
Mikel dan Gevan langsung bertindak saat Gevan sudah menyuruhnya. Gevan menggendong tubuh Kaila dan membawanya ke kamarnya, karena kamar Kaila masih berantakan. Gevan membaringkan tubuh Kaila di ranjangnya itu sambil menyelimuti tubuh Kaila. Alex membawakan air dan juga handuk, Gevan segera mengompres dahi Kaila yang tiba-tiba panas dan juga dia mengompres pipi dan juga sudut bibir Kaila yang memar akibat tamparan keras dari Ken tadi. Alex masuk ke dalam lemari dan melihat Kaila yang terbaring pucat sekali, dia juga sudah menghubungi dokter pribadi mereka. Sekitar 10 menit lagi dokter itu akan sampai disini.
Akhirnya dokter itu datang dan memeriksa keadaan Kaila. Dokter itu memeriksa bagian denyut nadi Kaila, ketiga lelaki ini sangat panik sekali. Bagaimana nanti kalau Allisya marah karena ini dan tidak bisa menjaga Kaila dengan baik? Itulah pertanyaan yang ada di pikiran ketiga lelaki ini. Tidak tahu sebesar apa kemarahan Allisya nanti saat dia tahu wajah Kaila memar gara-gara Ken.
Dokter itu memberikan selang pernapasan dan juga infus untuk Kaila. Gevan semakin panik lagi saat melihat Kaila yang di pakaikan selang pernapasan.
"Ada apa sama dia, dok? Kenapa dokter tiba-tiba kasih selang pernapasan buat dia? Apa dia baik-baik aja?" Gevan memberondong pertanyaan itu kepada dokter.
"Dia terlalu terkejut, sehingga menyebabkan pernafasan yang tidak teratur. Kalau boleh tahu, ada apa sebenarnya? Supaya saya bisa menyimpulkannya nanti." ujar Dokter itu.
Gevan lalu menceritakan kejadian beberapa menit yang lalu kepada dokter itu secara detail, tidak ada yang dia tutupi sama sekali.
"Jika menurut cerita anda, sepertinya dia baru kali ini mendapatkan tamparan dari seseorang. Saat saya periksa kondisi detakan jantung dan nadinya itu tidak sejalan. Maksudnya, detakan jantungnya begitu sangat cepat sekali atau di luar batas normal lainnya. Begitu pula denyut nadinya, denyut nadinya begitu sangat lambat sekali dan tidak sesuai dengan denyut jantungnya. Dia terlalu terkejut sehingga ini semua mempengaruhi detakan dan pembuluh darahnya." jelas dokter tadi. " Dan juga saya juga pernah mendengar bahwa putri bungsu keluarga Leonardus di perlakukan bak seorang ratu. Gadis cantik, lucu dan imut ini tidak pernah sama sekali mendapatkan kekerasan dalam hidupnya." lanjut dokter tadi.
__ADS_1
Kaila memang di perlakukan seperti seorang putri. Kenapa bisa begitu? Dulu Arav dan Kirana tidak ada niatan untuk mempunyai 3 anak, mereka hanya ada niatan untuk memiliki 2 anak saja dan bukan 3. Kirana berharap kalau kedua anaknya nanti adalah laki-laki dan perempuan. Tapi Tuhan berkehendak lain, Kirana melahirkan anak laki-laki lagi yang tak lain adalah Dominic. Kirana sedih bercampur bahagia, dia senang anaknya bisa lahir dengan selamat di dunia, tapi dia juga sedih bahwa anak yang kedua bukan perempuan. Kirana tetap menyayangi Dominic, meskipun harapan Kirana dulu adalah perempuan.
Setelah Dominic berumur 4 tahun, Kirana hamil lagi dan harapan dia adalah anak perempuan. Kirana mencoba untuk hamil kembali barang kali anaknya yang ketiga ini adalah perempuan, Arav pun juga menuruti kemauan istrinya itu untuk memiliki anak lagi yang terakhir. Tapi Arav berpesan, jika anaknya bukan perempuan Kirana harus ikhlas dan menyayangi anaknya dengan kasih sayang tulus. Kirana pun setuju dengan pesan suaminya itu. Dan saat selesai melahirkan akhirnya anak perempuan yang di impikan Kirana telah lahir. Kirana sangat senang sekali. Oleh sebab itu kenapa Kaila di perlakukan bak seorang ratu, dia adalah putri tunggal keluarga Leonardus, putri bungsu keluarga Leonardus, dan juga satu-satunya putri yang mewarisi butik dan juga bisnis keluarga Jovanka. Apalagi dengan status kedua kakaknya yang terkenal kejam itu.
Selama ini juga Kaila tidak pernah mendapatkan kekerasan dari seseorang, jangankan dari seseorang dari keluarganya saja dia tidak pernah. Nevan dan Dominic hanya berkata kasar tapi mereka juga tidak pernah membentak atau menyakiti Kaila secara batin dan fisik. Baru kali ini dia mendapatkan bentakan dari seseorang dan tamparan dari seseorang, apalagi yang menyakitinya adalah orang yang dia cintai.
"Terus, ini harus gimana, dok?" tanya Gevan semakin panik.
"Dia hanya pinsan sementara saja, nanti dia akan sadar sendiri. Saat sadar nanti tolong beri dia air putih, supaya dia lebih tenang dari sebelumnya. Usahakan juga kalau dia akan makan, supaya dia tidak terlalu lemas." jelas dokter tadi. "Oh iya, ini. Saya sudah menuliskan beberapa resep obat yang cocok untuk kondisi tubuh dalamnya saat ini. Tolong di tebus obatnya ya, maaf karena saya tidak membawa obat yang sesuai. Karena saya pikir yang sakit adalah nona Allisya." lanjut dokter tadi sambil menyerahkan kertas resep obat.
"Kalau begitu saya permisi dulu. Selamat malam."
Dokter itu pergi dari kamar Gevan, dia di antar oleh Mikel. Sementara Gevan langsung bersimpuh di lantai sambil meremas rambutnya.
__ADS_1
"Gev, gimana ini?" tanya Alex panik.
"Ya gak gimana-gimana, siap-siap aja besok dapat pukulan keras dari Allisya." jawab Gevan pasrah.
"Serius, gue masih belum siap buat dapat pukulan keras dari Allisya. Sakit, Gev. Sakit." ujar Alex panik.
Tak lama kemudian, Mikel datang lagi ke kamar Gevan dengan wajah yang pucat pasi. Ketiga lelaki ini harus siap besok untuk menghadapi kemarahan Allisya. Mereka tahu apa yang akan terjadi kepada tubuh mereka besok, jadi mereka harus bersiap-siap. Mereka sudah pasrah sekali dengan keadaan.
Sementara Ken sedang bersandar di luar dinding kamar Gevan, dia sempat sembunyi saat Mikel mengantarkan dokter keluar tadi. Dia sudah ada disana semenjak dokter itu memeriksa keadaan Kaila.
Ternyata tubuhnya lebih lemah dari apa yang gue kira, harusnya tadi gue gak nampar dia. Kalau gini jadinya, gue yang akan kena imbasnya dan akan lebih parah lagi dan mereka bertiga. Apa benar ya yang di ucapkan Kaila tadi? Tapi itu gak mungkin. Tapi gue juga bisa percaya karena dia anak yang jujur. Gak mungkin Amelia itu udah nikah. batin Ken
Hati Ken sedang bimbang saat ini, antara Ahmad percaya dan tidak percaya dengan ucapan Kaila. Karena Ken tahu kalau Kaila tidak pernah berbohong sama sekali, Kaila selalu jujur dengan perkataannya. Ken tidak percaya dengan Kaila, karena Ken masih percaya dengan Amelia. Kepercayaan Ken kepada Kaila tidak sebesar kepercayaannya kepada Amelia. Oleh sebab itu, mengapa Ken tidak percaya dengan Kaila meskipun Kaila adalah anak yang jujur. Di dalam hati Ken, dia juga menyimpan ketakutan. Takut jika yang di ucapkan oleh Kaila tadi adalah kenyataan, takut juga kalau Amelia sudah menikah dan menjalani rumah tangga. Ken masih setia dengan Amelia, padahal Amelia sendiri juga sudah memiliki suami. Ken terlalu terobsesi dengan Amelia, sampai dia lupa dengan hal sekitarnya.
__ADS_1
Bersambung......