CEO Tampan Vs Pramugari Cantik

CEO Tampan Vs Pramugari Cantik
Flashback Nevan dan Zeline ( Part 2 )


__ADS_3

Semua orang yang duduk di sofa itu terkejut mendengar gaya bicara Zeline, kecuali Arav dan si kecil Kaila. Bisa-bisanya ada yang berani bicara dengan pemimpin keluarga Leonardus seperti itu.


"Maafkan anak saya, tuan. Anak saya memang jarang sekali bergaul dengan rekan-rekan saya, jadi dia tidak tahu bagaimana cara berbicara dengan rekan bisnis. Saya sangat minta maaf untuk hal ini." ujar papa Zeline meminta maaf.


Zeline yang melihat papanya minta maaf sangat kebingungan sekali. Bukannya tadi dia di suruh untuk memperkenalkan diri? Dia kan sudah memperkenalkan diri tadi, lalu apa ada yang salah? Tentu saja tidak. Tidak ada yang salah dari perkenalan Zeline, yang salah adalah gaya bicaranya kurang formal. Itu wajar karena Zeline tidak tahu.


"Jangan terlalu merasa bersalah begitu. Saya juga tahu seperti apa Zeline itu. Biarkan dia bicara dengan bahasanya sendiri." ujar Arav.


Zeline sudah duduk di samping kedua orang tuanya. Matanya melirik ke arah Nevan dan Nevan menyadari hal itu.


"Putra sulung saya ingin menikah muda dan saat ini saya sedang mencarikannya pasangan hidup, karena dia ingin saya yang memilihkan pasangan hidup untuknya." jelas Arav.


"Maaf, tuan. Jika saya boleh bertanya, berapa umur tuan muda Nevan?" tanya papa Zeline.


"22 tahun." Nevan yang menjawab.


"Ah, di umur yang muda seperti itu tidak ada salahnya untuk menikah. Apalagi kehidupan tuan muda Nevan juga sudah mapan bukan, jadi tidak ada salahnya."


Mereka berbincang-bincang banyak sekali mengenai Nevan. Apalagi sepertinya Arav sangat tertarik dengan Zeline. Bagi Arav, Zeline tidak ada bedanya dengan anak bungsunya Kaila.


Zeline pamit undur diri karena dia juga harus menemui teman-temannya. Sementara Kaila diam-diam mengikuti Zeline dari belakang. Saat Zeline pergi ke balkon untuk mengambil sesuatu, tiba-tiba suara Kaila mengagetkannya.


"Kenapa kakak tadi lihatin kakak aku?" tanya Kaila.


Zeline refleks membalikkan badannya. Zeline sangat senang sekali, kenapa? Karena dari tadi dia melihat wajah Kaila yang sangat imut dan pipi yang cuby itu. Dia ingin sekali mencubitnya dari tadi. Zeline menghampiri Kaila.


"Siapa kakak kamu?" tanya Zeline.


"Kak Dom Dom." jawab Kaila dengan nada imutnya.


Hah? Kak? Dom Dom? Perasaan gak ada tuh kakaknya yang namanya kak Dom Dom. Apa dia salah ngomong ya? batin Zeline kebingungan.


Zeline tidak tahu mana Nevan dan mana yang Dominic. Dia sama sekali tidak tertarik dengan dunia bisnis keluarganya, karena yang dia inginkan adalah karir seperti menjadi seorang model atau artis.

__ADS_1


"Emmm... kakak gak tau kakak kamu yang mana."


"Kakak aku itu tadi yang duduk di sofa sama minum air putih." jelas Kaila.


Hah? Minum air putih? Itu wine bukan air putih! batin Zeline gemas sendiri melihat Kaila.


"Tapi kakak gak lihat kakak kamu kok." jelas Zeline.


Memang benar bukan kalau Zeline tidak melihat Dominic? Jadi tidak ada yang salah dengan penjelasan Zeline.


"Tapi kakak lihat kakak aku!" Kaila masih saja kekeuh dengan pendiriannya.


"Emmm... nama kamu siapa? Umur kamu berapa? Terus kakak lihat kakak kamu yang mana? Kan kakak kamu ada 2 kan ya?" tanya Zeline merentep.


"Nama aku Kaila. Umur aku 13 tahun. Kakak lihat kakak aku yang lagi di kenalin sama papa aku, yang katanya mau nikah tadi." jawab Kaila.


Masih SMP ternyata. Lah? Yang itu? Lah terus tadi gue tanya kakaknya yang mana kenapa dia jawabnya yang minum wine, bukan yang lagi nyari pasangan. batin Zeline.


Zeline gemas bercampur kesal melihat Kaila. Inginnya mencubit pipi cubynya itu, tapi dia takut kalau Kaila akan menangis.


"Kenapa emangnya?" tanya Zeline kebingungan.


"Dia itu jelek dan jahat gak cocok buat kakak yang lemah lembut!" jawab Kaila.


Aaaaaaa.... gemes banget dia!!!


Zeline rasanya ingin menyekap Kaila saja. Dia sangat senang sekali bisa melihat wajah Kaila dari dekat. Itu pasti, siapa pun yang dekat dengan Kaila pasti mereka rasanya ingin menyekap Kaila dan mencubit pipinya. Tapi siapa berani yang melakukan itu kepada Kaila kecuali kedua kakaknya.


"Apa yang lo lakuin disini, Kai?"


Suara bariton seseorang membuat mereka berdua mengalihkan pandangan. Nevan mencari keberadaan Kaila yang tiba-tiba menghilang. Tidak ada tahu apa ya seberapa paniknya Arav dan juga Kirana jika Kaila menghilang.


Nevan langsung menggedong Kaila dan menatap Zeline tajam.

__ADS_1


Hah? Dia gendong Kaila? Kaila kan udah gede, ngapain masih di gendong? Emang ya kalau anak emas itu beda dari yang lain! Au ah! batin Zeline


Memangnya Zeline bukan anak emas? Padahal dia sendiri yang paling di manja oleh kedua orang tuanya dan juga kakaknya. Mungkin masih belum sadar kali ya.


"Lo apain adek gue?!" tanya Nevan ketus.


Hah? Nih orang kok ngomongnya kayak gitu sih? Bukannya kalau orang konglomengrat ngomongnya itu sopan banget ya? Lah ini kok malah kayak preman? batin Zeline.


Zeline tidak tahu sama sekali tentang keluarga konglomengrat ataupun orang yang terposting di publik tentang bisnis. Karena dia hanya fokus pada masa depannya dan tidak memperdulikan hal di sekitarnya. Egois? Ya, terkadang kita harus egois untuk meraih kesuksesan itu.


Zeline sudah mau bicara, tapi Kaila langsung memotongnya.


"Kakak ngapain kesini? Kenapa bukannya kak Dom Dom yang jemput aku kesini?" tanya Kaila dengan nada tak sukanya.


"Dominic udah pulang dan lo harus pulang sama gue. Papa sama mama panik nyari lo! Jangan kebiasan ngilang gak pamitan, Kai! Itu gak sopan! Jangan meniru Dominic juga!" tegas Nevan.


"Iya, kak. Maaf."


Nevan beralih melihat Zeline yang terdiam membeku melihat pertengkaran kedua kakak beradik itu.


"Dan lo... Kok bisa adek gue sama lo? Lo apain aja dia?"


Mata Nevan sudah menyala api kemarahan. Dia sangat tidak suka sekali gadis yang sok polos, padahal hatinya seperti iblis. Tapi Zeline bukannya sok polos, dia memang polos.


"Sa-saya gak tau apa-apa. Sa-saya datang kesini tiba-tiba aja udah dengar suara dia." jelas Zeline.


"Jangan salahin dia, kak. Aku yang ngikutin dia tadi. Dia juga gak ngapa-ngapain aku kok."


Kaila membela Zeline agar Nevan tidak menyalahkan Zeline. Karena memang kenyataannya Zeline tidak bersalah bukan?


"Terserah! Ayo kita pulang."


Akhirnya Nevan dan Kaila pergi dari balkon meninggalkan Zeline berdiri sendirian disana, tanpa pamit.

__ADS_1


Oh, jadi namanya Nevan sama Dominic. Gue pernah dengar nama itu, tapi dimana dan kapan ya? Gue kenapa sih pikun amat jadi cewek? Kalau kayak gini kan gue jadi bingung sendiri. Emang apa pentingnya juga sih? Gak penting banget. batin Zeline.


Bersambung......


__ADS_2