
💞Jangan lupa untuk like, komen dan vote ya. Happy reading dan terima kasih 💞
Kenzo masuk ke dalam rumahnya dan melihat kedua orang tuanya sedang duduk dan bercengkerama di ruangan keluarga. mama dan papa nya melihat dengan tatapan heran karena kenzo pulang sendirian.
"Kenzo, di mana Naomi? Kenapa kamu pulang sendiri, Nak?" tanya Ibu Ros pada anak semata wayangnya.
"Itu dia masalahnya, Ma. Setelah bertemu dengan pamannya, ternyata Naomi tidak boleh lagi balik ke sini sebelum kami menikah," cerita Kenzo pada kedua orang tuanya dengan nada sendu dan wajah yang kusut.
"Berarti pamannya Naomi sudah benar dong dalam bersikap, karena memang seharusnya kalian itu belum tinggal satu rumah, lah status kalian kan belum ada." Tuan Heriyanto menjawab dengan santai sambil tetap membaca koran di tangannya.
Mama Kenzo terlihat tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh suaminya, lalu dia mendekati sang anak semata wayangnya dengan cara menghibur agar mereka langsung melamar Naomi.
"Mama punya ide, bagaimana kalau nanti malam kita datang meminang Naomi, jadi kita bisa langsung membawanya ke sini kalau mereka sudah resmi menikah. Bagaimana Pa? Papa harus setuju karena ini demi kebaikan Kenzo," Mama Kenzo tersenyum kepada suami dan anaknya setelah menyampaikan ide yang dirasa akan memberikan kebahagiaan untuk mereka semua.
Tuan Haryanto meletakkan koran yang daritadi dibacanya, dia melihat ke arah Kenzo sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Apa ini tidak terlalu tergesa-gesa? Kamu yakin sudah memantapkan perasaanmu pada gadis yang lupa ingatan?" jawab Tuan Haryanto memandang lembut kepada anaknya.
"Papa kenapa ngomong kasar seperti itu? Naomi itu bukan orang yang lupa ingatan, tetapi dia hanya amnesia sementara. Nggak usah ngomong jelek begitu napa, kasihan Kenzo."
Mama Kenzo merasa tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh suaminya dia tidak ingin anak kesayangannya tersebut merasa sedih mendengar apa yang diucapkan oleh Tuan Heriyanto.
"Mama ini aneh, amnesia itu kata lainnya kan memang lupa ingatan atau hilang Ingatan. Apa sih bedanya, Istriku yang udah tua ya ... ngebet banget pengen punya cucu," goda tuan haryanto sambil mengedipkan sebelah matanya kepada sang istri.
"Apaan sih Papa, matanya lagi sakit? Kalau mau genit itu jangan di depan anak, anakmu itu lagi kasmaran sekarang. Hatinya akan tambah sakit melihat papanya yang masih saja suka genit padahal anak sudah tua juga," ucap Mama Kenzo sambil mengerucutkan bibir ke depan.
__ADS_1
"Sebenarnya Mama sama Papa mau membantu Kenzo atau nggak? Ini malah berdebat masalah genit, Kenzo ke kamar aja ah, punya orang tua nggak mengerti perasaan anak aku itu udah minta kawin, Ma." Ucap Kenzo sambil melangkahkan kaki meninggalkan kedua orang tuanya yang tertawa cekikikan mendengar apa yang diucapkan oleh anaknya.
"Anakmu tuh kayak ayam, minta di kawinin. Di mana-mana orang tuh minta dinikahkan bukan minta kawin," ucap Mama Kenzo sambil tertawa dan menggelengkan kepalanya.
"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang, Ma?"
"Kalau mama sudah sreg sama Naomi, nggak tahu tuh Papa. Suka atau nggak kalau dia jadi menantu kita?"
"Kalau papa yang penting Kenzo nya bahagia, itu adalah hal yang paling utama yang harus kita pikirkan. Satu lagi Naominya mau enggak nikah sama Kenzo, itu adalah hal yang sangat fatal jika gadis itu menolak keinginannya."
"Kalau begitu untuk membuktikannya, bagaimana kalau nanti malam kita melamar gadis itu? Dari pada lama-lama, nanti malah Naomi nya diambil tuh sama cowok yang diselamatkan nya. Siapa itu yang namanya, lupa mama, Pa."
"Namanya Rio, Ma."
"Ya sudah, kalau begitu kamu suruh Arif membeli seserahan yang akan kita bawa nanti malam, supaya mama dan papa langsung melamar Naomi untukmu. Masalah kuliahnya itu bisa diatur, setelah kalian menikah, Naomi akan tetap bisa melanjutkan kuliahnya."
Tuan Heriyanto langsung setuju dengan apa yang disampaikan oleh anak dan juga istrinya. Dia sama sekali tidak mempermasalahkan tentang asal-usul masa lalu dari Naomi, ataupun masalah statusnya sebagai seorang mahasiswa. Yang terpenting buat Tuan Heriyanto adalah kebahagiaan Kenzo.
"Ok, kalau begitu nanti malam kita semua mendatangi rumah Pamannya Naomi untuk melamar gadis itu menjadi menantu kita," ucap Tuan Heriyanto meyakinkan anak dan istrinya dengan penuh senyum bahagia.
Kenzo yang dari tadi menguping akhirnya kembali melangkah kearah Papanya dan memeluk pria paruh baya tersebut dengan penuh kehangatan.
"Terimakasih banyak Pa, mama. semoga Naomi mau menerima Kenzo untuk menjadi suaminya jadi Kenzo tidak perlu lagi merasa takut untuk kehilangannya," ujar genzo memperlihatkan binar-binar bahagia dari kedua bola matanya.
******
__ADS_1
Sementara itu Rio sedang mengemudikan mobilnya membawa satu buket bunga mawar merah menyala yang sengaja ingin dihadiahkan untuk Naomi. Dia memang sedang berniat untuk datang ke rumah Kenzo sekedar melihat keadaan gadis yang sekarang menjadi incarannya. Rio tahu bahwa saingan nya sangatlah kuat, tetapi hatinya berkata lain karena dia tidak sanggup untuk menolak keinginan nenek sang nenek yang selalu memaksanya untuk terus berjuang sebelum Janur Kuning berkibar layaknya bendera di hadapan rumah mereka.
Ketika setelah sampai di rumah Kenzo, Rio turun dan bertanya kepada satpam, apakah Naomi sedang ada di rumah atau tidak. Namun sayangnya apa yang diharapkan tidak sesuai dengan ekspektasi, satpam menceritakan bahwa Naomi sudah kembali ke rumah Pamannya dan dia menambahkan tentang Tuan Kenzo Heryanto yang ingin melamar Naomi malam ini juga.
Rio terpaku, tubuhnya terasa membeku seolah tidak percaya dengan apa yang disampaikan oleh satpam di rumah Kenzo Haryanto. Rio merasa lemas seluruh tubuhnya, terasa tak ada lagi harapan agar bisa meraih mimpinya untuk bersanding dengan gadis yang bernama Naomi.
"Maaf, Pak, kalau boleh saya tahu rumah paman nya Naomi di mana ya pak?" tanya Rio yang berniat ingin mendatangi rumah Paman Bimo untuk mengatakan isi hatinya kepada gadis tersebut.
"Maaf ya Tuan Rio, kalau saya tidak tahu di mana rumah Pamannya Nona Naomi. Yang saya tahu cuma malam ini akan diadakan lamaran terhadap Naomi, karena Tuan Kenzo tidak mau gadis itu sampai diambil sama orang lain begitu," jawab satpam dengan polos mengatakan semua yang terjadi di rumah majikan.
Enak aja ngasih tahu alamatnya Nona Naomi, laki-laki yang mau mengambil nona Naomi kan Tuan Rio sendiri, hahaha. Batin Pak Satpam sedang bicara sambil tertawa di dalam hati.
"Kalau begitu terima kasih banyak ya, Pak, saya pamit pulang kembali dan ini kasihkan aja bunga ini untuk istri, Bapak. Terima kasih."
Rio kembali masuk ke dalam mobilnya dengan wajah suram terlihat kusut karena hatinya sangat terluka mendengar gadis yang sedang dia incar ternyata akan dilamar oleh orang lain. Yang lebih parahnya lagi beliau tidak mengetahui Di mana keberadaan Naomi saat ini.
Ingin sekali rasanya dia menjerit mengeluarkan semua rasa sakit yang sedang bergejolak di dalam dadanya, namun dia sadar bahwa jodoh tidak bisa dipaksakan dan dia yakin, jika Naomi adalah jodohnya maka suatu saat nanti mereka akan kembali bertemu.
Ketika kita mencintai seseorang, namun hati tidak sanggup mencapainya, maka serahkan lah kepada Sang Pencipta hati, karena itu akan lebih terasa baik dari pada kau selalu berharap sesuatu yang tidak mungkin kau miliki.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Baca juga karya othor satu lagi yaa
__ADS_1