
Malam berlalu berganti dengan pagi yang cerah penuh suasana indah, karena sang mentari telah hadir menyambangi bumi dengan senyumnya yang penuh arti untuk seisi dunia.
Pagi ini Naomi sedang bersiap-siap untuk pergi pertama kalinya kerja jadi seorang pelayan di sebuah restoran Elite. Dia sangat bersemangat karena hal ini adalah sesuatu yang sangat didambakan, karena akhirnya dia mendapatkan pekerjaan walaupun hanya sebagai seorang pelayan.
Dia datang ke restoran tersebut saat jam dinding masih menunjukkan pukul 07:30 WIB, padahal dalam peraturan yang diterimanya semalam, restoran tersebut mewajibkan semua karyawan hadir pukul 08:00 WIB.
Naomi masuk lewat pintu belakang seperti yang dilakukan oleh karyawan yang lainnya. Dia melihat belum semua karyawan datang ke tempat itu, karena waktu kerja masih berlangsung 30 menit.
Akhirnya Naomi memutuskan untuk melakukan pekerjaan apa saja yang telah ada di tempat tersebut. Baru beberapa menit Naomi mengelap piring-piring yang masih basah, tiba-tiba kepala pelayan Pak Saga datang menghampirinya.
"Selamat pagi, Naomi." ucap kepala pelayan tersebut menyapa Naomi yang tetap fokus mengelap piring basah.
"Assalamualaikum Pak Saga. Selamat pagi juga, semoga pagi ini bapak dalam keadaan sehat," jawab Naomi sambil menundukkan kepala membalikkan badannya ke arah kepala pelayan restoran.
"Hehehe, wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Baru kali ini ada karyawan yang mau mengucapkan salam kepada saya. Kamu kok pagi sekali sampai disini?" tanya Pak Saga sambil meraih sebuah bangku dan duduk seperti memandori Naomi yang sedang mengelap piring.
"Tidak juga, Pak Saga. Waktu saya datang ke sini sudah ada kok karyawan yang di sini. Saya hanya berusaha mengikuti peraturan yang telah diberikan pihak restoran," jawab Naomi tanpa melihat kepala pelayan tersebut.
"Saya suka karyawan yang disiplin seperti kamu, semoga saja semua karyawan bisa mencontoh dan meniru kedisiplinan yang kamu lakukan," Ucap Pak Saga sambil memandang tubuh Naomi dari atas sampai kaki.
Naomi merasa kikuk karena kepala pelayan tersebut tidak mau pergi, tetapi malah duduk seperti seorang mandor yang melihat kulinya sedang bekerja. Naomi merasa risih karena laki-laki tersebut tidak berhenti memandang ke arahnya, walaupun Naomi tidak memberikan respon apapun terhadap laki-laki tersebut kecuali hanya menjawab seadanya.
__ADS_1
"Oh ya Naomi, kalau boleh tahu, kenapa Kamu bisa sampai mau bekerja di restoran ini jadi seorang pelayan? Padahal saya lihat Kamu masih muda dan energik, seharusnya saat ini Kamu menjadi seorang mahasiswi di sebuah universitas atau mungkin kamu bekerja di tempat yang lebih pantas sesuai dengan kecantikanmu," kata Pak Saga sedikit menggoda Naomi.
"Saya memang seorang mahasiswa, Pak Saga, tetapi karena perkuliahan belum dimulai, jadi saya memutuskan untuk bekerja. Sebenarnya saya harus menghidupi kehidupan saya sendiri di kota Jakarta ini," jawab Naomi tetap melakukan pekerjaannya tanpa melihat kepala pelayan tersebut.
"Memangnya ke mana kedua orang tuamu selama ini? Kok kamu harus menghidupi dirimu sendiri. Apakah orang tuamu tidak memberikan biaya untuk hidupmu?" tanya Pak Saga penuh selidik dengan tatapan tanpa berkedip.
Naomi telah selesai mengelap semua piring yang basah, lalu dia membalikkan tubuhnya ke arah Pak Saga yang masih tetap setia memandangnya.
"Orang tua saya, ayah dan bunda keduanya telah meninggal dunia, makanya saya harus berdiri di kaki sendiri" jawab Naomi sambil berlalu melangkah pergi meninggalkan Pak Saga termangu sendirian.
Oh my god apa yang telah saya lakukan pada gadis tersebut, ternyata ucapan saya pasti membuat hatinya sangat sedih dan terluka. Padahal saya sama sekali tak ada niat untuk melukai perasaan nya. Gumam Pak Saga di dalam hatinya sambil melihat punggung Naomi yang berjalan ke arah ruangan depan restoran.
"Naomi, apa yang kamu lakukan di sini? Nanti Pak Saga marah loh sama kami, karena pekerjaanmu nantinya hanya mengantarkan makanan kepada pelanggan ke meja yang sudah dipesan, bukan mengelap meja-meja sekarang ini," ucap Mbak Ayu mengingatkan Naomi tentang pekerjaannya.
"Enggak apa-apa Mbak Ayu, kalau masalah pelanggan itu kan belum ada yang datang, karena hari masih pagi. Jadi nggak mungkin pelanggan sarapan di sini, tetapi entahlah ... nanti kalau ada pelanggan yang datang untuk sarapan, aku siap melayaninya kok. Tenang saja!" jawab noming sambil melingkarkan ibu jari dan telunjuk nya ke arah mbak Ayu yang terlihat ketakutan.
Belum selesai Naomi dan Mbak Ayu berbicara, Pak Saga datang ke arah depan, dia menghampiri Naomi dan minta maaf kepada gadis tersebut, sehingga perbuatannya menjadi perhatian bagi karyawan lain.
"Naomi, saya minta maaf ya. Jika tadi telah menyinggung perasaanmu, karena saya tidak tahu jika kamu seorang yatim piatu," Ucap Pak Saga menundukkan kepalanya ke arah gadis tersebut.
"Pak Saga, tidak apa-apa. Itu memang kenyataan hidup saya, jadi saya tidak tersinggung sama sekali lho Pak. Tidak usah diambil hati," jawab Naomi sambil tersenyum kepada kepala pelayan tersebut.
__ADS_1
Sementara itu Kenzo masih berada di rumah sakit Dia terpaksa tidur di sana akibat ulahnya sendiri yang berpura-pura sakit demi menaklukkan hati Naomi.
Kenzo Berjalan ke depan ke belakang ke kiri dan ke kanan tak tentu arah, memikirkan kenapa Naomi belum datang menepati janjinya untuk merawat dia seperti yang telah disepakati dengan asisten pribadinya Arif.
"Arif, sekarang kamu telepon Ibu Susi yang kemarin rumahnya kita beli dan tanyakan ke mana Singa Betina itu sekarang? Enak saja tidak mau bertanggung jawab," perintah Kenzo sambil menahan emosinya.
"Hahaha, sejak gue bekerja sama Lo, baru kali ini gue melihat Lo kayak cacing kepanasan, ketika tidak dijambangin sama cewek," kedek Arif sambil tertawa.
"Menurut gue, Naomi pasti sedang melakukan sesuatu sehingga dia belum bisa datang ke rumah sakit untuk menjenguk Lo. Lagian salah Lo sendiri, kenapa kemarin tidak meminta nomor handphonenya, malah asik pura-pura tidur, padahal tuh cewek nungguin Lo kan kemarin?" tanya Arif ikutan kesal.
"Terus sekarang kita harus bagaimana? Kalau dia tidak datang ke sini bagaimana?" tanya Kenzo seperti orang panik kehilangan istri.
"Hahaha Lo ini lucu, dia itu bukan siapa-siapa Lo Kan, kenapa Lo kayak habis ditinggal sama bini hahaha," Arif tertawa terbahak-bahak melihat tingkah atasannya seperti sedang mengalami Puber di saat ABG.
"Ya sudah, daripada kita bingung, lebih baik kita mencari sarapan terlebih dahulu ke restoran yang terdekat di rumah sakit ini," ajak Kenzo pada asisten pribadinya.
Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi mencari sarapan di sekitaran rumah sakit tempat Kenzo dirawat. Mereka berdua tidak mengetahui bahwa restoran yang akan mereka tuju adalah Restoran Perlente tempat Naomi bekerja.
Restoran tersebut adalah sebuah restoran yang menyediakan, mulai dari sarapan ala orang kaya, sampai menu makanan elite lainnya.
Apakah kebohongan Kenzo akan ketahuan? Maka ikuti episode selanjutnya. Terima kasih banyak dan jangan lupa like comment dan vote authornya ya terima kasih.
__ADS_1