CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG

CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG
Chapter 38


__ADS_3

💖Jangan lupa tinggalkan jejak anda dengan like komen dan vote ya. Happy reading dan terima kasih 💖


Pagi ini suasana sangatlah cerah, matahari telah keluar dari persembunyiannya dan memancarkan cahaya indah dari kemilau kuning bercampur orange ke seluruh Nusantara.


Naomi baru saja terbangun dari tidur panjangnya yang telah membuat semua orang khawatir akan keadaan yang sedang menimpanya setelah kepalanya terbentur pada batu besar yang ada di tepi jalan.


Ketika Naomi bangun, dia merasakan tangannya sedang digenggam erat oleh seorang laki-laki yang tertidur pulas sambil duduk disampingnya. Dia mengerjapkan matanya sambil sekali-kali mengingat apa yang terjadi pada dirinya sehingga dia merasakan sedikit sakit di bagian kepala.


Apa yang terjadi padaku. Kenapa aku tidak bisa mengingatnya dan aku ini siapa? Kenapa aku ada di rumah sakit, oh tidak ada apa ini? Kenapa aku tidak bisa mengingat siapa aku? Ini siapa laki-laki yang sedang bersamaku sambil menggenggam tanganku?


Naomi merasa bingung sendiri sambil mencoba untuk melihat wajah laki-laki tampan yang kebetulan tidur miring kepalanya ke arah Naomi sambil memegang tangan kanan gadis tersebut. Naomi tidak ingin membangunkan laki-laki yang sudah menjaganya dan dia membiarkan tangannya digenggam erat oleh Kenzo tanpa melepasnya.


Naomi merasa yakin jika laki-laki itu adalah orang yang sangat dekat dengannya. Kalau tidak, mana mungkin dia dirawat dalam ruangan yang mewah seperti ini, apalagi laki-laki tersebut sampai mengorbankan dirinya tidur sambil duduk dan menggenggam erat tangannya.


Naomi merasakan bahwa bagian kantong kemih nya sudah terasa penuh dan dia ingin sekali pergi ke kamar mandi untuk mengeluarkan hajatnya tersebut, namun dia bingung bagaimana caranya turun, sedangkan kedua tangannya tidak bisa digerakkan karena tangan kiri sedang diinfus sedangkan tangan kanannya digenggam erat oleh Kenzo.


flashback on


Hari sudah malam sedangkan Naomi belum bangun dari tidur panjangnya, mereka terlihat cemas dan juga Ayu, terlebih lagi Kenzo yang sangat khawatir dengan kondisi, Naomi.


"Menurut mama, sebaiknya Kenzo memasangkan cincin ke jari manisnya Naomi, agar kalian bisa bertunangan saat sekarang. Dan itu artinya, kamu bisa merawat Naomi dan mengajaknya pulang ke rumah ketika dia sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Kita akan merawatnya bersama sampai dia sembuh dan mengingat kembali tentang Siapa dirinya," saran mamanya Kenzo kepada sang anak yang masih terlihat diam membeku sambil memandangi wajah Naomi.


"Kenzo tidak mau jika ketika Naomi sadar nanti, dia mengetahui bahwa kita bertunangan tanpa berdiskusi terlebih dahulu," jawab Kenzo lugas dan tegas tidak ingin memanfaatkan situasi seperti permintaan mamanya.


"Maaf, Tuan Kenzo. Ayu sangat sependapat dengan apa yang diucapkan oleh tante, karena yang Ayu tahu, Naomi tidak punya siapa-siapa di Jakarta ini. Jika dia sadar nanti, Ayu dan Pak Saga bersedia menjadi saksi karena semua ini kita lakukan demi kebaikannya," ujar Ayu ikut memberikan tanggapan nya terhadap permintaan Mama Kenzo.


"Mama anda memang benar, Tuan Kenzo. Bukankah kalian memang sepasang kekasih? Apa salahnya sekarang bertunangan sekedar menghilangkan hubungan status tak jelas ketika ditanyakan orang, karena Naomi tidak mungkin tinggal sendirian sementara ingatannya tidak jelas kemanaa," seru Pak Saga menimpali percakapan mereka.


Kenzo memandang kembali wajah yang terlihat tidur sangat pulas, ia merasa tidak tega jika harus memasangkan cincin kepada jari manis gadis tersebut tanpa minta persetujuannya.

__ADS_1


"Ini adalah cincin warisan turun-temurun dari keluarga Heriyanto, keluarga besar papamu, pasangkan cincin berlian ini ke jarinya Naomi sekarang Kenzo! Cincin ini dahulunya diberikan oleh nenekmu, ibunya Papa sewaktu Mama mau bertunangan dengan Papamu," ucap sang Mama sambil memberikan cincin berlian kepada anaknya.


Mama Kenzo sudah sangat menyukai Naomi, dia senang karena gadis itu tidak pernah punya pikiran tentang materialistik. Apalagi Naomi adalah gadis yang sangat cantik dan juga baik, sehingga Mama Kenzo langsung jatuh cinta untuk menjadikannya sebagai menantu.


Rio yang sedari tadi diam saja ikut bicara setelah melihat mereka semua belum mengambil keputusan.


"Seharusnya kita sebagai orang yang normal, tidak memanfaatkan situasi seseorang yang sedang mengalami sakit, maaf saya hanya mengingatkan. Karena bagaimanapun Naomi telah menyelamatkan nyawa saya dari maut dan saya berjanji akan balas budi walaupun harus dengan membalas dengan nyawa saya." Seru Rio tiba-tiba ikut bicara di antara mereka.


Kenzo mendengar ungkapan yang disampaikan oleh Rio tensinya langsung naik, dia langsung berdiri dan berjalan kearah Rio yang berbicara tidak memikirkan perasaan Kenzo yang sedang gundah.


Bukk.


Kenzo langsung memukul bagian wajah Rio hingga mengeluarkan darah di ujung bibirnya. Hal ini karena dia sudah tidak tahan ingin melampiaskan rasa sakit hatinya dari semenjak awal bertemu dan sekarang dia sudah tidak bisa menahan nya lagi.


"Kamu bener-bener tidak punya otak! Naomi menjadi seperti ini semua karena salah mu, dasar tak berguna! Keluar kau dari sini!!" ucap Kenzo sambil mendorong tubuh Rio hingga terjatuh.


"Kenzo! Cukup sayang, walaupun dia kau bunuh, keadaan Naomi tidak akan kembali," seru mamanya mengingatkan.


"Maaf Bang Rio, sebaiknya Anda pulang saja! Dari pada kalian di sini bertengkar, besok Abang bisa datang lagi ke sini," saran Ayu sambil tersenyum.


"Baiklah, besok pagi saya akan datang ke sini melihatnya," jawab Rio merasa berat sambil memandang wajah gadis yang masih terlihat tidur pulas.


Rio mendekati brankar Naomi, dia tersenyum melihat wajah tidur itu.


"Naomi, terima kasih karena telah menyelamatkan nyawaku, aku akan melakukan apa saja agar kamu kembali sehat," ucapnya yang mau memegang tangan Naomi.


"Stop! Jangan pernah menyentuhnya jika tak ingin ku habisi," ucap Kenzo yang baru saja keluar dari kamar mandi. Rio akhirnya menarik lagi tangannya, lalu keluar dari ruangan itu.


"Saya permisi dulu, Tante, Ayu dan Pak Saga." Rio akhirnya pergi juga dari hadapan mereka semua.

__ADS_1


Setelah Rio pergi, Ayu akhirnya memberanikan diri untuk melanjutkan pembicaraan mereka yang belum selesai.


"Bagaimana sekarang tuan Kenzo? Malam sudah larut sedangkan Naomi belum bangun juga dari tidurnya. Kami sangat mendukung keputusan yang telah diambil oleh Mama Anda," ucap Ayu menambahkan.


Kenzo terlihat memandangi wajah mamanya mencari kebenaran yang sesungguhnya, Mama Kenzo langsung menganggukkan kepala agar anaknya melaksanakan apa yang telah dia pinta.


Akhirnya Kenzo mengambil cincin berliannya, lalu dengan tangan sedikit gemetar dia memasangkan pada jari manis Naomi, dan ternyata cincin tersebut sangat pas di jarinya.


"Maafkan aku, Naomi. Aku melakukan semua ini tanpa persetujuan mu karena ini adalah hal yang terbaik untuk hubungan kita kedepannya, " Ucapkan halo berbicara pada gadis tidur yang ada di hadapannya.


"Kau telah melakukan hal yang benar, Nak." Mama Kenzo terlihat bahagia begitupun dengan Ayu dan juga Pak Saga, mereka tersenyum ikut merasa bahagia walaupun sekarang Naomi belum mengetahuinya.


"Alhamdulillah, Mama sekarang sangat senang sekali melihat anak mama telah berani mengambil resiko demi masa depannya. Mama berjanji akan menjadi orangtua yang baik untukmu dan juga Naomi," janji mema Kenzo sambil mencium kening gadis yang sedang tidur.


Ayu merasa sangat terharu melihat pemandangan yang tidak pernah dijumpainya seumur hidup, dia meneteskan air mata dengan senyum yang tersungging di bibirnya, melihat Mama Kenzo yang mencium hangat kening sahabatnya.


Tak pernah kusangka jika selama ini Tuan Kenzo yang terlihat dingin, ternyata punya seorang ibu yang sangat hangat. Semoga kamu benar-benar bahagia kelak, kawan.


Ayu tersenyum melihat seperti ada keluarga kecil yang sedang berada di brangkar tempat tidur mereka bertiga terlihat sangat serasi sebagai sebuah keluarga.


Kadang kala, keluarga didapatkan bukan dari hubungan darah keturunan sendiri, tetapi malah didapatkan secara tidak sengaja dari orang yang lebih baik dari keluarga yang kita punya.


"Baiklah, karena hari sudah malam, Mama sekarang mau pulang dulu. Kenzo, Kamu jaga Naomi baik-baik! Jangan sampai dia kenapa-napa! Besok pagi Mama akan datang ke sini dan jika dokter mengizinkan, maka Naomi akan langsung kita bawa pulang kerumah," ucap mamanya sambil menepuk ringan bahu sang anak.


"Saya rasa sebaiknya Tuan Kenzo juga pulang mengantarkan tante, biar Ayu yang tinggal di sini untuk menjaga Naomi hingga besok pagi," saran Ayu kepada anak dan ibu tersebut.


Mereka berdua saling pandang, karena mendengar ucapan yang baru saja disampaikan oleh Ayu. Bagaimana selanjutnya?


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


baca juga kisah seru yang dituangkan autor dalam karya OB KERUDUNG BIRU.



__ADS_2