
💖Jangan lupa tinggalkan jejak anda dengan like, komen dan vote ya karena itu semua adalah semangat untuk menulis bagi author. Happy reading.💖
"Saya tidak merutuk, Tuan. Tetapi itu kenyataan, buktinya Tuan lupa dengan nama gadis itu. Padahal waktu itu saya sudah mengatakan bahwa nama gadis tersebut adalah Naomi," ucap Arif tidak mau kalah dengan tuduhan yang dikatakan oleh bosnya.
"Terserah sama Lo, yang penting sekarang kita datangin rumah tuh cewek, karena gue sudah tidak tahan untuk melihatnya," ucap Kenzo yang sudah tidak memikirkan lagi gengsi yang ada di dalam dirinya.
"Hahaha. Akhirnya tuan bisa juga jatuh cinta, saya kirain selama ini Tuan Kenzo adalah seorang gay," sahut Arif sambil tertawa.
BUKK.
Bahu kiri Arif dapat pukulan ringan dari Si Bos yang kesal karena dirinya dikatai sebagai gay.
"Lo kalau bicara sedikit pakai saringan jangan asal nyablak kayak bawak," ucap Kenzo datar.
"Lhoo masa bicara pakai saringan Tuan, entar pak santan marah, karena saringan di ambil jadi langsung masuk deh tuh sak ampasnya hahaha," ujar Arif yang masih setia membuat atasannya itu kesal.
"Banyak omong, Lo. Tuh rumah cewek masih jauh kagak sih?" tanya Kenzo sudah tak sabar.
"Sebentar lagi, Bos. Paling 5 menit lagi kita sudah sampai di depan rumahnya," jelas Arif kepada atasannya yang sudah tidak sabar ingin melihat wajah Naomi.
Apa yang dikatakan Arif akhirnya jadi kenyataan, mobil yang dikemudikan Arif telah terparkir indah di sudut rumah Paman Bimo bagian jalan.
Pucuk dicinta ulam pun tiba. Naomi keluar dari rumah paman Bimo sambil membawa sebuah keranjang belanjaan ibu-ibu yang biasa dipakai untuk ke pasar. Kemudian disusul dari belakangnya oleh seorang wanita dengan tampilan wajah menggunakan make up yang sangat menor, ala ibu-ibu berduit banyak.
"Ingat ya! Sepulang dari pasar Kamu harus langsung pulang tidak boleh kelihatan kemana-mana! Jika sampai tante tahu kamu pergi tidak karuan maka kamu akan tante hukum."
Tante Linda berkata sekaligus mengingatkan dengan ancaman kepada Naomi, bahwa dia harus pulang secepat mungkin jika telah selesai berbelanja di pasar. Terlihat oleh Kenzo dan juga asisten pribadinya Arif, bahwa tante Linda melemparkan dua lembar uang berwarna merah pada wajah Naomi.
"Nih ambil uangnya dan semua belanjaan harus dapat kau beli! Jika tidak membawanya pulang sesuai dengan perintah, maka Kamu tidak usah pulang sekalian!" perintah tante Linda kepada Naomi sambil melemparkan uang ke wajah lugu nya.
"Tante Linda yang cantik jelita, dengan uang Rp. 200.000 ini sampai nangis darah pun, semua list belanja yang tante suruh tidak akan pernah cukup untuk membelinya, karena Tante memang sengaja supaya aku tidak pernah pulang lagi ke rumah ini!" jawab Naomi dengan nada tak kalah tinggi dengan nada suara tante Linda.
__ADS_1
"Dasar orang miskin tak tahu diri, kalau Kamu tinggal di kampung, uang Rp. 200.000 itu sangat banyak kan. Kenapa ketika di sini Kamu malah komplain?" tanya Tante Linda sambil menyilangkan kedua tangannya di dada dengan tatapan mata sinis kepada keponakan suaminya.
"Hahaha, sebenarnya yang orang kampung itu Naomi apa Tante Linda ya? Harusnya tante kan lebih tahu harga di kota jauh lebih berbeda dengan harga sayur-sayur yang ada di desa, karena di desa sayur itu lebih banyak yang gratis daripada yang dibeli." sanggah Naomi kesal sambil berjalan menuju gerbang pagar untuk pergi ke pasar.
"Tuan, apakah sakit kepalanya sudah hilang? Jika sudah kita harus langsung ke kantor sekarang juga karena pagi ini kita ada meeting dengan pihak periklanan Sampho Sangsing," ucap Arif mengingatkan atasannya.
"Telepon kantor! Katakan meeting ditunda 3 jam, katakan kalau saya sedang ada urusan penting!" perintah Kenzo kepada asisten Arif dengan tegas.
"Baik, Tuan." jawab Arif patuh yang langsung menghubungi pihak kantor untuk mendelay rapat.
"Memangnya urusan penting kita sekarang, apa Bos?" tanya Arif penasaran.
"Kita harus mengikuti ke mana Sinonim pergi," perintah Kenzo sambil tersenyum.
"Yah, siapa lagi itu Bos? Baru juga sekarang ngikutin Naomi, malah minta ketemuan lagi sama Sinonim. Siapa lagi tuh cewek?" tanya Arif seketika langsung bingung dengan sikap bosnya.
"Ya itu cewek yang bawa keranjang," ucap Kenzo sambil menunjuk Naomi yang sedang menunggu angkutan untuk berangkat ke pasar.
"Diam Lo," kesal Kenzo.
"Saya punya ide, Bos. Bagaimana jika kita pura-pura lewat dan memberikan dia tumpangan?" ide Arif merasa sangat pintar.
"Mana mungkin dia mau diantar jika nampak gue yang duduk di belakang, secara tuh cewek sepertinya tiap ketemu bawaannya marah mulu," jawab kenzo memberikan penjelasan.
"Kalau begitu kita pura-pura saja Bos, sekarang Bos yang jadi supir dan saya jadi bos, pasti Naomi mau naik ketika melihat saya yang ada di dalam mobil dengan seorang sopir," ide gila Arif Kembali ke luar.
"Idemu tidak buruk, tetapi juga membuat gue kesal sangat tidak nyaman. Ok demi Singa Betina bakal gue lakuin dah," jawab Kenzo semangat.
Akhirnya mereka berdua bertukar tempat, sehingga Kenzo terpaksa membuka jasnya dan memasukkannya ke dalam nakas yang ada di samping kiri mobilnya, sedangkan Arif pura-pura menjadi seorang bos yang duduk di bagian belakang.
Mobil dikemudikan oleh Kenzo dan dia menyamar dengan cara memakai topi yang ada di dalam mobil. Mobil bergerak dan berhenti di depan Naomi yang sedang menunggu angkutan umum. Arif ke luar dari mobil dan sengaja berpura-pura ingin mengembalikan uang Naomi sebesar Rp. 50.000 yang sempat diberikan Naomi saat pertemuan pertama mereka.
__ADS_1
"Hai Naomi, masih inget sama aku? Ini aku sengaja ingin mengembalikan uangmu yang sempat ku pinjam waktu itu," ucap Arif mengawali pembicaraan pertamanya bersama Naomi sambil memberikan lembaran uang Rp. 50.000 yang sempat dipinjamnya
"Pak Arif Ya, tentu saja aku ingat waktu itu Pak Arif ditinggal pergi sama bos songong nya kan?" tanya Naomi dengan santai sedangkan Kenzo yang mendengar ucapan Naomi mengepalkan tangannya sambil memencet klakson mobil.
Tit tit tit.
Kenzo sengaja membunyikan klakson mobil agar Arif cepat melaksanakan tugasnya, mengajak Naomi naik dan masuk ke dalam mobil.
"Kamu mau ke mana? Kalau bisa biar ku antar sekalian?" tanya Arif kepada Naomi dengan ramah sambil tersenyum.
"Maaf, Pak Arif. Saya bisa naik angkutan umum, karena saya hanya mau pergi belanja ke pasar."
Naomi menolak secara halus ajakan Pak Arif untuk naik ke dalam mobil Kenzo. Arif tidak kehilangan akal agar Sang Perempuan bersedia diajaknya.
"Anggap saja ini sebagai ucapan terima kasihku sama Kamu, karena waktu itu sudah mau membantu meminjamkan uang, sehingga aku bisa kembali ke kantor tanpa harus berjalan kaki," ujar Arif dengan nada yang dibuat sesedih mungkin, agar Naomi mau menerima ajakan nya.
"Baiklah kalau begitu, tetapi jika mobil Pak Arif jadi bau karena aku duduk di sana, jangan salahkan aku," ucap Naomi sambil tersenyum tipis kepada Arif.
Naomi akhirnya masuk ke dalam mobil milik Kenzo setelah Kenzo dengan sengaja membukakan pintu belakang sambil menundukkan kepalanya agar tidak diketahui oleh gadis tersebut.
Singa Betina akhirnya gue bener-bener mendekati Lo dan ternyata dokter Reyhan tidak bohong, betapa senangnya hati gue melihat Lo. Batin Kenzo bicara.
"Kita mau kemana, Tuan?" tanya Kenzo pura-pura agar tidak diketahui oleh Naomi.
"Kita akan ke pasar tradisional, Pak Supir," jawab Arif sengaja menekankan kata supir di dalam kalimatnya, sekedar membuat Kenzo kesal.
Dasar asisten kurang ajar malah sengaja mengatai gue.
Jangan lupa baca juga karyaku lainnya
__ADS_1