CEO Tampan Vs Pramugari Cantik

CEO Tampan Vs Pramugari Cantik
Hutan terlarang ( Part 3 )


__ADS_3

"Ternyata nyali anda sangat besar ya? Anda bahkan bisa menemui saya secara langsung disini, demi adik anda." Nevan mencibir.


Helikopter yang di tumpangi Dominic sudah ada di atas Nevan, Dominic turun dari atas sana meloncat, ini sudah menjadi hal yang sangat biasa bagi Dominic. Dominic melihat ke empat tuan muda keluarga Andreas dengan tatapan membunuh. Dia benci sekali dengan ke empat lelaki ini, karena mereka berempat pernah berniat untuk menjatuhkan Dominic secara bersama-sama. Tapi sayang, rencana mereka berempat gagal total karena Dominic menggagalkannya sendiri.


Sial! Ada Dominic disini! Ini gawat! batin ke empat tuan muda Andreas ini.


"Wah, wah, wah. Ternyata nyali kalian berempat cukup besar ya? Udah lama juga kita gak ketemu, kalian pasti baik-baik aja kan." ujar Dominic mengejek.


Kenapa Dominic bicara baik-baik saja? Itu karena Dominic pernah menancapkan sebuah pisau di badan mereka satu persatu dan itu sukses membuat badan mereka lumpuh. Karena pisau yang di tancapkan Dominic mengandung racun yang sangat mematikan.


"Lebih baik kalian pergi dari sini atau badan kalian akan gue potong satu persatu!" ujar Dominic.


"Sayangnya kami tidak akan pernah pergi dari sini sampai adik kami ketemu." ujar tuan muda ketiga.


"Asal kalian tau, adik kalian itu masuk ke hutan terlarang dan mungkin aja dia gak bakalan selamat." ujar Dominic.


Mendengar ucapan Dominic membuat mereka terkejut, bahkan Nevan juga terkejut dengan ucapan Dominic. Bisa-bisanya Dominic bilang kalau Zeline tidak akan selamat di hadapan Nevan.


"Itu gak mungkin." ujar tuan muda pertama Andreas.


"Itu kenyataan." balas Dominic.


Dominic memberikan aba-aba untuk para pasukannya untuk menyerang mereka, tapi dengan cepat di larang oleh Nevan.


"Kalau kalian mau adik kalian selamat, lebih baik kalian pergi dan biarin gue dan Dominic nyari adik kalian itu." ujar Nevan.


"Apa-apaan lo b*ngs*t!" Dominic mulai emosi.


"Yang terpenting saat ini adalah Zeline, bukan mereka. Gue mohon lo harus ngerti." ujar Nevan kepada Dominic.

__ADS_1


"Oke, tapi gue harus nyakitin salah satu dari mereka." ujar Dominic. "Siapa dari kalian berempat yang akan jadi korban gue? Cepat pilih atau adik kalian itu akan mati." lanjut Dominic.


Mereka berempat saling pandang dan tuan muda pertama Andreas maju 2 langkah.


"Gue, gue yang akan jadi korban lo itu." ujarnya.


"Kak, apa yang kakak lakukan? Kakak jangan gila!" ujar tuan muda kedua.


"Nevan, kalau lo benar-benar cinta sama adik gue, seenggaknya perilakukan dia kayak orang yang lo cintai." ujarnya kepada Nevan.


Dominic langsung melemparkan pisau ke arah tuan muda pertama Andreas dan pisau itu berhasil mengenai area bahunya. Ketiga adiknya langsung menopang tubuh kakaknya itu.


"Ayo kita pergi." ujar tuan muda pertama.


"Apa kakak udah gila! Kita belum nemuin Zeline!"


"Kita serahin semuanya sama mereka. Kita nyari pun belum tentu kita akan nemuin Zeline. Kita gak sehandal mereka berdua. Lebih baik kita pulang dan bicara soal ini di rumah. Tubuh gue juga udah mulai lemas."


"Gue akan cari dari atas dan lo cari dari sini." ujar Dominic.


"Gue harus masuk ke hutan terlarang?" tanya Nevan.


"Ya, pakai ini supaya tubuh lo gak kena racun."


"Apa? Racun?"


"Ya, disana ada banyak banget tumbuhan beracun. Tumbuhan itu sekilas kelihatan baik-baik aja, tapi saat tubuh lo tergores, racunnya akan langsung tersebar. Dan kita harus cepet nemuin Zeline sebelum terlambat." jelas Domimic.


Domimic langsung naik lagi ke helikopternya lagi, Nevan memakai baju besi yang Dominic berikan tadi. Mereka semua akhirnya masuk ke hutan terlarang.

__ADS_1


Nafas Zeline terengah, padahal dia hanya berjalan saja. Tubuhnya tiba-tiba saja membiru dan banyak sekali goresan luka. Matanya mulai buram.


Ada apa sama gue? Kenapa gue tiba-tiba pusing kayak gini? Tubuh gue kenapa jadi biru kayak gini? batin Zeline sambil melihat tangannya yang tiba-tiba membiru.


Tubuh Zeline membiru bukan karena langit malam, birunya seperti terkena racun. Zeline tetap berjalan meskipun tubuhnya sudah sangat dingin sekali dan matanya yang berkunang-kunang. Jika kalian berfikir Zeline sangat keras kepala, itu benar. Tapi kekeras kepala'annya pasti memiliki suatu alasan.


Dominic memakai kacamata terdeksinya, tidak ada cara lain selain ini. Dominic mulai melihat Nevan yang berjalan dengan pasukannya, dia mulai mencari keberadaan Zeline. Dan benar saja tidak lama Dominic menemukan Zeline yang sangat jauh dari tempat Nevan.


Itu dia! Tunggu! Dia mau menuju kemana itu?! batin Dominic.


Dominic melihat ke arah depan Zeline, dan dia mengumpat dengan kesal karena beberapa meter lagi Zeline akan sampai di jurang yang lebih rindang dari yang dia lewati saat ini.


"Nevan, cepat bergerak ke arah timur 85 derajat! Zeline hampir mau masuk ke jurang. Kalau dia sampai masuk kesana, kemungkinan besar dia gak akan selamat! Cepat bergerak sekarang." ujar Dominic kepada Nevan.


Nevan segera bergerak secepat mungkin, dia cukup susah untuk mencari jalan karena semak-semak yang menghalanginya. Dominic langsung turun dari helikopternya bersama pasukannya, tidak mungkin helikopternya turun juga. Helikopternya hanya menerangi jalan Dominic dan Nevan, meskipun tidak terlihat jelas lampunya, setidaknya Dominic bisa melihat lampu helikopternya.


Zeline berpegangan pada pohon karena kepalanya sangat pusing sekali, nafasnya terengah tapi tidak tahu karena apa.


Kenapa gue tiba-tiba sesak nafas gini ya? Apa karena gue lari terus ya? itu kan tadi, sekarang gue udah jalan. batin Zeline.


"Dom, sebenarnya ada apa sama hutan terlarang ini? Kenapa lo nyuruh kita semua buat pakai baju tempur ini? Ini bahkan sampek ke lengan-lengan dan lebih berat dari baju tempur yang biasanya. Sebenarnya ada apa sih?" tanya Nevan dengan nafas terengah karena berlari.


"Gue kan udah bilang tadi sama lo. Hutan ini sebenarnya banyak banget racun. Tumbuhan yang lo kira baik-baik aja, sebenarnya gak baik-baik aja. Gak satu dua tumbuhan ini tumbuh, tapi udah tersebar luas di hutan terlarang ini. Dan kemungkinan besar Zeline udah keracunan, karena saat gue lihat dari atas tadi, dia udah sempoyongan sambil megang kepalanya, apalagi saat ini dia ada di hutan terlarang. Gue gak yakin kalau dia akan terus bertahan hidup." jelas Dominic lagi.


Mendengar jawaban Dominic membuat Nevan terkejut, dia tidak siap jika harus kehilangan Zeline. Meskipun dulu Nevan membencinya, tapi sekarang dia sudah sangat menyayangi Zeline. Saat ini harapan Nevan adalah semoga Zeline baik-baik saja.


"Gak usah berharap terlalu banyak, kita bisa nemuin dia di hutan ini adalah keberuntungan yang sangat besar, gak bernyawa sekali pun." ujar Dominic.


Bersambung......

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, supaya Author semangat up nya ^_^


__ADS_2