CEO Tampan Vs Pramugari Cantik

CEO Tampan Vs Pramugari Cantik
Hutan terlarang ( Part 2 )


__ADS_3

"Dominic, gue butuh bodyguard lo. Gue minta lo bantuin gue sekarang juga! Kirim 10 helikopter dan pasukan hitam punya lo! Gue ada di hutan terlarang XX dan gue mau nyari Zeline, karena Zeline lari ke arah sana." teriak Nevan kepada seberang sana.


"Lo kenapa sih ngerepotin gue terus?! Heran gue."


"Sekali ini aja, Dom!"


Nevan mematikan panggilan telponnya dengan Dominic dan terus mencari keberadaan Zeline yang tidak tahu lari kemana. Karena di hutan terlarang tidak ada satupun lampu dan hanya terang karena cahaya rembulan. Bodyguard Nevan terus berlari sambil membawa senter untuk menerangi jalan Nevan dan juga melihat kanan kiri jika Zeline sembunyi.


Zeline terus berlari tidak tahu arah, pokoknya dia berlari saja, yang penting dia tidak bertemu dengan Nevan. Zeline menyingkirkan semak-semak yang menghalangi jalannya dan terus berlari. Dia berhenti dengan nafas yang terengah, tubuhnya sudah berkeringat banyak bahkan keringat itu sampai menetes-netes. Dia melihat kebelakang yang sudah tidak terdengar suara Nevan.


Zeline menitikkan air matanya lagi sambil melihat sekelilingnya, gelap. Dia berjalan lagi sambil melihat-lihat sekelilingnya dengan sangat hati-hati. Jujur, Zeline sangat takut sekali jika berada di hutan, bukan karena nanti ada hantu atau apa, dia hanya takut jika ada binatang buas yang datang. Bahkan saat dia ada di markas Allisya, dia benar-benar ketakutan jika melihat peliharaan buas milik Allisya.


Zeline mengeluarkan hpnya, berharap ada sinyal di hutan terlarang ini. Dia menekan sebuah nama yang ada di benda pipih itu.


"Kak!" teriak Zeline gemetar.


"Lin, ada apa? Kenapa kamu kayak orang panik gitu?" tanya seberang sana yang tak lain adalah kakak pertama Zeline.


"Kak, Allisya ngasih aq ke Nevan, sementara aku gak mau sama sekali sama dia. Sekarang ini aku ada di dalam hutan terlarang, aku gak tau aku ada di arah mana. Aku tadi cuma lari tapi gak lihat jalan. Tolongin aku, kak. Aku gak mau sama Nevan." ujar Zeline kepada seberang sana sambil menangis.


Terdengar yang ada di seberang sana mengumpat dengan kesal. Sebenarnya kakaknya Zeline sudah memprediksi ini semua dari awal. Dia yakin kalau Allisya tidak mungkin menyembunyikan adiknya sangat lama.

__ADS_1


"Tenang aja, Lin. Kakak bakalan bantuin kamu."


Sambungan mereka akhirnya terputus. Zeline menyalakan lampu senter yang ada di hpnya dan berjalan lagi. Zeline mematikan senternya lagi saat mendengar suara helikopter, dia segera bersembunyi di sebuah pohon. Dia mendongakkan kepalanya melihat helikopter yang memakai senter untuk melihat bawahnya. Jantung Zeline terpompa dengan sangat cepat sekali saat melihat logo helikopter keluarga Leonardus dan juga tubuhnya gemetar saat melihat Dominic yang melihat ke bawah dengan senjata yang sudah sangat lengkap. Bisa di bilang ini seperti sedang memburu hewan langka ya.


Zeline semakin terkejut lagi saat melihat begitu banyak helikopter di langit malam. Dia berjalan begitu sangat pelan, takut jika tiba-tiba saja langkah kakinya terdengar atau semak-semak yang bergerak karena langkah kakinya, karena ada yang mengamati dari atas.


Zeline terus berjalan sampai langkah kakinya terhenti saat melihat hutan yang begitu sangat suram dan rindang sekali, bahkan sangat gelap di bandingkan hutan yang tadi dia lewati. Di depan kakinya sudah ada batang pohon besar, sebagai pembatas mungkin.


Apa ini? Apa ini yang namanya hutan terlarang? Gelap banget. Gak ada pencahayaan sama sekali. Bahkan cahaya rembulan gak ada sedikitpun. Apa gue masuk aja ya kesana? Kalau gue mati disana itu lebih baik, dari pada gue harus mati di tangan Nevan. batin Zeline sambil mengamati hutan yang ada di hadapannya saat ini.


Zeline menoleh ke belakang saat namanya di sebut oleh seseorang, bahkan ada cahaya senter yang dia lihat. Tanpa pikir panjang lagi, akhirnya Zeline masuk ke dalam hutan yang tidak ada cahaya sama sekali.


Nevan terus berteriak memanggil nama Zeline, dia akui kalau dia sudah lelah berlari untuk mencari keberadaan Zeline. Sepertinya dia salah memilih tempat untuk bertemu dengan Zeline.


"Gak. Gue harus ikut cari Zeline." jawab Nevan.


Nevan mendengar suara Dominic yang memangilnya dari heansead bluetooth yang dia pakai.


"Ada apa, Dom? Apa lo lihat Zeline?" tanya Nevan.


"Apa dia pakai baju putih dan rok yang sampai selutut warna putih?" tanya Dominic yang ada di seberang sana.

__ADS_1


Nevan mencoba mengingat-ingat baju yang Zeline pakai tadi.


"Iya, dia pakai pakaian putih semua. Apa lo nemuin dia, Dom?"


"Gawat! Dia masuk ke hutan terlarang."


Mendenger ucapan Dominic membuat tubuh Nevan bagai tersambar petir.


"Cari dia, Dom!" ujar Nevan.


"Lo udah gila! Hutan terlarang hampir jalannya gak kelihatan semua karena tertutup sama pohon yang rindang banget. Gue cari dari atas pun belum tentu gue bisa nemuin jalannya, yang ada pohon yang gue lihat."


Nevan meremas rambutnya frustasi, dia benar-benar kehabisan ide saat ini. Mungkin bagi Dominic masuk ke hutan terlarang bukan perkara yang besar, karena dia sendiri juga pernah masuk kesana. Dia tahu semua yang ada di hutan terlarang. Tapi tidak dengan Nevan, bagi Nevan masuk ke hutan terlarang adalah perkara yang sangat besar. Karena yang masuk kesana hanya ada 2 pilihan, mati disana atau keluar dengan keadaan mengenaskan. Dominic yang keluar dari sana saja tubuhnya penuh banyak sekali luka, tapi dia tidak bicara di hutan terlarang ada apa saja.


4 helikopter yang tidak di kenal tiba-tiba datang, turun 4 orang lelaki dari tangga yang terbuat dari tali, lengkap dengan senjatanya. Nevan mengamati ke empat orang itu, saat dia sudah mengenali, dia tersenyum kecut. Bodyguard Nevan sudah siap di depan Nevan dan melindungi Nevan.


"Tuan Nevana Leonardus, apa anda tidak ada pekerjaan lain selain menganggu hidup adik saya?" ujar lelaki tersebut yang tak lain adalah kakak pertama Zeline, tuan muda pertama keluarga Andreas.


"Ternyata nyali anda sangat besar ya? Anda bahkan bisa menemui saya secara langsung disini, demi adik anda." Nevan mencibir.


Helikopter yang di tumpangi Dominic sudah ada di atas Nevan, Dominic turun dari atas sana meloncat, ini sudah menjadi hal yang sangat biasa bagi Dominic. Dominic melihat ke empat tuan muda keluarga Andreas dengan tatapan membunuh. Dia benci sekali dengan ke empat lelaki ini, karena mereka berempat pernah berniat untuk menjatuhkan Dominic secara bersama-sama. Tapi sayang, rencana mereka berempat gagal total karena Dominic menggagalkannya sendiri.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2