CEO Tampan Vs Pramugari Cantik

CEO Tampan Vs Pramugari Cantik
Flashback Nevan dan Zeline (Part 1)


__ADS_3

Kaila mengangguk. Dia melangkah menuju ke meja makan, dan makan sendirian dengan keheningan. Robert sedikit khawatir saat melihat Kaila yang cemberut, apalagi dia harus mengantarkan Kaila pulang juga. Takutnya dia akan di lontarkan beberapa pertanyaan oleh tuan dan nyonya besarnya, dan itu pasti akan terjadi.


Kaila masuk ke dalam mobil dengan tas yang dia bawa tadi. Makanan yang dia makan tadi rasanya sangat hambar sekali, jadi dia tidak makan banyak, dan perutnya sedikit perih gara-gara itu. Robert langsung melajukan mobilnya meninggalkan apartment Dominic.


Sementara Allisya sedang berendam di bathtub dengan air hangat. Tubuhnya lebih reliks dari pada sebelumnya.


Tok... tok... tok...


Suara ketukan pintu kamar mandi membuat mata Allisya terbuka.


"Al, kamu udah selesai mandi belum? Ayo kita makan malam." ujar Dominic dari luar.


"Iya. 10 menit lagi." jawab Allisya.


Dominic dan Allisya sedang makan malam di kamar utama bukan di meja makan. Mereka berdua sibuk dengan makanan mereka masing-masing tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka dan hanya suara dentingan sendok yang terdengar.


Sementara di kamar tempat Zeline dan Nevan berada, mereka berdua sedang bertengkar. Awalnya semua baik-baik saja dan sedang menikmati makan malam, tapi saat Zeline mengatakan "Gue ingin pulang!" mata Nevan seketika menyala merah. Ya, Nevan tidak mungkin melepaskan Zeline begitu saja. Nevan sudah mencari selama 5 tahun dan saat ini dia ingin Zeline terus berada di sampingnya.


"Gak boleh!" tolak Nevan dengan sangat tegasnya.


Zeline tentu saja tidak terima dengan penolakan dari Nevan. Memangnya siapa Nevan di hidupnya? Bukan siapa-siapa kan? Lantas kenapa Nevan seolah-olah adalah orang yang harus Zeline patuhi?


"Kenapa lo gak bolehin gue pulang?! Atas hak apa lo gk bolehin gue pulang?! Emangnya lo siapa gue sampai lo berani ngatur-ngatur gue?! Terserah kan gue mau ngapain dan itu bukan urusan lo!" tegas Zeline sambil menunjuk Nevan.


Praaanggg

__ADS_1


Suara piring yang pecah. Ya Nevan melempar piring yang dia pegang untuk menyuapi Zeline. Zeline langsung ketakutan saat melihat mata Nevan yang memancarkan kemarahan.


"Ze, apa lo gak tau kesalahan lo dimana?!" tanya Nevan yang masih menahan amarahnya.


"Gue salah? Gue gak pernah salah! Yang salah itu lo!" tunjuk Zeline kepada Nevan.


Plak


Tamparan yang begitu sangat keras langsung mendarat di pipi kanan Zeline. Zeline memegang pipinya yang terasa panas dan juga sakit. Air mata Zeline meluncurkan begitu saja. Nevan mencekeram dagu Zeline, Zeline berusaha untuk melepaskan cengkeraman tangan Nevan dari dagunya.


"Ze, lo udah kelewatan! Lo salah lawan! Seharusnya lo gak berurusan dengan keluarga Leonardus! From the past until now and until I die you are mine! Lo gak akan pernah bisa pergi gitu aja dari hidup gue. Gue udah sabar nunggu lo selama 5 tahun ini dan kesabaran gue udah habis saat ini." Nevan langsung mengibaskan dagu Zeline setelah mengucapkan kata itu. "Dan satu lagi. Siapain diri lo karena satu bulan lagi kita akan menikah!" Setelah mengucapkan itu Nevan pergi meninggalkan Zeline yang menangis tersedu-sedu.


Zeline ingin pulang, hanya pulang ke rumah orang tuanya karena dia sangat rindu dengan orang tuanya. Sudah 5 tahun dia tidak bertemu dengan orang tuanya, dia hanya bisa melihat wajah kedua orang tuanya di internet saja tanpa bisa menyentuhnya. Sakit, itulah yang di rasakan Zeline saat ini. Sakit secara batin dan fisik.


Maaf, Ze. Gue gak bisa lepasin lo gitu aja. Kehilangan lo 5 tahun itu udah buat gue frustasi. Gue gak mau lo ngilang lagi. batin Nevan.


Flashback on


Zeline baru saja berumur 20 tahun. Keluarga Andreas mengundang keluarga Leonardus untuk datang ke acara ulang tahun anak bungsunya. Mereka memang berharap bahwa keluarga Leonardus akan datang, tapi jika keluarga Leonardus tidak datang itu tidak apa-apa. Karena mereka tahu seperti apa keluarga Leonardus itu. Tapi tak di sangka bahwa keluarga Leonardus datang ke ulang tahun anak bungsunya, bahkan membawa ketiga anak mereka. Keluarga Andreas sangat senang dengan hal itu.


Pesta ulang tahun anak bungsunya sudah di mulai sejak pukul 6 malam tadi. Keluarga Andreas sedang duduk di sofa dan berhadapan langsung dengan keluarga Leonardus. Ini adalah momen yang sangat langkah sekali, dan tentu saja keluarga Andreas tidak akan menyia-nyiakan hal ini. Sementara yang berulang tahun sedang berkumpul dengan teman-teman sebayanya.


"Maaf, jika undangan ulang tahun anak saya sangat mengganggu waktu anda, Tuan." ujar papa Zeline kepada Arav.


"Tidak masalah. Saya juga ingin sesekali datang ke pesta rekan bisnis saya." jawab Arav sambil tersenyum.

__ADS_1


Sementara mata Nevan dan juga Dominic sedang menyelidik melihat gadis-gadis yang ada di pesta. Tidak ada yang menarik, itulah kesimpulan mereka berdua. Memangnya apa yang kalian berdua harapkan dari pesta ulang tahun gadis yang baru saja berumur 20 tahun, tentu saja pestanya akan seperti itu.


"Sebenarnya kedatangan saya kesini juga memiliki maksud." ujar Arav.


"Apa itu, tuan?" tanya papa Zeline.


"Saya hanya ingin anda memperkenalkan anak bungsu anda kepada keluarga kecil saya ini. Saya hanya ingin mengenalnya saja." jawab Arav.


"Tentu saja, tuan. Biar saya panggilkan anak saya."


Papa Zeline yang mendengar permintaan Arav tentu saja sangat antusias. Baru kali ini juga Arav ingin mengenal salah satu anak dari rekan bisnisnya.


Papa Zeline kembali dengan membawa Zeline yang begitu sangat cantik dan senyum secerah matahari yang tidak terlepas dari wajahnya.


"Perkenalkan nama kamu, Lin." suruh papa Zeline dan Zeline mengangguk.


"Hai om! Nama aku Zeline. Om bisa panggil aku sesuka hati om." ujar Zeline memperkenalkan diri dengan senyum yang tidak luntur dari wajahnya.


Semua orang yang duduk di sofa itu terkejut mendengar gaya bicara Zeline, kecuali Arav dan si kecil Kaila. Bisa-bisanya ada yang berani bicara dengan pemimpin keluarga Leonardus seperti itu.


"Maafkan anak saya, tuan. Anak saya memang jarang sekali bergaul dengan rekan-rekan saya, jadi dia tidak tahu bagaimana cara berbicara dengan rekan bisnis. Saya sangat minta maaf untuk hal ini." ujar papa Zeline meminta maaf.


Zeline yang melihat papanya minta maaf sangat kebingungan sekali. Bukannya tadi dia di suruh untuk memperkenalkan diri? Dia kan sudah memperkenalkan diri tadi, lalu apa ada yang salah? Tentu saja tidak. Tidak ada yang salah dari perkenalan Zeline, yang salah adalah gaya bicaranya kurang formal. Itu wajar karena Zeline tidak tahu.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2