CEO Tampan Vs Pramugari Cantik

CEO Tampan Vs Pramugari Cantik
Nona Allisya?


__ADS_3

Tendangan dari Allisya langsung membuka pintunya. Sudah ada Ken di hadapan Allisya. Tanpa pikir panjang lagi Allisya menendang perut Ken dan membuat Ken tersungkur ke belakang sampai menabrak dinding kamarnya, padahal kamar Ken sangat luas. Sudah tidak di ragukan lagi pukulan dan tendangan Allisya, yang sudah pernah merasakannya pasti akan ketakutan dan tidak mau merasakannya lagi. Ken memang sudah siap di belakang pintu kamarnya saat mendengar mobil sports milik Allisya. Dia juga sudah tahu apa yang akan terjadi padanya saat Allisya datang ke kamarnya. Ken sudah mempersiapkan mentalnya sejak kemarin malam, jadi dia sudah tidak terkejut lagi dengan apa yang Allisya lakukan saat ini.


Allisya menghampiri Ken yang jatuh tersungkur gara-gara tendangannya itu. Allisya mencengkeram kerah leher milik Ken dengan sangat keras.


"Apa yang lo lakuin sama bocah itu, Ken?!" Allisya menekankan kata-katanya.


"Lo gak perlu tanya lagi ke gue, Al. Lo udah tau semuanya kan dari Gevan, jadi lo gak perlu tanya lagi ke gue." jawab Ken sambil meringis kesakitan.


Bugh


Satu pukulan mendarat di pipi Ken sebelah kiri, dan itu membuat pipi dan sudut bibir Ken yang mengucurkan darah segar.


"Lo bodoh, Ken! Gimana bisa lo masih percaya sama cewek yang udah khianatin lo sendiri?! Lo terlalu di butakan sama cinta lo itu! Asal lo tau aja, apa yang di katakan sama Kaila itu benar adanya. Kenyataan bahwa Amelia cewek yang lo cintai itu udah menikah dan berumah tangga dengan seorang laki-laki. Selama ini lo mempertahankan cinta wanita yang udah memiliki suami dan anak!" teriak Allisya emosi.


Ken di buat terkejut lagi dengan kata-kata itu. Dia tidak percaya kalau Allisya akan berbicara seperti itu. Sepertinya Allisya juga sudah tidak mau melihat Ken yang terus berada dalam bayangan Amelia.


Apa? Itu gak mungkin! Kalau Allisya yang ngomong gini, itu artinya dia tau tentang Amelia? batin Ken terkejut.


Allisya melepaskan cengkeraman tangannya dari kerah Ken, dia berdiri tegap memandang Ken yang ada di bawahnya dengan wajah yang datar.


"Lo bodoh, Ken. Kayaknya lo butuh hiburan." setelah mengucapkan ucapan itu Allisya langsung meninggalkan Ken yang terluka.


Ken bangkit sambil berpegangan ke meja, dia masih belum percaya kalau Allisya yang mengucapkan kata itu setelah Kaila kemarin malam.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Kaila sama Allisya punya pendapat yang sama tentang Amelia? Apa yang mereka tau tentang Amelia di bandingkan gue? Tapi Amelia gak mungkin mengkhianati cinta gue." gumam Ken sambil memegangi perutnya yang terasa sangat sakit sekali.


Sementara Dominic sedang berjalan keluar dari kamar Gevan sambil menggendong Kaila yang ada di punggungnya saat ini. Dominic terkejut saat melihat Gevan, Alex dan Mikel terluka parah. Dominic segera menghampiri mereka bertiga.

__ADS_1


"Apa yang terjadi sama kalian? Muka kalian kok bonyok gitu?" tanya Dominic.


"Iya, om-om aku kenapa kok mukanya bonyok kayak gitu?" tanya Kaila.


Om-om aku? Terserah saja Kaila mau memanggil mereka apa. Mereka juga tidak peduli dengan panggilan dari Kaila. Bagi mereka panggilan Kaila cukup unik untuk mereka, jadi mereka membiarkannya saja.


"Ya, biasalah." jawab Gevan santai. "Boleh ambilin kotak P3K itu?" lanjut Gevan.


Dominic sedikit berjongkok dan menurunkan Kaila. Kaila berlari mengambil kotak P3K yang ada di dinding itu, setelah itu dia menyerahkannya kepada Gevan.


"Thanks." ujar Gevan berterima kasih kepada Kaila. Kaila mengangguk dan menerbitkan senyuman secerah mataharinya itu.


Gevan mulai mengobati lukanya Alex dan Mikel secara bergantian, untuk lukanya sendiri dia tidak terlalu memperdulikan itu semua, karena lukanya juga tidak terlalu parah. Setelah mengobati Alex dan Mikel, Gevan mengobati dirinya sendiri. Kaila tiba-tiba menempelkan sebuah plester bergambar Hello Kitty di pipi Gevan saat Gevan sudah mengobati lukanya, dan itu sukses membuat Gevan terkejut.


"Biar gak kena bakteri, om." ujar Kaila sambil tersenyum. Gevan hanya mengangguk saja sebagai jawaban.


"Ayo." ajak Allisya.


Dominic menganguk saja, lalu dia membawa Kaila pergi dari sana. Allisya menatap Gevan, Alex dan Mikel secara bergantian.


"Gue udah panggil dokter kesini, tunggu dia." setelah mengucapkan kata itu, Allisya langsung pergi meninggalkan mereka bertiga.


***


Saat ini mereka sudah sampai di rumah kediaman keluarga Leonardus. Dominic menyandarkan kepalanya, frustasi karena balik lagi ke rumah ini. Mobil Allisya tadi di izinkan masuk karena di dalamnya juga ada Dominic dan Kaila.


"Al..... " rengek Dominic.

__ADS_1


"Turun!" Allisya menekankan kata-katanya itu.


Dominic berdecak kesal, tapi dia tetap turun dari mobilnya, Kaila dan juga Allisya ikut turun juga. Kaila langsung berlari ke arah rumahnya itu, sementara Dominic hanya berjalan malas kesana.


Dan saat ini mereka sudah duduk di sofa ruang tamu keluarga Leonardus dengan Arav dan Kirana tentunya. Kirana terharu karena anaknya pulang lagi, apalagi pulang bersama dengan Allisya.


"Dominic, maafin mama sayang." ujar Kirana sambil menangis.


"Papa tau kamu pasti pulang Dominic." ujar Arav.


Dominic hanya mendengus kesal melihat kedua orang tuanya, apalagi saat melihat Nevan yang baru keluar dari lift.


"Cih! Manja tau gak sih lo!" ujar Nevan mencibir.


"Gue baru aja sampek di rumah ini dan lo udah ngajak berantem gue? Besar juga nyali lo ya." ujar Dominic.


Mereka berdua sama-sama menatap dengan tatapan permusuhan, itu sudah biasa dalam saudara kakak beradik.


"Ah... apa kayak gini kehidupan di rumah ini? Bertengkar karena masalah yang sepele? dan adu bacot karena tindakan? Sungguh gak bisa di percaya." Allisya sedikit mencibir di ucapannya itu.


Meskipun Allisya seorang detektif tapi dia juga tidak tahu bagaimana hubungan keluarga Leonardus saat ada di rumah. Yang dia tahu adalah keluarga Leonardus selalu bersifat arrogant, dingin dan kejam, kecuali satu yaitu Kaila. Hanya dia satu-satunya keluarga Leonardus yang selalu menampilkan senyuman sejuta wattnya ke publik. Dan Allisya cukup terkejut saat melihat pertengkaran Dominic dan Nevan yang seperti bocah 5 tahun itu. Padahal mereka berdua selalu bersikap arrogant di depan publik dan semua orang.


"Kami selalu seperti ini setiap berkumpul bersama, jadi anda tidak perlu terkejut nona Allisya." ujar papa Arav.


"Apa anda bilang tadi? Sepertinya anda terlalu sopan jika memanggilku 'nona' secara anda adalah pemimpin keluarga atas di dunia. Panggil saja aku Allisya, tidak perlu kata 'nona', tuan Arav." ujar Allisya mencoba untuk membenarkan.


Arav hanya tersenyum mendengar ucapan Allisya yang menurutnya sangat dingin sekali, karena Allisya mengatakan itu dengan wajah datarnya itu.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2