
Sebenarnya tadi yang ikut dengan Nevan adalah Dominic, tapi Dominic menolak dan beralasan lain. Alhasil Azka lah yang di jadikan umpan oleh Dominic, karena Dominic sudah tahu apa yang akan terjadi jika dia ikut dengan Nevan. Padahal tadi Nevan juga bilang kalau nanti ada Allisya, tapi Dominic tetap menolaknya.
"Sabar, bego! Gue juga nungguin dari tadi! Ini si Allisya juga baru aja balas chat gue!" jawab Nevan tak kalah kesal.
"Lo tau gak sih? Musuh lo itu orang yang salah tau gak! Bisa-bisanya lo ngajak gue ketemu sama Allisya si detektif tersembunyi itu. Lo pikir gue gak takut apa? Gara-gara kejadian di markas beberapa hari yang lalu, gue jadi merinding tau gak sih denger nama dia!" ujar Azka.
"Alay lo." cibir Nevan.
***
Sekitar 30 menit, Allisya sudah sampai di tempat yang di janjikan oleh Nevan. Zeline mengerutkan keningnya karena Allisya berhenti di sebuah jalan yang menuju ke hutan terlarang.
"Lo ngapain berhenti disini? Harusnya kan lo berhenti di jalan lo jemput gue tadi?" tanya Zeline kebingungan.
Hati Zeline tiba-tiba saja berdegud dengan sangat kencang sekali dia juga punya firasat aneh. Bukan karena jalan yang menuju ke hutan atau gara-gara lampu jalan yang tidak terang, tapi ada hal yang aneh mengganggunya, tidak tahu apa itu.
"Gue mau ketemu sama seseorang, lo turun gih." jawab Allisya.
"Hah? Turun? Orangnya siapa coba? Nanti orang itu kenal gue gimana?"
"Gak bakalan kenal juga dia. Udah turun sana."
Zeline akhirnya turun dengan penuh keterpaksaan, tangannya juga sudah berkeringat dingin. Allisya bersandar di grill mobilnya, dia bisa melihat wajah kecemasan Zeline. Kayaknya dia punya firasat buruk, pikir Allisya.
"Mana orangnya, Al?" tanya Zeline sedikit gagu.
"Sebentar lagi dia datang." jawab Allisya.
Zeline memilih untuk berjalan-jalan ke depan untuk menghilangkan rasa cemasnya itu. Semoga saja apa yang aku pikirkan tidak menjadi kenyataan, pikir Zeline.
"Zeline."
__ADS_1
Deg
Suara seorang laki-laki mengagetkan Zeline. Suara ini sangat tidak asing baginya. Dia bisa mengingat dengan jelas siapa pemilik suara itu. Zeline ragu-ragu untuk membalikkan badannya, tapi dia tetap membalikkan badannya, berharap suara itu bukan milik seorang yang dia benci. Dan benar saja, tubuh Zeline langsung lemas saat melihat orang yang selama ini dia hindari, yaitu Nevan.
Nevan tadi berhenti di perbelokkan jalan untuk menutupi mobilnya itu agar Zeline tidak tahu dan tidak merasa sangat cemas dengan kehadirannya.
"Lo!" ujar Zeline dengan tatapan kebenciannya itu.
Allisya bisa melihat kemarahan yang terpancar di mata Zeline. Allisya berdiri dengan tegak, lalu berpamitan dengan kepada mereka berdua.
"Oke. Tugas gue udah selesai, dan ini adalah urusan kalian berdua. Kalau gitu gue pulang dulu." pamit Allisya.
"Lo pengkhianat, Al!" teriak Zeline emosi.
Teriakan Zeline sukses membuat Allisya menghentikan gerakan untuk membuka pintu mobilnya.
"Ya, gue emang pengkhianat. Tapi ini adalah jalan terbaik buat lo. Berdamailah sama dia, Zel. Dan gue yakin lo pasti akan bahagia." ujar Allisya yang langsung masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan Zeline berdua bersama Nevan.
"Dadar brengsek! Apa yang lo mau hah?!" tanya Zeline.
"Kita bisa mulai dari awal." jawab Nevan.
Jawaban Nevan membuat Zeline menatap tak percaya sambil tersenyum getir.
"Apa?.Mulai dari awal?" ujar Zeline sambil tertawa getir. "Lo pikir gue mau apa? Gak sama sekali! Hidup dengan lo gak akan buat gue bahagia, yang ada malah buat gue jadi sengsara!" lanjut Zeline dengan nada bicara kebencian.
"Kenapa lo bisa sebenci ini sama gue? Padahal kita bisa memperbaiki ini semua dan mulai dari nol lagi." ujar Nevan.
"Lo tanya kenapa? Lo gila apa ya! Lo ngefitnah gue ini itu dan niduri gue seenak lo. Dan yang buat gue paling benci sama lo, lo udah ngambil mahkota dan harta berharga gue!" teriak Zeline kesal, air mata juga sudah berurai di pipinya.
"Gue tau gue salah, oleh sebab itu kenapa gue minta kita mulai dari awal." ujar Nevan.
__ADS_1
"Tapi gue gak mau! Gue lebih memilih menua sendirian, dari pada hidup sama lo!" tolak Zeline dengan sangat tegas.
Zeline mengangkat tangan kanannya, lalu memetikkan tangannya sebanyak 2 kali. Dan tak lama datanglah pasukan atau bisa di sebut bodyguard dengan logo keluarga Andreas yang ada di dadanya. Melihat bodyguard keluarga Andreas muncul, membuat bodyguard keluarga Leonardus muncul juga. Mereka semua sudah bersiap dengan pistol dan senapan mereka semua, dan hanya menunggu waktu yang tepat.
Zeline selalu di ikuti bodyguard keluarganya secara sembunyi-sembunyi. Ketika Zeline memetikkan tangannya sebanyak 2 kali, maka mereka akan muncul. Begitu pula dengan Nevan, Nevan sudah menyiapkan pasukan untuk membawa Zeline. Karena pasti Zeline juga akan di lindungi oleh bodyguardnya dari jauh. Allisya juga memperingati Nevan agar membawa bodyguard banyak, karena bodyguard yang mengikuti Zeline adalah bodyguard kelas atas. Dan benar saja, saat bodyguard Zeline muncul Nevan dibuat terkagum dengan postur tubuh yang sangat besar, bahkan lebih besar darinya.
"Lebih baik lo berhenti Zeline, dari pada bodyguard lo bercucuran darah." peringat Nevan.
"Mereka rela mati demi gue." balas Zeline.
Setelah mengatakan kata itu, Zeline berlari ke arah hutan karena tidak ada jalan lain selain hutan terlarang. Nevan pun juga mengejar Zeline dengan di bantu bodyguard untuk mencari jalan mengejar Zeline.
Dor
Dor
Dor
Tembakan bodyguard antara keluarga Leonardus dan keluarga Andreas sudah di mulai. Sudah ada beberapa peluru yang di tembakan keluarga Leonardus, tapi sayangnya itu tidak mempan karena sepertinya bodyguard keluarga Andreas memakai pelindung peluru kelas atas seperti keluarga Leonardus.
Nevan mengejar Zeline dengan di ikuti oleh beberapa bodyguard di belakangnya. Zeline tidak berhenti berlari meskipun Nevan berteriak memanggil namanya dan bicara akan membuatnya bahagia jika hidup bersamanya. Tapi Zeline tetap kukuh pada pendiriannya, dia tetap berlari meskipun jalannya begitu sangat lembab sekali, dan bisa saja dia tergelincir. Nevan mengeluarkan hpnya dan menekan nama Dominic di benda pipih itu, tapi dia tidak berhenti berlari.
"Apa?" tanya di seberang sana dengan nada malasnya.
"Dominic, gue butuh bodyguard lo. Gue minta lo bantuin gue sekarang juga! Kirim 10 helikopter dan pasukan hitam punya lo! Gue ada di hutan terlarang XX dan gue mau nyari Zeline, karena Zeline lari ke arah sana." teriak Nevan kepada seberang sana.
"Lo kenapa sih ngerepotin gue terus?! Heran gue."
"Sekali ini aja, Dom!"
Nevan mematikan panggilan telponnya dengan Dominic dan terus mencari keberadaan Zeline yang tidak tahu lari kemana. Karena di hutan terlarang tidak ada satupun lampu dan hanya terang karena cahaya rembulan. Bodyguard Nevan terus berlari sambil membawa senter untuk menerangi jalan Nevan dan juga melihat kanan kiri jika Zeline sembunyi.
__ADS_1
Bersambung......