juga menyuruh salah satu pelayan untuk mengantarkan makanan ke dalam kamar Naomi.


Salah seorang pelayan mengajak Naomi dan juga Ayu ke lantai dua rumah itu dan membuka pintu kamar Kenzo serta menyuruh mereka masuk ke dalamnya. Naomi dan Ayu berdecak kagum melihat interior di dalam kamar Kenzo yang serba mewah dan juga indah.


Setelah mereka berdua berada di dalam kamar Kenzo, pelayan yang mengantarkan mereka tadi langsung berpamitan keluar. Kenzo juga ikut masuk menemui Naomi dan juga Ayu, karena dia ingin mengatakan sesuatu pada kedua gadis tersebut.


"Aku harap Kamu mau tinggal sementara waktu di rumah ini, untuk menemani Naomi sampai dia merasa terbiasa!" pinta Kenzo sambil tersenyum kepada gadis yang bernama Ayu.


"Kalau masalah itu, mungkin Ayu tidak bisa, Tuan Kenzo. Masalahnya Ayu tidak bisa meninggalkan pekerjaan yang ada di restoran perlente." Jawab gadis tersebut menjelaskan alasannya.


"Kamu tenang saja! Arif sudah mengurus semuanya dengan Pak Saga. Kamu di sini juga akan mendapatkan gaji yang lebih besar dari pada tempatmu bekerja di restoran tersebut. Satu lagi, tugasmu selalu menemani Naomi kemanapun dia pergi! Aku akan memberimu gaji 10 juta selama 1 bulan di rumah ini."


Ayu bukanlah seorang sahabat yang rakus, apalagi mau mengambil kesempatan dalam kesusahan sahabatnya sendiri. Walaupun dia sangat membutuhkan uang sebanyak itu agar bisa dikirimkannya kepada kedua orangtua di kampung.


"Maaf, Tuan Kenzo. Jika hanya sekedar menemani Naomi untuk tinggal disini, apalagi Ayu di sini sudah diberi makan, maka Anda tidak perlu memberikan gaji sedikitpun kepadaku."


Ayu merasa keberatan jika niatnya untuk membantu sahabatnya sendiri harus dibayar dengan uang. Dia juga tidak suka dengan cara Kenzo berbicara yang terlihat sombong dan juga angkuh dengan apa yang dia punya.


"Mau tidak mau, suka atau tidak suka, Kamu akan tetap saya bayar selama tinggal disini, sekarang kamu pulang dan ambil pakaian seperlunya dan kamarmu persis ada di sebelah kamar Naomi!" perintah Kenzo pada gadis tersebut.


"Aku akan pulang setelah membicarakan sesuatu kepada Naomi, kuharap Tuan Kenzo mau meninggalkan kami berdua sebentar saja!" pinta Ayu memohon kepada ada orang yang sangat sombong di matanya.


Kenzo menoleh kepada Naomi yang hanya diam sedari tadi, tanpa memberikan komentar apapun tentang percakapan mereka berdua.

__ADS_1


"Naomi, Aku tinggal dulu ya," ucap Kenzo sambil tersenyum dan berlalu pergi keluar dari kamarnya.


Ayu langsung menggeser duduknya ke arah Naomi yang hanya diam tanpa bicara semenjak masuk ke dalam kamar Kenzo.


"Kamu tidak usah khawatir dengan pekerjaanmu ya! Karena Pak Saga telah memberikan izin kepadamu sampai batas yang tidak ditentukan."


Ayu memberitahukan kepada Naomi bahwa dia tidak perlu memikirkan tentang status pekerjaannya sebagai pelayan di Restoran Perlente.


"Aku sendiri masih bingung apa yang harus kulakukan, agar bisa mengingat semua memori yang hilang dari dalam kepalaku." Naomi bicara sambil tersenyum ke arah sahabatnya itu walau sebenarnya, dia awalnya merasa ragu dengan gadis yang bernama Ayu.


"Aku merasa heran sama Kamu, seorang Naomi itu sangat kuat mentalnya. Kamu orangnya juga keras dan selalu menentang jika ada seseorang yang berbuat semena-mena pada orang lain."


Ayu sedang mencoba mengingatkan tentang karakter dan sifat Naomi yang sebenarnya.


"Maksud mu, aku itu dahulu seorang gadis yang pemberani?" tanya Naomi penuh penasaran pada Ayu sahabatnya.


"Yap itu benar. Tuan Kenzo yang kaya raya dan sering tampil di televisi saja berani Kamu lawan, apalagi sesama karyawan yang ada di restoran," cerita Ayu bersemangat untuk mengingatkan tentang siapa sahabatnya itu.


"Maksud mu, laki-laki yang di kamar tadi sebenarnya musuh bebuyutan ku?" tanya Naomi semakin penasaran dengan kisah hidupnya sendiri.


"Yang bercerita adalah Pak Arif sekretarisnya Tuan Kenzo. Katanya dahulu sebelum kalian jadian, Kamu dan juga Kenzo itu, selalu berantem setiap bertemu. Alias mirip dengan Tom and Jerry hahaha, itu sih kata asisten Arif ya, karena kita waktu itu kan belum kenal," ungkap Ayu sambil tersenyum penuh semangat.


"Hemm, Jadi begitu ya, sepertinya aku harus bicara dengan asisten Arif, karena sepertinya dia tahu banyak tentang masa laluku."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Baca juga karyaku yang satu itu lagi ya, terima kasih.

__ADS_1



__ADS_2