CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG

CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG
Chapter 42


__ADS_3

Kenzo berusaha menahan rasa sakit yang ada di dalam hatinya, dia mengalihkan pandangannya ke arah wajah Naomi sehingga pikirannya langsung terasa sejuk melihat gadis yang penuh harap kepada dirinya.


"Apa Kamu yang membuatku celaka?" tanya Naomi sambil memandang wajah Rio tanpa berkedip.


Rio dengan lantang mengakui apa yang ditanyakan oleh gadis yang ada di depannya.


"Ya, akulah yang membuatmu celaka, tapi satu hal yang harus kamu ketahui, bahwa aku tidak pernah meminta untuk diselamatkan oleh mu kok dan aku juga tidak pernah berniat sampai membuat dirimu hilang Ingatan."


Mendengar Rio yang berbicara seperti itu kepada gadis nya, Kenzo langsung turun dari tempat tidur hendak maju dan memukul wajah Rio namun tiba-tiba Arif sang asisten masuk tanpa diduga.


"Maaf semua, Tuan, sepertinya kita harus bicara sebentar di luar!" ajak sang asisten yang masuk hanya sebentar lalu ke luar lagi dari ruangan tersebut diikuti oleh Kenzo.


Melihat Kenzo yang pergi keluar dari ruang rawat inap nya, Naomi merasa menjadi orang yang sangat asing karena tidak mengenal satupun dari mereka yang sedang bersamanya. Tak berselang waktu yang lama, Kenzo dan Arif terlihat masuk kembali ke dalam ruangan itu.


"Maaf ya nak Naomi, Ini tas mu bukan?" tanya sang nenek sambil menyerahkan tas selempangan milik Naomi.


"Maaf, nenek tetapi aku memang tidak ingat apa-apa akan tas itu, tetapi jika memang tes ini adalah milikku, maka mudah-mudahan isi di dalamnya bisa mengingatkanku akan sesuatu."


Naomi hanya bisa berharap bahwa ada keajaiban barang yang bisa mengingatkan akan jatidirinya. Dia membuka tas tersebut lalu mengeluarkan seluruh isinya. Dia melihat ada ponsel, dompet dan juga kartu nama di dalam tas tersebut.


Naomi mengambil dompet tersebut dan membukanya, di dalam dompet itu hanya ada beberapa lembar uang Rp100.000 dan juga Kartu Tanda Penduduk atas nama Naomi Wulandari.


Naomi memandang wajah Kenzo sambil memegang KTP miliknya. Sekarang dia percaya bahwa namanya memanglah Naomi dan ternyata Kenzo laki-laki yang dipercayainya tidak membohongi atas namanya sendiri.

__ADS_1


Naomi memegang ponsel yang berwarna hitam hadiah terakhir dari Paman Bimo sebelum sang Paman pergi keluar kota meninggalkannya. Anehnya secara tidak sadar Naomi bisa membuka sandi ponsel yang ada di tangannya padahal handphone tersebut memakai sandi dari tanggal lahirnya.


Ketika ponsel itu terbuka layarnya, Naomi melihat bahwa kontak nama yang ada di dalam ponselnya hanya ada dua, yaitu Paman Bimo dan juga Kenzo. Kenzo melihat sudut bibir Naomi yang terangkat naik membentuk garis senyum, ketika dia melihat nomor kontak yang tertera di dalam ponselnya.


"Aku ingin bertemu dengan paman Bimo karena dia menghubungiku lebih dari 20 kali ke ponsel Ini. Kurasa dia adalah keluargaku yang merasa kehilangan karena aku tidak pulang-pulang." ungkap Naomi sambil memandang wajah Kenzo penuh harap.


Kenzo terlihat bingung untuk memberikan jawaban atas keinginan gadis yang sedang hilang Ingatan dihadapannya. Dia tidak mau menyampaikan bahwa keluarga Bimo lah yang telah mengusirnya, sehingga dia hampir saja menjadi gelandangan di Kota Besar Jakarta.


"Baiklah, aku akan mengabulkan permintaanmu ketika kita telah pulang kerumah," jawab Kenzo sambil tersenyum kepada gadis yang sangat dicintainya.


Kenzo masih ingat akan video yang dikirimkan oleh asisten pribadinya Arif saat Naomi diusir dengan sangat tidak manusiawi oleh keluarga Bimo. Walaupun dia tidak melihat ada Pak Bimo di dalam video tersebut, karena yang nampak hanya Naomi sendiri sambil menangis mengambil semua barang-barangnya di teras rumah keluarga Bimo.


Rio hanya menjadi penonton saat Kenzo dengan lembut membelai kepala perempuan yang masih duduk di atas brankar rumah sakit. Entah kenapa hati Rio ikut merasa sakit melihat adegan yang ada di hadapannya, padahal perempuan itu tidak mengenalnya sama sekali.


Sang nenek yang mengetahui bagaimana perasaan cucunya, langsung menyikut pinggang Rio dan memberikan senyum agar cucunya tetap kuat di hadapan mereka.


"Assalamu'alaikum," ucap Pak Saga bersamaan dengan Ayu saat memasuki kamar rawat inap Naomi.


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab mereka semua serentak bersamaan dan menoleh ke arah pintu.


Ayu terlihat langsung berlari ke arah Naomi dan memeluk sahabatnya itu dengan erat sambil menanyakan keadaan Naomi.


"Bagaimana perasaanmu sekarang, Naomi?" tanya Ayu penuh kelembutan pada sahabatnya dan juga teman kerjanya di Restoran Perlente.

__ADS_1


Naomi terlihat bingung karena tidak mengetahui siapa perempuan yang sedang memeluknya saat ini, namun pelukan tersebut terasa sangat hangat dan juga membuatnya terasa damai.


"Apa kau juga lupa namaku? Aku adalah Ayu, kita ini sahabat dan aku adalah orang yang membantumu masuk dalam pekerjaan di sebuah restoran," cerita Ayu memberikan senyuman yang tulus pada sahabatnya itu.


Naomi hanya memberikan senyuman manisnya kepada Ayu yang dikatakan sebagai sahabatnya. Dia tidak bisa mengingat siapa gadis yang bernama Ayu.


"Aku minta maaf, karena aku tidak bisa mengingat siapa pun di antara kalian semua. Aku mohon bantuannya agar aku bisa untuk ingat kembali akan masa lalu yang sekarang seolah hilang dari dalam ingatanku," ucap Naomi lirih dan juga sendu sambil menatap satu-satu wajah mereka yang ada di dalam ruangan itu.


"Tentu saja, kami semua sangat menyayangimu dan kami akan mengingatkan kembali memori yang sedang pergi bertransmigrasi dari dalam kepalamu, hehehe," jawab Ayu sambil tertawa agar suasana di ruangan itu tidak terlalu kaku.


Akhirnya mereka semua yang ada di dalam ruangan tersebut ikutan tertawa, mendengar Ayu bicara bahwa memori Nomi sedang pergi bertransmigrasi. Tiba-tiba saja Arif mengatakan satu kalimat yang sering diungkapkan oleh Naomi karena kekesalannya pada laki-laki yang bernama Kenzo.


"Kamu Ingat tidak dengan orang yang bernama singa jantan? Atau mungkin macan tutul hahaha, kuharap Kamu tidak melupakannya," ucap asisten Arif sambil melirik wajah bosnya yang terlihat merah mendengar ucapannya.


"Ayolah singa betina! Kamu pasti bisa mengingatku, karena kita punya panggilan yang seru setiap kita bertemu. Sebelum kamu menjadi Kekasihku."


Kenzo menghilangkan rasa malunya di hadapan mereka semua dan dia sedang berusaha untuk mengingatkan kembali memori Naomi tentang hubungan mereka yang tidak pernah harmonis setiap kali bertemu.


"Hehehe, Tuan mesum," ujar Naomi sambil tertawa dan melihat ke arah Arif.


"O-o, Kamu salah Naomi, tuan mesum yang sering kamu panggil adalah laki-laki yang sekarang menjadi kekasihmu, yaitu orang yang berada disampingmu saat ini, hahaha," ucap asisten Arif Sambil tertawa mendengar kata yang keluar dari bibir manisnya Naomi.


Mama Kenzo juga tak bisa menahan tawanya mendengar kata tuan mesum yang keluar dari mulut Naomi terhadap bocah cilik nya yang tak lain adalah Kenzo.

__ADS_1


"Jadi selama ini kalian punya panggilan-panggilan seru ya, Mama tidak pernah menyangka ternyata bocah cilik Mama yang selama ini dimanja di dalam rumah ternyata di depan kekasihnya menjadi tuan mesum hahaha."


Semua orang yang berada di dalam ruangan itu akhirnya tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh mamanya Kenzo. Bagaimana kelanjutan kisah Naomi, tunggu episode berikutnya. Jangan lupa dukung author untuk selalu memberikan like, komentar dan juga vote ya terima kasih.


__ADS_2