
Allisya sering sekali mengajak Zeline untuk jalan-jalan agar Zeline tidak bosan di tempat yang Zeline tinggali 4 tahun ini. Tapi itu jika Allisya ada waktu, jika tidak ada waktu Zeline selalu jalan-jalan dengan Alex atau Mikel. Zeline beberapa kali menantikan Allisya mengajaknya untuk jalan-jalan tapi Zeline juga tidak berharap banyak kepada Allisya, karena Zeline tahu posisi Allisya yang memiliki 2 pekerjaan sekaligus. Dan saat Allisya mengajaknya tadi, Zeline sangat senang sekali karena Allisya mengajaknya jalan-jalan lagi setelah sekian lama. Bahkan dia juga tidak mencurigai Allisya yang tiba-tiba mengajaknya untuk jalan-jalan.
Selepas kepergian Allisya, Zeline langsung menutup kopernya lagi dan membayar minumannya ke penjual.
"Maaf, nona. Ini kembaliannya." teriak penjual itu karena Zeline sudah pergi.
"Ambil saja kembaliannya." balas Zeline.
Penjual itu langsung bersyukur dan menaruh uang itu di depan dadanya sambil berdoa untuk Zeline.
***
Malam minggu yang di nanti......
Malam minggu yang di nanti-nanti akhirnya telah tiba. Zeline sedang menunggu Allisya di tempat biasanya Allisya menjemputnya. Zeline menunggu sambil memikirkan Allisya mau mengajaknya kemana. Tak lama mobil Allisya datang, Zeline langsung ke mobil Allisya.
"Lo mau ngajak gue kemana?" tanya Zeline dengan mata berbinar.
"Kemana aja. Apa gak ada tempat yang mau lo kunjungi?" tanya Allisya balik.
"Gak ada sih kayaknya." jawab Zeline sambil menggelengkan kepalanya.
"Lo mau ke pasar malam di lapangan XX. Kebetulan bulan ini mereka mengadakan pasar malam. Disana pasti ada wahana dan banyak banget makanan. Lo mau kesana?" tawar Allisya.
"Boleh juga. Udah lama juga gue gak ke pasar malam." Zeline menyetujuinya.
Maafin gue, Zel. Menurut gue ini yang terbaik buat lo. Lo gak mungkin terus menerus hidup sendirian dan hidup di tempat kumuh dan kurang pencahayaan kayak gitu. Menurut gue ini yang terbaik. Gue harap lo bisa berdamai sama Nevan. batin Allisya.
Jika kalian menyebut Allisya pengkhianat, lalu bagaimana dengan kehidupan Zeline yang selalu bersembunyi? Bagi Allisya ini adalah jalan yang terbaik. Karena mungkin Zeline akan bertengkar dengan Nevan hanya beberapa saat saja dan selebihnya mereka mungkin akan hidup dengan bahagia. Allisya sudah memperkirakan ke depannya saat Zeline bertemu dengan Nevan, jadi dia bisa sedikit santai.
__ADS_1
Zeline Andreas sejak kejadian yang menimpanya dulu, dengan hilangnya mahkota dan harta berharganya, dia menjadi sedikit pendiam. Sejak saat itu informasi tentang Zeline di sembunyikan oleh Allisya dan Zeline terus bersembunyi. Zeline tinggal di sebuah rumah atau bisa di sebut dengan kos'an yang sangat kumuh sekali dan minim sekali pencahayaannya. Musim panas saja jalannya sudah becek dan berlumut, apalagi saat musim hujan, sudah tidak tahu jalannya akan seperti apa. Di tempat tinggalnya itu banyak sekali mantan narapidana dan orang yang pengangguran, serta preman. Tapi semua orangnya baik-baik, tidak ada yang jahat. Jika mereka menginginkan sesuatu, mereka pasti akan meminta bukan mencurinya.
Zeline biasanya selalu minta tolong kepada tetangga sebelah rumahnya atau gerombolan preman yang sedang berkumpul. Setiap dia minta tolong, dia pasti akan memberi uang sebagai imbalannya. Zeline terkenal orang yang baik dan murah hati disana. Bahkan dia juga mengajari ibu-ibu disana untuk membuat modal kecil-kecilan, seperti kue atau accessories dari kain perca, dan itu sangat menguntungkan untuk mereka semua. Sejak adanya Zeline tempat itu sangat ramai dan tidak sepi seperti dulu lagi.
Sekitar 30 menit telah berlalu, akhirnya Allisya dan Zeline sudah sampai ada di pasar malam. Allisya memakirkan mobilnya dan membeli tiket untuk masuk.
"Aih, kepala gue pusing banget saat lihat ginian." Zeline menggerutu.
"Kenapa?" tanya Allisya.
"Banyak orang, terus juga berisik." jawab Zeline.
"Itu bukan salah ini semua, tapi salah lo. Kebiasaan hidup di tempat sepi dan sunyi, makanya lo jadi agak sensitif saat lihat beginian." jelas Allisya.
"Kalau gue gak tinggal disana, terus gue mau tinggal dimana? Di apartment atau hotel gitu? Yang ada gue cepet ketemunya, bego!" kesal Zeline.
Mereka akhirnya mulai berkeliling dan naik wahana permainan.
***
Pukul 21:30
Langit sudah sangat gelap sekali, hanya gemerlap lampu wahana saja yang menerangi saat ini. Semakin malam, pengunjung semakian banyak, dan 80% semuanya berpasangan, ada juga yang dengan temannya.
Allisya dan Zeline sedang menikmati es cream sambil duduk di kursi. Padahal udara sangat dingin sekali, tapi mereka malah menikmati es cream, semoga saja besok mereka tidak demam.
Apa udah cukup? Ini udah lebih dari 2 jam gue sama Zeline keliling, menurut gue ini udah cukup. Semua wahana udah gue naikin semua sama Zeline, hampir semua makanan yang ada disini juga udah gue coba, perut gue rasanya mau meledak. batin Allisya sambil melihat Zeline yang memakan es cream sambil tersenyum senang.
Hp Allisya berbunyi, menandakan ada chat yang baru saja masuk di WA nya. Saat dia lihat ternyata dari Nevan.
__ADS_1
"Lo kemana, bambang?! Gue udah nungguin satu jam disini dan lo gak dateng-dateng?! Sebenarnya lo itu niat kagak sih?!" chat dari Nevan yang Allisya baca. Allisya mendengus kesal.
"Tunggu sebentar lagi. Gue udah mau otw kesana." balasan chat singkat dari Allisya.
"Siapa?" tanya Zeline tiba-tiba. Allisya menoleh melihat Zeline.
"Bukan siapa-siapa, cuma Alex yang titip makanan." bohong Allisya dan Zeline menganguk.
"Kita pulang ya? Gue udah capek soalnya." ajak Allisya.
"Iya, gue juga capek kok. Gue juga puas banget habis naik semua wahana, perut gue juga rasanya mau meledak karena kebanyakan makan." jawab Zeline.
Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk pulang juga, bukan pulang, lebih tepatnya menyerahkan Zeline kepada Nevan tanpa sepengetahuan Zeline.
***
Sementara di dalam mobil Nevan, Nevan berdecak kesal membaca chat balasan dari Allisya.
"Heh! Nevan! Lo gila kali ya! Udah satu jam, mana si Zeline?!" ujar Azka dengan kesal.
Sebenarnya tadi yang ikut dengan Nevan adalah Dominic, tapi Dominic menolak dan beralasan lain. Alhasil Azka lah yang di jadikan umpan oleh Dominic, karena Dominic sudah tahu apa yang akan terjadi jika dia ikut dengan Nevan. Padahal tadi Nevan juga bilang kalau nanti ada Allisya, tapi Dominic tetap menolaknya.
"Sabar, bego! Gue juga nungguin dari tadi! Ini si Allisya juga baru aja balas chat gue!" jawab Nevan tak kalah kesal.
"Lo tau gak sih? Musuh lo itu orang yang salah tau gak! Bisa-bisanya lo ngajak gue ketemu sama Allisya si detektif tersembunyi itu. Lo pikir gue gak takut apa? Gara-gara kejadian di markas beberapa hari yang lalu, gue jadi merinding tau gak sih denger nama dia!" ujar Azka.
"Alay lo." cibir Nevan.
Bersambung......
__ADS_1