
"Bukannya suka cinta, tapi suka karena dia imut. Lo ngerti kan kalau dia imut banget, apalagi pipinya yang cubby itu, gue pengen cubit tapi takut kalau dia nangis sih, secara kan dia juga cengeng. Terus nanti kalau dia ngadu ke Allisya gimana? Bisa gawat nanti." ujar Gevan menjelaskan kepada Ken agar Ken tidak salah paham.
Alex, Mikel dan Kaila berjalan dari dapur ke ruang tamu.
"Ken." panggil Alex.
"Hmm." jawab Ken dengan gumam'an tanpa mengalihkan pandangannya ke dokumen. Sementara Gevan masih sibuk dengan wajahnya itu.
"Nih anak gimana? Dia kan gak bawa baju ganti. Terus dia ganti baju pakai baju apa?" tanya Alex. Ken langsung mendongakkan kepalanya melihat mereka bertiga.
"Gue juga gak tau, baju Allisya itu panjang-panjang sementara tubuh dia pendek. Disini gak ada baju buat bocah cebol kayak dia!" jawab Ken mencibir.
"Aku gak cebol, om. Aku itu sebenarnya tinggi cuma akunya aja yang gak mau olahraga. Nanti kalau aku tinggi nanti banyak yang naksir aku lagi, apalagi wajah aku juga cantik kan." ujar Kaila membanggakan dirinya sendiri di hadapan Ken.
Ken akui Kaila memang cantik dan imut, tapi bagi Ken Kaila hanya bocah ingusan yang manja. Ken juga tahu kalau tubuh Kaila itu bisa berubah menjadi tinggi, mengingat keturunan keluarga Leonardus dan Jovanka yang memiliki postur tubuh tinggi dan gagah jadi tidak mungkin Kaila menjadi cebol terus menerus.
"Ikut gue." ujar Ken sambil beranjak dari duduknya, lalu dia berjalan menaiki tangga. Mereka pun mengikuti Ken.
Saat sudah ada di kamarnya, Ken mencari sebuah baju di lemarinya. Sementara Kaila mengedarkan pandangan melihat kamar Ken.
Siapa wanita itu, kayak gak asing sih. batin Kaila saat melihat foto wanita yang terpapang di dinding kamar Ken.
Ken menyerahkan sebuah baju kepada Kaila, Kaila pun menerimanya dengan kebingungan.
"Pakai baju itu. Kayaknya baju itu pas di tubuh lo." ujar Ken kepada Kaila.
"Ini baju siapa, om?" tanya Kaila. Ken diam tidak menjawab, lalu dia pergi meninggalkan mereka berempat yang mematung di kamarnya.
"Ini baju siapa?" tanya Kaila lagi kepada mereka bertiga.
"Itu... baju... mantan pacarnya Ken." jawab Mikel gagu.
"Apa? Baju mantan pacar?" tanya Kaila terkejut.
__ADS_1
"Iya, itu baju mantan pacarnya Ken." jawab Gevan lagi.
Jadi om kentang punya mantan pacar ya? Berarti foto itu adalah mantan pacarnya ya. batin Kaila sedih sambil melihat foto seorang wanita.
Hati kecil Kaila seperti teriris pisau rasanya, sakit. Kaila meremas dadanya yang terasa perih, bahkan ada genangan air di pelupuk matanya.
"Aku gak mau pakai baju ini. Aku mau pakai baju kak Allisya aja." ujar Kaila. Ketiga lelaki ini langsung melihat Kaila.
"Kenapa? Lebih baik lo pakai baju itu kan dari pada baju Allisya yang kebesaran? Baju itu paling juga muat di tubuh lo." ujar Gevan. Kaila menggeleng, lalu dia memberikan baju itu kepada Gevan dengan mendorong bajunya pada tubuh Gevan sampai membuat tubuh Gevan sedikit kebelakang.
"Pokoknya aku gak mau pakai baju itu! Aku mau pakai bajunya kak Allisya aja!" ujar Kaila sambil berlari keluar dari kamar Ken.
"Tuh anak kenapa ya?" tanya Alex bingung sambil garuk-garuk kepala.
"Gue juga gak tau." jawab Mikel. Sementara Gevan memandangi baju milik mantan pacar Ken.
Kayaknya tuh bocah suka sama Ken deh, gak mungkin juga dia kayak gitu. Ekspresinya tadi juga sedih banget. batin Gevan.
"Udah, dari pada kalian ngomong gak jelas lebih baik kalian cari baju buat tuh bocah di lemari Allisya." ujar Gevan kepada Alex dan juga Mikel.
"Gak bakalan. Khusus buat Kaila gak bakalan marah dia." jawab Gevan. Mereka berdua mengangguk dan pergi dari kamar Ken lalu menuju ke kamar Kaila. Gevan menaruh baju itu kembali ke lemari Ken, lalu dia pergi dari kamar Ken.
Sementara Ken sedang meminum wine di ruangan kerjanya sambil memikirkan mantan pacaranya itu. Gevan tiba-tiba masuk ke ruangan kerjanya Ken tanpa mengetuk pintu dulu.
"Ken, kalau lo gak mau minjemin baju itu ke Kaila, lo gak usah minjemin!" ujar Gevan emosi.
"Kenapa lo ngomong gitu? Gue minjemin baju Amelia ke Kaila itu karena tubuh mereka berdua hampir sama." ujar Ken heran melihat Gevan yang tiba-tiba emosi.
"Tapi lo minjemin baju itu dengan berat hati tau gak!"
"Itu pemikiran lo aja."
"Terserah lo mau ngomong apa, tapi lo harus tau kalau... " ucapan Gevan menggantung.
__ADS_1
"Kalau apa?" tanya Ken bingung.
"Gak apa-apa." jawab Gevan, lalu dia melenggang pergi dan ruangan kerja Ken.
"Aneh." ujar Ken sambil melihat kepergian Gevan.
Sementara di kamarnya Kaila, Alex dan Mikel sedang membandingkan baju milik Allisya kepada Kaila.
"Lo mau yang mana? Baju Allisya emang gelap semua." ujar Alex.
Dari tadi Kaila menggerutu karena bajunya warnanya gelap dan tidak ada yang terang. Mereka berdua pun juga memilih baju yang sekirannya cukup untuk Kaila.
"Terserah deh, om. Yang muat aja buat Kaila." ujar Kaila pasrah.
"Ya udah ini aja." Alex menyodorkan baju Coat warna coklat dan kaos hitam kepada Kaila. "Lo pakai ini aja gak apa-apa, kayaknya juga cukup di tubuh lo." lanjut Alex. Kaila menerima baju itu.
"Udah sana mandi." suruh Mikel. Kaila mengangguk dan berjalan ke kamar mandi. Alex dan Mikel berjalan keluar dari kamar Kaila.
Kaila sudah mandi dan memakai pakaiannya, baju yang dia kenakan juga pas untuknya, meskipun yanh awalnya sampai paha menjadi sampai lutut. Dia mau berjalan ke arah tangga tapi saat melihat Gevan sambil membawa sayuran mentah di tangannya, dia langsung memanggil Gevan.
"Om Gege." panggil Kaila sambil berteriak. Gevan langsung berbalik badan saat Kaila memangilnya Gege.
Gevan sudah tidak kaget lagi dengan panggilan yang di berikan Kaila, karena Alex dan Ken sudah bilang panggilan yang diberikan oleh Kaila untuk mereka. Apalagi nama depan Gevan adalah Ge, jadi sudah tidak usah lagi untuk di tanya. Kaila menghampiri Gevan dengan senyum secerah matahari.
"Om Gege mau kemana?" tanya Kaila. Gevan memperlihatkan keranjang yang berisi sayuran mentah kepada Kaila.
"Mau kasih makan hewan." jawab Gevan. Kaila mengerutkan keningnya bingung.
"Masa iya singa di kasih makan sayur?" ujar Kaila bingung. Gevan tepuk jidat langsung.
"Bukan buat singa, tapi buat kelinci dan sejenisnya." jelas Gevan.
"Ohhh... Aku ikut." Gevan mengangguk dan menyuruh Kaila untuk mengikutinya.
__ADS_1
Mereka berdua berjalan beriringan dengan Kaila yang selalu tersenyum setiap saat. Kenapa tiba-tiba sifat mereka berubah kepada Kaila? Itu karena permintaan Allisya kemarin malam kepada mereka berempat. Awalnya mereka juga tidak setuju tapi mengingat Kaila yang sangat polos jadi mereka bersikap seperti ini kepada Kaila. Jika di pikir-pikir lagi Kaila tidak terlalu buruk juga, apalagi dia lucu dan juga menggemaskan. Jadi yang melihat juga ikut senang juga.
Bersambung......