
🍓Jangan lupa tinggalkan jejak anda dengan like komen dan vote ya. Happy reading dan terima kasih 🍓
"Ok, besok kita akan melakukan CT scan terhadap kepalanya pasien." Ujar sang dokter sambil tersenyum.
"Tolong lakukan yang terbaik untuk Naomi, dokter!" imbuh Kenzo tanpa diikuti omongan laki-laki yang telah diselamatkan oleh Naomi.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu silakan kalau mau mengunjungi pasien tetapi pasiennya masih belum sadar," jelas sang dokter sambil meninggalkan mereka bertiga yang masih berdiri di depan pintu ruang IGD.
Ayu tahu bahwa Kenzo sangat cemas terhadap kekasihnya tersebut, dia membiarkan Kenzo yang terlebih dahulu dengan cepat masuk kedalam ruang IGD. saat Kenzo di dalam, beberapa Perawat sedang melakukan pemindahan terhadap pasien yang bernama Naomi.
Kenzo melihat kepala Naomi dikasih perban dan diperban tersebut masih terlihat adanya bayang-bayang bercak darah. hati Kenzo terasa sangat sakit melihat gadis yang sangat dicintainya itu terluka apalagi sekarang Naomi mengalami Amnesia.
Kenzo mendekati Naomi dengan air mata yang sudah tidak bisa ditahan nya untuk jatuh melewati pipi titik dia tidak peduli beberapa perawat memperhatikan laki-laki yang sering tampil wara-wiri di media televisi.
"Naomi! Bangunlah, Sayang, kamu tidak boleh seperti ini! Kita belum sempat merayakan hari bahagia yang baru tadi pagi kita rengkuh bersama. Aku sudah berjanji untuk membahagiakanmu seumur hidupku, tetapi kenapa sekarang kamu malah seperti ini membiarkanku menjadi orang yang paling merasa bersalah dengan terlukanya dirimu."
Kenzo bicara pada perempuan yang sedang terbaring di rumah sakit itu, gadis itu tidak bergerak sama sekali karena masih dalam keadaan belum sadarkan diri.
Kenzo beberapakali mencium punggung tangan kanan Naomi hingga meremasnya dan juga meninju ninju kasur brankar yang ada. Kenzo merasa sangat bersalah karena telah membiarkan Naomi bekerja di restoran parlente Padahal dia merasa mampu memberikan apapun yang diminta gadis tersebut.
"Tuan, lebih baik Anda membantu nona ini dengan banyak-banyak berdoa, karena hanya itulah yang paling dibutuhkannya saat ini." Nasehat seorang perawat perempuan yang sedang menyiapkan pemindahan pasien Naomi.
Kenzo hanya diam sambil menganggukkan kepalanya, namun tanpa ada rasa malu dia membiarkan air matanya kembali turun tanpa bisa dicegah.
Perawat mulai mendorong brankar Naomi menuju ruang inap yang diminta Kenzo. Dia mengambil ruangan VIP yang paling bagus dan paling besar di antara ruangan yang lain, agar Naomi benar-benar merasa nyaman saat dia tersadar nanti.
__ADS_1
Saat menuju kamar inap untuk Naomi, Kenzo mengeluarkan ponselnya dan memberitahu mamanya, karena bagaimanapun dia sudah melihat rasa bahagia Sang Mama saat mengetahui bahwa Naomi adalah kekasihnya.
"Halo, Ma. Kenzo mungkin tidak bisa pulang malam ini, karena Naomi dirawat di rumah sakit akibat kepalanya terbentur dengan batu dan sekarang kata dokter Naomi mengalami Amnesia," cerita Kenzo pada sang Mama via telepon.
"Apa? Maksud Kamu gadis singa betina dirawat di rumah sakit, terus sekarang amnesia?" tanya mamanya seolah tak percaya dengan berita yang baru saja disampaikan Kenzo kepadanya.
"Yah Mama, jangan panggil dia singa betina lagi Ma! Sekarang dia kan sudah jadi kekasih Kenzo, Mama malah bikin anaknya tambah pusing saja," ujar Kenzo terlihat kesal langsung mematikan handphonenya.
Setelah perawat selesai memindahkan Naomi ke ruangan yang baru, mereka izin pamit keluar dan tinggallah Kenzo seorang diri di dalam kamar itu. tak lama berselang Ayu dan juga seorang laki-laki yang telah diselamatkan oleh Naomi ikut masuk ke dalam ruang rawat inap Naomi.
Ayu dan juga laki-laki itu langsung masuk saja ke dalam ruangan yang kebetulan belum ditutup oleh Kenzo. Mereka masuk sambil mengucapkan salam kepada Kenzo yang terlihat sedang menggenggam tangan kanan Naomi.
"Assalamu'alaikum, Tuan. Bagaimana Naomi masih belum sadar ya?" tanya Ayu yang berdiri di samping tempat tidur Nomi bagian kiri.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, seperti yang kamu lihat, Naomi belum memberikan tanda-tanda untuk siuman," jawab Kenzo dengan suara serak dan juga sendu.
Ayu tidak bisa membayangkan sakitnya hati Kenzo jika sampai ketika Naomi sadar dia tidak mengenali kekasihnya yang baru saja berbaikan kembali.
"Maaf, nama saya Rio Dewantara. Saya akan bertanggung jawab atas semua biaya untuk pasien ini, saya juga akan memberikan biaya pengobatan amnesianya sampai sembuh," ucap Rio sambil menatap wajah Kenzo dengan penuh rasa takut.
Rio tidak mengetahui bahwa Kenzo adalah kekasihnya Naomi, Dia mengira bahwa Kenzo adalah kakak laki-lakinya Naomi. karena memang sejak mereka bertemu Kenzo belum ada mengatakan sesuatu yang berhubungan seperti seorang kekasih pada pasangannya.
"Gue tidak butuh uang dari lo, gue juga tidak pengen kenal dengan siapapun nama lo. Yang gue ingin Naomi cepat sadar dan ingat dengan siapa dirinya yang sebenarnya. Bisa lo berikan itu kembali dengan cepat?!" hardik Kenzo pada laki-laki itu sambil memegang kerah baju Rio.
Rio terlihat pasrah dengan apapun yang akan dilakukan oleh Kenzo, dia juga merasa sangat bersalah karena gara-gara menyelamatkannya malah nyawa Naomi yang jadi taruhannya. Dia juga tidak menyangka bahwa gadis itu sampai nekat mendorongnya, demi menyelamatkan dirinya yang hampir saja ketabrak oleh mobil.
__ADS_1
Saat suasana sedang hening dan juga terasa mencekam, tiba-tiba pintu ruang tempat Naomi dirawat diketuk oleh Pak Saga. Diapun masuk tanpa membaca salam namun langsung berjalan dengan langkah yang sangat panjang ke arah brankar tempat tidur Naomi.
Pak Saga langsung menoleh pada Ayu yang juga merupakan karyawannya. Dia menanyakan perihal kejadian yang menimpa Naomi hingga gadis itu dibawa masuk ke rumah sakit.
"Sebenarnya kenapa Naomi bisa mengalami kecelakaan seperti ini?" tanya Pak Saga pada salah seorang pelayan Restoran Parlente yang menjadi temannya Naomi.
"Saat itu, aku dan Naomi sedang membuang sampah ke tepi jalan tempat tong pembuangan, saat yang bersamaan kami melihat Abang ini sedang asyik menelepon. Sementara di arah jalan sedang ada mobil yang jalannya tidak menentu, mungkin sopirnya sedang mengantuk atau bahkan bisa saja sedang mabuk," cerita Ayu sambil menoleh pada Pak Saga kepala pelayan di restoran perlente.
"Terus kenapa Naomi bisa celaka?" tanya Pak Saga kembali belum puas dengan jawaban dari Ayu.
"Waktu Naomi melihat mobil itu semakin dekat kearah Abang Rio, dia tanpa berpikir panjang langsung berlari dan mendorong Bang Rio, sehingga malah dia sendiri yang terbentur sama batu setelah mendorong tubuh Abang ini," cerita Ayu dengan detil sambil mengarahkan wajahnya kepada Rio.
"Sekarang apa kata dokter?" tanya Pak Saga penuh perhatian.
"Sekarang Naomi amnesia," jawab Kenzo dingin tanpa ekspresi dengan nada yang sangat datar.
"Lalu apa yang harus kita lakukan, Tuan Kenzo?" tanya Pak Saga merasa penasaran.
"Gue akan merawat Naomi sampai dia sembuh kembali dan bisa mengingat kita semua," jawab Kenzo tiba-tiba kembali meneteskan air matanya di depan mereka semua.
Pak Saga sangat terharu melihat besarnya cinta Kenzo pada salah seorang bawahannya di Restoran Perlente. Dia juga tidak menyangka bahwa seorang Kenzo Heriyanto bisa meneteskan air mata demi seorang gadis.
Seumur hidup gue, baru kali ini gue melihat Kenzo mengeluarkan air matanya. Padahal gue mengenalnya sudah sangat begitu lama. Mudah-mudahan Naomi memang benar-benar adalah jodohnya. Amiin. Batin Pak Saga di dalam hatinya.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa baca juga OB KERUDUNG BIRU ya. Terima kasih.