
Om Kentang? Ternyata punya perempuan spesial di hatinya ya? Kayaknya aku gak bisa suka sama om Kentang, soalnya om kentang udah ada yang punya. batin Kaila sedih.
Dari pada melihat Ken yang membuat hati Kaila sedih, Kaila lebih memilih untuk bermain dengan hewan-hewan tadi.
Kaila, gue tau lo suka sama gue tapi sayang gue gak suka sama lo. Lo jauh dari selera gue. Lagi pula gue juga bukan lelaki yang baik untuk lo. batin Ken.
Ken sudah tahu kalau Kaila menyukainya sejak dia menginjakkan kaki di rumah keluarga Leonardus, tapi Ken bersikap tidak tahu.
Ken dan Gevan menyalahkan korek api mereka lalu membakar ujung rokok itu dan mereka menghisap rokok itu. Kaila tiba-tiba datang dan duduk di sebelah Gevan sambil membawa kelinci putih.
"Om." panggil Kaila.
"Apa?" tanya Ken dan Gevan bersamaan. Gevan dan Kaila langsung menatap Ken. Tumben dia jawab panggilan bocah, pikir mereka berdua.
"Kenapa kak Allisya gak pulang-pulang?" tanya Kaila.
"Dia masih ada di markas kakak lo." jawab Ken ketus.
"Kenapa lama?" tanya Kaila lagi.
"Gue gak tau." jawab Ken ketus. Kaila langsung berdiri.
"Kalau om Kentang gak mau jawab pertanyaan Kaila, gak usah di jawab om! Ada om Gege yang bisa jawab pertanyaan Kaila! Om Kentang itu gak niat jawab Kaila!" ujar Kaila berteriak sambil menangis dan langsung berlari pergi.
"Ken!" ujar Gevan.
"Apa?! Gue gak ngapa-ngapain! Dia tanya ya gue jawab dong!" ujar Ken emosi.
"Lo jawab acuh sama ketus, mana ada orang gak emosi coba kalau gitu ceritanya!" ujar Gevan.
Gevan membuang sebatang rokoknya yang terbilang masih utuh itu dan berlari mengejar Kaila meninggalkan Ken sendirian. Sementara Ken menatap kepergian Gevan dan Kaila.
"Kenapa lo suka sama gue sih? Gue yang akan kena imbasnya kalau gini ceritanya tau gak!" gumam Ken.
Dillion langsung mendekati Ken, Ken mengusap kepala Dillion.
"Apa salah gue emangnya?" tanya Ken kepada Dillion.
Sementara Kaila menangis tersedu-sedu di ruang tamu, Alex dan Mikel langsung panik bukan main. Kemarin Allisya juga berpesan agar mereka tidak membuat Kaila menangis tapi kenyataannya Kaila menangis tak berhenti.
__ADS_1
"Kai, lo tenang dulu. Cerita sama kita, jangan nangis, oke?" ujar Alex panik. Gevan langsung membuka pintu keras dan melihat Kaila yang menangis.
"Gev, apa yang terjadi sih?! Gue takut nanti Allisya marah!" ujar Mikel panik.
"Ken yang buat masalah!" jawab Gevan emosi. Gevan sendiri juga takut Allisya marah saat mengetahui Kaila menangis seperti ini.
"Ken ngapain Kaila emangnya? Tuh anak gak bisa lembut dikit sama bocah apa!" ujar Alex emosi.
"Tadi Kaila tanya dengan lembut, tapi Ken malah jawab dengan acuh dan ketus, terus Kaila marah sama Ken." jelas Gevan.
"Ini terus gimana, Gev? Gue takut tau gak. Lo tau sendiri kemarin Allisya ngomong apa sama kita, 'Jangan buat Kaila nangis!' Beeeh ngomongnya aja penuh ancaman kayak gitu." ujar Mikel.
Gevan langsung menghampiri Kaila, lalu berlutut di hadapannya. Gevan membukakan tangan Kaila yang menutupi wajahnya, lalu Gevan menghapus air mata Kaila.
"Udah ya jangan nangis, Ken emang gitu dari dulu." ujar Gevan lembut menenangkan Kaila.
Kaila mengatur dirinya, tapi tak lama hancur lagi saat Ken masuk ke dalam rumah sambil melihatnya dengan tatapan kebencian. Kaila berdiri dan langsung berjalan ke kamarnya. Gevan berdecak kesal.
"Ken, apa lo gak bisa baik sama dia sehari ini aja apa?! Allisya kemarin ngomong kayak gimana?! Lo bener-bener di butakan sama Amelia ya ternyata!" ujar Gevan emosi.
"Lo gak usah pakai bawa-bawa nama Amelia! Dia gak ada hubungannya dengan semua ini! Justru lo yang di butakan sama bocah ingusan itu!" ujar Ken emosi sambil menunjuk Gevan.
Apa maksud Gevan? Kalau Gevan ngomong hal itu artinya Gevan tau tentang Amel kan? batin Ken. Lalu Ken keluar dari markasnya.
Gevan mengetuk pintu kamar Kaila tapi tak kunjung terbuka juga, cemas. Gevan sampai bendobrak pun tidak bisa terbuka, mungkin Kaila sudah menutupnya dengan benda seperti nakas di dalam agar Gevan tidak dapat masuk.
"Gev, gimana? Kok lo gak buka pintunya sih?!" tanya Alex.
"Gimana mau buka pintunya kalau di dalam udah di tutup sama sesuatu." jawab Gevan.
"Maksud lo?" tanya Mikel tak mengerti.
"Gue udah dobrak pintu ini tapi gak bisa di buka, gue yakin di belakang pintu ini udah ada nakas atau lemari kecil gitu, jadi gak bisa di buka. Dan kayaknya kunci pintunya rusak, gue udah coba pakai kunci cadangan, tapi muter-muter doang dari tadi. Kayaknya emang dia sengaja ngerusak sih." jelas Gevan sambil berkacak pinggang dengan mengatur nafasnya.
"Gev, gue panik!" Alex.
"Gak lo aja, Lex! Gue juga panik bukan main ini." Gevan.
Tiba-tiba saja hp Gevan berbunyi, Gevan pun mengeluarkan dari saku jasnya. Dan betapa terkejutnya saat Allisya yang menelponnya.
__ADS_1
"Mampus." ujar Gevan pasrah.
"Siapa, Gev?" tanya Alex.
"Allisya." jawab Gevan. Gevan pun mengangkat panggilan telpon itu.
"Mana Kaila?" tanya Allisya tanpa basa-basi yang ada di seberang sana.
"Ada kok." Jawan Gevan gagu.
"Iya, tapi dimana? Coba lo kasih hp lo ke dia gue mau ngomong sesuatu sama dia. Tadi gue telpon Ken gak di angkat sama tuh anak."
"Itu Al, sebenarnya... " Gevan tak mampu untuk melanjutkan ucapannya.
"Sebenarnya apa?"
"Kaila nangis." akhirnya terucap juga kata-kata itu.
"Apa?! Nangis?! Lo apain dia, Gev?! Lo jangan buat darah tinggi gue kumat ya!" ujar di seberang sana.
"Ini bukan salah gue, Al. Ini salahnya Ken, bukan salah gue!" jelas Gevan.
"Ken? Ken buat apa sama Kaila?!"
"Gak bisa cerita sekarang, Al. Nanti kalau lo udah pulang gue bakal ceritain semuanya. Panjang ceritanya."
"Gue gak pulang hari ini!" ujar di seberang sana dengan tegas.
"Hah? Gak pulang? Maksud lo apa coba? Terus Kaila gimana? Gue gak handal nenangin bocah yang lagi nangis!"
"Gue gak mau tau, lo harus bikin dia gak nangis lagi ya! Awas aja kalau besok gue sampai rumah dia masih nangis!"
Tut...
"Al! Allisya! Aaaagggghhhhhh!" Gevan mengumpat dengan sangat kesal karena Allisya langsung memutuskan panggilan secara sepihak.
"Gimana, Gev?" tanya Mikel.
"Cari cara sana supaya Kaila bisa diam dan buka pintunya! Allisya gak mau tau pokoknya dia mau Kaila gak nangis lagi! Ini semua gara-gara Ken! Kemana tuh anak sekarang?! Gak tanggung jawab, langsung ngilang aja!" ujar Gevan emosi.
__ADS_1
Bersambung......