
"Ze, lebih baik kamu ikut kata-kata aku aja dari pada kamu terus mengelak kayak gini. Kamu mengelak terus menerus, itu malah bikin aku ingin memiliki kamu. Kita akan mulai dari nol lagi dan mulai berkenalan lagi." ujar Nevan.
"Gue gak mau mulai dari nol sama lo lagi! Gue lebih baik mati dari pada gue harus hidup sama lo!" teriak Zeline dengan air mata yang mengalir deras.
Nevan ingin sekali mengusap air mata itu, tapi sayangnya Zeline tidak mau di sentuhnya. Zeline menangis sejadi-jadinya di hadapan Nevan langsung. Meluapkan semua isi hatinya selama 4 tahun ini, yang dia pendam. Hatinya sangat sakit sekali.
"Gue punya salah apa sama lo sebenarnya?!Padahal kita gak saling kenal, tapi kenapa lo bisa seenaknya ambil mahkota gue! Asal lo tau, gue gak pernah mengharapkan perjodohan itu. Gue cuma ngikutin apa kata orang tua gue aja. Gue gak ada maksud untuk ambil harta lo. Gue bukan cewek matre dan kecentilan kayak apa yang lo ceritain ke orang tua lo. Sikap gue emang kayak anak kecil, gue emang manja, tapi gue bukan cewek kecentilan. Gue bukan cewek yang ada di pikiran lo itu." ujar Zeline panjang lebar.
Zeline duduk bersimpuh sambil menutup wajahnya, dia benar-benar lelah sekali dengan semua ini. Nevan menghampiri Zeline dan memeluk tubuhnya. Zeline meronta minta di lepaskan, tapi Nevan tidak melepaskan pelukannya itu. Zeline memukul dada Nevan keras, meluapkan isi hatinya kepada orang yang telah menyakiti hati dan tubuhnya.
Di rasa sudah tenang, Nevan menggendong tubuh Zeline dan membaringkannya di ranjang. Nevan juga ikut membaringkan tubuhnya di sebelah tubuh Zeline, memeluk tubuh Zeline agar hangat berada dalam pelukannya. Zeline hanya diam saja, lidahnya terasa keluh ingin berbicara.
Nevan mengusap punggung Zeline pelan, berharap Zeline tidur, tapi nyatanya Zeline malah membuka lebar matanya meskipun penuh dengan genangan air mata.
"Mau makan?" tanya Nevan sambil mengusap air mata Zeline.
Zeline berfikir sejenak, tapi dia tetap menganguk sebagai jawaban. Nevan menekan tombol yang ada di dinding, dan tak lama datanglah pelayan sambil membawa nampan yang berisi makanan. Pelayan itu menaruh sebuah meja kecil di ranjang dan meletakkan makananannya disana, setelah itu mereka pergi dari kamar itu tanpa mengucapkan apa-apa. Zeline sudah tidak terkejut lagi dengan pelayan keluarga Leonardus. Karena semua pelayan dan penjaga di keluarga Leonardus di gaji juga untuk menutup mulutnya dan tidak banyak bicara.
Nevan menumpuk bantal di kepala ranjang dan menyuruh Zeline untuk menyandarkan punggungnya disana. Nevan mulai menyuapi Zeline sedikit demi sedikit, Zeline juga membuka mulutnya. Jujur saja dia sangat lapar sekali, mana ada orang yang sudah tak sadarkan diri selama seminggu malah berteriak seperti tadi.
Pelayan sudah mengambil meja dan piring kotor yang ada di kamar Zeline. Selepas kepergian pelayan itu, Nevan membaringkan tubuhnya di pinggir tubuh Zeline.
"Gak tidur?" tanya Nevan sambil menatap Zeline.
__ADS_1
"Nggak." jawab Zeline singkat.
"Kenapa?" tanya Nevan lagi.
"Gak ngantuk." jawab Zeline lagi.
Asal kalian tahu saja, sifat Zeline 11 12 dengan sifat Kaila. Manja, seperti anak kecil dan suka sekali ngambek. Kalau mereka sedang bermain bersama, pasti mereka juga di sebut kembar tak seiras, itu karena sikap mereka sama. Bedanya Zeline sedikit dewasa dan sudah umur 24 tahun, sementara Kaila masih seperti anak kecil dan umurnya masih 17 tahun. Hanya itu saja bedanya, kalau di pikir-pikir lagi yang membedakan mereka adalah umurnya saja.
***
Sementara di kediaman keluarga Leonardus, Dominic sedang tidur nyenyak, padahal jam sudah memikirkan pukul 10 siang dan dia masih saja asik bergelung di bawah selimutnya itu. Semenjak dia kembali ke rumah, dia tidak pernah datang ke perusahaan sama sekali dan itu sangat membuat Nevan kesal. Karena dia lah yang akan di suruh untuk menggantikan Dominic, sementara dia sendiri harus mengurus Zeline dan bandara miliknya itu.
Braaakkh.
"Kak Dom! Ayo bangun! Ayo bangun!" ujar Kaila sambil mengguncang tubuh kakaknya itu.
Guncangan dari Kaila cukup membuat Dominic emosi. Dominic menyibak selimutnya dan langsung melihat Kaila dengan tatapan kemarahan.
"Lo ngapain sih, Kai?! Lo gak lihat gue lagi asik tidur apa?!" tanya Dominic emosi.
"Lihat. Aku lihat kok kak Dom tidur, inikan udah siang harusnya kak Dom itu bangun bukan malah tidur. Kata mama gak baik loh tidur terlalu lama." jawab Kaila.
Dominic mendengus kesal mendengar jawaban dari Kaila. Mama Kirana bilang begitu agar Kaila tidak tidur terlalu lama saat sedang weekend, karena Kaila kalau tidur bisa sampai 32 jam dan itu sangat tidak baik juga untuk Kaila. Kejadian itu berlangsung saat Kaila baru saja menginjak umurnya yang ke 16 tahun, dan pada saat itu tidak ada orang kecuali pelayan dan penjaga di rumah keluarga Leonardus. Semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing. Pelayan pun juga tidak berani membangunkan nona mudanya itu. Dan Dominic sudah tahu kenapa mamanya bilang begitu kepada Kaila.
__ADS_1
"Gue kalo tidur gak kayak lo!" cibir Dominic.
"Emang aku kalau tidur kayak gimana?" tanya Kaila bingung.
"Lo kalo tidur kayak orang mati tau gak!" jawab Dominic.
Kaila langsung bersedekap dan memayunkan bibirnya itu. Dominic mengusap wajahnya, mencoba untuk mengumpulkan kesadarannya sepenuhnya.
"Apa yang lo mau, Kai?" tanya Dominic lembut.
"Ayo... pergi... ke... kak Zeline." ujar Kaila dengan nada yang di buat melambat dan cepat saat di akhir kalimatnya.
"Ngapain kesana?" tanya Dominic.
"Loh? Katanya kak Dom mau ngajak aku ketemu kak Zeline. Katanya kak Dom kak Zeline udah pulang dari luar negeri. Aku mau ngajak kak Zeline main bareng sama aku." jelas Kaila dengan wajah memelasnya itu.
Jujur, meskipun Dominic sangat kejam dengan semua orang dan hanya lembut pada orang tertentu. Dia sangat tidak bisa menolak permintaan adik kecilnya saat berbicara dengan wajah memelasnya itu. Apalagi saat ini rambut Kaila di ikat 2 kanan dan kiri, sungguh Dominic tidak bisa menolak adiknya saat sedang berpenampilan seperti ini.
Gimana keadaannya Zeline ya? Nanti kalo dia masih belum sadar gimana? batin Dominic.
Dominic memang tidak terlalu mengurus urusan kakaknya itu, tapi saat ini dia berusaha untuk menuruti adik kecilnya itu. Takutnya saat mereka berdua tiba disana Zeline masih belum bangun dan sudah bisa di pastikan kalau Kaila akan ngambek kalau dia tidak bertemu dengan Zeline sekarang ini juga.
Bersambung......
__ADS_1