CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG

CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG
Chapter 19


__ADS_3

Kenzo dan juga asisten pribadinya Arif dengan santai pergi ke restoran dimana Naomi bekerja. Dia memesan nasi goreng spesial telur angsa karena menu tersebut adalah menu sarapan yang selalu dicari oleh orang-orang yang ingin punya daya tahan tubuh lebih.


Kenzo dan Arif masuk ke dalam restoran tersebut dengan gaya ala orang kaya, dia lalu memanggil seorang pelayan dan memesan nasi goreng yang mereka inginkan.


Arif tiba-tiba bicara sama Kenzo dan mengatakan, bagaimana kalau seandainya tiba-tiba mereka bertemu dengan Naomi, namun Kenzo tidak percaya.


"Oh ya Bos, kalau tiba-tiba seandainya gadis itu datang ke sini, lalu dia melihat Lo sedang makan dengan santainya. Apa yang akan Lo dilakukan?" tanya Arif sambil menatap atasannya.


"Nggak mungkin lah Singa Betina bisa datang ke restoran khusus seperti ini, palingan gadis kampung itu pergi ke warung kaki lima Hahaha," jawab Kenzo tidak percaya dengan apa yang disampaikan asisten pribadinya.


"Kalau enggak percaya ya sudah, gue kan hanya mengingatkan doang, tetapi jika seandainya bener-bener tuh cewek nongol di sini, Lo mau ngomong apa sama dia?" tanya Arif masih ingin mengetahui reaksi atasannya.


"Hemm, kalau dia benar-benar datang ke sini, gue juga tidak tahu mau menjelaskan apa sama dia, yang jelas dia pasti bakalan marah besar lalu gigi taringnya akan ke luar, terus menggigit semua tubuh gue dan kuku-kuku panjangnya mencakar wajah ganteng gue, hahaha nggak mungkin lah dia kesini," jawab Kenzo tidak percaya sama sekali


"Oh ya, gue lupa nih, dompet tertinggal di mobil. Lo tunggu di sini bentar ya," ucap Kenzo meninggalkan asisten pribadinya menuju mobil.


Saat Kenzo pergi ke luar restoran baru beberapa langkah, Naomi datang membawakan pesanan Arif dan Kenzo.


Naomi terlihat sangat kaget melihat Pak Arif sedang duduk sendirian di meja nomor 5, sedangkan pesanannya ada 2 porsi yang sedang dibawa Naomi di atas nampan yang dipegangnya.


Arif tak kalah kaget melihat kedatangan seorang pelayan yang tak lain adalah gadis barusan dibicarakannya bersama Kenzo.


Gawat, nih cewek ternyata beneran di sini. wah bisa ****** ini Kenzo kalau sampai ketahuan ikutan makan sarapan pagi bersama gue, gumam Arif di dalam hatinya.

__ADS_1


Arif segera pura-pura tidak melihat Naomi, lalu dia asyik mengambil ponselnya dan mengirimkan chat pada atasannya yang berisikan bahwa Naomi sedang berada dalam restoran bersamanya.


Bos ternyata Singa Betina Lo beneran ada di Restoran Perlente ini, Lo jangan balik ke dalam restoran kalau tidak mau ketahuan sama Naomi!


Itulah pesan singkat yang dikirimkan oleh asisten pribadinya lewat WhatsApp. Kenzo sangat kaget waktu membaca WhatsApp yang dikirimkan oleh Arif. Dia penasaran dan melihat dari dalam mobil, ternyata memang benar dia melihat Naomi sesang menata makanan di atas meja. Lalu Kenzo pergi kembali ke rumah sakit tempat dia pura-pura dirawat.


Naomi memperhatikan Pak Arif yang masih pura-pura tidak melihatnya namun dimata Naomi Pak Arif tersebut memang tidak mengetahui keberadaannya sebagai seorang pelayan.


"Pak Arif, aku kirain tadi salah lihat ternyata memang Pak Arif beneran," ucap Naomi sambil tersenyum sambil menata makanan di atas meja pesanan Arif.


"Loh Naomi, Kamu sejak kapan kerja di sini, kok enggak cerita kemarin kalau kamu bekerja di restoran ini?" tanya Arif pura-pura kaget melihat kehadiran Naomi.


"Aku baru bekerja pagi ini di Restoran Perlente, Pak Arif. Ceritanya sih panjang, yang penting sekarang aku senang, karena sudah dapat pekerjaan untuk sesuap nasi hahaha," jawab Naomi sambil tertawa renyah memperlihatkan barisan gigi putih di dalam mulutnya.


"Terima kasih atas tawaran dari Pak Arif. Aku sepertinya bakalan betah kok kalau kerja di sini, mudah-mudahan saja tidak ada masalah, jadi aku akan lanjut kerja di sini sampai kuliah, permisi dulu Pak Arif. Aku lanjut kerja dulu," jawab Naomi sambil berpamitan kembali bekerja.


"Tunggu sebentar Naomi, ini sebenarnya ada kesalahpahaman, karena seharusnya satu porsi untuk dibungkus dan satu porsi saya makan disini," panggil Pak Arif kepada gadis tersebut, agar membungkuskan porsi yang telah dipesan untuk Kenzo.


Naomi akhirnya membalikkan badannya kembali melihat ke arah Pak Arif.


"Jadi begitu ya, Pak Arif. Saya kirain tadi tuan sombong itu memang sedang ada di sini dan sedang sedang bersembunyi karena takut ketahuan kalau saya kerja disini," jawab Naomi tersenyum kecut.


"Enggak Naomi, Tuan Kenzo masih berada di rumah sakit, karena dia belum diperbolehkan pulang oleh dokter. Kamu kapan datang ke sana menjenguk Bos saya?" tanya Pak Arif menatap Naomi tanpa kedip.

__ADS_1


"Kalau begitu aku minta maaf ya, Pak Arif, telah berburuk sangka pada Si Macan Tutul tersebut. Aku kirain dia memang berada di sini, ternyata beneran gak ada ya. Baiklah, aku akan membungkus kan porsi sarapan untuk Tuan Kenzo, kalau ke rumah sakit, insya allah mungkin aku akan datang setelah pulang dari kerja."


Naomi berbicara panjang lebar terhadap asisten pribadi Kenzo tersebut karena dia merasa Curiga dengan kehadiran Kenzo yang ikut datang ke Restoran Perlente.


Akhirnya Arif merasa lega, karena ternyata gadis tersebut percaya dengan kebohongan yang terpaksa dia lakukan lagi demi menyelamatkan atasannya.


Naomi meninggalkan Arif untuk membungkuskan porsi sarapan Kenzo ke dalam kotak makanan, lalu dia menyerahkannya pada asisten pribadi Pak Arif.


"Maaf ya, Pak Arif. Aku akan ke Rumah Sakit setelah pekerjaanku selesai, jadi tolong sampaikan pada Tuan Kenzo, terima kasih," ucap Naomi sambil menyerahkan satu kotak sarapan pada asisten pribadi tersebut.


"Baiklah, pasti akan saya sampaikan pesanmu. Jangan lupa untuk datang mempertanggung jawabkan perbuatanmu! Jam berapa Kamu pulang kerja?" tanya Pak Arif memperhatikan mimik wajah gadis pelayan tersebut.


"Jam kerjaku sampai pukul 14:00 WIB, Pak Agus, setelah itu, aku janji akan langsung datang merawat Tuan Kenzo," jawab Naomi sambil tersenyum.


"Baiklah, selamat bekerja dan jangan lupa datang menemui bos Kenzo," ulang Pak Arif kepadanya.


"Ya Allah Pak Arif, aku ini belum pikun lhoo, masa harus diulang berkali-kali, iya a-ku a-kan da-tang," ucap Naomi sambil mengeja satu-satu ucapnya pada asisten pribadi tersebut dalam keadaan kesal.


Dasar orang kaya semua sama saja, tidak mengerti arti kepercayaan, emangnya aku ini tukang tipu apa? Gumam Naomi dalam hati merasa kesal setelah bertemu asistennya Kenzo.


Jangan lupa tinggalkan jejak anda dengan like komen dan vote ya. Terima kasih.


Baca juga karya author yang satunya :

__ADS_1



__ADS_2