CEO Tampan Vs Pramugari Cantik

CEO Tampan Vs Pramugari Cantik
Kaila makan sendirian


__ADS_3

Zeline hanya diam saja, dia masih ketakutan untuk menjawab ucapan Nevan. Nevan melepaskan pelukannya, dia menghapus air mata Zeline dan memandang wajah cantik yang selama 4 tahun ini menghilang dari hadapannya.


Cup.


Kecupan manis mendarat di bibir milik Zeline, Zeline hanya diam saja. Nevan mengambil piring yang berisi makanan itu lagi, dia menyuapkan satu sendok ke dalam mulut Zeline. Zeline hanya menurut saja karena dia sedang ketakutan saat ini. Nevan bisa melihat bibir dan tangan Zeline yang bergetar karena dirinya. Nevan merutuki kebodohannya di dalam hatinya.


Sial! Lo kenapa sih, Nev?! Baru aja ketemu, baru aja bisa ngomong sama dia, ngapain juga lo bentak dia?! Nanti kalau dia kabur lagi lo juga yang akan nyesel. Bodoh! batin Nevan merutuki kebodohannya itu.


Setelah menyuapi Zeline dan makanan yang ada di piring itu habis. Nevan menyuruh Zeline untuk meminum obatnya. Zeline langsung berbaring dan memejamkan matanya saat selesai minum obat. Nevan hanya menghela nafasnya, karena dia sendiri yang membuat Zeline terdiam. Nevan juga membaringkan tubuhnya di samping Zeline, memeluknya dan mengusap kepalanya dengan sangat lembut sekali.


***


Hari sudah menjelang malam, yang turun ke bawah hanya Kaila saja. Kaila celingukan mencari keberadaan kakak-kakaknya yang tidak tahu kemana.


"Mana kakak aku om Robot?" tanya Kaila kepada sekretaris sekaligus asisten Dominic yang tak lain adalah Robert yang sedang duduk di sofa.


Kaila memanggilnya robot karena Robert selalu diam tidak bergeming. Kaila bahkan pernah menginjak kakinya dan melemparkan sebuah lumpur kepadanya, tapi dia tidak bergeming sama sekali.


Mendengar suara Kaila, dia langsung berdiri dan membungkukkan badannya memberi salam.


"Mungkin mereka masih tidur nona muda." jawab Robert.


"Inikan udah malem, kok masih tidur sih?" Kaila menggembungkan pipinya.


"Mungkin mereka sedang kelelahan." jawab Robert. "Nona, sebaiknya anda makan terlebih dahulu dan segera bersiap untuk pulang." lanjutnya lagi.


"Kok pulang? Aku gak mau pulang!" tolak Kaila.


"Semuanya tergantung dengan tuan muda Dominic."


Bugh


Kaila melemparkan bantal sofa ke wajah Robert dengan sangat keras sekali, karena jarak mereka memang dekat. Robert hanya diam saja, tidak melawan.


"Kai!"


Tiba-tiba suara Nevan mengagetkan Kaila. Kaila melihat Nevan yang berjalan ke arahnya. Bukan Nevan yang di inginkan Kaila, tapi Zeline atau Allisya yang sedang dia inginkan.


"Apa?!" tanya Kaila garang sambil berkacak pinggang.


Nevan langsung menyentil dahi adiknya itu. Kaila meringis kesakitan sambil mengusap dahinya.


"Sakit tau!" aduh Kaila.


"Makanya, kalau ngomong sama gue itu sopan dikit!" balas Nevan.

__ADS_1


"Gak mau!"


"Kenapa?!"


"Kak Nevan jelek!"


"Gue ganteng!"


"Jelek!"


"Ganteng!"


"Jelek!"


"Ganteng!"


"Lo kenapa sih bikin ulah sama Kaila?! Gak ada kerjaan lain lo?!" suara Dominic langsung menghentikan perdebatan Nevan dan Kaila.


Kaila langsung berhambur memeluk kakak tersayangnya itu. Dominic dengan sigap langsung menopang tubuh Kaila yang melompat ke arahnya. Sementara Nevan mendengus kesal karena Kaila lebih menyayangi Dominic dari pada dia.


"Dari mana aja lo?! Kenapa baru turun sekarang?!" tanya Nevan kesal.


"Lo juga baru turun kan?!"


"Cih!"


Nevan celingukan mencari seseorang yang Dominic belenggu yang tak lain adalah Allisya. Karena Nevan tidak melihat Allisya turun bersama Dominic.


"Kemana cewek lo itu?" tanya Nevan.


"Ngapain lo nanyain cewek gue?! Gak punya cewek lo makanya nyari cewek gue?!" cibir Dominic.


Nevan mendengus kesal mendengar cibiran Dominic untuknya. Bukan gak punya cewek, tapi ceweknya lagi ngambek, batin Nevan.


"Kak Nevan jelek! Mmweeek!" Kaila menjulurkan lidahnya tanda mengejek Nevan.


"Awas aja lo!"


Bukannya diam, Kaila tambah menjadi dan menghina kakaknya Nevan itu.


"Dimana yang lainnya?" tanya Dominic kepada Robert.


"Teman-teman nona Allisya meminta untuk makan malamnya di antar ke kamar mereka tuan muda. Jadi sekarang ini mereka sedang menikmati makan malam mereka di dalam kamar mereka masing-masing." jawab Robert.


Dominic hanya mengangguk saja, dia sudah mengerti kenapa mereka ingin makan di kamar saja. Itu karena tidak ada Allisya di meja makan dan Allisya juga tidak turun ke bawah. Terkadang Dominic heran dengan pikiran teman-teman Allisya. Hanya melihat wajah dan mata Allisya saja, mereka sudah mengerti apa yang Allisya mau.

__ADS_1


Dominic menurunkan Kaila. Kaila memayunkan bibirnya karena Dominic menurunkannya, padahal Kaila masih ingin di gendong Dominic.


"Kok aku di turunin sih kak?" tanya Kaila dengan nada ngambeknya.


"Gue mau ke kamar lagi." jawab Dominic dengan santai, padahal dia tahu adiknya sedang kesal karenanya.


"Loh? Ngapain ke kamar lagi? Kakak gak makan?" tanya Kaila lagi sedikit kebingungan.


"Makan. Tapi di kamar. Lo makan disini aja, di temenin sama Robert." jawab Dominic.


Kaila langsung membalikkan tubuhnya untuk melihat Robert yang berada tak jauh darinya. Kaila langsung menggidikkan bahunya saat melihat Robert dan memasang wajah memelas di depan Dominic.


"Aku gak mau makan sama dia!" tolak Kaila.


"Kenapa?" tanya Dominic.


"Aku manusia! Bukan robot! Jadi aku harus makan sama manusia, bukan sama robot!" jawab Kaila.


"Kalau gitu makan sama Nevan." ujar Dominic.


"Gue gak akan pernah mau makan sama adik laknat kayak dia!" sarkas Nevan langsung.


Kaila mengepalkan tangannya kuat dengan menggembungkan pipinya itu.


"Aku juga gak mau makan berdua sama kak Nevan!" teriak Kaila.


Dominic hanya memandangi kakak dan adiknya yang sedang bertengkar tidak jelas itu. Hanya karena makan malam saja, mereka harus berdebat.


"Terserah lo mau makan malam sama siapa, Kai. Pokoknya gue mau makan berdua sama Allisya."


Setelah mengatakan itu, Dominic langsung pergi meninggalkan Kaila bersama dengan Nevan dan juga Robert. Kaila menatap sedih kepergian Dominic. Karena tadi Kaila ingin Dominic menyuapinya, tapi ternyata Dominic lebih memilih untuk makan berdua dengan Allisya.


"Kalau gitu aku mau makan sama kak Zeze." ujar Kaila.


"Gak boleh! Zeline mau makan berdua sama gue! Lebih baik lo makan sendirian sana!"


Setelah mengatakan itu Nevan langsung meninggalkan Kaila bersama dengan Robert berdua saja. Kaila menggigit bibirnya sendiri karena sakit hati dengan kedua kakaknya.


"Nona muda sebaiknya segera makan dan saya akan mengantarkan nona muda untuk pulang. Tuan dan Nyonya besar juga mencari anda." ujar Robert.


Kaila mengangguk. Dia melangkah menuju ke meja makan, dan makan sendirian dengan keheningan. Robert sedikit khawatir saat melihat Kaila yang cemberut, apalagi dia harus mengantarkan Kaila pulang juga. Takutnya dia akan di lontarkan beberapa pertanyaan oleh tuan dan nyonya besarnya, dan itu pasti akan terjadi.


Kaila masuk ke dalam mobil dengan tas yang dia bawa tadi. Makanan yang dia makan tadi rasanya sangat hambar sekali, jadi dia tidak makan banyak, dan perutnya sedikit perih gara-gara itu. Robert langsung melajukan mobilnya meninggalkan apartment Dominic.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2