
❤️Jangan lupa tinggalkan jejak anda dengan like komen dan vote ya. Happy reading dan terima kasih ❤️
Ayu sudah pulang ke rumah kontrakannya, sekarang kamar itu menjadi sepi, karena Naomi tinggal sendirian di dalam kamar yang besar tersebut. Naomi melihat ke seluruh dinding kamar begitu banyak foto Kenzo yang menghiasi dinding kamarnya.
Naomi berjalan kearah meja kerja yang selalu dipakai oleh tuan Kenzo setiap pekerjaan yang dibawanya pulang. Tiba-tiba mata Naomi tertuju pada sebuah box bening dilapisi kaca berbentuk kotak. Di dalam boks tersebut terlihat ada sebuah bros kerudung berbentuk kupu-kupu berwarna biru dan terlihat sangat indah berkilauan saat terkena pancaran cahaya lampu.
Entah kenapa, hati Naomi merasa sangat ingin sekali untuk mengambil benda kecil tersebut, yang terlihat sangat imut dan juga indah dipandang mata. Tanpa gadis itu saudari, ternyata Kenzo diam-diam sudah berdiri di belakangnya memperhatikan sang gadis yang telah memegang benda kecil disimpan Kenzo sebagai tanda pertemuan dia yang mengesankan di waktu malam itu.
Naomi pelan-pelan membuka wadah kaca yang terletak di atas meja kerja Kenzo. Dia mengambil bros kupu-kupu biru tersebut dan memandangnya cukup lama. Tiba-tiba saja Naomi spontan mengeluarkan kata setelah melihat bros kupu-kupu biru yang indah itu.
"Paman Bimo, ini bros yang berikannya padaku," ucapnya spontan setelah memegang bros biru yang ada di hadapannya.
"Alhamdulillah Naomi, Kamu bisa mengingat barang milik mu itu?" tanya Kenzo tiba-tiba mendekatinya dan berdiri di sampingnya.
"Haa? Apakah bros ini milikku?" Merasa heran memandang dengan tatapan menyelidiki.
"Ya, itu milik mu." menjawab datar.
"Eh Tuan apa Abang atau Kakak ya? Aku bingung memanggilmu dengan sebutan apa? Soalnya aku sama sekali tidak ingat dengan panggilan yang kuberikan kepadamu?" tanya Naomi sambil melirik kecil laki-laki yang sedang berdiri disampingnya.
"Jika kamu bisa mengingat bros itu pemberian Paman Bimo, kenapa kamu sama sekali tidak bisa mengingat panggilanmu terhadapku?" tanya tanya Kenzo membalikkan tubuh Naomi sehingga posisi mereka jadi saling bertatapan.
"Aku sendiri malah tidak tahu kenapa tiba-tiba ketika melihat bros itu nama Paman Bimo langsung terucap dari Mulutku." Jawabnya sambil tertunduk melihat kearah baju yang dipakai Kenzo.
"Naomi! Biasanya jika kamu bicara padaku maka kau akan berani menantang mataku, kenapa aku melihat dirimu sekarang bukanlah Naomi yang dulu? Naomi yang dulu selalu memberontak padaku." Kenzo merasa ada yang hilang ketika mulut pedas Naomi tidak bisa lagi dilihatnya dan juga dan juga didengarkan.
"Apakah dahulu kita sering bertengkar?" tanya Naomi mulai berani menatap manik hitam laki-laki yang sedang berada tepat di hadapannya.
"Kita bukannya sering berantem, tetapi sepertinya pertengkaran setiap pertemuan itu adalah bumbu hubungan yang kita miliki. Besok aku akan mengajakmu ke tempat mana saja yang pernah kita datangi berdua," ajak Kenzo yang berusaha agar gadis tersebut bisa cepat mendapat ingatannya.
"Bagaimana dengan bros ini? apakah benda ini milikku? Lalu kenapa kamu menyimpannya?" tanya Naomi sambil memegang benda kecil dan meletakkannya di antara wajah mereka berdua.
"Bross itu susah payah kudapatkan sampai aku rela mengacak-ngacak tong sampah hanya demi bros yang kamu punya. Itu adalah awal dimana aku mulai jatuh cinta kepadamu," ucap Kenzo berusaha jujur tanpa ada rasa malu karena dia ingin Gadis itu bisa mengingatnya kembali.
"Maukah Tuan menceritakannya kembali tentang awal mula pertemuan kita?" tanya Naomi dengan pancaran mata penuh harapan.
"Aku bukan tuan mu! Tetapi Kekasihmu. Apa Kamu mau berjanji, jika aku menceritakan seluruhnya maka kamu tidak akan pernah marah padaku karena aku tidak bisa kalau kamu sampai menjauhiku untuk kedua kalinya!" pinta Kenzo kepada Gadis itu sambil menggenggam kedua tangan Naomi.
__ADS_1
"Aku berjanji, bahwa apapun yang bakal kamu ceritakan, maka aku akan menjadi pendengar yang baik dan tidak akan memarahimu." janji Naomi sambil tersenyum pada laki-laki yang ada di hadapannya.
"Karena kamu yang minta, maka aku akan menceritakan semuanya."
Kenzo mengambil nafasnya dan melepaskan satu tangan Naomi namun tetap menggenggam tangan kanan gadis yang ada duduk di depannya. mereka berdua duduk di atas ranjang yang sama di dalam kamar Kenzo dengan pintu yang sengaja dibuka.
"Pertemuan kita terjadi secara tidak sengaja, waktu itu Arif hampir saja menabrak seorang nenek dan kamu berusaha menolongnya, sehingga mobilku hampir saja menabrak tubuhmu." Kenzo mulai menceritakan awal pertemuan mereka yang terjadi dijalan dekat kampus waktu itu.
"Lalu selanjutnya bagaimana?" tanya Naomi memandang pria yang tersenyum kepadanya.
"Disana kita bertengkar gara-gara aku salah paham padamu, kukira kamu adalah gadis gembel yang sengaja menabrakkan diri untuk mendapatkan uang dariku," jawab Kenzo yang mulai ragu untuk menceritakan kelanjutan kisah mereka.
Naomi terlihat tersenyum mendengar cerita yang disampaikan oleh Kenzo.
"Waktu itu, kamu mengataiku dan juga mencaci maki aku."
"Terus, pertemuan kedua kita kapan?" tanya Naomi masih penasaran.
"Pertemuan kedua kita waktu Kamu pergi ke toilet dan kita kembali bertengkar seperti biasa. Setiap kita bertemu pasti ada panggilan seru diantara kita berdua. Aku selalu menganggapmu singa betina karena kau selalu membuat namaku menjadi aneh setiap bertemu," ungkap Kenzo sambil meremas jari jemari gadis yang sangat dicintainya itu.
"Barusan apa yang kamu ucapkan memang seolah adalah Naomi yang dulu. Selalu tegas dalam bicara tanpa ada ragu sedikitpun walau itu siapapun yang kamu hadapi, termasuk itu aku."
"Wwaw Apakah dulu aku sekeren itu?" tanya Nomi seolah tidak percaya dengan apa yang dikatakan Kenzo.
"Ya, begitulah kamu dahulu. Sifatmu yang selalu bikin aku kesal, lama-lama menjadi sebuah rasa rindu setiap aku bekerja dan juga dimanapun aku berada. Karena wajah jelek mu itu selalu terbayang-bayang di mataku hahaha," ungkap Kenzo sedikit tertawa sambil menggelengkan kepalanya mengingat apa yang terjadi di awal awal pertemuan mereka.
" kalau kamu sudah tahu aku jelek, kenapa kamu jadi suka padaku?" tanya Naomi merasa tidak percaya dengan apa yang disampaikan Kenzo.
"Justru wajah jelekmu itu yang bikin aku jatuh cinta karena dibalik wajah itu tersimpan sifat yang selalu membuatku rindu," ucapnya dengan senyuman menawan.
"Dasar tukang gombal." bicara tanpa melihat.
"Satu lagi, Paman Bimo yang masih bisa kau ingat namanya, bukanlah orang yang baik. Tetapi entahlah, karena aku belum menyelidiki sepenuhnya. Keluarga Paman Bimo yang tadi kau ucapkan saat melihat bros itu, telah mengusirmu dari rumahnya, karena itulah akhirnya aku menyuruh Arif untuk membuntuti dan membelikan kamu sebuah rumah di dekat areal kampus Universitas negeri Jakarta."
Akhirnya rahasia kepemilikan rumah yang sewaktu Naomi belum amnesia dibuka oleh Kenzo dalam keadaan sadar.
"Jadi kamu membelikanku sebuah rumah? Di mana rumahku? Kenapa kamu baik sekali padahal katamu kita selalu bertengkar setiap kali bertemu."
__ADS_1
"Itulah yang namanya cinta, cinta kadang tidak bisa dimengerti oleh orang lain. Aku sendiri saja setiap bertemu denganmu, selalu menolak mengakui perasaanku. Tetapi ketika jauh darimu rasa rindu selalu meronta-ronta dalam hatiku karena ingin bertemu denganmu hahaha,"
Kenzo tidak mau lagi membohongi dirinya dan dia berjanji akan mengawalinya dengan baik mulai saat ini.
"helleeh itu mah lebay," ucap Naomi refleks membuat Kenzo menjadi kaget.
"Kata-katamu barusan itu persis seperti Naomi yang dulu."
"Bukannya aku memang Naomi ya hahaha," jawabnya dengan sedikit tawa mengulum.
"Istirahatlah! Besok kita akan mencoba untuk mendatangi rumah yang selama ini kau tinggali," ucap Kenzo sambil mengajak kepala Nomi dengan tangan kanannya.
"Tunggu sebentar! Panggilan ku padamu pakai apa? Aku bingung, masa harus ku panggil Om Kenzo hehehe," tertawa dengan penuh ledekan.
"Panggilan itu terdengar sangat tua, tetapi lebih baik daripada tukang mesum hahaha," Kenzo malah meladeni candaan dari sang gadis.
"Terus aku harus memanggilmu apa nih? Jan bikin ribet deh, kalau enggak ku panggil aja tuan malaikat bagaimana? kamu kan yang udah nolongin aku. Tapi nggak seru juga ya, mana ada malaikat tukang mesum hahaha," gelaknya kembali terdengar manis di telinga Kenzo.
"Panggil aku honey atau bebeb, itu adalah panggilan sayang buat pasangan yang sedang Kasmaran!" pinta Kenzo dengan senyum smirk.
"Hahaha masa orang memanggil kekasihnya sendiri dengan sebutan bebek, berarti kamu memang tukang sosor alias mesum," Naomi bercanda lagi membuat Kenzo tersenyum geli dan juga gemes.
"Kenzo kembali duduk karena mendengar canda an Naomi yang membuat dia tidak tahan sebelum menyentuhnya.
"I love you, honey. Cup."
Mata Naomi membulat karena mendapatkan kecupan singkat di dahinya secara mendadak.
"Dasar mesuuuuuum."
Kenzo berlari keluar kamar karena bantal sedang menyusunnya di udara.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Baca juga karyaku OB KERUDUNG BIRU ya.
__ADS_1