CEO Tampan Vs Pramugari Cantik

CEO Tampan Vs Pramugari Cantik
Flashback Nevan dan Zeline ( Part 5 )


__ADS_3

"Baik, nama kamu Zeline bukan?" tanya Kirana dan Zeline hanya mengangguk sebagai jawaban. "Pertama-tama tante minta maaf atas nama anak tante Nevan yang sudah menuduh kamu yang tidak-tidak." lanjutnya.


Ha? Apa? Gak salah dengar gue? Tadi bilang apa dia? Tante? Maaf? Gila! Yang bener aja?! Papa sama Mamanya baik, kenapa anaknya kayak preman ya. batin Zeline sedikit terkejut dengan apa yang di ucapkan Kirana.


"Iya, tidak apa-apa." jawab Zeline.


"Kamu pasti memikirkan hal yang tidak-tidak tentang Nevan. Sebenarnya Nevan bukan orang yang seperti kamu lihat tadi. Dia sangat lebih waspada sama kamu, tante tahu apa penyebabnya. Tapi Nevan salah sangka dan salah paham, jadi Tante minta maaf untuk hal ini." ujarnya lagi.


"Iya, tidak apa-apa. Saya sudah memaafkannya." ujar Zeline.


Mulutnya berkata seperti itu tapi hatinya berkata lain pasti. Dia saja masih sakit hati atas tuduhan Nevan tadi, jadi tidak mungkin dia langsung memaafkan Nevan begitu saja.


"Gak usah bicara formal gitu. Bicara seperti kemarin malam saja. Kami sudah tahu tentang kamu semuanya." ujar Kirana. "Panggil kami Om sama Tante ya." lanjutnya dengan tersenyum.


Cantik, satu kata itu yang ada di pikiran Zeline sekarang. Ibu 3 anak yang sudah cukup berumur yang ada di hadapannya ini terbilang masih cantik dan muda.


Mamanya kayak bidadari, anaknya kok kayak iblis. Aneh!


Zeline mencibir di dalam hatinya. Setelah berbicara dengan Arav dan juga Kirana, Zeline keluar dari ruangan tersebut. Dia benar-benar bernafas lega saat keluar dari ruangan itu.


"Kakak habis ngomong apa aja sama Papa Mama?"


Suara itu cukup mengagetkan Zeline, dia sampai ingin meloncat saking terkejutnya. Tapi seketika terkejutnya hangus saat melihat wajah Kaila yang sangat imut.


"Gak ada kok. Kakak gak ngomong apa-apa sama Papa Mama kamu." jawab Zeline.


"Jangan bohong!"


"Kakak gak bohong kok. Papa sama Mama kamu cuma minta maaf atas nama kakak kamu tadi yang udah nuduh kakak nyuri liontin kamu." jelas Zeline agar Kaila percaya.


"Oohhh, gitu... " ujarnya sambil mengangguk.


"Oh iya, kalau gitu kakak pamit pulang dulu ya." pamit Kaila.


"Ngapain pulang? Disini aja sama aku, aku gak ada temen soalnya." tolak Kaila.


"Tapi kakak gak boleh lama-lama disini."

__ADS_1


"Siapa yang gk ngebolehin?! Sini biar aku tembak orangnya!"


Zeline tersenyum gemas melihat Kaila, tapi seketika senyumnya luntur saat melihat beberapa bodyguard milik keluarga Leonardus.


"Nona muda, siapa yang akan anda tembak? Biarkan kami yang mengurusnya. Anda tidak perlu mengotori tangan anda hanya karena hal sepele seperti ini." ujar salah satu bodyguard tersebut.


Deg


Jantung Zeline langsung berdetak sangat kencang saat mendengar ucapan bodyguard tersebut.


"Kakak ini gak boleh lama-lama disini sama orang. Aku mau nembak orangnya biar dia gak bisa ngelarang kakak ini."


Lagi, Zeline di buat terkejut lagi. Dia pikir bahwa Kaila hanya sedang bercanda, tapi nyatanya yang ada malah jadi urusan serius.


"Siapa yang melarang anda untuk berlama-lama disini, nona?" tanya bodyguard tersebut kepada Zeline.


Zeline gelagapan sendiri, tidak tahu harus menjawab apa karena dia sendiri juga menjawab asal tadi.


"Sebenarnya gak ada yang ngelarang kakak. Kakak ngomong gitu karena kakak gak enak kalau lama-lama disini."


Akhirnya jawaban itu yang ada di pikiran Zeline. Otaknya sangat buntu sekali jika sedang di situasi seperti ini.


Zeline tersenyum kikuk saat mendengar ucapan Kaila.


"Kakak bukannya bohong, kalau kakak jujur kakak gak enak sendiri sama kamu." jelas Zeline agar tidak salah paham.


Bodyguard yang baru saja datang tadi langsung pergi tanpa di minta. Zeline bernafas lega saat melihat bodyguard tadi pergi.


"Gak boleh bohong lagi ya, kak." ujar Kaila.


"Iya, maafin kakak ya. Kakak tadi bingung soalnya mau jawab apa." jawab Zeline.


Kaila hanya mengangguk sebagai jawaban. Tak lama datanglah seorang wanita yang sangat rapi sekali. Rambut di ikat ke atas, pakaian seperti orang yang bekerja di kantor. Dia membungkukkan badannya.


"Maaf telah menggangu waktu anda, nona. Sudah saatnya makan siang, jadi silahkan menuju ke meja makan." ujar wanita itu.


Seketika Zeline terkejut mendengar ucapan wanita yang ada di hadapannya ini.

__ADS_1


Apa?! Apa dia bilang tadi?! Harusnya dia kan pekerja kantor? Kok ngomongnya kayak pelayan gini ya?! batin Zeline kebingungan.


"Iya."


Hanya jawaban itu yang di ucapkan oleh Kaila. Kaila menarik tangan Zeline agar ikut dengannya.


Akhirnya dengan penuh keterpaksaan dan juga berat hati yang mendalam Zeline ikut makan siang di rumah keluarga Leonardus. Semua keluarga lengkap tanpa ada tertinggal satupun, Nevan dan juga Dominic juga ikut makan siang. Hidangan yang di hidangkan sangat menggugah selera dan sangat lezat, tapi tidak bagi Zeline. Meskipun makanannya begitu sangat enak tapi tenggorokannya terasa sangat tercekik, dia tidak bisa menelan makanannya dengan benar. Mungkin itu gugup atau takut, hanya Zeline yang tahu.


"Maaf ya... hanya makanan ini yang bisa kami hidangkan." ujar Kirana kepada Zeline.


Hah?! Apa?! Hanya dia bilang?! Hanya?! Udah gila apa ya?! Kalo ini mah bukan hanya, tapi semuanya lengkap! batin Zeline.


"Gak apa-apa kok, tante. Kalau menurut Zeline ini lebih dari cukup kok." jawab Zeline gagu.


Kirana hanya tersenyum menanggapi Zeline setelah itu dia melanjutkan makannya lagi. Zeline benar-benar terasa sangat tercekik lehernya, apalagi dari tadi Nevan melihatnya dengan tatapan mematikan, seolah-olah ingin sekali membunuh Zeline. Tapi Zeline tidak memperdulikan hal itu, dia masih asik dengan makanannya meskipun dia tidak selera sama sekali.


***


Hari sudah menjelang malam, tapi Zeline baru saja mau pulang. Dari tadi Kaila melarangnya untuk pulang dan menyuruhnya untuk bermain dengannya kalau bisa menginap di rumahnya. Dan saat ini Kaila sudah ada di gendongan Nevan. Nevan yang memaksa Kaila karena dia sendiri juga risih dengan adanya Zeline di rumahnya.


"Kak Zeze!"


Rengek Kaila sambil berusaha untuk lepas dari gendongan Nevan. Nevan malah makin mempererat gendongannya gara-gara Kaila terus meronta-ronta dan merengek.


"Kaila, kakak pulang dulu ya? Besok kita main lagi, nanti kakak bawain makanan juga waktu kesini." bujuk Zeline.


Kaila memandangi wajah Nevan yang begitu sangat datar. Kaila tahu kalau Nevan lah penyebabnya tapi Kaila tetap diam karena dia juga takut dengan Nevan.


Akhirnya dengan penuh keterpaksaan Kaila menganggukkan ucapan Zeline meskipun begitu sangat berat sekali.


"Gak usah balik lagi kesini!" ujar Nevan


Nevan menekankan kata-katanya untuk Zeline. Pandangan mata yang belum pernah Zeline lihat dan begitu sangat menusuk sekali.


Zeline hanya mengangguk saja dengan ucapan Nevan. Dia tidak ingin bicara dan memperpanjang masalah. Zeline masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan untuk mengantarnya pulang dan pergi meninggalkan kediaman keluarga Leonardus.


"Kakak Nevan gak boleh gitu sama kak Zeze!" peringat Kaila.

__ADS_1


"Terserah!" jawab Nevan dengan acuh.


Bersambung......


__ADS_2