CEO Tampan Vs Pramugari Cantik

CEO Tampan Vs Pramugari Cantik
Allisya bermain boneka?


__ADS_3

Setelah itu mereka langsung pergi meninggalkan ruang tamu itu. Dominic menatap Allisya yang dari tadi diam saja. Dia memegang dagu Allisya dan mengarahkan wajah Allisya untuk menatapnya.


"Hei, kamu gak apa-apa?" tanya Dominic lembut.


Mereka yang melihat adegan romantis Dominic langsung memperagakan seperti orang yang muntah.


Allisya memutar bola matanya jengah mendengar ucapan Dominic. Dia menepis tangan Dominic, mendorong Dominic dan langsung pergi naik lift meninggalkan Dominic yang sedang menatapnya kesal.


Allisya langsung membuka kamar yang di tempati Zeline. Terlihat mereka yang sedang bermain dengan mainan anak kecil, itu bagi Allisya tapi tidak bagi Zeline dan juga Kaila. Mereka berdua menatap Allisya yang tiba-tiba datang. Zeline berdecak kesal, sementara Kaila sangat senang sekali dengan kedatangan Allisya.


"Kak Al ngapain kesini? Kak Al mau main sama Kaila?" tanya Kaila. Dan Kaila berharap kalau jawaban dari Allisya adalah iya.


"Iya." jawab Allisya asal.


Inginnya tadi Allisya menjawab tidak, tapi itu sepertinya sangat jahat sekali. Karena dia melihat Kaila yang sedang bermain dengan sangat asik, takutnya Kaila akan sakit hati dengan jawabannya.


"Ya udah ini ayo main sama kak Zeze." ajak Kaila.


"Oh iya, ini kenalin namanya kak Zeline. Aku panggilnya kak Zeze." ujar Kaila memperlakukan Zeline.


Udah kenal. batin Allisya dan juga Zeline.


Kaila langsung menarik tangan Allisya untuk duduk di ranjang itu. Zeline sudah melayangkan tatapan membunuhnya untuk Allisya dan Allisya hanya biasa-biasa saja dengan hal itu.


"Loh? Kok susunya udah habis?" ujar Kaila saat melihat susu bayinya sudah habis. "Kalau gitu aku mau ambil susu di dapur ya." pamit Kaila.


Selepas kepergian Kaila, Zeline dan Allisya saling tatap. Satunya dengan tatapan kematian, satunya lagi hanya menatap datar dan menganggapnya tidak penting.


"Lo jahat banget sih Al sama gue!" ujar Zeline emosi.


"Gue gak jahat, gue cuma milih yang terbaik buat lo." jawab Allisya.


"Lo bilang itu pilihan yang terbaik, terbaik dari mananya? Lo malah bikin hidup gue sengsara tau gak!"


"Percuma lo terus sembunyi, lama kelamaan lo juga ketahuan."

__ADS_1


"Seenggaknya gue bisa sembunyi sampai dia udah nikah nanti, bukan sebelum dia nikah kayak sekarang!"


"Dia gak bakalan nikah kalau gak sama lo."


"Dia bakalan tetap nikah."


"Asal lo tau aja, Nevan sampai mengerahkan pasukannya sampai ke penjuru negeri buat cari lo. Lo harusnya lihat usaha dia."


Ucapan Allisya sangat benar sekali. Nevan memang mengerahkan pasukannya untuk mencari Zeline keluar negeri, tapi dengan metode penyamaran agar Zeline tidak mengetahui identitas mereka. Dan semua pasukan yang Nevan kerahkan baru saja pulang 2 hari yang lalu, dan mereka semua sedang menjalani cuti. Karena sudah 4 tahun ini mereka hanya bekerja untuk mencari keberadaan Zeline di luar negeri.


"Gue gak peduli, Al!" sarkas Zeline.


"Percuma gue ngomong sama lo, lo kayak anak kecil, egois!" cibir Allisya.


Zeline tentu saja tidak terima dengan perkataan Allisya yang mengatainya egois. Zeline sudah berniat menampar Allisya, tangannya sudah naik ke atas dan siap untuk menampar wajah mulus Allisya. Tapi sayang tidak jadi karena kedatangan Kaila. Mereka berdua langsung bersikap biasa-biasa saja saat Kaila datang, seperti tidak terjadi apa-apa.


"Susunya udah ada." ujar Kaila senang sambil menyodorkan dot bayi itu kepada Allisya.


Allisya menerimanya dengan tatapan yang kebingungan. Kaila menuntun tangan Allisya untuk mengambil boneka bayi yang ada di depannya saat ini. Allisya mengambil boneka bayi itu dengan tatapan kebingungan. Kaila menyuruh Allisya untuk menimang boneka bayi itu yang tiba-tiba menangis, Allisya pun menimangnya. Dan Allisya sangat terkejut saat melihat mata boneka itu yang keluar air.


Inikan cuma bayi, kenapa pake keluar air mata segala?! Nih harga boneka begini berapa sih kok bisa sampai keluar air mata segala?! batin Allisya kebingungan.


Allisya langsung menyodorkan dot yang berisi susu itu kepada boneka yang dia timang sekarang. Dia semakin kebingungan lagi saat boneka itu berhenti menangis dan air susu yang mengalir di mulutnya.


Allisya seorang detektif tersembunyi bermain dengan boneka bayi? Sungguh tidak bisa di percaya, tapi memang begitu kenyataanya. Andai Zeline tahu dimana keberadaan hpnya sekarang, dia pasti memotret dan menyebarkannya di media sosial.


"Waktunya ganti popok." ujar Kaila.


Kaila langsung mengambil boneka bayi itu dari Allisya dan menaruhnya di ranjang. Allisya terkejut bercampur jijik saat melihat popok boneka itu yang kotor karena pup. Sementara Zeline membantu Kaila untuk mengganti popok boneka bayi itu. Allisya rasanya mau pingsan saat melihat ini semua.


"Emm... gue mau ke bawah sebentar ya? Gue mau ngasih tau Dominic sesuatu." ujar Allisya.


Bukan untuk memberitahu Dominic sesuatu penting atau tidak penting, tapi dia ingin pergi karena mainan yang tidak jelas itu. Ya, bagi Allisya itu memang mainan yang tidak jelas karena Allisya tidak pernah bermain dengan boneka seperti itu. Dia sudah berhenti bermain mainan anak kecil saat umurnya 5 tahun dan fokus dengan sekolahnya. Hanya ada beberapa boneka yang dia simpan, hanya untuk pajangan saja supaya kamarnya tidak terlihat kosong.


"Iya, nanti kalau udah selesai kesini lagi ya." jawab Kaila.

__ADS_1


Allisya hanya mengangguk saja, lalu dia keluar dari kamar membosankan itu.


Allisya membanting tubuhnya di sebelah tubuh Gevan, berdecak kesal.


"Lo kenapa, Al?" tanya Gevan.


"Gak apa-apa." jawab Kaila malas.


Mereka hanya mengangkat bahu, tanda tidak tahu. Allisya menghela nafas dan berdiri dari duduknya.


"Ayo pulang." ajak Allisya.


Dominic langsung berdiri saat mendengar ucapan Allisya. Dia tidak terima karena Allisya langsung memutuskan untuk pulang.


"Apa-apaan kamu, Al?!" ujar Dominic kesal.


"Apa?" tanya Allisya kebingungan.


"Kamu tiba-tiba aja dateng kesini, terus tiba-tiba aja pergi gitu aja!"


"Ya emang gitu kan, urusan gue udah selesai makanya gue pulang."


Urusan? Urusan apa? Urusan bermain boneka dengan Zeline dan juga Kaila?


"Gak boleh! Kamu gak boleh pulang! Kamu harus tidur disini sama aku!" paksa Dominic.


"Gue gak mau!" tolak Allisya.


"Kenapa gak mau?"


"Gevan, Alex sama Mikel gak ada tempat buat tidur."


"Tenang aja, aku udah siapin."


Langsung datang 6 pelayan ke ruang tamu. Dominic menyuruh pelayan itu untuk mengantarkan Gevan, Alex dan Mikel ke kamarnya. Mereka bertiga pun juga ikut saja, karena mereka juga sudah mengantuk karena kemarin malam tidak tidur. Tentu saja itu adalah kebiasaan mereka, karena saat malamlah pekerjaan mereka akan menumpuk.

__ADS_1


Dominic langsung menggendong tubuh Allisya dan pergi meninggalkan Nevan sendirian yang kebingungan. Ya, dia bingung mau kemana. Mau ke kamar Zeline pun nanti ada adiknya itu yang akan membuat rusuh dengannya. Nevan menghela nafas, lalu dia ikut naik ke atas juga. Untuk urusan Kaila, nanti saja saat dia sudah sampai ke kamar Zeline.


Bersambung......


__ADS_2