CEO Tampan Vs Pramugari Cantik

CEO Tampan Vs Pramugari Cantik
Flashback Nevan dan Zeline ( Part 6)


__ADS_3

Kaila memandangi wajah Nevan yang begitu sangat datar. Kaila tahu kalau Nevan lah penyebabnya tapi Kaila tetap diam karena dia juga takut dengan Nevan.


Akhirnya dengan penuh keterpaksaan Kaila menganggukkan ucapan Zeline meskipun begitu sangat berat sekali.


"Gak usah balik lagi kesini!" ujar Nevan


Nevan menekankan kata-katanya untuk Zeline. Pandangan mata yang belum pernah Zeline lihat dan begitu sangat menusuk sekali.


Zeline hanya mengangguk saja dengan ucapan Nevan. Dia tidak ingin bicara dan memperpanjang masalah. Zeline masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan untuk mengantarnya pulang dan pergi meninggalkan kediaman keluarga Leonardus.


"Kakak Nevan gak boleh gitu sama kak Zeze!" peringat Kaila.


"Terserah!" jawab Nevan dengan acuh.


***


1 bulan kemudian...


Selama satu bulan ini Zeline selalu bolak balik ke kediaman keluarga Leonardus. Kalian tahu kenapa? Ya... itu karena Kaila yang menginginkan Zeline untuk bermain di rumahnya. Sebenarnya Kaila ingin bermain ke rumah keluarga Andreas tapi Papa Mamanya melarang karena pasti akan merepotkan, jadi alhasil Zeline lah yang harus bermain ke rumah keluarga Leonardus. Dan selama satu bulan ini juga Zeline mendapatkan tatapan membunuh dari Nevan. Zeline hanya diam saja, tidak berani berbuat apa-apa.


"Kakak gak usah takut sama kak Nevan. Kak Nevan sebenarnya orang baik kok, cuma dia masih beradaptasi jadi dia agak gak suka sama kak Zeze."


Itu adalah kata-kata yang Kaila ucapkan saat Zeline ketakutan saat melihat Nevan. Dan Zeline hanya tersenyum saat Kaila berbicara seperti itu. Terkadang Zeline ingin menentang, tapi... dia sadar bahwa posisinya rendah dengan Nevan. Kalau dia menentang, keluarganya juga pasti akan terkena imbasnya juga. Papa Mama Zeline juga berpesan agar Zeline berhati-hati dalam setiap tindakan dan ucapan di kediaman keluarga Leonardus.


Hari sudah malam dan Zeline sedang menikmati makan malam bersama keluarga Leonardus, dan tentu saja dia pasti bertemu dengan Nevan. Dia tidak bisa menelan makanannya sendiri, lehernya terasa tercekik sekali.


"Kak Zeze nginap disini ya? Gak papa kan Pa, Ma?" ujar Kaila.


Arav dan Kirana sudah mau menjawab tapi di dahului oleh Nevan.


"Gak boleh! Di rumah kita harusnya gak ada orang asing kayak dia!" jawab Nevan menohok.

__ADS_1


Leher Zeline terasa sangat tercekik sekali. Untuk melirik Nevan saja dia tidak berani. Dan apa katanya tadi? Orang asing? Mungkin bagi Nevan Zeline adalah orang asing, tapi bagi semua orang yang ada di rumah ini Zeline adalah bagian dari keluarga ini. Apalagi dia juga selalu menemani dan membuat Kaila tersenyum.


"Kak Zeze itu bukan orang asing! Kak Nevan kenapa sih gak suka banget sama kak Zeze?! Kak Zeze kan baik!" bela Kaila.


"Lo bocah tau apa sih! Luarnya aja kayak baik, tapi dalemnya kayak iblis!"


"Kak Nevan!"


Terjadilah perdebatan antara Nevan dan Kaila di meja makan itu. Dominic hanya acuh saja, dia tidak peduli sama sekali dan lebih fokus ke makanannya.


"Lo bisa gak sih gak kayak anak kecil!"


Akhirnya Dominic ikut bicara juga karena sudah muak dengan perdebatan antara kakak dan adiknya.


"Ngapain lo nyalahin gue! Salahin aja si Kaila ini! Ke rumah selalu aja bawa orang asing!" ujar Nevan.


"Kak Zeze bukan orang asing!" bela Kaila.


"Lo kayak bocah lama-lama. Capek gue lihat lo!"


"Nevan, apa yang di omongin sama Dominic tadi benar! Harusnya kamu jangan gitu!" ujar Kirana.


"Apaan sih, Ma! Mama itu tau apa sih tentang dunia luar?! Lebih baik mama diam aja deh!" jawab Nevan.


Kirana langsung diam saat mendengar ucapan Nevan. Apa yang di ucapkan oleh anak sulungnya itu benar, karena dia sendiri tidak tahu tentang dunia luar.


Nevan langsung beranjak dari duduknya. Selera makannya sudah hilang gara-gara berdebat dengan adiknya tadi.


Maafin Zeline ya Om, Tante. Gara-gara Zeline, kalian jadi berantem. Maaf ya."


Zeline mengucapkan kata maaf karena dia juga merasa bersalah karena telah membuat boomerang antara Kaila dan juga Nevan.

__ADS_1


"Kamu gak salah kok, Zeline. Harusnya Tante yang minta maaf karena sikap Nevan kasar sama kamu. Jadi... Tante harap kamu gak terlalu memasukkan hati ya... dan gak perlu di ingat-ingat." jawab Kirana.


Zeline hanya mengangguk sambil tersenyum mendengar ucapan Kirana, meskipun di hatinya masih ada rasa yang begitu sangat mengganjal tapi dia menepisnya.


***


Zeline menutup kamar Kaila dengan sangat pelan sekali, karena dia takut membangunkan Kaila yang sedang tidur. Ya, Zeline baru saja menemani Kaila tidur karena Kaila yang memintanya sendiri.


Betapa terkejutnya Zeline saat melihat Nevan yang sudah berdiri di belakangnya dan tersenyum sangat manis. Aneh, itulah yang Zeline rasakan saat ini. Karena biasanya Nevan tidak pernah tersenyum di hadapannya.


"Habis ngapain kamu?" tanya Nevan dengan lembut.


Apa? Kamu? Udah gila apa dia ya! Nih anak kenapa sih tiba-tiba kayak gini. Tadi marah-marah, sekarang kenapa sifatnya jadi manis. Mau dia apa sih sebenarnya? batin Zeline bingung.


"Habis nemenin Kaila tidur." jawab Zeline lirih.


"Apa?" Nevan mensejajarkan wajahnya dengan wajah Zeline. Dan Alhasil Zeline bisa melihat wajah Nevan yang begitu sangat dekat. "Habis nemenin Kaila tidur? Itu artinya... sekarang gantian dong. Kamu harus nemenin aku tidur." bisik Nevan tepat di telinga Zeline.


Deg


Jantung Zeline langsung terpompa begitu sangat cepat sekali. Di sisi lain dia tidak tahu apa yang di maksud oleh Nevan, di sisi lain dia merasakan hal buruk yang akan terjadi padanya.


"Ma... maksud... lo... apa...?" tanya Zeline dengan nada ketakutan, bahkan tubuhnya bergetar karena saking takutnya dia.


"Kok kamu jadi takut sih? Aku kan gak ngapa-ngapain kamu. Aku cuma mau kamu nemenin aku tidur. Itu aja, sayang... " jawab Nevan.


Zeline melirik ke seluruh penjuru ruangan ini, berharap akan ada pelayan atau orang yang lewat tapi ternyata tidak ada sama sekali, bahkan hanya ada dia dan Nevan saja disini. Zeline ingin berteriak tapi dia takut akan membangunkan Kaila.


Dengan sekali tarikan, Zeline sudah bersentuhan dengan Nevan. Zeline meronta-ronta agar Nevan melepaskannya tapi Nevan malah mempererat tangan yang ada pada pinggang Zeline.


"Lepasin gue!" bisik Zeline lirih dengan penuh kebencian sekali. Nevan tersenyum sangat sinis mendengar dan melihat lirikan mata Zeline yang terpancarkan kebencian, bahkan dia juga bisa melihat ada air mata di pelupuk mata Zeline.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih, sayang? Aku gak bakalan ngapa-ngapain kamu kalau kamu nurut sama aku. Jadi jangan bantah kalau mau selamat dan masih ingin hidup." ujar Nevan dengan senyum yang menyiratkan sebuah rencana.


Bersambung......


__ADS_2