CEO Tampan Vs Pramugari Cantik

CEO Tampan Vs Pramugari Cantik
Bukan yang pertama


__ADS_3

Kaila sudah duduk di sofa. Dia duduk pun karena ada Allisya, jika tidak ada Allisya mungkin dia tidak akan duduk. Kaila mengamati wajah Allisya. Cantik, postur tubuh yang tinggi dan indah, siapa yang tidak suka jika melihat wanita seperti ini, begitu gumamnya.


"Apa kedatanganmu kemari? Apa lo mau mencari informasi?" tanya Allisya.


"Aku tidak butuh informasi darimu." jawab Kaila.


"Lalu?"


"Aku hanya ingin meminta bantuanmu."


"Bantuan apa?"


"Aku ingin kakak menjemput kak Dominic pulang ke rumah, itu saja." Allisya cukup terkejut dengan ucapan Kaila.


"Apa? Menjemput kakakmu? Untuk apa gue menjemputnya?" tanyanya tak percaya.


"Karena kak Dominic mencintai kakak, jadi aku pikir jika kakak yang membawanya pulang mungkin dia akan mau."


"Gue gak mau ikut campur urusan keluargamu!"


"Kakak tidak perlu ikut campur. Kakak hanya perlu membawa kak Dominic pulang. Untuk masalah kak Dominic biar aku dan papa yang menanganinya."


"Kalau gue gak mau bagaimana?" ujar Allisya menggoda.


"Aku mohon, kak."


"Gue suka sekali orang yang memohon. Apa lo tahu? Gue bukan kekasih kakakmu, jadi gue gak berhak untuk mengaturnya!"


"Aku mohon, kak. Setidaknya bujuk saja kak Dominic untuk pulang." Kaila memohon sambil bertekuk lutut di hadapan Allisya.


Kaila anak bungsu dari keluarga Leonardus bertekuk lutut kepada Allisya si detektif tersembunyi? Sangat tidak mungkin. Tapi memang begitu kenyataannya.


"Eeemm… gue gak sanggup melihat anak yang lucu sepertimu. Gue akan menuruti permintaanmu." ujar Allisya.


"Allisya!" ujar Ken tak setuju dengan Allisya.


"Tapi, tentu saja itu tidak gratis. Lo harus membayarnya." lanjutnya dan tidak menggubris ucapan Ken.


Kaila tertegun mendengar ucapan Allisya. Apa dia harus memberi informasi? Atau harus memberi uang? Pertanyaan yang muncul di kepala Kaila. Karena setahu Kaila, Allisya selalu menjual Informasi dengan informasi. Yang artinya dia harus membayar dengan informasi.

__ADS_1


"Aku harus membayar dengan apa?" tanya Kaila.


"Tentu saja dengan informasi."


"Aku tidak punya informasi apa-apa, kak." saat ini Kaila sudah duduk kembali karena Allisya yang menyuruhnya tadi.


"Gue gak minta informasi yang aneh disini. Gue hanya meminta informasi tentang kakakmu Dominic." ujar Allisya tersenyum ke Kaila.


"Apa?" Kaila terkejut.


"Kenapa? Apa lo gak suka?" tanya Allisya sedih.


"Tidak, bukan begitu. Aku tidak tahu banyak tentang kak Dominic, hanya ada beberapa saja. Itupun tergantung kakak minta informasi kak Dominic tentang apa."


"Gue cuma ingin tahu, kenapa Dominic memilih gue disini? Apa Dominic mempunyai masa lalu yang cukup kelam dengan kekasihnya?" tanya Allisya sambil menuangkan minuman anggur ke dalam gelas.


Kenapa kak Allisya tanya tentang itu? Itukan cukup privasi. Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? tanyanya dalam hati khawatir.


"Kenapa diam?" tanya Allisya.


Sudah, beritahu saja. Ini demi kak Dominic.


"Lalu?" tanya Allisya.


"Apa kakak tahu wanita bernama Ayesha? Namanya Ayesha Kenya, putri bungsu dari keluarga Kenya. Apa kakak tahu?" ujar Kaila. Allisya mengangguk


"Kak Dominic berpacaran dengan kak Ayesha semenjak SMP, tapi tiba-tiba saja saat umur kak Ayesha sekitar tujuh belas tahun, kak Ayesha sudah sering tidur dengan lelaki. Dan itu membuat kak Dominic sangat kecewa. Saat kak Dominic mengingatkannya, kak Ayesha menentang dan berkata kalau dia juga butuh pembuktian dan juga hasrat bukan hanya pengakuan cinta saja. Karena sudah tidak tahan melihat sikap kak Ayesha yang sering tidur dengan lelaki setiap malam, akhirnya kak Dominic mengakhiri hubungannya dengan kak Ayesha. Awalnya kak Ayesha menolak tapi akhirnya dia menyetujuinya karena kak Dominic juga tidak mau tidur dengannya dan kak Ayesha berfikir kalau kak Dominic tidak mau tidur dengannya karena kak Ayesha tidak baru lagi dan sudah bekas lelaki. Kak Dominic bukannya tidak mau tidur dengan kak Ayesha meskipun kak Ayesha sudah tidak suci lagi, tapi kak Dominic tidak ingin mempermalukan dirinya dan kak Ayesha dengan tidur bersama. Karena mereka sama-sama dari keluarga konglomengrat, hanya saja kedudukan keluarga Leonardus dan Kenya lebih tinggi keluarga Leonardus, jadi kak Dominic tidak mau mempermalukan dirinya. Kakak tidak bisa melupakan kak Ayesha karena kak Ayesha adalah cinta pertamanya. Tapi, akhirnya kak Dominic merasakan jatuh cinta lagi setelah bertemu dengan kak Allisya." jelas Kaila panjang lebar. Allisya mendengarkan Kaila sambil menengguk minumannya.


"Tapi, bukannya Dominic sudah sering tidur dengan perempuan?" tanya Allisya memastikan.


"Tidak. Kak Dominic tidak pernah tidur dengan seorang perempuan sama sekali. Itu hanya rumor. Kak Dominic memang sering sekali datang ke club, tapi tidak untuk tidur dengan wanita tapi untuk bisnis. Rekan bisnis kak Dominic ingin membicarakan tentang bisnis di club jadi kak Dominic mengiyakan saja." jelas Kaila lagi. Allisya mengangguk.


"Baiklah, gue akan menuruti permintaan lo itu, tapi gue gak akan berusaha banyak, kalau Dominic menolak maka gue gak akan memaksanya." ujar Allisya.


"Iya, kak. Apa kakak bisa menyembunyikan informasi yang aku beritahu? Aku takut kak Dominic marah." ujar Kaila tersenyum memperlihatkan giginya.


"Awalnya sih gue kecewa saat tahu Dominic itu sudah pernah berhubungan dengan banyak wanita, tapi sekarang gue percaya kalau Dominic belum pernah berhubungan dengan wanita. Sebenarnya gue juga cukup kecewa karena gue bukan yang pertama menjadi cinta Dominic, tapi gak apa-apa."


"Apa kak Allisya ingin menjadi yang pertama?" tanya Kaila.

__ADS_1


"Tentu saja. Semua orang menginginkan yang pertama."


"Begitu ya."


Bagus ini bisa menjadi senjata untukku meminta makanan dan barang kepada kak Dominic, dan juga ini bisa jadi senjata saat kak Allisya gagal membawa pulang kak Dominic. ujar Kaila dalam hati.


"Gue akan menyembunyikan informasi tentang Dominic."


"Terima kasih, kak." ujar Kaila tersenyum senang.


Kaila mengeluarkan kotak dari dalam jaket hitamnya. Dia memberikan kotak itu kepada Allisya.


"Apa itu?"


"Itu adalah barang yang ingin kak Dominic berikan untuk, kakak. Karena kak Dominic tidak membawanya saat pergi dari rumah jadi aku yang membawanya dan memberikannya kepada, kak Allisya. Kak Dominic membeli ini sudah sangat lama, sekitar tiga tahun yang lalu. Tapi, dia tidak pernah bertemu dengan kakak selama tiga tahun ini."


"Benarkah?" Allisya membuka kontaknya dan melihat kalung bergambar hati. Allisya mengambilnya dan melihat dengan seksama. Ada gambar hati dengan tulisan D&A, yang artinya Dominic dan Allisya. Allisya tersenyum melihat kalung itu dan meletakkan kembali ke kotak.


"Jadi, kalung ini sudah berumur tiga tahun? Karena Dominic tidak bertemu denganku jadi dia menyimpannya untukku. gue cukup terkagum." ujarnya sambil menutup kotak tersebut.


"Iya, dan aku harap kakak mau memakainya saat menjemput kak Dominic nanti." ujar Kaila.


"Gue akan memikirkannya lagi." Kaila mengangguk.


Kaila pulang di antar oleh Alex, karena jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam. Kaila berterima kasih kepada Allisya karena sudah menuruti permintaannya dan setelah itu Kaila pulang. Allisya memandangi mobil Alex yang membawa Kaila.


"Allisya bukannya lo tahu semuanya? Tapi, kenapa lo malah tanya lagi sama dia?" ujar Ken. Mereka berempat hanya melihat interaksi antara Allisya dan juga Kaila tanpa ikut campur.


"Gue cuma mau memastikan saja. Ternyata gue bukan yang pertama dan juga cuma pelarian untuk Dominic."


"Lalu, kenapa lo menyetujui bocah ingusan tadi?"


"Jarang-jarang ada anak seperti dia datang kesini. Kaila yang pertama. Hargai saja dia." Allisya pergi meninggalkan mereka bertiga dan masuk ke dalam rumah.


Mereka hanya melihat kepergian Allisya tanpa mengikutinya, mereka tahu Allisya sedang merencanakan sesuatu tapi mereka tidak mau ikut campur.


Mereka bertiga masuk ke dalam dan menunggu kedatangan Alex di dalam.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2