CEO Tampan Vs Pramugari Cantik

CEO Tampan Vs Pramugari Cantik
Kedatangan Allisya tiba-tiba


__ADS_3

"Ze, diam." ujar Nevan dengan menahan hasratnya agar dia tidak membuat Zeline kecewa lagi dengannya.


Zeline mendongakkan kepalanya menatap wajah Nevan.


"Gak bisa. Kaki gue gerah banget." jawab Zeline.


Lagi, tanpa Zeline sadari dia menganggu adik kecil Nevan.


"Sakit, Ze." rintih Nevan.


"Apanya? Gue gak ngapa-ngapain kok." tanya Zeline kebingungan.


Nevan mengambil tangan Zeline dan menaruhnya ke adik kecilnya itu. Zeline sangat terkejut saat merasakan benda yang sudah mengeras itu, benda yang pernah dia rasakan dulu. Zeline langsung menarik tangannya dan menatap wajah Nevan yang sudah di penuhi dengan hasrat dan rintihan kesakitan.


"Gue gak sengaja." ujar Zeline kikuk.


Nevan langsung membenamkan wajahnya di kedua buah dada milik Zeline sambil meringis kesakitan. Dia tidak bisa menahan adik kecilnya yang linu itu. Zeline menggigit bibir bawahnya, takut. Takut jika tiba-tiba Nevan menidurinya lagi.


"Tanggung jawab, Ze." ujar Nevan.


"Gak mau!" tolak Zeline langsung.


"Kan kamu yang buat dia bangun, Ze."


"Tapi gue gak sengaja."


"Ya pokoknya kamu harus tanggung jawab."


"Ya pokoknya aku gak mau."


"Ze!"


"Kalo aku gak mau ya gak mau! Gak usah di paksa!"


Nevan menyeringai saat terbesit sesuatu di otaknya itu. Tangan Nevan sudah berkeliaran di tubuh Zeline, seketika Zeline langsung tegang. Nevan berhenti di kedua buah dada milik Zeline, dia meremas kedua buah dada milik Zeline. Zeline langsung terkesiap, dia mau berdiri tapi sayang Nevan sudah ada di atas tubuhnya, mengunci tubuhnya dengan tangan kekarnya itu. Nevan mulai mendekatkan wajahnya, Zeline sangat gugup setengah mati.


Braaakkh


Suara pintu terbuka sangat keras sekali dan menampilkan Kaila yang sedang berdiri di ambang pintu dengan nafas terengah dan ekspresi kebingungan. Nevan dan Zeline langsung gelapagan membenahkan tubuhnya sekarang.


Flashback off


Selepas dengan kepergian Nevan, Kaila langsung menghampiri Zeline dengan senyum secerah matahari. Zeline bernafas lega dengan kedatangan Kaila. Gara-gara Kaila Nevan tidak jadi melakukan hal yang tidak-tidak, dan Zeline sangat bersyukur sekali.

__ADS_1


"Kak Zeze." panggil Kaila dengan sebutannys untuk Zeline.


"Kaila, ngapain kesini?" tanya Zeline.


"Aku kan kangen sama kak Zeze. Kak Zeze keluar negeri 4 tahun, aku gak ada temen buat main." jawab Kaila dengan wajah sedihnya.


"Iya, kakak juga gak ada temen buat main." jawab Zeline.


"Kakak tau gak? Aku bawa mainan yang setiap kali lagi viral loh."


"Oh ya? Mana? Coba kakak lihat."


Kaila membuka tas yang dia bawa tadi, dia memperlihatkan mainan yang harganya tidak manusiawi sekali dan hanya konglomengrat yang bisa membeli ini semua.


Zeline sangat antusias saat melihat mainan yang di bawa Kaila. Sudah lama juga tidak membeli mainan, dia hanya bisa melihat-lihat saja di video. Benar kan? Mereka berdua 11 12 sama-sama kayak anak kecil. Akhirnya mereka berdua bermain bersama setelah sekian lama.


Nevan keluar dari lift, dia mendengus kesal saat melihat Dominic yang duduk di sofa sambil menghisap rokoknya itu.


"Apa-apaan lo, b*ngs*t?!" ujar Nevan emosi.


"Kenapa lo marah-marah gitu? Rencana lo gagal gara-gara Kaila? Ada bagusnya juga ya gue bawa Kaila kesini." cibir Dominic.


"Ck! Bisa-bisanya lo ngajak dia kesini!"


Nevan berdecak kesal dengan tanggapan Dominic. Dia tidak bisa menyangkalnya karena memang benar yang di katakan oleh Dominic, dia hanya menumpang saja. Nevan membanting tubuhnya ke sofa.


"Pokoknya gue gak mau tau, besok lo harus dateng ke perusahaan." suruh Nevan.


"Gak mau!" tolak Dominic langsung dengan cepat.


"Ya, pokoknya gue gak mau tau. Besok lo harus dateng ke perusahaan."


"Terserah."


"Lo mau perusahaaan papa bangkrut apa?!"


"Gak bakalan bangkrut, yang ada pemasukan terus nambah setiap hari."


"Ck! Ngomong sama lo kayak ngomong sama batu tau gak!"


Sementara di pohon dekat dengan apartment Dominic, Allisya sedang mengintai menggunakan teropongnya.


"Kaila ganggu adegan panas Zeline sama Nevan, bengek!" ujar Mikel. Gevan langsung memukul kepala Mikel keras saat mendengar ucapan Mikel.

__ADS_1


"Dasar mesum!" cibir Alex.


"Gak mesum gak normal, bege!" tanggap Mikel.


"Tapi gak usah lihat punya orang juga, bengek!"


Alex mendengus kesal melihat tingkah laku Mikel yang mesum itu. Memang benar, sebagai manusia jika tidak mesum juga tidak normal. Apalagi jika tidak mesum dengan pasangan yang sudah sah, itu bahkan bisa di bilang manusia tidak normal. Hanya beberapa orang yang menganggap itu tidak normal.


"Al, lo kenapa antusias banget sih?" tanya Gevan bingung.


Alliysa menegakkan tubuhnya sambil menatap Gevan tajam. Dia sendiri juga bingung kenapa dia sangat antusias sekali.


"Gue juga gak tau." jawab Gevan.


Gevan melongo mendengar jawaban dari Allisya. Bukannya Allisya menjawab dengan pas sesuai dengan pertanyaan dari Gevan, tapi malah menjawab tidak tahu.


Entah kenapa Allisya langsung berjalan dan masuk ke apartment milik Dominic. Tentu saja ketiga temannya sangat terkejut melihat Allisya yang bejalan ke arah apartment, mereka langsung mengikuti Allisya dari belakang.


Braaakkh


Suara pintu terbuka sangat keras, semua penjaga sudah siap dengan pistol dan juga senapan mereka. Mereka semua sudah mengarahkan bidikan mereka ke arah Allisya. Allisya bahkan hanya bersikap biasa-biasa saja dengan keadaannya saat ini. Sementara Nevan dan juga Dominic terkejut dengan kedatangan Allisya yang tiba-tiba. Ketiga teman Allisya datang dan langsung mengeluarkan pistol mereka.


"Angkat tangan anda, atau saya akan langsung menembak tubuh anda." ujar salah satu penjaga.


Dominic berjalan menghampiri Allisya.


"Apa yang kalian lakukan?! Dia calon istri gue!" ujar Dominic kesal sambil menarik Allisya ke dalam pelukannya.


Semua yang ada disana melongo dengan ucapan Dominic, termasuk Allisya. Dia bahkan tidak ada niatan untuk menjadi istri Dominic. Semua penjaga Dominic langsung menurunkan pistol dan juga senapan mereka.


"Maafkan kami, tuan muda Dominic. Kami tidak tahu kalau nona ini adalah calon istri anda." ujar salah satu dari mereka.


"Makanya kalau kerja itu yang bener! Jangan cuma ambil uangnya doang!" cibir Dominic.


"Baik, tuan muda Dominic. Kami akan berusaha lebih keras lagi untuk bekerja."


Setelah itu mereka langsung pergi meninggalkan ruang tamu itu. Dominic menatap Allisya yang dari tadi diam saja. Dia memegang dagu Allisya dan mengarahkan wajah Allisya untuk menatapnya.


"Hei, kamu gak apa-apa?" tanya Dominic lembut.


Mereka yang melihat adegan romantis Dominic langsung memperagakan seperti orang yang muntah.


Allisya memutar bola matanya jengah mendengar ucapan Dominic. Dia menepis tangan Dominic, mendorong Dominic dan langsung pergi naik lift meninggalkan Dominic yang sedang menatapnya kesal. -

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2