CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG

CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG
Chapter 61


__ADS_3

Hari semakin sore dan persiapan segala sesuatu yang akan dibawa oleh keluarga Kenzo ke rumah Naomi semuanya sudah lengkap. Kenzo juga sudah melakukan panggilan untuk mengundang Ayu dan juga Pak Saga sebagai teman yang pernah dekat dengan Naomi.


Hati Kenzo merasa deg-degan antara bahagia dan juga kaku bergetar, dia merasa ada getaran aneh menjalar di seluruh tubuhnya membayangkan apa jawaban dari gadis yang akan dilamarnya.


Setelah melakukan shalat Magrib, rombongan mereka akhirnya menaiki mobil menuju rumah Paman Bimo. Namun saat yang bersamaan, Dita dan juga Dito sengaja pulang kerumah Papanya karena mereka sudah tidak sanggup lagi mengikuti semua keinginan mamanya.


Dita dan Dito sampai di rumah Papanya dan merasa kaget melihat sang Papa sedang asyik bersenda gurau dengan Naomi di ruang keluarga. Saat kedua anaknya masuk ke dalam rumah, Paman Bimo merasa sangat kaget melihat kedua Putra dan Putrinya tersebut terlihat sangat kurus dan juga berantakan.


Paman Bimo sangat menyayangi kedua anaknya, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa saat sang istri memaksa kedua anaknya untuk pergi bersama Linda. Paman Bimo mengakui karena dia sudah tidak punya pekerjaan, jadi waktu sang istri mengajak kedua anaknya pergi, dia tidak melakukan apa-apa. Dia juga tidak bisa menjanjikan sesuatu yang lebih baik lagi setelah dia dipecat dari pekerjaannya.


"Dita ... Dito, apa yang terjadi sama kalian berdua? Di mana mama kalian?"


Suasana hening seketika, namun selanjutnya Dita dan Dito langsung menghambur ke kaki Paman Bimo dan menyembah laki-laki yang sudah terlihat semakin tua, karena uban mulai tumbuh di kepalanya.


"Maafkan kami, Papa, kami sudah tidak sanggup mengikuti semua keinginan mama. kami hanya ingin tinggal bersama Papa apapun yang terjadi," ucap Dita dan Dito serentak sambil berurai air mata.


Mereka menggenggam erat kedua kaki laki-laki paruh baya yang selama ini selalu memanjakan mereka dengan harta dan juga uang yang ada.


"Berdirilah! Papa sudah memaafkan kalian jauh sebelum kalian meminta maaf. Tidak ada seorang ayah yang tidak memaafkan anaknya, karena bagaimanapun kalian tidak akan lahir ke dunia ini tanpa seorang ayah, ayo ke sini peluk papa, bukan di lantai menyembah kaki papa."


Mereka bertiga saling berpelukan dan melepaskan rindu, karena sudah beberapa lama terpisah akibat keegoisan seorang istri meninggalkan suaminya. Linda mengetahui Paman Bimo telah dipecat dari pekerjaannya, lalu pergi akibat ketakutan menjadi orang yang miskin. Sungguh istri yang tidak tahu diri karena langsung menghilangkan kata setia dari rumah tangga mereka, hanya gara-gara tidak sanggup hidup susah bersama suaminya.


Naomi yang melihat kedua sepupunya hanya memandang dengan diam, karena dia sendiri masih merasa bingung dengan keadaan yang sedang dihadapinya. Namun Dita dan Dito tiba-tiba berdiri dan juga memandang tajam kearah dirinya yang masih duduk di samping Paman Bimo.


Naomi merasakan ada tatapan kebencian dari anak Paman Bimo yang bernama Dita. Dia melihat sangat jelas tatapan mata sinis dari gadis tersebut, seolah-olah ingin membunuhnya dengan tatapan tajam pisau yang akan menghunus jantungnya.


Dito tersenyum manis ke arah Naomi, lalu dia memeluk gadis tersebut sambil meminta maaf, karena dia tidak bisa berbuat apa-apa saat kakak sepupunya tersebut diusir oleh mamanya.


"Maafkan Dito, Uni. Waktu itu Dito tidak berani melawan Mama yang sudah mengusir Uni Naomi dari rumah ini. Dito memang sepupu yang payah, tidak bisa membantu saudaranya melawan Mama yang sangat jahat."

__ADS_1


Naomi hanya terdiam membisu mendengar keterangan yang meluncur dari mulut saudara sepupu laki-lakinya. Dia hanya bisa mencerna sedikit demi sedikit keterangan yang disampaikan, dan dia bertambah yakin ternyata rumah ini yang dia tempati sekarang memanglah keluarganya sendiri.


Jadi ternyata aku dulu beneran diusir dari rumah ini dan yang mengusir ku adalah istrinya Paman Bimo. Benar-benar nasib yang tragis menimpa aku dulu, Alhamdulillah sekarang anak-anak Paman Bimo sudah kembali. Itu berarti istrinya akan merasa sangat malu untuk datang ke rumah ini, karena dia sendiri yang telah pergi dari sisi Paman Bimo. Semoga saja Pamanku bisa melewati semua ini dengan penuh kesabaran, aamiin.


Naomi berharap di dalam hati agar sang Paman bisa melewati semuanya dengan penuh kesabaran. Naomi merasa kasihan melihat pamannya yang harus hidup sendiri tanpa seorang istri karena memiliki istri yang tidak setia.


"Sekarang kalian berdua masuk lah ke kamar dan bersihkan tubuh kalian yang terlihat sangat kumal dan juga seperti tidak terurus!" perintah Paman Bimo kepada kedua anaknya, karena memang Dita dan Dito terlihat sangat berantakan.


"Baik, Pa."


Tanpa bantahan apapun kedua anaknya langsung berdiri dan pergi ke kamarnya masing-masing. Paman Bimo mengalihkan mata melihat kearah keponakannya, yang sejak kedatangan Dita dan Dito hanya diam tanpa suara sedikitpun.


"Mulai sekarang ingat kata-kata paman! Apapun yang terjadi dengan keluarga kita, jangan pernah kamu tinggalkan rumah ini, kecuali kamu diajak pergi oleh suamimu," ucap Paman Beno sambil tersenyum kepada keponakan kesayangannya.


Paman Bimo ingin berdiri untuk menyalakan televisi, namun hal itu diurungkannya karena mendengar bel rumah yang berbunyi. Dia yang memang sudah berdiri langsung pergi ke arah pintu, untuk mengetahui siapa yang datang malam-malam ke rumahnya.


Ceklek.


"Assalamu'alaikum Pak Bimo, saya Heriyanto Papanya Kenzo dan ini istri saya," ucap Tuan Heriyanto memperkenalkan dirinya dan juga sang istri kepada Paman Bimo.


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, saya Bimo, Tuan. Silakan masuk semuanya, tidak usah sungkan-sungkan," ucap Paman Bimo setelah berjabatan tangan dengan Tuan Heriyanto.


Mereka semuanya masuk dan duduk di ruang tamu, Kenzo langsung menyapu seluruh ruangan dengan pandangannya untuk melihat keberadaan Naomi. Namun dia tidak menemukan keberadaan gadis yang sudah dirindukannya walaupun baru berpisah hanya dalam beberapa jam saja.


Kenapa perasaan saya menjadi tidak enak dengan kedatangan Tuan Kenzo bersama keluarganya. Apakah mungkin Kenzo akan melamar Naomi secepat ini? Kalau memang iya, aku tidak akan mungkin bisa menolak semua ini, karena Tuan Heriyanto sangat terkenal kebaikannya dan dia juga orang yang sangat terpandang di kota ini. batin Paman bingung berbicara sendiri membayangkan apa yang akan terjadi.


"Ada angin apa sehingga Tuan Heriyanto mau berkunjung ke gubuk saya ini?" ucap Paman Bimo dengan sangat sopan sambil memberikan sebuah senyuman.


"Ah Pak Bimo ini terlalu merendah, kami sekeluarga datang ke sini memang ada niatan baik. Mudah-mudahan niat baik ini bisa disambut dengan baik juga," jawab Tuan Haryanto yang belum memberikan keterangan lengkap terhadap pertanyaan Paman Bimo.

__ADS_1


Mendengar rumahnya begitu rame, Dita dan Dito keluar dari kamar mereka dan pergi menuju ruang tamu. Dita langsung memperlihatkan wajah berbinar dan berseri, melihat Kenzo yang datang ke rumah bersama keluarga mereka.


Jangan-jangan Tuan Kenzo datang ke sini untuk melamarku. Aduh mimpi apa aku semalam, untung aku pulang ke sini, kalau tidak aku pasti akan menyesal seumur hidup, gumam Dita di dalam hati.


Paman Bimo melihat kedua anaknya ikut hadir bersama mereka, lalu Paman Bimo menyuruh Dito untuk segera memanggil Naomi dan mengajaknya berdiskusi di ruang tamu.


Tuan Heryanto masih tersenyum ke arah Paman Bimo, dia kembali berkata dan langsung menyampaikan keinginan yang sebenarnya untuk datang melamar Naomi.


Beberapa seserahan diletakkan rapi di atas meja ruang tamu, walaupun yang mereka bawa tidak begitu banyak namun nilainya sangat fantastis.


Tuan Heryanto melihat Naomi langsung memanggilnya, agar duduk di samping sang istri. Naomi datang dan menyalami kedua orang tua Kenzo dan tak lupa, dia juga memeluk Ayu yang sudah beberapa hari ini mereka tidak bertemu.


Kenapa Naomi seperti mengenal mereka semua, apa jangan-jangan keluarga Kenzo datang ke sini untuk melamar Naomi. Ini tidak boleh terjadi. Aku tidak mau Tuan Kenzo menikahi Naomi yang miskin dan juga kamoungan itu, aku yang harus mendapatkan Tuan Kenzo karena akulah yang paling pantas, ucap Dita di dalam hatinya.


Dita tidak mengetahui kalau Naomi sebenarnya sedang amnesia dan dia sedang menyusun rencana di dalam hatinya untuk mencelakai sepupunya tersebut. Dita Masih memikirkan apa yang harus dilakukannya agar gadis tersebut bisa lenyap dari hadapannya.


Tuan Heryanto mulai mengatakan keinginannya.


"Begini, Pak Bimo. Kami sebagai orang tuanya dari Kenzo, sengaja datang ke sini untuk melamar keponakan Anda yang bernama Naomi, agar bersedia menjadi istri dari anak kami yang bernama Kenzo," ucap Tuan Heryanto, akhirnya menyampaikan tujuan utamanya datang ke rumah Paman Bimo.


Naomi hanya diam karena waktu dia melihat begitu banyak barang yang dibawa oleh keluarga Kenzo ke rumah Pamannya, dia sudah merasakan bahwa Kenzo datang pasti untuk melamarnya. Namun jauh di lubuk hatinya, dia tidak mengetahui apakah dia benar-benar cinta sama laki-laki yang bernama Kenzo, karena dia sendiri tidak mengerti bagaimana hubungannya dengan Kenzo sebelum dia mengalami Amnesia.


"Saya sebagai pamannya Naomi, hanya memikirkan apa yang bisa membuat dia bahagia. Sedangkan masalah hati, saya tidak mengetahui apa-apa, jika Naomi bersedia maka saya akan mendukungnya. Apalagi saya sangat mengetahui bahwa keluarga Anda adalah keluarga yang sangat terpandang yang tidak akan mungkin menindas keponakan saya. Namun bagaimanapun semua keputusan ada di tangan Naomi sendiri," ucap Paman Bimo sambil melirik dan tersenyum ke arah keponakannya.


Naomi hanya menundukkan kepala tidak berani melihat ke arah mata pamannya ataupun memandang kedua orang tua Kenzo. Hatinya masih berkecamuk tidak mengerti apa yang harus disampaikannya didepan semua orang yang sedang menunggu jawaban dari mulutnya.


"Bagaimana, Sayang?" tanya mamanya Kenzo sambil membelai punggung Naomi yang terlihat masih ragu, untuk menjawab pertanyaan yang sedang diajukan kepadanya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote ya. Terima kasih


__ADS_2