
"Kami selalu seperti ini setiap berkumpul bersama, jadi anda tidak perlu terkejut nona Allisya." ujar papa Arav.
"Apa anda bilang tadi? Sepertinya anda terlalu sopan jika memanggilku 'nona' secara anda adalah pemimpin keluarga atas di dunia. Panggil saja aku Allisya, tidak perlu kata 'nona', tuan Arav." ujar Allisya mencoba untuk membenarkan.
Arav hanya tersenyum mendengar ucapan Allisya yang menurutnya sangat dingin sekali, karena Allisya mengatakan itu dengan wajah datarnya itu.
"Gue udah nganterin Dominic kesini, Kai. Itu artinya hutang gue lunas." ujar Allisya saat melihat Kaila datang sambil membawa camilan dan mulutnya yang penuh dengan camilan itu. Kaila hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Oke, karena udah selesai, gue mau pulang." ujar Allisya sambil berdiri tapi tak lama dia duduk lagi karena tangannya tiba-tiba di tarik oleh Dominic.
"Gak usah pulang, Al. Nanti malam aja pulangnya." ujar Dominic.
"Gue gak mau!" tolak Allisya. Dominic berdecak kesal melihat Allisya menolaknya.
"Dominic, mama mau menjelaskan sesuatu sama kamu nak." ujar Kirana.
"Apa? Langsung ngomong aja, gak usah pakai basa-basi!" tanya Dominic dengan ketus sekali.
"Sebenarnya mama gak ada maksud untuk menjauhkan kamu dari Allisya."
Kenapa nama gue sampai di bawa-bawa sih? Gue kan gak tau apa-apa. batin Allisya sedikit kesal karena namanya di bawa-bawa.
"Mama melakukan ini semua berniat untuk menemukan Zeline, karena dari orang yang mama percaya, Zeline ada hubungannya sama Allisya. Jadi mama menyuruh Nevan untuk dekat dengan Allisya dan juga pura-pura bertunangan dengan Allisya, agar Zeline keluar dari tempat persembunyiannya itu." jelas Kirana yang membuat Dominic terkejut.
Sebenarnya Allisya juga tahu kalau ada yang mematai dirinya dan juga Zeline beberapa tahun yang lalu. Tapi tak lama orang itu sudah tidak mematainya lagi karena Ken dan Gevan sudah memberi pelajaran karena sudah menganggu pekerjaan mereka. Dan orang yang mematai waktu itu bicara kalau Zeline dekat dengan Allisya si detektif tersembunyi, tapi dia tidak tahu apa hubungan Allisya dan Zeline waktu itu. Sampai akhirnya Kirana menyuruh Nevan untuk mencari informasi tentang Allisya, tapi hanya sedikit informasi yang terkumpul. Rencana Kirana adalah membuat Allisya dekat dengan Nevan dan membuat Zeline cemburu serta keluar dari tempat persembunyiannya. Tapi sayang sekali rencana Kirana tidak berjalan dengan baik. Zeline semakin bersembunyi dari keluarganya dan menutupi informasi tentang dirinya.
__ADS_1
"Mama gak melarang kamu untuk dekat dengan Allisya, mama cuma mau Zeline keluar dari tempat persembunyiannya dan mencoba untuk memulai dari awal lagi." jelasnya lagi.
"Terus, kenapa mama bawa perempuan j*l*ng itu kemarin?" tanya Dominic dengan nada tak sukanya.
"Mama gak ada niatan untuk bawa dia ke rumah, dia sendiri yang minta. Apalagi waktu itu dia juga mengandalkan mamanya jadi mama gak bisa menolak. Bukan gak bisa menolak, tapi mama gak enak mau nolak. Secara mama selalu ada di rumah dan butik di ambil alih oleh orang kepercayaan mama, jadi mama gak punya alasan buat nolak dia." jawab Kirana.
Apa yang di katakan oleh Kirana sangat benar sekali, Leli meminta sendiri untuk ke rumah keluarga Leonardus, bukan niatan Kirana untuk membawa Leli kesini. Wanita-wanita yang datang itu juga bukan Kirana yang mau membawanya sendiri, tapi karena permintaan dari seseorang. Bahkan ada yang menyuruh untuk menjodohkan anaknya itu kepada kedua anak lelakinya, tapi tentu saja Kirana sangat berharap kalau anaknya itu akan menolak kehadiran wanita itu kesini. Dan harapannya sesuai kenyataan, anaknya benar-benar menolak kehadiran wanita manapun. Dan itu sangat membuat Kirana bernafas dengan sangat lega sekali.
Arav dan Kirana tidak pernah ada niatan untuk membawa atau menjodohkan anaknya dengan orang yang tak di kenal. Mereka berdua selalu membiarkan anaknya sendiri untuk mencari pasangan mereka sendiri, kecuali Nevan. Dulu Nevan ingin menikah muda tapi tidak satupun wanita yang cocok dengannya, jadi dia menyuruh orang tuanya untuk mencarikan pasangan untuknya. Tapi tak di sangka, Nevan malah merusak wanita yang tidak tahu apa-apa tentang keluarganya dan Nevan sangat menyesali perbutannya itu. Dan nama yang terukir di hati Nevan saat ini adalah Zeline Andreas, dari awal bertemu sampai Zeline menghilang tanpa kabar seperti ini.
"Bisa-bisanya anda memanfaatkan saya untuk menemuinya." Allisya mencibir ucapan Kirana.
"Maafin tante, Allisya. Tapi hanya itu satu-satunya cara, tante pikir Zeline akan keluar dari persembunyiannya tapi nyatanya dia gak keluar sama sekali." jelas Kirana agar Allisya bisa mengerti dengan keadaannya waktu itu.
"Al, lo masih punya hutang sama gue dan lo harus melunasi hal itu!" ujar Nevan yang menekankan kata-katanya itu. Allisya menatap Nevan tak suka.
"Gue tau itu, oleh sebab itu gue ngingetin lo agar gak lupa sama hutang lo itu." Allisya tersenyum mengejek.
"Gue gak pernah lupa dengan janji gue soal ini."
"Bagus kalau gitu."
Setelah lama berbincang, akhirnya Allisya memutuskan untuk pulang. Dia di antar sampi di teras rumah.
"Gue pulang pulang dulu, Kai. Lain kali kita akan ketemu lagi." pamit Allisya kepada Kaila.
__ADS_1
"Lain kali kita bakalan main bareng." jawab Kaila dengan wajah imutnya itu.
Astaga, kenapa sih wajah dia itu imut banget. Kalau gue cowok, udah gue ambil dia dari kemarin-kemarin. batin Allisya.
Allisya mengusap kepala Kaila, lalu beralih pamitan dengan Dominic.
"Gue pulang dulu dan harapan gue adalah semoga kita gak ketemu lagi, sengaja maupun gak sengaja." pamit Allisya kepada Dominic.
Dan ya... cara berpamitan Allisya kepadanya cukup membuat Dominic emosi, Nevan bahkan sampai menertawakannya.
Cup
Satu kecupan bibir mendarat di bibir Allisya dan itu sukses membuat Arav, Kirana dan Nevan terkejut dengan apa yang di lakukan Dominic. Nevan bahkan menutupi mata adiknya yang polos bin lugu itu agar tidak ternodai dengan kelakuan bejat kakak keduanya itu.
"Hati-hati di jalan." ujar Dominic kepada Allisya.
"Cih!"
Allisya beralih melihat Nevan.
"Semoga weekend ini lo beruntung, Nev." ujar Allisya sedikit mencibir.
"Gue yakin kalau gue beruntung weekend ini." jawab Nevan. Nevan lalu mengepalkan tangannya kepada Allisya.
"Kita gak sedekat itu, tapi it's oke."
__ADS_1
Allisya membalas kepalan tangan Nevan, dan itu sangat membuat Dominic marah karena Allisya melakukan kontak fisik dengan kakak jahannamnya itu. Allisya masuk ke dalam mobilnya dan keluar dari rumah keluarga Leonardus. Mereka semua memandangi kepergian Allisya dengan tatapan yang sama yaitu adalah tatapan harapan. Mereka sangat berharap kepada Allisya, terutama Arav dan juga Kirana. Mereka sangat berharap kepada Allisya, karena Allisya yang membawa Dominic untuk pulang lagi, membantu Nevan untuk mendekatkan diri kepada Zeline lagi. Dan harapan terakhir mereka berdua adalah, agar Allisya menjadi menantu dan melahirkan anak Dominic kelak nanti.
Bersambung......